NovelToon NovelToon
Menikah Dengan Musuhku

Menikah Dengan Musuhku

Status: tamat
Genre:Nikah Kontrak / Romansa / Dijodohkan Orang Tua / Tamat
Popularitas:38.3k
Nilai: 5
Nama Author: neng_86

Zuri Keilana Wesley adalah putri sulung dari keluarga Wesley.

Gadis naif yang selalu berharap ada yang mencintainya dan menerimanya.

Tepat beberapa hari setelah kekasihnya yang telah ia taksir selama 20 tahun melamarnya, pria itu justru melakukan perbuatan tercela yang tak bisa Zuri maafkan meski ia berlutut memohon ampun.

Ethan Aviel Leon, tunangan Zuri kedapatan telah berselingkuh dengan adik kandung Zuri yaitu Leona Agatha Wesley.

Marah dan sakit hati membawa Zuri pada situasi yang pelik serta rumit.

Dan disaat itulah ia memikirkan balas dendam pada kedua pengkhianat itu dengan membuat perjanjian nikah bersama pria yang paling ia benci yaitu Davian Maverick Junior yang juga sedang diincar oleh Leona adiknya.

Davian dan Zuri sama-sama memiliki kepentingan dalam pernikahan ini.

Akankah pernikahan kontrak itu berubah jadi pernikahan manis atau sebaliknya?

yuk simak...

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon neng_86, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

sebuah duka dan kehilangan

Davian melempar tablet milik Gama ke atas sofa diruangan kerjanya.

"Take down semua berita yang beredar! Kalau perlu bayar mereka!" ujarnya memerintah Gama.

"Baik pak bos..." Gama bergegas keluar dari ruang Davian sebelum pria itu berubah menjadi sumala.

Davian mengusap kasar wajahnya. Sedikit melonggarkan dasi yang terasa mencekik.

Pikirannya cukup kacau.

Tak lama, ponselnya berdering dan wajahnya berubah seketika begitu melihat siapa yang menghubungi dirinya.

"Ya sayang..."

"Hmmm.... aku baik-baik saja. Kau jangan khawatirkan itu... Aku bisa mengatasinya..."

"I Love you too...."

Davian menutup ponselnya dan menatap keluar jendela yang ada dibelakang meja kerjanya.

Tadi Nia menghubunginya dan perempuan itu terdengar khawatir akan dirinya setelah berita-berita mereka bermuculan di laman akun gosip.

Bukan dirinya yang ia khawatirkan melainkan Nia lah yang ia takutkan karena akan berpengaruh pada kehidupan perempuan itu nantinya terutama dari sang kakek, Edgar.

Dan ketakutan Davian akhirnya terbukti.

Edgar memintanya untuk menemuinya di rumah kediaman sang kakek.

Bisa dipastikan pria tua itu sudah mengetahui berita-berita yang beredar.

Davian meraih jas yang tergantung di stand hanger disudut ruangan.

"Dian.... beritahu Gama, saya keluar sebentar dan minta dia mengatur ulang jadwalku" pinta Davian kepada sekretarisnya.

"Baik pak..." sahut perempuan bernama Dian itu.

...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...

Davian tiba di rumah kediaman Edgar bertepatan dengan taksi yang ditumpangi oleh Zuri juga tiba di halaman rumah tersebut.

Davian pastinya kaget dan tak menyangka jika sang kakek juga memanggil Zuri serta dan bukan hanya dirinya seorang.

"Kau juga di hubungi oleh kakek Edgar?" tanya Davian menghampiri Zuri.

"Menurutmu?" jawab Zuri sedikit ketus.

"Selamat sore tuan Davian dan nona Zuri... mari silahkan masuk. Tuan Edgar sudah menunggu anda berdua di ruang baca" ujar Rodeo yang menyambut keduanya.

Zuri berjalan terlebih dahulu meninggalkan Davian di teras rumah.

Keduanya duduk dihadapan Edgar seperti dua orang terdakwa.

Pria tua itu menatap penuh amarah kepada cucu kesayangannya.

"Bisa jelaskan foto-foto ini Davian" ujar Edgar melempar beberapa lembar foto ke meja yang ada didepan mereka.

Davian meraihnya sementara Zuri hanya mengintip sedikit lewat ujung mata karena ia sudah mengetahuinya lewat postingan sosial media.

Davian melirik sekilas Zuri yang tak bereaksi apapun.

"Siapa perempuan itu?"

"Kakek tidak usah berpura-pura tidak tahu... Selama ini, aku tahu jika kakek meminta orang untuk menyelidiki keluarga Nia dan memastikan mereka tidak lagi bertemu denganku..." sahut Davian seperti sedang menabuh genderang perang dengan kakeknya sendiri.

Edgar menekan kuat kepala tongkatnya.

"Apa kau sudah mengetahui siapa perempuan itu Zuri?" kali ini Edgar mengalihkan pertanyaan kepada Zuri.

