NovelToon NovelToon
Mutiara Hati Alvino

Mutiara Hati Alvino

Status: tamat
Genre:Romantis / Komedi / Cintamanis / Teman lama bertemu kembali / Cintapertama / Tamat
Popularitas:648.4k
Nilai: 5
Nama Author: Rita Tatha

Kisah ini merupakan sekuel dari
'Perjalanan Cinta Davino dan Aluna'

Alvino Putra Alexander, harus merasakan dilema saat dirinya berhasil menemukan gadis kecil yang selama sepuluh tahun dicarinya dan di saat itu pula dia mengetahui kalau Febian-adik lelakinya juga mencintai gadis itu.

Manakah yang harus dia pilih?
Memperjuangkan perasaan, tapi dia akan menyakiti hati orang terdekatnya atau merelakan perasaannya demi orang berharga dalam hidupnya, meskipun dia harus terluka.

Cerita ini juga dibumbui dengan kisah Nathan Nadira yang mampu mengobrak-abrikan hatimu. Sebuah perjuangan, persahabatan, kesetiaan terangkum lengkap dalam kisah ini.

Jangan lupa selalu beri dukungan kalian untuk Othor Talas nan Kalem ini 😊

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Rita Tatha, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

32

Di dalam ruangan Presiden Direktur Alexander Group, tiga orang pria tampan duduk nyaman di posisi mereka masing-masing. Seorang pria duduk santai di sofa, sedangkan dua lainnya fokus pada berkas dan layar tabletnya.

"Kenapa suasananya kaku begini sih." Alvino dan Kenan mengalihkan pandangannya ke arah Nathan yang sedang duduk dengan gagah di sofa, dengan satu kaki menindih kaki lainnya dan tangan yang dia luruskan di atas sofa itu.

"Kamu tidak bekerja, Nat?" tanya Alvino kembali mengalihkan pandangannya pada berkas di tangannya.

"Tentu saja bekerja, kamu tidak lihat aku sudah gagah seperti ini. Bahkan tadi karyawan wanitamu tidak ada yang berkedip saat melihatku berjalan di depan mereka." Nathan menepuk dadanya untuk menyombongkan dirinya.

"Cih! Jangan terlalu percaya diri!"

"Bukankah sudah ku bilang, seorang pemimpin itu harus memiliki tingkat ...."

"Diamlah, Nat! Aku sudah bosan mendengarnya," sela Alvino.

"Ada perlu apa kamu datang kesini, Nat?" tanya Kenan berusaha melerai perdebatan mereka.

"Aku butuh asisten," sahut Nathan sembari menyandarkan kepalanya dengan tangan kiri sebagai tumpuannya.

"Kenapa kamu mencari kesini? Kamu pikir di sini tempat pembibitan asisten?!"

"Ya Tuhan, Tuan Muda. Kenapa Anda sensitif sekali." Alvino menatap tajam ke arah Nathan yang sedang memejamkan kedua matanya. "Pusing sekali ternyata menjadi seorang pemimpin perusahaan. Rasanya aku ingin sekali ajep-ajep agar otakku sedikit segar. Auh!" pekik Nathan dengan segera membuka matanya saat sebuah pulpen mendarat di kepalanya.

"Kamu kan bisa menyuruh Cacha magang di tempatmu, Nat. Bukankah anggota 'Four Angels' sudah waktunya untuk mereka magang," ucap Alvino tanpa mengalihkan pandangan dari berkasnya.

"Ogah! Bukannya pekerjaanku terbantu justru aku akan dibuat semakin pusing kalau Cacha yang menjadi asistenku. Aku butuh asisten yang sudah berpengalaman," sahut Nathan sambil mengusap kepalanya. Suasana menjadi hening, karena Alvino dan Kenan tidak ada yang menanggapi ucapan Nathan. "Emmm, atau Nadira saja yang menjadi asistenku."

"Nat, apa bedanya Nadira dan Cacha? Mereka berdua sama-sama baru akan magang." Kenan menoleh ke arah sahabat somplaknya itu.

"Jelas berbeda, setidaknya Nadira lebih cantik dari Cacha jadi aku bisa cuci mata setiap hari. Alamak!" pekik Nathan lagi saat pulpen kedua kembali mendarat di kepalanya. Nathan segera menggenggam kedua pulpen itu dengan erat.

"Nat, kamu ini mencari seorang asisten untuk membantu pekerjaanmu apa mencari gadis yang bisa kamu genitin?" Kenan menggelengkan kepala dengan senyum tipis di bibirnya.

"Tentu saja mencari asisten untuk membantu pekerjaanku, Ken. Hanya saja, kalau asisten kita cantik semangat kerja kita jadi semakin membara," sahut Nathan sambil menaik-turunkan alisnya.

"Pergilah, Nat! Kamu benar-benar mengangguku!" usir Alvino kesal.

"Jahat sekali Anda wahai Tuan Muda." Alvino menoleh ke arah Nathan dan menatapnya dengan tajam. "Baiklah aku pergi sekarang juga," kata Nathan, dia bangkit berdiri dan berjalan keluar ruangan dengan membawa dua pulpen yang tadi di lempar oleh Alvino.

"Ken, aku mau tanda tangan. Di mana pulpenku?" tanya Alvino sambil celingukan mencari keberadaan pulpennya.

