Assalamualaikum readers ketemu lagi di novel Author lagi, semoga kalian tidak bosan membaca novel Author, Happy reading....
CINTA BISA BERTAHAN DALAM KESEDERHANAAN
TETAPI TIDAK DALAM PENGHINAAN
CINTA ITU SUCI DAN HARUS DI HORMATI
KETIKA RASA HORMAT DALAM CINTA MENGHILANG
CINTA ITU AKAN PERLAHAN PERGI.
Bastian Wirayudha pria berusia 33 tahun harus hidup seperti robot di dalam keluarga istrinya shopia Valentine Grace 30 tahun, kehidupan Bastian di istana mewah milik istrinya tak ubahnya seorang budak, ia harus mengikuti setiap perkataan ayah mertuanya yang dikenal seorang konglomerat yang memiliki kekuasaan yang besar di bidang ekonomi maupun pemerintahan.
Bastian bukanlah pria miskin, ia juga berasal dari keluarga pengusaha yang cukup mapan, tapi karena strata keluarga Bastian lebih rendah, maka Bastian seperti tidak ada harga dirinya di keluarga istrinya.
suatu hari ia bertemu gadis sederhana yang menyimpan sejuta rahasia, yang menyadarkan dia akan sebuah arti cinta.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon S. Mia. t, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
EPISODE 28
" Aku ingin pindah ke Kota Y."
Suasana langsung terlihat Sunyi.
Lima detik.
Sepuluh detik.
Semua orang membeku.
Bahkan Zhafirah berhenti menggambar.
Anin yang sedang memegang krayon sampai melongo.
" Kamu...bilang apa tadi ?" tanya Anin.
" Aku mau pindah ke Kota Y."
ulang Ghina.
Gala yang sedang minum kopinya, hampir tersedak air minumnya.
Sedangkan Ghani langsung menutup wajahnya.
Karena ia sudah menduga ke mana arah pembicaraan ini.
Anin menatap putrinya tidak percaya.
" Pindah?"
" Iya, Mom."
" Kenapa?"
"Aku ingin bekerja di sana."
" Di mana?"
Ghina menjawab tanpa ragu.
" PT Cakra Buana."
Deg.
Suasana kembali hening.
Kali ini bahkan lebih sunyi dari sebelumnya.
Zayn perlahan menyandarkan tubuhnya.
Tatapannya tertuju pada putrinya.
Sedangkan Ghani hanya bisa menghela napas panjang.
Karena inilah yang ia khawatirkan. kenekatan saudara kembarnya.
Anin masih belum percaya.
" Kamu mau pindah ke Kota Y?"
" Iya mom "
" Dan bekerja di perusahaan di kota Y ?"
" Iya mom"
" Kenapa?"
" Apa kamu di pecat dari perusahaan Bantara "
Ghina menggigit bibirnya dan menggelengkan kepalanya.
Lalu menatap Daddynya.
Ia tahu.
Daddynya pasti sudah mengetahui semuanya.
Tentang tujuan kepergiannya.
Tentang Bastian.
Tentang Pt. Cakra Buana.
Anin berkata pelan.
" Lantas kenapa kamu harus pergi sejauh itu untuk bekerja "
" Kenpana tidak bekerja di perusahaan Manggala atau Narendra saja nak, kota Y itu lumayan Jauh nak "
" Aku ingin mandiri mom, aku ingin meniti karir ku dari nol, aku ingin seperti kak Gala yang bisa membangun rumah sakit sendiri di desa "
Anin meletakkan krayon yang di pegangnya.
" Tapi kenapa harus di kota Y ?" tanya Anin.
" Temanku menawarkan pekerjaan di sana Mom "
" Terus kamu akan tinggal di mana?"
" Sementara waktu aku akan tinggal di kos an temanku "
" Kos an?"
Ghina mengangguk.
Anin menoleh ke arah suaminya yang sedari tadi terlihat diam saja.
" Mas.." panggil Anin pada suaminya.
Pria itu menatap putrinya cukup lama.
Lalu mengembuskan napas panjang.
Sangat panjang.
Karena ternyata...
Perasaan Ghina terhadap Bastian belum benar-benar selesai.
Bahkan sekarang...
Putrinya rela pindah kota demi pria itu.
Dan sebagai seorang ayah, ia tidak tahu apakah harus marah... atau justru khawatir.
Sementara itu, Zhafirah yang tidak mengerti apa-apa hanya mengangkat wajah mungilnya dan kemudian berdiri dan berjalan mendekati Ghina.
" Nana mau pindah?"
Ghina langsung tersenyum dan mengusap kepala keponakannya.
" Iya."
" Jauh?"
" Sedikit."
Zhafirah langsung memeluk lengan Ghina.
" Nana pindah ke desa saja, ke rumahnya Zhafirah, nanti Zhafirah ajakin Nana cari kodok di sawahnya kakek "
Ghina mencium kepala keponakannya.
Karena kalimat polos itu justru membuat suasana semakin hening.
Anin memandang putrinya.
Sedangkan Zayn masih diam.
Namun semua orang tahu...
Malam itu akan menjadi malam yang panjang bagi keluarga Manggala.
******
Semua rekan kerja Ghina nampak terkejut saat Ghina mengatakan keputusannya untuk Resign dari perusahaan Bantara.
Tapi tidak dengan Bu Ratna, ia tahu tujuan Ghina.
Bu Ratna hanya melihat Ghina yang sedang berpamitan pada teman-teman se timnya.
Ghina juga membagikan kue pada rekan-rekannya.
" Ghin, ini beneran kamu resign ?"
" Iya .."