Davian menolah kearah Zuri dan menunggu jawaban istrinya.

"Hanya menduganya saja tapi tak mengira jika dugaanku benar adanya" sahut Zuri yang membuat Davian sedikit terkejut.

Edgar mengangguk-anggukan kepala.

"Kakek hanya minta kau tidak terpengaruh pada berita yang beredar... Karena kakek tidak akan pernah merestui perempuan itu masuk kedalam bagian keluarga Junior baik selagi kakek masih hidup ataupun setelah tiada nantinya... Kau paham Davian!" tega Edgar kembali menatap serius cucunya.

Davian tiba-tiba berdiri.

Wajahnya memancar tak suka pada kalimat Edgar barusan.

"Tapi aku mencintainya dan akan menikahinya dengan atau tanpa persetujuan kakek!"

"Davian!!!"

Suara Edgar menggelegar memenuhi ruangan hingga Zuri tersentak kaget.

"Apa yang membuat kau begitu menyukai perempuan itu hah? Apa kau tahu jika dia sering bersama pria lain sebelum kau? Dan apa kau tidak curiga sama sekali kenapa dia baru muncul setelah sekian tahun hah? Pikirkan itu Davian! Jangan buta karena cinta monyetmu itu!"

"Aku tidak perduli... Dari dulu hingga sekarang, perempuan yang aku cintai dan ingin aku nikahi hanyalah Nia dan bukan yang lain!"

Davian pergi begitu saja dan membanting pintu saat ia keluar dari ruang baca hingga membuat seluruh pekerja menghentikan aktivitas mereka karena terkejut.

Edgar memegang dadanya. Nyeri tiba-tiba ia rasakan.

"Kakek? Kakek kenapa?"

Zuri langsung berlari keluar memanggil Rodeo yang berada tak jauh dari ruang baca.

...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...

"Zuri...." panggil Edgar dengan nada lemah.

Zuri yang duduk di sisi ranjang mendekatkan diri.

"Jangan bangun dulu kek... berbaringlah..." cegah Zuri saat melihat Edgar berusaha bangkit.

"Kakek sudah tidak apa-apa.... Terima kasih masih mau menemani pria tua ini..." ujar Edgar memegang erat tangan Zuri.

Ada pancaran sayang dimata Edgar untuknya dan itu membuat Zuri merasa haru setiap kali bersama Edgar.

"Kakek ingin meminta sesuatu padamu. Mau kah kau mengabulkannya?"

Zuri diam tapi kepalanya menggangguk lemah.

"Kakek harap jangan pernah bercerai dengan Davian apapun yang terjadi. Hanya kau Zuri..." Nafas Edgar terdengar tidak stabil.

"Hanya kau yang kakek percayai dan yakini untuk mendampingi Davian jika nanti kakek telah tiada"

"Kakek jangan bicara seperti itu... Kakek akan hidup lebih lama dari yang kakek pikirkan... kakek akan sehat-sehat saja..."

Edgar terkekeh dan kembali meraba dadanya karena nyeri itu datang lagi.

"Kakek harap juga begitu... tapi kakek bukan Tuhan yang abadi... Kakek cuma manusia biasa yang ajalnya kapan saja bisa datang menjemput..... Berjanjilah Zuri.... "

Zuri menatap Edgar dengan mata berkaca-kaca dan dalam satu kedipan, ribuan butir airmata akan membasahi pipinya.

"Berjanjilah, kau tidak akan pernah meninggalkan atau bercerai dari Davian... Jangan biarkan perempuan manapun menghancurkan kebahagian mu...." lanjut Edgar penuh harap.

Zuri hanya bisa memegang erat tangan Edgar yang sejak tadi menahan tangannya.

Ia sangat ingin mempertahankan rumah tangganya bersama Davian karena jujur, hatinya sudah terpaut pada pria itu.

Namun ia tidak ingin merendahkan harga dirinya dengan memohon pada pria itu apalagi ia tahu jika Davian begitu membencinya.

...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...

Suasana pemakaman di tempat pemakaman keluarga Junior dipenuhi rasa haru dan isak tangis dari pihak keluarga yang ditinggalkan.

Selang beberapa jam setelah berbincang dengan Zuri, Edgar kehilangan kesadarannya.

Zuri yang dalam perjalanan kembali ke penthouses terpaksa meminta supir taksi memutar ke rumah sakit.

Disana hanya ada Rodeo karena Davian tidak bisa dihubungi sama sekali.

Davian meraba nisan kayu bertuliskan nama Edgar Carlos Junior. Makamnya berdampingan dengan istri berserta kedua orangtua yang telah lebih dulu pergi meninggalkan dunia ini.

Ada sesal yang tak bisa diungkap lewat kata-kata.

Davian terus menyalahkan dirinya karena amarah yang masih belum reda hingga tega mengabaikan panggilan Rodeo sejak kemarin malam.

