Bertemu kembali dengan mantan Kekasih, setelah bertahun-tahun putus. Bagaimana rasanya?!
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Uni Ramadhani, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Ngobrol Bareng Calon Mertua
Pagi hari yang cerah....
Nina sudah bersiap untuk mengantarkan Axel ke sekolah pagi ini. Dengan semangat 45 Nina pun berangkat setelah memastikan tidak ada yang tertinggal. Kemudian Nina dan Axel menaiki motor meticnya menuju ke sekolah.
Sementara itu di tempat lain dalam waktu bersamaan
Reza sudah bersiap untuk mengantar Aurel ke sekolah namun niatannya sepertinya tertahan
"Aurel biar papa yang nganter Za" ucap papa Reza
"Tapi pa,, kan Reza sekalian ke kantor" Ucap Reza
"Kamu nganter Aurel ke sekolah pasti sekalian mau bertemu Nina kan?! emangnya papa ini gampang kamu kibulin hm?! papa tuh juga pernah muda kayak kamu! jadi papa tau persisnya gimana!" Ucap papa Reza yang kemudian meraih tangan cucunya
"Aurel berangkat ke sekolah dianter opa ya" ucap kakek Aurel
"Iya opa" ucap Aurel yang kemudian berpamitan kepada Reza setelah itu pergi bersama opanya.
Reza pun menepuk keningnya sesaat saat mengingat ucapan dari papanya. Kemudian Reza berjalan menuju mobilnya .
"Daaaa papa,,,,," ucap aurel melambaikan tangan saat kaca mobil di buka. Papa Reza pun tersenyum tipis saat melihat wajah putranya menjadi kecut.
Tidak ada pilihan lain, Reza pun masuk kedalam mobil dan melajukannya menuju ke kantor. Reza tak kehabisan akal untuk menemui Nina, hari ini Reza berencana akan menemui Nina untuk membahas soal design gerai baru mereka nanti, dan juga mencari tempat sementara lokasi gerai.
***
Nina baru sampai di sekolah, tak lama kemudian mobil papa Reza juga sudah sampai di sekolah. Aurel dengan cepat membuka pintu mobil dan berlari ke arah Axel
"Kak Axel, pagi mama Nina" ucap Aurel ramah
"Aulel" Ucap Axel
"Pagi sayang,,, dianter sama siapa?" Tanya Nina
"Sama opa " Ucap Aurel menoleh kebelakang dan pak Pahlevi keluar dari mobilnya
Nina pun menyapa calon mertuanya dengan begitu sopan
"Selamat pagi pak" ucap Nina
"Pagi juga Nina, setelah ini mau ke gerai ya??" Tanya pak Pahlevi
"I..iya pak" Ucap Nina sedikit gugup
"Boleh papa ikut melihat gerai kamu??" tanya pak Pahlevi
"B..boleh pak" Ucap Nina
"Baiklah kalau begitu... Axel, Aurel sekarang cepat kalian masuk, nanti kalian terlambat" ucap pak Pahlevi
Aurel dan Axel pun pamit kepada mama Nina dan juga Opa Pahlevi kemudian mereka berlari masuk kedalam sekolah. Sementara itu Nina menaiki motornya dan pak Pahlevi masuk kedalam mobil, mereka pun melesat menuju Gerai milik Nina pagi itu.
Beberapa menit kemudian mereka pun sampai di gerai. Kemudian Nina mempersilahkan calon mertuanya untuk masuk kedalam gerai.
"Silahkan duduk pak, Mau minum apa pak??" Ucap Nina
"Tidak perlu Nina,, cukup kamu duduk dan temani saya ngobrol" Ucap papa Reza
"Sepertinya ada yang kurang pak saat mengobrol tidak ada yang bisa di makan atau diminum, apa bapak mau minum kopi? atau teh? atau capoccino??" Ucap Nina menawarkan
"Terserah kau saja" Ucap papa Reza
"Baik pak, tunggu sebentar yah" Ucap Nina yang langsung pergi ke dapur dan membuatkan capoccino untuk calon mertuanya. Sementara pak Pahlevi melihat-lihat gerai Nina dan beberapa pegawainya yang tengah bekerja. Tak lama kemudian Nina keluar dari dapur dan membawakan secangkir capoccino untuk calon mertuanya.
