NovelToon NovelToon
Putri Yang Dibuang

Putri Yang Dibuang

Status: sedang berlangsung
Genre:CEO / Balas Dendam / Diam-Diam Cinta
Popularitas:12.3k
Nilai: 5
Nama Author: NisfiDA

Bisu, tuli, dan dianggap aib keluarga. Amara diperlakukan lebih buruk dari hewan di mansionnya sendiri. Puncaknya, ia dibuang ke halaman belakang yang dingin membeku tanpa diberi makan sedikit pun saat pesta bisnis ayahnya berlangsung.

​Di tengah keputusasaannya, muncul Gabriel—CEO muda paling ditakuti dengan tato bunga mawar di lehernya.
​Melihat Amara yang terkulai lemas menahan lapar, pria dingin itu melepaskan jasnya dan merangkul sang gadis.

​"Mulai malam ini, siapa pun yang menyakitimu... akan kuhancurkan."

​Ketika sang Putri yang Dibuang dilindungi oleh Pria Paling Berkuasa, pembalasan dendam pun dimulai!

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon NisfiDA, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Suara Hati Sang Ratu

​"Gabriel! G-Gabriel!" panggil Amara terengah-engah, suaranya yang kini terdengar makin jernih dan nyaring bergema di koridor lantai atas mansion mewah mereka.

​Setelah beberapa bulan berlalu, kandungan Amara kini telah memasuki usia empat bulan. Perutnya yang dulu datar kini sudah mulai terlihat menonjol buncit dengan anggun, terbungkus gaun hamil berbahan katun lembut berwarna merah muda lembut.

Langkah kakinya yang tadinya terburu-buru mulai melambat saat ia menuruni anak tangga dengan satu tangan menopang lembut pinggang belakangnya.

​"B-Bibi... di mana G-Gabriel?" tanya Amara begitu melihat Bik Sum yang sedang merapikan vas bunga di area ruang tengah.

​Bik Sum buru-buru menyambut Amara dengan raut cemas sekaligus panik.

"Astaga, Nyonya! Jangan lari-lari begitu, kasihan calon bayinya! Tuan Gabriel sedang ada di ruang kerja lantai bawah bersama Tuan Reno, Nyonya."

​Amara menghela napas lega, memegangi perut buncitnya yang terasa sedikit mengeras.

"A-aku... aku cuma kaget bangun tidur tidak melihatnya di sampingku..."

​Belum sempat Bik Sum membalas, pintu ruang kerja berdesain mewah di sudut ruangan terbuka. Gabriel melangkah keluar dengan raut wajah yang mendadak panik begitu mendengar teriakan istrinya. Pria itu bahkan tidak memedulikan Reno yang mengekor di belakangnya.

​"Sayang?! Ada apa? Ada yang sakit, hm?" tanya Gabriel setengah berlari menghampiri Amara. Pria itu langsung berlutut di anak tangga bawah, menangkup kedua pipi Amara dan mengusapnya cemas.

​Amara menggeleng pelan, lalu mengerucutkan bibirnya penuh kemanjaan.

"K-kamu... kenapa meninggalkanku sendiri di kamar? A-aku cari dari tadi..."

​Gabriel tertawa renyah, rasa paniknya seketika menguap berganti dengan rasa hangat yang meluap di dada. Pria itu berdiri, merengkuh pinggang Amara dengan lembut dan menarik tubuh hangat istrinya ke dalam dekapannya.

​"Aku cuma diskusi sebentar dengan Reno, Ratu kecilku," bisik Gabriel penuh kelembutan, mendaratkan ciuman hangat di kening Amara. "Maafkan aku, ya? Aku pikir kamu masih lelap tidurnya."

​Amara menyandarkan kepalanya di dada bidang Gabriel, membiarkan jemari kokoh suaminya berpindah mengusap lembut perut buncit empat bulannya.

​"J-jangan hilang lagi..." cicit Amara pelan, mendongak menatap iris hitam suaminya. "A-anak kita... juga merindukan ayahnya..."

​Gabriel tersenyum amat tampan, menunduk hingga hidung mereka bersentuhan.

"Aku tidak akan ke mana-mana, Sayang. Mulai detik ini, aku akan di sisimu terus."

"Jadi Tuan, bagaimana?" tanya Reno dengan suara pelan namun terdengar amat serius, memecah keheningan di ruang tengah mansion.

"Siapkan malam ini. Tepat pukul dua belas malam semuanya harus sudah beres," jawab Gabriel tegas dengan nada baritonnya yang mantap dan berwibawa.

"Baik, Tuan. Akan saya lakukan sekarang," sahut Reno mantap, lalu membungkuk hormat dan berbalik hendak menjalankan perintah sang atasan.

Amara yang mendengarkan percakapan singkat itu mengernyitkan keningnya halus. Ia mengerjapkan mata polosnya, menatap Gabriel dan Reno bergantian dengan binar penasaran yang begitu kentara. Tangannya yang mungil masih setia menopang perut buncitnya.

"A-apa yang sedang kalian rundingkan, G-Gabriel?" tanya Amara ragu, menengadahkan kepalanya untuk menatap lurus ke dalam iris hitam suaminya. "K-kenapa... harus pukul dua belas malam?"

