Ini menceritakan kisah seorang pemuda yang memiliki sembilan Akar Spiritual, yang dianggap sebagai sampah oleh dunia kultivasi. Namun, tanpa sengaja, ia justru dibimbing oleh dua sosok legendaris yang telah berdiri di puncak dunia kultivasi.
Membawa dua cincin warisan tersegel yang menyimpan kekayaan dari dua sekte besar, Shen Luo memulai perjalanannya di dunia kultivasi.
Di tengah perjalanan, ia harus terseret ke dalam perselisihan masa lalu kedua gurunya, berhadapan dengan seorang Iblis Suci yang mematikan, serta terikat dalam perjodohan dengan seorang Putri Es yang telah mencintai pria lain.
Dengan sembilan Akar Spiritual yang dianggap sebagai kelemahan, Shen Luo harus bertahan hidup dan mengungkap rahasia kekuatannya, hingga suatu hari segel kedua cincin warisan itu terbuka dan takdirnya mulai berubah.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nugraha, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 31: Segel Kutub Ganda
Kemilau emas dari jutaan Batu Spiritual tingkat tinggi menerangi aula raksasa itu. Pemandangannya bagaikan istana.
Energi alam di dalam ruangan begitu pekat hingga setiap tarikan napas berubah menjadi kabut spiritual yang berkilauan.
Bagi kultivator mana pun di Benua Langit Misterius, tempat ini adalah harta karun yang sanggup memicu perang antar sekte. Jutaan Batu Spiritual tingkat tinggi bahkan cukup untuk menopang sebuah sekte besar selama seratus tahun.
Shen Luo berjalan melewati gunungan batu tersebut. Ji Ruyue masih berada di bahu kirinya. Setelah menemukan tempat yang aman, Shen Luo menurunkannya dan membaringkannya di atas hamparan Batu Spiritual.
Energi murni dari batu-batu itu segera meresap ke tubuh Ruyue dan perlahan memulihkan luka dalamnya.
Setelah memastikan Ruyue tidak dalam bahaya, Shen Luo langsung menuju tengah aula.
Di antara empat pilar emas raksasa, ia duduk bersila.
Sejak sumber dayanya diputus oleh faksi Jian Nantian, Shen Luo terpaksa berburu monster liar selama berminggu-minggu hanya demi mengumpulkan sedikit tenaga. Kini, lautan energi terbentang di hadapannya.
Ia menutup mata dan membuka seluruh belenggu Dantiannya.
Booom!
Sembilan Akar Spiritual di dalam tubuhnya meledak dengan kekuatan penuh.
Jika akar spiritual kultivator biasa hanya seperti sumur yang menampung air setetes demi setetes, Sembilan Akar Shen Luo bagaikan sembilan pusaran tanpa dasar yang mampu menelan lautan.
Daya hisap mengerikan meletus dari tubuhnya.
Udara di seluruh aula bergolak. Batu-batu Spiritual di sekelilingnya bergetar hebat sebelum energi murni di dalamnya ditarik keluar.
Pita cahaya keemasan dan biru melesat dari segala arah lalu mengalir ke tubuh Shen Luo.
Satu jam berlalu.
Ribuan Batu Spiritual di sekitarnya kehilangan cahaya dan berubah menjadi debu.
Dua jam kemudian, puluhan ribu batu kembali hancur.
Pusaran energi di sekitar Shen Luo semakin besar hingga membentuk badai spiritual. Tubuhnya perlahan terangkat dari lantai dan diselimuti cahaya yang menyilaukan.
Hati Dao-nya bekerja tanpa henti.
Energi alam yang masuk dipisahkan menjadi Qi Suci untuk empat akar di sisi kanannya dan Qi Iblis untuk empat akar di sisi kirinya. Sementara itu, Akar Penyeimbang di tengah terus berputar seperti poros yang menjaga keseimbangan seluruh tubuh.
Saat badai spiritual mencapai puncaknya, kelopak mata Ji Ruyue perlahan terbuka.
Ia mengerjap dan segera duduk. Naluri iblisnya langsung membuatnya waspada.
Namun, ketika menyadari dirinya tidak lagi berada di lorong penuh patung berdarah, melainkan di atas lautan Batu Spiritual, ingatannya kembali.
Yang membuat napas Ruyue tertahan bukanlah harta di sekelilingnya.
Melainkan Shen Luo.
Matanya melebar ketika melihat pemuda itu melayang di tengah badai spiritual. Ratusan ribu Batu Spiritual tingkat tinggi sedang terkuras dengan kecepatan yang sulit dipercaya.
Gila...
Tubuh Ruyue bergetar.
Ini benar-benar gila! Bahkan seorang kultivator Inti Emas tahap awal bisa meledak jika menyerap energi sebanyak ini dalam waktu sesingkat itu. Seberapa luas sebenarnya Dantian orang ini?
Tatapannya terhadap Shen Luo berubah menjadi semakin rumit.
Pemuda misterius itu telah menyelamatkannya, membawanya melewati lorong kematian, membunuh musuh dengan teknik leluhurnya, dan kini menunjukkan kemampuan kultivasi yang melampaui akal sehat.
Semakin lama Ruyue memandangnya, semakin kuat keinginannya untuk menguasai pemuda itu.
Ia tidak boleh membiarkan sekte-sekte aliran lurus mendapatkan monster seperti ini.
Tiba-tiba, aliran energi di dalam badai mulai memadat.
Kraaaak!
Booom!
Gelombang aura yang berat meledak ke seluruh aula. Debu Batu Spiritual beterbangan dan menghantam dinding. Ruyue segera mengangkat lengan untuk menahan hembusan angin yang tajam.
