Lien Hua, Selir yang tidak diinginkan dan tidak diperdulikan oleh Kaisar.
Kaisar hanya mencintai sang Permaisuri saja.
Lien Hua yang lelah akan sikap Kaisar, memutuskan untuk pergi meninggalkan istana, namun saat perjalanan, ia dan pelayannya mengalami kejaidan naas yang membuatnya tidak sadarkan diri selama berbulan bulan.
Saat kesadarannya tiba, ia memutuskan untuk kembali ke istana, memberikan pelajaran pada Kaisar, juga orang yang membuatnya tidak sadarkan diri selama berbulan bulan.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon MILA KARMILA, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
31: Sekedar Kekaguman
Selama satu minggu lebih Kaisar Li Yuan mencari keberadaan Lien Hua, namun sayang, Lien Hua tidak ditemukan, itu membuat Kaisar sangat frustasi, ia mengabaikan Permaisuri Mei Yin yang selalu ingin menghiburnya, namun sayang dia selalu diusir oleh Kaisar.
Nasib Selir Fen Yin juga sangat mengesankan, tubuhnya semakin kurus, ia terus meminta agar Kaisar melepaskannya, tetapi Kaisar menolaknya sebelum Lien Hua kembali.
Malam ini, Lien Hua bersama dengan Pelayan Fu akan menemui Selir Fen Yin ke penjara, tentu saja dengan jalan yang mereka buat sendiri, sehingga para penjaga tidak mengetahui kehadiran Selir Agung mereka.
"Bagiamana rasanya di dalam penjara?" Tanya Lien Hua yang sudah berada didalam penjara, dia melihat Selir Fen Yin yang seperti orang gila.
"Kenapa kau kemari, kau ingin menertwakanku." Ucap Selir Fen Yin.
"Otakmu sungguh kotor, bukan itu yang ingin aku lakukan padamu, sebaliknya, aku ingin membantumu keluar dari sini." Ujar Lien Hua menunduk menyeimbangi tubuh Selir Fen Yin yang terduduk lemas dilantai.
"Aku tidak membutuhkan bantuanmu." Ucap Selir Fen Yin ketus. Lien Hua memutar bola matanya jengah melihat respon Selir Fen Yin.
"Responmu sungguh tidak menyenangkan, aku berbaik hati menemuimu, tapi kau...ah sudahlah, lagi pula aku tahu kau tidak bersalah, kau tidak menyewa pembunuh bayaran itu."
"Bagiamana kau tahu."
"Apa yang tidak ku ketahui, kejahatan permaisuri yang kau sembunyikan juga aku mengetahuinya." Ucap Lien Hua berdiri handak meninggalkan penjara.
"Pikirkanlah sekali lagi, jika tidak kau sendiri yang akan menyesal." Ucap Lien Hua memberikan sebuah gulungan kertas yang sangat kecil lalu pergi meninggalkan penjara.
Sampai di istana kekaisaran Yang, ternyata Kaisar Yang Jian tengah berada didalam kediaman Lien Hua.
"Dari mana saja hmmm, tengah malam begini." Ucap Kaisar Yang Jian menyilangkan dada.
"Yang Mulia." Kaget Pelayan Fu, sedangkan Lien Hua hanya menatap Yang Jian datar.
"Fu, kau boleh pergi." Ucap Lien Hua, Pelayan Fu langsung mengangguk pergi.
"Dari mana saja?" Tanya Kaisar Yang Jian mendekat, sehingga jarak Lien Hua dan Kaisar Yang Jian hanya beberapa sentimeter saja.
"Ke kekaisaran Li." Jawab Lien Hua sedikit memundurkan dirinya, namun Kaisar Yang Jian memajukan kembali tubuhnya hingga mentok ke dinding kediaman.
"Deni, berhentilah." Ucap Mira mendorong tubuh pria yang ada didepannya ini, namun tubuhnya sama sekali tidak bergerak.
Deni mendekatkan wajahnya ke wajah Mira, tubuh mereka menempel sekarang, Mira yang malu memalingkan wajahnya kesamping, namun Deni meraih dagu Mira dan \*\*\*\*\*\*\* bibir Mira dengan lembut.
Mira yang merasakan kelembutan itu seketika membalasnya.
"Jangan kembali dengan kaisar bodoh itu." Ucap Deni setelah melepas lumatannya.
"Heh kau pikir aku akan kembali padanya, cih, tidak akan, lagi pula aku sudah menemukan orang yang aku cintai, aku kesana hanya untuk melakukan rencanaku." Ucap Mira tanpa malu.
"Rencana? apa?" Tanya Deni.
"Menyingkirkan permaisuri." Jawab Mira tersenyum licik.
"Hmmm kau masih sama seperti yang dulu, licik." Ucap Deni mengangkat tubuh Mira menjatuhkannya perlahan kekasur.
"Apa yang ingin kau lakukan?" Tanya Mira yang otaknya sudah bertraveling.
"Apa? hanya tidur bersama saja, apa sebenarnya yang kau pikirkan hah." Ucap Deni mencubit gemas hidung Mira. Mira merasa malu akan hal itu.
"Aku ingin bertanya sesuatu padamu." Sambung Deni merebahkan tubuhnya disamping Mira.
"Apa? katakan saja."
"Apa kau telah mencintai seseorang sebelum aku? bukan didunia modern, tapi disini."
"Entahlah, aku pikir perasaan itu hanya sebuah kekaguman semata, bukan karena aku mencintainya, jika aku mencintainya maka perasaanku akan sakit jika dia pergi, tapi aku sama sekali tidak merasakan itu." Jawab Mira jujur, ia baru menyadari bahwa perasaanya pada Jendral Shi hanyalah sebuah kekaguman adik ipar pada kakak iparnya.
"Apa kau berbohong?"
"Hei, aku tidak berbohong, jika aku berbohong, tidak akan mungkin aku sekarang ini ada di kekaisaran ini, lebih baik aku menyusul dia ke perbatasan." Kesal Mira.
"Dia? siapa?"
"Jendral Li Shimin, kenapa kau mengenalnya?"
"Heh, siapa yang tidak mengenalnya, dia Jendral yang jenius, bahkan dia memiliki elemen Angin dan Petir." Ucap Deni.
"Angin dan Petir?"
"Hmmm iya, sudah larut, sekarang tidur." Ucap Deni memeluk Mira seperti guling.
terus semangat thorr,,,,,,❤️❤️🌷🌷
tetap semangat terus thorr
sukses selalu buat mu thorr,,,,,,