"Dimana aku? siapa aku? kenapa aku berada disini?!"
Nadia Rebecca Marshall, terkejut bukan main mendapati dirinya masuk ke dalam novel, yang baru saja selesai ia baca.
Nadia seorang gadis biasa, yang memiliki kehidupan ekonomi pas-pasan, tidak pernah menyangka menjadi tokoh Antagonis dalam novel yang selalu ia baca.
Pemeran Antagonis yang memiliki nama yang sama dengannya, wanita yang sangat jahat, dan sangat dibenci oleh Protagonis pria.
Bagaimana Nadia dapat bertahan, dan membuat dirinya tetap hidup, sebagai tokoh Antagonis yang akan mati dengan tragis, dalam dunia novel yang pernah ia baca?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon KGDan, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Part 31.
Baru saja kaki Nadia melangkah menuruni anak tangga, tiba-tiba terdengar suara Liliyana memarahi suaminya dengan suara yang kencang.
"Katakan! siapa wanita itu?! dimana tempat tinggal mereka?! cepat katakan!!!"
Plak!!
Lilyana melemparkan apa saja yang ada didekatnya ke tubuh Aldrich dengan emosi tingkat tinggi.
"Akh! aduh! hentikan istriku!!!" jerit Aldrich mencoba menghindari lemparan Lilyana, tapi percuma saja, benda-benda itu tepat mengenai tubuhnya.
"Jangan panggil aku istri! aku bukan istrimu, bajingan!!!" jerit Lilyana histeris, dan kembali memukul Aldrich.
Lilyana dengan membabi buta memukul Aldrich dengan tangannya yang terkepal, dan menarik rambut Aldrich dengan kuat.
"Aaaa... James! Julian! tolongi Papa! hentikan Mama kalian!!!" jerit Aldrich mencoba melepaskan tangan Lilyana dari rambutnya.
"Maaf, Pa! kami tidak bisa ikut campur!" jawab Julian menciut melihat amarah Ibunya.
"James, tolong! biasanya kamu lebih di dengarkan Mama mu!!" mohon Aldrich kepada putra sulungnya itu.
"Diam! jangan ada yang ikut campur! aku ingin memberi perhitungan padanya!!" mata Lilyana mendelik marah memandang ke arah anaknya.
James dan Julian sontak mundur dengan cepat melihat tatapan galak Ibu mereka.
"Maaf, Pa! aku tidak ingin penampilan ku jadi berantakan, aku sudah terlihat tampan dengan stelan jas pesta ku!" jawab James mencari alasan.
"Kalian ini sebenarnya putra siapa? kalian terlalu bias pada Papa!!" Aldrich memperlihatkan wajah ingin menangis mendengar jawaban James.
"Te.. tentu saja anak Mama!!" jawab James dan Julian bersamaan sembari tersenyum cengengesan.
Nadia menahan tawanya melihat sikap takut James dan Julian, kalau Ibu mereka sedang mengamuk.
"Cepat katakan! dimana tempat tinggal perempuan itu?! aku ingin memberi perhitungan padanya, jawab!!!" tangan Lilyana kemudian beralih menjewer telinga Aldrich.
"Aduh.. duh.. duh! istriku, lepaskan telingaku, sakit!!" Aldrich memegang tangan Lilyana yang menarik daun telinganya.
"Tidak akan sebelum kamu menjawab ku!!" Lilyana semakin kuat menarik telinga Aldrich.
( Mmm! tunggu dulu ku ingat! ) pikir Nadia mencoba mengingat tempat tinggal istri simpanan Aldrich.
Lilyana seketika menghentikan tangannya menarik daun telinga Aldrich, begitu mendengar apa yang sedang dipikirkan Nadia.
Begitu juga dengan James dan ke dua adiknya, seketika memasang telinga mereka untuk mendengarkan apa yang dipikirkan Nadia.
( Oh, iya! kediaman simpanan Ayah mertua buta ini di Penthouse mewah, di kota dibagian selatan! ck ck ck! ) Nadia menggelengkan kepalanya ( Mertua bodoh ini memelihara wanita selingkuhannya dengan anak haramnya ditempat yang mewah! )
Aldrich terkejut mendengar apa yang dipikirkan Nadia, bagaimana Nadia bisa tahu Regina tinggal di sana? pikir Aldrich tidak percaya.
Sementara Lilyana, matanya membulat dengan lebar mendengar suara dalam hati Nadia, dan ia pun sontak kembali menarik telinga Aldrich dengan kencang.
"Sialan! dasar laki-laki bajingan! keterlaluan kamu, Aldrich!!!"
"Aaaa... sakit! sakitt! ampun istriku!!!"
Lilyana kemudian kembali memukul tubuh Aldrich dengan tangannya, dan saat Aldrich akan melarikan diri, dengan cepat Lilyana berteriak memanggil Butler dan pengasuh kediaman Hector.
"Cepat tangkap dia! tahan dia!!!"
"Baik, Nyonya!!"
Serentak Butler dan dua pengasuh menangkap Aldrich, dan memegang tangan Aldrich kiri dan kanan, dan Butler di belakang Aldrich memegang bahu Ayah mertua Nadia tersebut.
James, dan ke dua adiknya, hanya bisa jadi penonton saja, melihat keganasan Ibu mereka menyiksa Ayah mereka.
Mereka juga merasa kesal, karena Ayah mereka sudah memelihara musuh dalam selimut, yang akan menghabisi mereka satu keluarga.
"Hentikan! istriku, kumohon! jangan pukul aku lagi!!" Aldrich terlihat babak belur sembari merengek minta dikasihani.
"Kurung dia dikamar belakang! jangan biarkan dia sampai melarikan diri, dan pergi menemui perempuan itu!!!" perintah Lilyana dengan nafas tersengal, karena sudah mengeluarkan banyak tenaga memukul Aldrich.
"Baik, Nyonya!!"
"Tidak! tidak! istriku! jangan kurung aku! James, Julian, Emily! tolongin Papa!!!"
Aldrich diseret Butler dan dua pengasuh ke kamar belakang.
Bersambung......