NovelToon NovelToon
Putri Cacat Jadi Konglomerat

Putri Cacat Jadi Konglomerat

Status: sedang berlangsung
Genre:Wanita Karir / Orang Disabilitas / Crazy Rich/Konglomerat / Balas Dendam / Mengubah Takdir
Popularitas:11.7k
Nilai: 5
Nama Author: Bunda SB

Dibuang oleh darah dagingnya sendiri hanya karena ia terlahir tidak sempurna.

Haruka tumbuh tanpa pelukan orangtua, tanpa tempat pulang. Dunia memandangnya sebelah mata... dihina, direndahkan, dianggap beban yang tak pantas hidup layak. Tapi di tengah semua penolakan itu, ada satu orang yang tak pernah melepaskannya: seorang nenek tua, satu-satunya yang mau memeluknya tanpa syarat.

Dari pelukan itulah tekad Haruka lahir. Ia bangkit, merangkak sejengkal demi sejengkal dari titik terendah, bukan untuk balas dendam, tapi untuk membuktikan satu hal: gadis cacat yang dulu mereka buang, kini akan berdiri lebih tinggi dari siapa pun yang pernah meremehkannya.

Akankah Haruka berhasil membungkam semua yang pernah menghinanya? Atau luka masa lalu akan terus menariknya kembali ke titik nol?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Bunda SB, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Lamaran

Sejak kehadiran Haruna dalam hidupnya. Reynan yang dulu begitu apatis terhadap masa depan, kini berubah menjadi pribadi yang jauh berbeda.

Jika dulu ia hanya menjalani hari-hari tanpa arah, sekadar mengikuti alur yang telah digariskan ayahnya tanpa gairah sedikit pun. Kini setiap langkahnya dipenuhi tujuan yang begitu jelas.

Bukan hanya ingin menikahi Haruna kelak, tetapi juga bertekad memberikan kehidupan yang layak dan bahagia untuk wanita yang telah mengubah seluruh cara pandangnya terhadap hidup.

Kafe kecil yang dulu ia bangun diam-diam sebagai pelarian dari tekanan keluarga, kini ia kelola dengan jauh lebih serius. Reynan mulai turun langsung mengatur strategi pemasaran, memperbaiki sistem operasional.

Bahkan menambah menu-menu baru hasil diskusi panjang dengan Haruna yang ternyata memiliki insting bisnis yang tajam. Warisan dari pengalamannya mengembangkan usaha peyek Nek Lasmi dulu. Berkat kerja keras dan strategi matang itu, kafe kecilnya perlahan berkembang pesat, hingga kini telah memiliki dua cabang baru di lokasi strategis kota.

Tak hanya dalam bisnis, perubahan besar juga terjadi dalam bidang akademik. Reynan yang dulu begitu acuh terhadap nilai, kini justru berjuang keras setiap malam menyelesaikan tugas-tugas kuliahnya, tak jarang meminta bantuan Haruna untuk menjelaskan materi yang sulit ia pahami.

Ada rasa gengsi tersendiri dalam dirinya... ia tak ingin menjadi beban bagi kekasihnya yang begitu cerdas, tak ingin terlihat bodoh di mata gadis yang begitu ia kagumi.

"Rey, coba lihat lagi rumus ini, kamu kebalik," ucap Haruna suatu malam saat mereka belajar bersama lewat panggilan video, sabar membimbing Reynan yang kesulitan memahami materi akuntansi.

"Oh iya, ya," Reynan tertawa kecil, mencatat koreksi itu dengan teliti. "Untung ada kamu, kalau nggak mana ngerti aku."

Malam itu, sepulang kuliah dengan hasil ujian tengah semester yang baru saja dibagikan. Reynan melangkah pulang dengan wajah berseri-seri, jauh berbeda dari ekspresi datarnya yang biasa. Ia bergegas menghampiri ayahnya yang sedang duduk di ruang kerja.

"Pah, ini nilai UTS Reynan," ucapnya, menyerahkan lembar hasil ujian itu dengan bangga.

Bagas menerima kertas itu, matanya membelalak kaget melihat deretan angka yang jauh lebih tinggi dari semester-semester sebelumnya. "Ini... beneran nilai kamu?"

"Iya, Pah," jawab Reynan mantap.

Wajah Bagas langsung dipenuhi kebanggaan yang begitu jelas terpancar. "Bagus banget, Reynan! Kenapa nggak dari dulu aja kamu rajin belajar kayak gini?"

Reynan hanya tersenyum tipis, melirik sekilas ke arah Larasati yang duduk tak jauh dari sana. Keduanya saling bertukar pandang penuh arti, sebuah rahasia kecil yang hanya mereka berdua yang mengetahui. Alasan sesungguhnya di balik perubahan drastis itu, sesuatu yang belum saatnya diketahui oleh Bagas.

"Reynan cuma sadar aja Pah, kalau pendidikan itu penting," jawab Reynan diplomatis, menghindari kebenaran yang sesungguhnya.