Shen Luo membuka mata.
Kilatan petir melintas di pupil hitamnya sebelum kembali tenang seperti jurang tanpa dasar.
Tahap Pengumpulan Qi tingkat kedelapan!
Shen Luo mengepalkan tangannya.
Krek!
Tulang-tulangnya berderak seperti raungan naga.
Setelah menerobos ke tingkat kedelapan, Qi di dalam tubuhnya menjadi jauh lebih murni dan padat. Dengan kekuatan Sembilan Akar Spiritual, ia bahkan yakin dapat menekan kultivator Pembentukan Fondasi tahap menengah hanya dengan auranya.
Ia turun perlahan ke lantai.
Namun, lautan Batu Spiritual di sekelilingnya telah berubah menjadi hamparan abu.
Ratusan ribu Batu Spiritual tingkat tinggi telah habis diserap.
Shen Luo menoleh kepada Ruyue yang masih menatapnya.
"Kau sudah sadar."
Nada suaranya tetap datar.
"Waktu kita tidak banyak. Gunakan batu-batu di sudut sana untuk memulihkan tenagamu. Setelah itu kita buka gerbang utama."
Ruyue menelan ludah.
Ia tidak bertanya apa pun. Ia tahu Shen Luo tidak akan menjawab.
Dengan patuh, ia duduk dan menyerap beberapa ratus Batu Spiritual untuk memulihkan Qi-nya.
Jumlah itu terasa begitu sedikit jika dibandingkan dengan kerakusan Shen Luo.
Setelah pulih, keduanya berjalan menuju ujung aula.
Di sana berdiri sebuah gerbang raksasa yang menjulang hingga langit-langit. Berbeda dari gerbang luar yang dipenuhi ukiran iblis, gerbang ini memancarkan aura suci sekaligus kelam.
Di tengahnya terdapat sebuah cekungan berbentuk lingkaran yang terbagi menjadi dua warna.
Hitam pekat di satu sisi.
Putih murni di sisi lainnya.
Segel Kutub Ganda.
Sebuah segel kuno yang menyerupai perpaduan Yin dan Yang. Segel inilah yang menjaga tempat terdalam Reruntuhan Darah Ilahi.
"Sesuai kesepakatan."
Ruyue berdiri di sisi kiri gerbang dan menatap bagian hitam.
"Batu Spiritual di aula ini hanyalah harta dari bagian luar. Harta sejati Reruntuhan Darah Ilahi berada di balik segel ini. Aku akan mengisi kutub Yin dengan Qi Iblis. Kau isi kutub Yang dengan Qi Suci."
Ia berhenti sejenak.
"Keduanya harus mengalir pada saat yang sama dan tetap seimbang."
Shen Luo mengangguk. Ia berdiri di sisi kanan gerbang.
"Mulai."
Ruyue segera mengerahkan Qi dari Dantian.
Aura merah kehitaman yang membawa kekuatan Lembah Darah Neraka mengalir dari telapak tangannya dan masuk ke kutub hitam.
Pada saat yang sama, Shen Luo mengumpulkan Qi dari empat akar spiritual di sisi kanannya.
Niat Pedang Bintang Jatuh yang suci dan agung meledak dari telapak tangannya lalu mengalir ke kutub putih.
Ketika kedua kekuatan yang berlawanan itu bertemu di tengah segel, suara gemuruh purba menggema.
Cahaya hitam dan putih mulai berputar.
Perlahan, keduanya saling mengimbangi hingga membentuk keseimbangan yang sempurna.
Kliiik...
Segel Kutub Ganda berputar.
Cahaya menyilaukan memancar dari celah gerbang. Kedua daun pintu raksasa itu perlahan terbuka dan hawa kuno segera menyembur keluar.
Hawa tersebut begitu berat hingga terasa seolah membawa jejak puluhan ribu tahun.
Shen Luo dan Ruyue memicingkan mata.
Mereka baru saja hendak melangkah masuk ketika tiba-tiba...
Boooom!
Gelombang tekanan mengerikan menyapu keluar dari kegelapan.
Tubuh Shen Luo menegang.
Tekanan itu bukan lagi milik kultivator Pembentukan Fondasi.
Kekuatan tersebut mengguncang jiwanya.
Inti Emas!
Dari dalam kegelapan terdengar suara tua dan serak yang dipenuhi keagungan membunuh.
"Siapa... yang berani menodai tempat peristirahatan Darah Ilahi?"
Bayangan besar perlahan melayang keluar.
Sosok itu setinggi dua tombak. Tubuhnya terbungkus zirah emas yang telah berkarat. Api biru menyala di dalam rongga matanya, sementara tombak raksasa di tangannya memancarkan hawa pembunuhan yang pekat.
Penjaga Roh Kuno.
Sisa jiwa kuno yang telah terperangkap di dalam zirah selama ribuan tahun.
Api biru di matanya menyapu Ruyue sebelum akhirnya berhenti pada Shen Luo.
Aura kebencian segera memenuhi ruangan.
"Qi aliran putih..."
Suara Penjaga Roh bergetar karena murka.
"...menjijikkan!"
Booom!
Tanpa peringatan, Penjaga Roh Kuno mengangkat tombaknya.
Tubuhnya melesat seperti kilat.
Ujung tombak langsung mengarah ke jantung Shen Luo.
Ia ingin memusnahkan pemilik Qi Suci yang telah mengotori tempat suci Darah Ilahi.
Di ambang harta karun legendaris, Shen Luo kini harus menghadapi Penjaga Roh Kuno dengan kekuatan Inti Emas.
Moga2 MC nya ga kegatelan ma cewek2, dan ga punya banyak bini /Facepalm//Facepalm/