NovelToon NovelToon
SKENARIO TUAN DANENDRA

SKENARIO TUAN DANENDRA

Status: sedang berlangsung
Genre:Obsesi / Dijodohkan Orang Tua / Duda
Popularitas:2.2k
Nilai: 5
Nama Author: Lovelyiaca

Dipaksa untuk pulang oleh sang ayah dengan ancaman atas nama pacarnya, Daniel. Membuat Elleta harus pulang ke Indonesia. Entah kesepakatan apa, papanya tega menjualnya ke laki-laki bernama Steve, pewaris utama Danendra group. Fakta baru yang ia tau, Steve pernah menikah.

Hanya untuk keamanan sang pacar, Elleta rela setuju. Akankah Elleta bisa menjalaninya, atau justru masuk lebih dalam ke kehidupan laki-laki itu.

"Selamat datang di kehidupan barumu, Elleta."

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Lovelyiaca, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

30. No Bad berarti enak, El!

Laki-laki itu melamun di meja kebesarannya menatap keluar tembok kacanya yang menyorot awan yang cerah. Isi kepala Steve berkelana kemana-kemana sejak malam itu.

Tok Tok Tok

Steve tersadarkan dari lamunannya, kepalanya menoleh ke arah langkah yang mulai mendekatinya.

Theo dengan jas rapi tak lupa tablet di dekapannya. Raut wajah laki-laki itu seperti ada sesuatu terjadi.

"Kenapa, Theo? Ada masalah lagi?" tanya Steve mencoba menelisik arti raut Theo.

"Ada Tuan Crassia, Papa dari Nyonya Elleta. Pak Steve di luar."

Steve menghela napas mendengar siapa yang berkunjung. Lagi-lagi mertuanya datang ke kantornya, mungkin ada 3 kali dalam 1 minggu.

"Suruh masuk saja, Theo."

Theo mendudukkan kepalanya untuk pamit keluar dari ruangan itu. Steve menarik kursinya dengan gerakan tubuhnya mendekat ke meja.

"Selamat pagi, menantu. Gimana malam pertama dengan Elleta, apa kamu merasa puas?" cibir Yuda yang terasa lancang bagi Steve. Ia sadar di hadapannya ini ayah dari istrinya.

"Ada apa lagi, Tuan Crassia. Bukannya uang untuk membantu perusahaanmu sudah cair. Aku sudah menikahi anakmu."

"Apa ada lagi yang kurang?" tanya Steve dengan tangan yang mengepal, menatap ke map coklat yang di bawa mertuanya itu.

"Hahaha, tentunya ada lagi, Steve. Kali ini hanya untukmu tanpa Papamu Jeff. Kontrak ini lebih menguntungkan dari kontrak yang sebelumnya aku bawa." Yuda Crassia menyerahkan map coklat itu ke meja Steve.

Dengan rasa enggan Steve menyambar kontrak itu. Ia mulai membuka map tersebut, membaca isinya secara perlahan.

Steve mengulum senyum kecut. Melemparkan ke atas meja dengan kencang. "Mau mencoba menjual Elleta lagi! Untuk kedua kalinya, Tuan Yuda Crassia?"

"Anda mikir Elleta apa? Barang?" wajahnya Steve mulai memerah menahan emosi yang sedari kemarin ia tahan.

"Aku sudah menyerahkan Elleta sesuai keinginanmu, kenapa sekarang kamu sombong, Steve! Mana balasanmu?" Yuda menekan ke meja mencoba memprotes tindakan penolakan Steve.

Steve cukup menahan rasa yang mendesak di dadanya. "Saya tetap menolak! Elleta sudah sah jadi istri saya, saya yang berhak atasnya sekarang, saya yang bertanggung jawab semua tentang Elleta, sekarang Anda tidak bisa mengaturnya lagi!" Steve memalingkan wajahnya, mengatur nafasnya dalam. "PERGI DARI KANTORKU!!"

Yuda tersentak dengan nada tinggi menantunya. Yuda pikir dengan ia menyerahkan Elleta ke tangan laki-laki di depannya, bakal nurut sesuai yang ia inginkan, apalagi kalau menyangkut tentang Elleta.

"Kamu mengusirku, Steve!”

Theo yang mendengar keributan memaksanya untuk masuk ke dalam ruangan Steve tanpa disuruh, ternyata Steve memanggil kedua penjaga keamanannya yang membawa Yuda dengan paksa.

“Tunggu saja, Steve! Kamu bakal kehilangan Elleta. Seperti kamu kehilangan ibumu dan Katrina! Aku pastikan Elleta pergi darimu!!” Yuda menghilang di balik pintu ruangan laki-laki itu.

Steve menghela nafas kasar, mengusap rambutnya ke belakang. Steve menatap Theo dengan serius. “Cari tahu semua tentang Yuda, apa ada kaitannya dengan gedung baru itu, Theo. Aku tidak mau Elleta menderita lagi.”

“Baik, Pak Steve. Sesuai perintah.” Theo hendak melangkah keluar Steve menghentikannya.

“Tunggu Theo, perketat penjagaan Elleta. Aku tidak mau Elleta jadi korban selanjutnya. Karena aku sayang Elleta.” Kalimat terakhir hanya bisa Steve katakan dalam hati. Saat ini belum waktunya yang cocok untuk menunjukkan rasa cintanya, atau mungkin hanya rasa obsesinya.

“Iya, Pak. Sudah saya catat. Jack kepala keamanan sudah saya tugaskan.” Theo yang mengotak-atik tablet di tangannya.

“Gimana Elleta, dia lagi ngapain sekarang?” tanya Steve, seharian ia tidak mengecek aktivitas gadis itu. Ia terlalu sibuk dengan isi kepalanya.