Malam harinya, setelah makan malam usai, Reynan menghampiri ibunya yang sedang bersantai di ruang keluarga. "Ma, Reynan mau izin keluar malam ini. Mau ajak Haruna jalan-jalan."

Larasati tersenyum, mengangguk mengizinkan. "Ya udah, hati-hati, ya. Jangan pulang kemalaman."

Dengan hati yang berdebar penuh semangat, Reynan segera menyiapkan motornya, melaju menuju asrama kampus tempat Haruna tinggal.

Suasana asrama malam itu terasa begitu sepi, mengingat masa libur semester membuat hampir seluruh penghuninya memilih pulang ke kampung halaman masing-masing, termasuk Melati, Sinta, dan Vania yang sudah lebih dulu kembali ke rumah mereka.

"Sayang, udah siap?" tanya Reynan begitu Haruna keluar dari gedung asrama.

"Udah, tapi kita mau ke mana, sih?" tanya Haruna penasaran.

"Rahasia," jawab Reynan misterius, tersenyum jahil sambil menyerahkan helm kepada kekasihnya. Memasangkannya dengan lembut ke kepala Haruna, memastikan tali pengikatnya terpasang sempurna.

Ia lalu menuntun tangan Haruna untuk melingkar di pinggangnya begitu keduanya sudah duduk di atas motor. "Pegangan yang erat, ya."

Sepanjang perjalanan, Haruna terus mencoba menebak-nebak tujuan mereka. Namun Reynan hanya tertawa kecil tanpa memberikan petunjuk sedikit pun, membuat rasa penasaran Haruna semakin memuncak.

Akhirnya, motor itu berhenti di depan sebuah bangunan megah dengan pencahayaan yang begitu indah, papan nama besar bertuliskan "Kalya Coffee" terpampang jelas di bagian depan, dikelilingi taman kecil yang tertata apik.

"Ini... cafe kamu?" tanya Haruna terkejut, matanya membelalak menatap bangunan yang jauh lebih megah dari bayangannya selama ini.

"Iya, ini cafe aku," jawab Reynan bangga, menggenggam tangan Haruna, menuntunnya masuk ke dalam.

Haruna memang sudah tahu bahwa kekasihnya memiliki usaha kafe sejak dulu. Namun ini pertama kalinya ia benar-benar melihat langsung betapa besar dan ramainya tempat itu, dipenuhi pengunjung yang menikmati suasana nyaman dengan interior yang begitu apik.

Mereka duduk di meja yang sudah dipesan khusus di tengah ruangan, dikelilingi lampu-lampu gantung yang menciptakan suasana romantis. "Cafe ini bakal jadi salah satu sumber penghasilan kita nanti pas udah nikah," ucap Reynan santai, menggenggam tangan Haruna di atas meja.

Haruna tertawa kecil, menganggap kalimat itu hanya sekadar candaan ringan seperti biasanya. "Iya, iya Pak Bos."

Namun tiba-tiba, suasana kafe itu berubah senyap ketika lampu-lampu mulai meredup. Hanya menyisakan sorotan cahaya yang terfokus pada meja mereka.

Musik lembut mulai mengalun dari sound system, dan para pelayan yang biasanya sibuk kini berdiri berjejer di sekeliling ruangan dengan senyum penuh arti.

Haruna menatap bingung ke sekelilingnya, sebelum akhirnya menyadari Reynan telah bangkit dari kursinya, berlutut satu kaki tepat di hadapannya, mengeluarkan sebuah kotak beludru kecil dari saku jaketnya.

"Haruna," ucap Reynan, suaranya bergetar menahan haru yang begitu besar, "sejak pertama kali ketemu kamu di taman kampus, hidup aku berubah total. Kamu yang ngajarin aku arti perjuangan, arti ketulusan, dan arti cinta yang sesungguhnya. Aku nggak mau kehilangan kamu, Har. Aku mau kamu jadi pendamping hidup aku, selamanya."

Seluruh pengunjung kafe seketika terdiam, menyaksikan momen mengharukan itu dengan napas tertahan.

Haruna berdiri mematung, air mata sudah membanjiri wajahnya, tak sanggup mempercayai apa yang baru saja terjadi di hadapannya.

"Haruna, maukah kamu menikah denganku?" tanya Reynan, membuka kotak itu, memperlihatkan sebuah cincin berlian yang berkilau indah.

Tangan Haruna gemetar menutupi mulutnya yang ternganga, air mata bahagia mengalir deras tanpa bisa ia bendung.

Beberapa detik berlalu dalam keheningan yang begitu menegangkan, hingga akhirnya ia mengangguk cepat, suaranya nyaris tak terdengar di antara isak tangis harunya. "Mau... Haruna mau, Rey."

Sorak-sorai riuh langsung membahana memenuhi seisi kafe, tepuk tangan dan siulan meriah dari para pengunjung yang menyaksikan momen romantis itu, beberapa di antaranya bahkan tak sanggup menahan air mata haru mereka sendiri.

Para karyawan kafe yang selama ini mengenal Reynan sebagai sosok bos yang dingin dan sulit didekati, kini terpana menyaksikan sisi lain dari atasan mereka yang begitu romantis dan penuh cinta.

