Kehidupan Arlla yang penuh lika liku harus dia jalani
"Tanda tangani surat ini agar cepat selesai"
ucapnya dengan dingin
Dan dengan berat Arlla menandatangani surat cerai itu
"PUAS? " bentak Arlla lalu pergi
Dia sudah muak melihat suaminya dengan madunya berlama lama
Menjadi tegar di saat kita rapuh itu sulit
Mencari kebahagiaan di saat bersedih sangatlah susah
Namun apakah kita harus selamanya meratapi?
Tentu tidak akan ada kebahagiaan yang muncul pada waktu yang tepat
Garis takdir itu sebenarnya indah namun proses menyakitkan yang kita alami sebelumnya terkadang membuat kita putus asa
Jalani dan nikmati prosesnya semuanya akan terlihat jauh lebih baik
Jika ingin bahagia maka kau harus rela berkorban
Jika kau siap jatuh cinta maka kau juga harus siap patah hati
Jika ada pertemuan bukan kah akan ada perpisahan
Entah itu perpisahan hidup atau mati,, Kita tidak ada yang tau
Yang jelas kita harus siap menjalani itu semua
"KEHIDUPAN PENUH LUKA"
Kisah Pernikahan Gio dan Arlla
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Clara, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 31
"Kenapa dia terlihat marah" tanya Ario
"Mungkin karena tadi tuan membatalkan janji meeting dengannya" jawab Max sambil menunduk
"Whatt jadi pertemuan itu dengan dirinya" tanya Ario tak percaya
"Iya tuan" ucap Max singkat
"Kenapa gak bilang"
"Saya sudah bilang tapi tuan menyela" ucap Max jujur
"Ah bodo amat" ucap Ario santai sambil melangkah keluar dari lobby
...****************...
Setelah sampai di lantai atas aku keluar dari dalam lift dan berjalan menuju ruanganku dengan wajah masam
"Kenapa" tanya Tari yang melihatku
"Gak ada" ucapku singkat
"La tadi Ario kesini dan udah meeting karena kamu gak ada jadi aku yang gantiin" ucap Dira
"Hmm" ucapku singkat
Kepalaku benar benar pusing dan aku melangkah menuju ruanganku
Masuk ke dalam ruanganku aku merebahkan tubuhku di aras sofa
Sebenarnya ada sebuah kamar di ruanganku namun aku sudah malas berjalan
Pukul lima sore aku sudah selesai bekerja dan hendak pulang
Aku mengemasi barang barangku dan keluar dari ruanganku
Ini mungkin menjadi kesibukan paling padat yang terakhir setelah beberapa minggu terakhir
Dua perusahaan yang baru saja ku bangun kini sudah berkembang sangat pesat dan aku tak menduga secepat ini
Biasanya membutuhkan waktu satu tahun namun ini hanya satu bulan
Mungkin karena bantuan dari papa dan Kk Viko yang ikut berkecimpung
"Sore" sapa Irene
"Hmm"
Aku berjalan mendahului mereka menuju lift khusus
Beberapa menit kemudian aku sudah sampai di lantai dasar dan dengan cepat melangkah menuju mobil yang sudah terparkir rapi
Drtt...
Sebuah pesan masuk ke dalam ponsel milikku namun ku biarkan
Aku menjalankan mobilku menuju jalanan dan ikut bergabung dengan pengendara lain
Sekarang tujuanku saat ini adalah rumah mama Rena
Lima belas menit aku telah sampai karena jarak yang tidak terlalu jauh
Namun aku seketika terkejut setelah mendengar jawaban salah satu pelayan yang bekerja disana
"Jadi mama dan papa pergi ke rumahku? Dan bersama mama dan papa ku" tanyaku
"Iya tadi bilangnya gitu mau ke rumah Non Arlla sama Tuan Rendra dan Nyonya Sandra" ucap nya
Aku mengambil ponsel ku dan benar mama Rena sudah mengirimi ku pesan bahwa dia yang akan kesana
"Mampus" ucapku
Kepalaku semakin pusing lagi mengapa tiba tiba berubah acara
Aku melajukan mobilku dengan kecepatan tinggi menuju rumahku
Sepuluh menit waktu ku tempuh dari biasanya karena aku yang ngebut
Dan benar disana sudah ada mobil mama Rena dan mama Sandra
Aku memarkirkan mobilku ke dalam rumah ku sendiri. Baru kemudian aku berjalan menuju rumah itu
Ku langkahkan kakiku masuk ke dalam rumah dan dari teras rumah sudah ku dengar suara ribut yang ada di dalam ruang tamu
"Ma" panggilku
Keributan berhenti sejenak dan ku lihat Gio sudah babak belur dan di sampingnya sudah ada papanya dengan tangan berdarah
"Sayang" panggil Mama Rena sambil menghampiri ku dan memelukku
Aku tau apa yang sudah terjadi terlihat dari mata Lela yang berair pastinya Mama Rena sudah memaki maki dirinya
Apalagi yang sepintas ku tau Mama Rena sangat membenci yang namanya pelakor
Ku lihat sekali lagi wajah Gio yang sudah hancur dan sangat memprihatinkan
"Ma Pa udah" ucapku
"Gak bisa Gio sudah melukai hatimu dia sudah menghianati dirimu Arlla" ucap Mama Sandra dengan keras
"Dia wanita murahan gak pantas di bela" ucap Lela dengan keras
"Kamu yang murahan" bentak Mama Rena Mama Sandra Papa Rai Papa Rendra dan juga Gio
Aku tak menyangka jika Gio juga mengatakan hal seperti itu. Ku kira dia sudah mencintai Lela terlihat dari sikapnya
"Ceraikan Arlla dan akan ku bawa dia pergi" ucap Mama Sandra
"Ma,,, enggak" ucapku
"Kenapa?"
tdi dah ucap kata talak ko ????