"Silahkan diminum pak" Ucap Nina
"Terima kasih... Ini gerai kamu cukup bagus,, khas sekali untuk kaum wanita. Kenapa gak di besarin aja nak?" Ucap pak Pahlevi
"Sedang proses ke tahap pengembangan pak" Ucap Nina
"Ohh bagus kalau begitu. Ini kamu produksi sendiri yah??" Tanya papa Reza
"Iya pak, kami memproduksi gamis dan jilbab sendiri, kalau bapak mau melihat proses jahitnya boleh, ada di belakang untuk proses jahitnya" Ucap Nina
"Boleh,, saya mau lihat" ucap papa Reza
Nina dan pak Pahlevi pun berjalan ke belakang memasuki area produksi, disana mereka bertemu dengan Rini yang tengah mengawasi pekerjaan para pegawainya. Nina pun mengenalkan Rini kepada papanya Reza kemudian mereka melihat proses penjahitan yang di lakukan sekitar 20 orang ibu-ibu rumah tangga dengan sangat telaten dan rapi.
Papa Reza semakin kagum dengan calon menantunya yang ternyata wanita hebat. Mendengar penuturan awal mula Nina membuka bisnis fashion muslim ini pun memberi nilai positif dari calon mertuanya. Setelah cukup lama mereka mengobrol, Nina dan papa Reza kembali keruang tamu.
"Saya selalu bangga terhadap anak muda yang sangat gigih dalam menjalankan bisnisnya" Ucap papa Reza sembari menikmati minumannya
"Saya banyak belajar dari teman-teman yang sudah sukses lebih dulu pak" Ucap Nina
"Emm ini enak sekali capoccino buatanmu nak" Ucap papa Reza
"Hehe bapak bisa saja..." ucap Nina
"Saya serius,, jika kamu buat cafe dan capoccino seenak ini, pasti akan rame" Ucap papa Reza.
Saat tengah mengobrol, Reza baru tiba di gerai Nina. Reza begitu kaget saat melihat ada mobil papanya terparkir didepan gerai Nina. Kemudian dengan cepat Reza masuk kedalam Gerai.
"Papa" Ucap Reza
Papa Reza dan juga Nina yang tadi sempat tertawa jadi langsung diam dan melihat kearah pintu
"Reza?! kenapa kamu kemari??" Ucap papa Reza
"Lah papa kenapa kemari??" Ucap Reza balik nanya
"Papa kesini mau bertemu calon mantu papa!" Ucap papa Reza
"Reza kesini mau bertemu calon istri Reza!" Ucap Reza gak mau kalah
"Kamu lupa ya? kalau kalian gak boleh ketemu selama seminggu hm?!" Ucap papa
Deg!
Seketika Reza teringat akan ucapan ayah Nina
"Ehm... maksud Reza kesini mau membicarakan bisnis sama Nina pa" Ucap Reza mengeles
"Bisnis apa?!" Ucap papa
"Emm... Reza akan memperbesar gerai ini pa, dan karena itu Reza kemari untuk membahasnya bersama Nina, proyek itu akan di kerjakan minggu depan" ucap Reza sedikit kaku
"Hmm... itu alasan kamu saja! kalau cuma hal itu, kamu bisa langsung menyuruh anak buahmu za! Sudah papa gak mau denger alesan kamu lagi! sekarang kamu balik ke kantor dan suruh anak buahmu yang mengurusi pekerjaan ini!! ucap Papa Reza mendorong putranya keluar dari gerai. Padahal Reza belum sedikit pun menyapa Nina.
"Nina,, papa pamit dulu,, terima kasih sudah menemani papa ngobrol dan terima kasih juga capoccinonya, papa suka" Ucap Papa Reza yang berhasil membuat Reza membulat tak percaya.
"Jadi papa udah dari tadi disini?!" ucap Reza tak percaya
"Bukan urusanmu! udahhh sana pergi!!" Ucap papa Reza
Reza menahan kesal dan langsung masuk kedalam mobil, Niatan mau ketemu Nina akhirnya pupus sudah harapan. Papa Reza pun masuk kedalam mobilnya dan akan siap meninggalkan gerai Nina, Sementara Nina dengan senyum ramah mengantarkan Reza dan papanya sampai di depan gerai.
Reza menjalankan mobilnya, tak lupa untuk mengobati rasa rindunya, Reza menurunkan kaca mobilnya dan memberikan kecupan jarak jauh kepada Nina. Papa melihat kearah Reza dan menggerang sendiri. Sementara Nina tertawa kecil melihat mereka berdua. Akhirnya Reza dan papanya meninggalkan Gerai Nina.
.
.
.
Ada-ada ajaaa yahh calon papa mertua😆
Hayukkk mampir ke novel uni yang lain🤣
yg tau kasih info ya terima kasih