"Ternyata bos kita romantis juga, ya," bisik salah seorang pelayan kepada rekannya, matanya masih berkaca-kaca.

Dengan tangan yang masih gemetar, Reynan menyematkan cincin itu ke jari manis Haruna, disusul tepuk tangan yang semakin membahana.

Tak ingin kalah, Haruna pun mengeluarkan sebuah cincin lain yang ternyata sudah dipersiapkan Reynan sebelumnya, cincin pasangan yang sengaja ia beli khusus untuk momen ini, lalu memasangkannya ke jari manis Reynan dengan penuh kebahagiaan.

Momen indah itu tak luput dari rekaman ponsel para pengunjung yang begitu terharu. Beberapa di antaranya langsung mengunggah video tersebut ke berbagai platform media sosial, menyebar dengan cepat dan menarik perhatian banyak orang yang terpukau dengan kisah cinta yang begitu tulus itu.

Jauh di rumah mewah keluarga Wirasena, Bagas yang sedang bersantai sambil menggulir layar ponselnya. Tanpa sengaja menemukan salah satu video viral itu muncul di beranda media sosialnya.

Awalnya ia hanya melirik sekilas, namun begitu matanya menangkap wajah pemuda dalam video itu, seluruh tubuhnya seketika membeku.

"Reynan?" gumamnya kaget, memperbesar tampilan video itu, memastikan bahwa matanya tidak salah lihat.

Namun yang membuatnya semakin terkejut bukan hanya kehadiran putranya dalam video itu. Melainkan sosok gadis yang menerima lamaran itu dengan air mata bahagia. Wajah yang begitu familiar, wajah yang selama ini terus menghantui pikirannya sejak pertemuan tak sengaja di kampus.

Wajah gadis cacat yang tanpa disadarinya terus muncul dalam ingatannya meski ia telah berusaha keras untuk melupakannya.

"Nggak mungkin," bisik Bagas pelan, tangannya gemetar hebat menggenggam ponselnya. Jantungnya berdegup begitu kencang menahan sebuah kemungkinan mengerikan yang tiba-tiba menghantam kesadarannya.

Sebuah kemungkinan yang selama ini ia yakini mustahil terjadi. Namun kini justru berdiri tegak di hadapannya lewat layar kecil itu, membawa serta bayangan masa lalu kelam yang telah lama ia coba kubur dalam-dalam.

1
Muft Smoker
aq cuma bisa kasih semangat buat Haruna ,, kekurangan mu gx bakal jd penghalang kesuksesan mu ,,
Ilfa Yarni
sedih aku bacany hiks klo Haruna kemakam sedih banget
Ilfa Yarni
semangat haruna wujudkan mimpimu jd orang sukses agar nenekmu bahagia diatas sana
Muft Smoker
wooah semangat trus harunaa ,,
mungkin ni langkah yg bkal jlan km bisa lebih mudah ,,
Ilfa Yarni
emang gmn cara km tes drive
Muft Smoker
test Drive ,, test Drive ,, Dy fikir si Haruna sirkuit Mandalika kali yx/Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm/
Ilfa Yarni
jgn coba comblangin haruna dgn laki2 lain ya vania
Sayekti 0519
bukannya tobat ,malah laknat.seharusnya ada jln untuk sadar.terima dengan niat baik
Ilfa Yarni
awas ya reynan jgn sampe luluh km
Muft Smoker
astgaaaa ,,
jgn nangis kalo d tolak yx neng ,,
aq yg maluuu looo km bgtuuu😹😹😹🫣🫣🫣🫣🫣🫣
Sayekti 0519
ngerawat nenek lah.balas budi.kuliah bisa menyusul.
Muft Smoker
semoga Bagas cepat dpat karma ny ,,
Ilfa Yarni
aku ingin bagas cepat hancur jahat banget jadi manusia
Muft Smoker
tunggu karma menghampiri mu Bagas ,,
Ilfa Yarni
dasar orangtua jahat tunggu lah kehancuranmu suatu saat keboho ganmu terbongkar
Muft Smoker
semangat Haruna ,, jgn biarkan pak Bagas meremehkan mu ,,
buktikan KLO km mampu melewati semua ujian hidup km meski d tengah keterbatasan fisik
Ilfa Yarni
Ya ampun ga nyangka Ada orangtua yg seperti ini aku doakan Haruna cepat jadi konglomerat Dan bagas hancur oleh perbuatannya sendiri
Muft Smoker
yakin laa reynan kalo Haruna bakal bisa melewati semua ini ,, udh banyak pahit kehidupan yg di lalui haruna ,,
meski berat km harus bisa jd support sistem ny Haruna ,,
Ilfa Yarni
tenang aja reynan haruna akan membuktikannya klo dia bisa sukses km cukup doakan saja dan of saat nya tiba bagas akan menyesal perbuatannya
Ilfa Yarni
nah lol feeling ga ya nyonya larasati pd Haruna bahwa Haruna adalah ank kandungnya biasanya antara ibu Dan ank itu Ada ikatan bathin yg kuat
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!