Zuri yang berdiri di sisi Davian terus menitikkan airmata dibalik kacamata hitamnya.

Ia yang bersama Edgar disaat-saat terakhirnya begitu terpukul.

Hanya tersisa keluarga besar Wesley beserta orang-orang kepercayaan Edgar di pemakaman. Sementara para pelayat sudah membubarkan diri sejak setengah jam lalu

"Nona, ayo saya antar pulang" ujar Rodeo kepada Zuri.

Davian yang mendengar langsung berdiri.

"Kenapa harus kau Rodeo? Zuri akan pulang bersama ku!" ujar Davian tidak ingin dibantah.

"Maaf tuan muda... Tuan Edgar berpesan sebelum beliau pergi bahwa nona Zuri akan tinggal dirumah utama" sahut Rodeo.

Zuri hendak pergi namun tangannya ditahan oleh Davian.

"Rodeo.... aku akan ikut Davian... Kau pulang lah dulu" pinta Zuri.

Ia tidak ingin berdebat dengan pria ini terlebih masih ada keluarganya disana yang sejak tadi melihat perdebatan mereka.

"Baiklah nona. Saya pamit" Rodeo meninggalkan area makam diikuti oleh orang-orangnya.

"Kami juga pamit pulang dulu. Jaga dirimu Zuri" pamit Adam kepada kedua suami-istri itu disusul oleh Abraham berserta Sarah yang terlihat acuh kepada putrinya sendiri.

Leona yang masih berdiri disana hanya menatap keduanya.

"Kau masih mau tinggal Leona?" tanya Davian dengan nada sinis.

Leona tersenyum miring.

"Aku lebih senang jika kau saja yang tinggal abadi disini Davian...!" balas Leona jauh lebih sinis.

Leona menatap Zuri dari balik kacamata hitamnya.

Tatapan yang tak biasa pastinya.

"Jika kau tidak ingin harga dirimu diinjak oleh pengkhianat ini, maka pergilah secepat dan sejauh yang kau bisa Zuri" ujarnya tertuju kepada Zuri.

"Apa maksud ucapan mu Leona? Nia jauh lebih berharga dibanding kau!" ujar Davian tak terima.

"Kau marah hanya karena perempuan bernama Nia lalu menyia-nyiakan kakakku yang polos ini? ckckck... Aku harap kau tidak menyesal karena telah membuang berlian dan memilih butiran pasir dari jalanan..." kalimat demi kalimat pedas terus bergulir dari bibir Leona yang memang sangat marah kepada Davian.

Davian mengeratkan rahangnya.

"Nia ku bukan perempuan seperti kau yang rela melakukan segala cara demi kepuasan diri dan merebut yang bukan miliknya..."

"Jangan terlalu yakin Davian! Kau itu hanya pria yang dibutakan oleh cinta semu dan palsu.... Aku jamin, kau akan menyesal ketika tahu kebenarannya dan kau akan berterima kasih pada kami karena telah menyelamatkanmu dari ular berkepala dua bernama Nia"

"Cukup omong kosongmu Leona!"

Davian baru saja kembali menyanggah ucapan Leona tapi terhenti ketika Zuri menarik lengannya.

"Sudahlah Davian...! Berhentilah berdebat dengan Leona! Dan kau Leona, jangan ikut campur urusanku karena kita bukan lagi keluarga..." Zuri melangkah meninggalkan area makam dan berjalan menuju parkiran diikuti oleh Davian beserta Gama.

Leona hanya memandangi di kejauhan.

"Suatu hari kau akan menyesal telah menyia-nyiakan kakakku Davian.... Aku pastikan jika hari itu tiba, kau tidak akan pernah melihatnya lagi...."

bersambung...

1
irma hidayat
masih bodoh damian ga mampu memcari bukti yg sebenarnya siapa yg salah, punya kekasih selingkuh masih dibela pecundang juga
Reni Anjarwani
keren bgt thor ceritanya
nur adam
smgt untuk krya mu thoir crita bgs
Reni Anjarwani
lanjut thor doubel up
Reni Anjarwani
up trs thor makin seru
Reni Anjarwani
lanjut thor doubel up
Reni Anjarwani
lanjut thor
Reni Anjarwani
lanjut thor doubel up
Reni Anjarwani
lanjut
Reni Anjarwani
lanjut thor
Reni Anjarwani
lanjut thor doubel up
Reni Anjarwani
lanjut thor
Reni Anjarwani
doubel up thor
nur adam
lnjut
nur adam
lnjt
Ids Manurung
ternyata betul dugaan ku leona sayang sama zuri...jd terharu bacanya
HIATUS
alooooo
Reni Anjarwani
sudah dikhianati masih aja mengharap nia davian
Reni Anjarwani
lanjut thot
Ids Manurung
kayak leona jg sayang banget deh sama kakkny zuri...masih abu2 y thor
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!