"Bukankah Anda tadi melemparkannya ke kepala Nathan? Saya lihat kalau Nathan membawa serta kedua pulpen Anda tadi." Alvino menghentikan pencariannya, dia menatap ke arah Nathan yang sudah memegang handdle pintu.

"Nathan!" panggil Alvino lantang. Nathan menoleh ke arah Alvino dan hanya cengengesan dengan menunjukkan dua buah pulpen di tangannya. "Kembalikan pulpenku, Nat!" perintah Alvino.

"Tuan Muda, sesuatu yang sudah di lempar itu artinya dia sudah terbuang dan aku sudah memungutnya. Jadi, kedua pulpen ini menjadi hak milikku dan tidak bisa diganggu gugat!" Nathan segera keluar dari ruangan itu.

"Nathan! Aku sangat membencimu!" teriak Alvino hingga suaranya menggelegar memenuhi ruangannya, Nathan yang masih berdiri di belakang pintu, menutupi mulutnya dengan telapak tangannya dan tertawa cekikikan. Rasanya, dia sangat puas sekali bisa membuat emosi Alvino naik sampai ke ubun-ubun.

Kenan yang duduk di kursinya hanya bisa berdecak melihat kedua sahabatnya yang selalu saja berdebat saat sedang bersama.

"Sudahlah, Tuan. Jangan buang emosi Anda untuk hal yang tidak penting seperti itu." Kenan bangkit dari duduknya dan berjalan menuju ke meja Alvino dengan membawa sebuah pulpen di tangannya. "Kalian berdua benar-benar seperti bocah," sambung Kenan sambil meletakkan pulpen itu di meja Alvino lalu dia kembali ke mejanya.

"Diamlah Ken, atau kamu mau aku memotong gajimu bulan ini," ancam Alvino masih dengan perasaan kesal.

"Astaga Al. Kamu tidak kasihan padaku? Aku baru akan gajian dua hari lagi dan kamu dengan tega akan memotong gaji pertamaku?"

"Sopanlah Ken. Aku ini bos kamu di sini!" ucap Alvino dengan suara yang masih tinggi. Kenan menghembuskan napasnya secara kasar. Dia memilih kembali fokus pada pekerjaannya dari pada meladeni Alvino yang sedang di penuhi amarah.

🍫🍫🍫🍫

R : Thor candaanmu garing ih.

A : Biarin ahh, yang penting author seneng.

R : Thor, Rania gimana? isi rekaman di hape Anin apa? aku penasaran thor.

A : Sabar pemirsa, dari kemarin kita udah serius mulu, sekarang kita bercanda dulu biar enggak tegang yaa.. ups tegang 😂😂

Nih Author tepati janji, up 3 bab hari ini,

jangan lupa dukungannya. like, komen, hadiah juga vote boleh banget

Author tunggu! Doakan besok bisa up tiga bab lagi yaa 😂😂 mau nulis 'Mas Duda Kesayangan' dulu ahh 😂😂

1
ZHANG LINGHE 🥰🥰🥰
🥰🥰🥰
guntur 1609
andre apa org yg memperkosa mila ya
guntur 1609
ohh. reyhan kan kalau gak salah anak angkat mila sewaktu fia masih gadis. baru aku ingat
guntur 1609
dasar edan alvino
guntur 1609
mati kamus dia menghadapi anaknya...duku pada waktu mudanya. davin kalah telak sm aluna
sekarang sdh tua sm anaknya
guntur 1609
sifat mila malah turun ke nathan. gresek tongkat dewa
guntur 1609
kenan sebetulnya suka sm ana..tapi dia malah dekati rania...hadeehhh...malah sebaliknya..alvino suka sm rania...tapi dia malah dekat sm ana...padahal yg disuka rania alvino
guntur 1609
kwkkwkwk. dasar bos dan asistenya..sm2 somplak
guntur 1609
rasain loe davin barubsadar.. si dewa bucin
guntur 1609
kalau gak salah ingat keynan suka sama rania. kan. dia dekati ana hanya mau cari pethatian sm rania
guntur 1609
mngkn kawan caca yg pindah tu yg ketabrak sm alvino...ia aku baru ingat...anak yg di tabrak tu bapaknya berpenharuh juga
guntur 1609
davin gak tahu itubhanya acting alvino. secara sifatbalvino menurun dari luna
guntur 1609
kkwkwkwkk marah jadibgak bisa..gara2 tingkah konyol davin dan aluna
guntur 1609
oh berati anaknya adrian sdh 2. sepupujya alvino donh
guntur 1609
chaca anak jo yg kedua kan.sepertnya akubsudah pernah baca. cerita alvino menduplikat kunci motornya
guntur 1609
kayaknya aku sudah baca kisah ni dipart aluna dan davin tapi aku agak lupa ya
guntur 1609
di part ni sdh muncul kekonyolan mereka aku suka. sama keluarga davino dan jonathan
guntur 1609
lupa aku siapa ya queennn ni
guntur 1609
aku singgah ya thor. sdh lama akunbaca kisah davino sm aluna. jadi banyak yg lupa. terutama anaknya davino...mudah2an ceritanya bagus. aku kangen sm dinginya sifat jo dan kekonyolan istrnya jo..lucu habis..
Darin Mumtazah
dan akhirnya jebol juga airmata yg dr td aku tahan thorr,ya allah sedih bgt 😭😭😭😭😭😭
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!