Gabriel tersenyum manis. Sorot matanya yang tadinya begitu serius seketika melunak menatap wajah menggemaskan istrinya. Pria itu menyusupkan tangannya ke pinggang Amara, menarik tubuh lembut itu makin rapat ke dekapannya.

"Rahasia, Sayang. Nanti malam kamu akan mengetahuinya," bisik Gabriel jahil seraya menggesekkan ujung hidungnya ke pipi Amara yang kian berisi dan merona.

"G-Gabriel... jangan bikin aku p-penasaran..." rengek Amara pelan, memukul dada bidang Gabriel dengan telapak tangannya yang gemetar gemas. "K-kasihan anak kita... nanti ikut penasaran juga..."

Gabriel terkekeh renyah. Tawa hangatnya bergema di ruangan itu saat ia berlutut di hadapan Amara, sejajar dengan perut buncit empat bulan istrinya. Ia mengecup perut itu dengan teramat lembut.

"Anak Ayah yang pintar, jangan dengarkan Ibu yang sedang merajuk ini ya," goda Gabriel terkekeh, lalu mendongak menatap Amara dengan binar cinta yang meluap. "Tenang saja, Ratu kecilku. Ini kejutan manis. Tidak ada yang perlu kamu khawatirkan."

Amara meremas bahu tegap Gabriel, tak bisa menahan senyuman anggun yang terkembang di bibirnya. "J-janji... ini kejutan yang b-bagus?"

"Aku berjanji dengan taruhan seluruh hidupku, Sayang," ujar Gabriel mantap, berdiri kembali lalu mengecup bibir Amara yang merona dengan penuh rasa kasih sayang.

"I-iya sudah... Aku lapar," cicit Amara cepat sambil mengerucutkan bibirnya, berusaha mengalihkan rasa malu dan penasarannya yang makin memuncak.

Gabriel terkekeh renyah melihat tingkah menggemaskan istrinya yang mendadak merajuk manis. Pria itu menyusupkan jemarinya ke telapak tangan Amara yang mungil, menggenggamnya erat dan hangat.

"Istri dan anakku lapar, hm? Mau makan apa siang ini, Sayang?" tanya Gabriel lembut seraya menuntun langkah pelan Amara menuju ruang makan.

"A-aku... mau nasi goreng buatan G-Gabriel..." panggil Amara pelan, mendongak menatap suaminya dengan binar mata yang memohon.

Gabriel menghentikan langkahnya sejenak, alis tebalnya terangkat kaget namun diiringi senyum amat tampan. "Nasi goreng buatanku? Kamu yakin, Sayang? Bukannya Bik Sum yang biasanya memasak?"

"I-iya... A-aku maunya buatan Gabriel," rengek Amara makin manja, mengayunkan pelan genggaman tangan mereka. "Y-yang ada telur dadar tipisnya... K-kemarin malam aku bermimpi kamu yang masak..."

Mendengar penuturan polos itu, dada Gabriel berdesir hebat. Rasa gemas dan bahagia meluap tak terbendung. Pria yang biasanya memegang kendali atas perusahaan raksasa itu kini tanpa ragu menyingsingkan lengan kemeja mewahnya hingga ke siku.

"Baiklah, Ratu kecilku. Perintah dilaksanakan," ujar Gabriel mantap, mendudukkan Amara di kursi makan yang empuk dengan sangat hati-hati. "Kamu duduk di sini saja, tonton suamimu ini bertugas di dapur."

"B-bisa kan, Gabriel?" goda Amara dengan senyuman kecil yang sangat cantik, matanya berbinar jenaka.

Gabriel terkekeh geli seraya mengecup singkat puncak kepala Amara. "Jangan meremehkan suamimu, Sayang. Demi kamu dan bayi empat bulan di perutmu ini, resep tersulit pun akan aku taklukkan."

Amara mengelus perut buncitnya pelan, terkikik bahagia mendengar balasan tegas penuh kasih sayang dari pria yang sangat mencintainya itu.

1
Yuyun Arianti
bgus cerita smoga SJ Amara bisunya bukn bawaan lhir JD ku berharap suatu saat BS berbicara Thor😅
Muft Smoker
beruntung ny Amara ,, d sayang ma suami dn keluarganya ,,
untung nyonya Eleanor cepat sadar yx ,, dn bnr2 berubah kepada Amara ,,
Rahmat
seru"👍🫠
Rahmat
wuiiih keren"gabriel jd kan musuhx walau pun itu mama mu👍
Rahmat
aku suka cara gabriel cepat ambil tindakan biar musuhx langsung skakmat
Susi Nugroho
Lanjutannya di tunggu
Susi Nugroho
Semoga anaknya kembar cewek dan cowok, kan jadi rame.... Lanjut
Rahmat
ayah dan ibu tiri lucknat masih gak nyadar y di penjara baru tau rass ciuh😠
Rahmat
bahagiax jd istri moga sukses ritualx🤭
Rahmat
lanjut thor
Rahmat
saking traumax sering dpt kekerasan fisik dan hinaan mpai suarax pun tdk kedengaran
Rahmat
lanjut thour ceritax bagus
Iffanaya 😽
belum sah ya Gabriel udah di klaim jd istri 🤣🤣
Soraya
lanjut
Fitria Syafei
semangat KK 👌 KK cantik kereen 😍 kereen 😍
Soraya
mampir thor lanjut
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!