" Ada masalah di sini "
" Tidak ada " sahut Ghina.
" Terus bagaimana proyek pengembangan produk baru kita "
" Tetap lanjut, kalian pasti bisa "
" ini serius Ghina kamu nggak nge prank kami lagi kan " kata rekan perempuan Ghina yang kursinya berada di samping meja .
Ghina terkekeh.
" Tidaklah, ini serius aku mau pindah ke perusahaan lain "
" Kenapa?, kamu nggak kerasan di sini? "
" Ghina, perusahaan ini paling baik lho tentang kesejahteraan karyawannya, nanti kamu menyesal lho keluar dari perusahaan ini "
" Di sana gajinya lebih besar " sahut santai Ghina.
" Yakin "
" hemm" sahut Ghina sambil mengangguk
" Ya sudah aku mau menemui bu Ratna dulu "
Semua rekan-rekan kerjanya menatap Ghina dengan tatapan tak percaya.
Saat sampai di ruangan Bu Ratna Ghina langsung menyerahkan kue perpisahan untuk Bu Ratna.
Bu Ratna mengambil sebuah kertas kecil di atas meja nya dan kemudian menyerahkannya pada Ghina.
" Ini alamat Ranti, aku sudah menghubungi dia, kamu bisa tinggal bersama Ranti di kosannnya "
" Terimakasih Bu "
" Pak Gio sudah menghubungi rekannya di sana, dia akan mencoba membantumu di sana, semoga berhasil "
Ghina mengangguk pelan dengan senyum lebar.
Ranti adalah Adik Gio yang bekerja di PT. Cakra Buana.
******
Di dalam kamar tidur Ghina, Anin duduk di atas tempat tidur putrinya sambil memperhatikan Putrinya yang sedang berkemas.
" Ghina, kamu yakin nak, kamu akan tinggal di sana "
" Iya Mom "
" Kenapa kamu tidak bekerja di kota ini saja, mommy memberikan kebebasan kamu untuk memilih pekerjaan, tapi buka ke luar kota nak "
Ghina menghentikan kegiatannya dan menghampiri mommynya.
" Mommy tidak usah khawatir, Ghina sudah besar Mom, Ghina sudah bisa menjaga diri "
" Tapi kamu akan tinggal sendiri di sana Nak "
Ghina tersenyum dan kemudian berjongkok di depan mommynya, ia tahu kekhawatiran mommynya.
" Mommy tahu bagaimana Ghina kan, Ghina akan menjaga diri Ghina dengan baik di sana "
" Ghina janji, Ghina akan menjauhi club malam, atau teman yang tidak baik "
Anin menatap putrinya sedih dan hanya helaan napas berat yang keluar dari mulutnya.
Hari ini Ghina pergi ke kota Y di antar Ghani dan Andrian.
Ghina memeluk tubuh Zayn yang berdiri di depan pintu kamar Ghina .
" Dad...terimakasih untuk kesempatannya, Aku tidak akan pernah mengecewakan kepercayaan Daddy " ucap Ghina dalam pelukan Daddynya.
Ghina meneteskan airmatanya di dalam pelukan Daddynya.
**
Semalam Ghina di dudukkan Daddynya di ruang kerjanya.
Suasana terlihat hening hanya ada Zayn dan Ghina di ruangan itu.
Zayn menatap putrinya dan
Beberapa menit kemudian.
Akhirnya Zayn mengembuskan napas panjang
Sangat panjang.
Zayn Lalu menatap putrinya kembali.
"Kamu sudah memikirkannya baik-baik keputusanmu ini ?"
Ghina mengangguk.
" Sudah, Dad."
" Kamu yakin?"
" Sangat yakin."
Zayn terdiam lagi.
Lalu tersenyum tipis, ternyata putri kecilnya benar-benar sudah dewasa.
Dia ingin mandiri untuk mengejar cinta dan cita-citanya.
Pada akhirnya, Zayn menyerah.
" Baik."
Mata Ghina langsung membesar.
" Daddy mengizinkan?"
Zayn mengangguk pelan.
Seketika wajah Ghina berubah cerah.
Ia langsung bangkit dari duduknya dan hendak memeluk Daddynya.
" Terima kasih, Dad!"
Namun sebelum ia memeluk Daddynya, Zayn mengangkat tangan.
"Tunggu."
Ghina langsung berhenti.
"Aku belum selesai."
" maksud Daddy "
#####
Jangan main- main dengan Keluarag Manggala & Narendar apalagi Keluaraga dari bestiè sebelahnya yang sekaligus jadi besan Manggala yaitu keluarga Pradipta ( Dio Fandi Pradipta ) semua keturunan dari tiga keluarga besar adalah bibit premium.. 🥰🥰🥰
Bastian akan lebih kaget lagi jika tahu siapa Ghina sebenarnya.. belum lagi ketangGuhan dalam. bela dirinya yang bergelar sabuk hitam malah mungkin melebihi itu.. jadi walaupun keluarga Tan mau bikin ulah pada Ghini atau Bastian.. siap- siap aja akan di kerangkeng di bawah tanah milik pribadi kelurga besar Ghina..
Yakinlah Bastian.. langkah yang kau ambil sudah tepat Bahakan kamunakan dapat kebahagiaan yang tidak kamu bayangin sebelumnya.. begitupun dengan anakmu Vallen.. akan mendapatkan kasih sayang yang Tulus dari Ghina & Keluarga besarnya...
Keberanianmu sangat gentle sebagai perempuan yang bermartabat Ghina.., Mantap + KeReeenNn...👍🏻👍👍🏻💙💛💙😘😘😘
menyesal tiada guna ...