Theo tersenyum kecil, menunjukkan video Elleta bermain uno dengan para penjaga dan pelayan di rumah itu. Suara tawa yang terdengar merdu. Tanpa sadar Steve melupakan tingkah ayah dari gadis itu.

“Andaikan kamu tahu, El. Papamu bahkan akan menjualmu untuk kedua kalinya, El. Gimana nasibmu kalau kamu enggak jatuh di tanganku,” batin Steve dalam hati.

Steve mengembalikan tablet ke tangan Theo. “Apa ada jadwal lagi, Theo?”

“Ada Pak, Meninjau proyek di PIK 2. Itu saja.”

“Pulang jam berapa, Theo?” Steve melirik ke jam arloji di pergelangan tangannya.

Theo yang paham maksud bosnya itu. Hanya bisa menyembunyikan senyumannya. “Jam lima sore pak, sampai di rumah sekitar jam enam.”

Steve tersenyum puas dalam hatinya. Memikirkan raut wajah Elleta yang ditekuk, entah kenapa membuat Steve terhibur.

*

*

*

Elleta mengacak-acak isi kulkas, perutnya meronta-ronta untuk diisi, melihat jam menunjukkan pukul enam sore. Puas bermain dengan pekerja di rumah suaminya. Tak enak hati, meminta di masakan sesuatu. Elleta yang notabenenya jarang menyentuh dapur dibuat kelimpungan.

“Duh masak apa, ya? Mana bisaku cuman masak mie instan,” kelu Elleta menatap sendu isi kulkas yang terpampang sayur-mayur, ayam, dll.

Aroma parfum sandalwood dan citrus tercium ke indra penciumannya. Kepalanya bergerak tegak, membalikkan badan melihat Steve. Laki-laki itu terlihat berbeda, baju yang kancing kemeja putihnya dibiarkan terbuka.

“Mau makan sesuatu, El?” tawar Steve, dia tahu Elleta jangan anti dalam hal memasak sesuai riwayat diri gadis itu.

“Enggak, aku enggak lapar.” Suara perut Elleta membuat gadis menutup matanya, merutuki perutnya yang berbunyi tidak tahu tempat.

Steve terkekeh kecil, membuat Elleta membuka matanya, baru pertama kali laki-laki yang sudah berstatus suaminya tertawa renyah tanpa ada ejekan di dalamnya.

Steve menggulung lengannya. Menghampiri kompor. “Duduk aja, mau makan spaghetti? Aku ahli buat spaghetti.”

Elleta duduk di meja yang tersedia di dapur itu. “Spaghetti?” Steve mengangguk dengan senyuman yang tak luntur sudut bibirnya.

Kata spaghetti terlintas di kepalanya, seakan membuat kenangan yang tak seharusnya datang.

“Ini Nyonya Elleta, spaghetti ala chef Daniel. Silahkan dinikmati, dijamin bakal nambah,” kekeh Daniel menggoda Elleta.

Steve mencoba menyadarkan Elleta dengan tangannya tepat di hadapan gadis itu. “Malah ngelamun, El. Jadi gimana? Mau coba spaghetti buatanku?”

“Enggak, aku enggak suka spaghetti yang lain,” bohong Elleta, padahal makanan itu favoritnya.

Steve berpikir lagi, hingga satu nama makanan terlintas di benaknya. “Nasi goreng? Kamu pasti udah lama enggak makan itu, kan?” Elleta tak menjawab, pikirannya kemana-mana.

“Oke, enggak jawab. Berarti iya jawabannya.” Steve mulai meracik bumbu itu, punggung tegap dan berotot itu tidak sebadan dengan apa yang dikerjakan.

Seorang Presiden Direktur, membuat nasi goreng hanya untuk Elleta. Dimana Steve yang dingin dan tak tersentuh itu. 5 menit akhirnya nasi goreng itu tertata rapi di hadapan Elleta. Aroma bumbu bawang dan nasi yang digoreng tercium sangat menggiurkan lidah.

“Coba, El.”

Elleta memakan satu suap sendok, dan ya rasanya cukup pas. “No bad.”

Steve tersenyum kecil. “No bad, berarti enak, El.”

Lagi-lagi Elleta tak menjawab pernyataan Steve, memilih fokus memakan nasi goreng itu. Steve menggaruk lehernya yang tak gatal.

“El, untuk yang tadi malam. Aku minta maaf.”

Kepala Elleta mendongak menatap laki-laki di depannya dengan tatapan heran. Seorang Steve Athariz Danendra, meminta maaf.

“Untuk apa? Aku bahkan enggak mengingatnya dengan baik,” bohong Elleta lagi.

“Aku janji, kalau nyentuh kamu. Aku minta izin kamu, El.” Perkataan laki-laki itu terdengar tulus tanpa di buat-buat.

“Aku pegang kata-katamu, Steve. Aku bakal mengingatnya.” Steve mengangguk dengan senyuman lebar.

“Ehm, El. Aku bakal selidiki tentang gedung baru itu, apa benar kamu terlibat apa enggak, kalau iya. Aku enggak bisa tinggal diam.”

Tak

Elleta meletakkan sendoknya dengan kencang. Membuat Steve mendadak tertegun. “Kalau aku enggak terlibat tentang gedung itu, apa yang bakal kamu lakuin ke aku?”

“Ya gapapa, El. Bagus dong, kalau kamu enggak terlibat. Kalau ada apa-apa kamu aman di rumah kita.”

Elleta tersenyum kecut, mendengar suaminya menyebut kata kita. “Kalau kamu mau melindungiku, enggak dengan mengurungku, Steve!”

Elleta tak mau mendengar ucapan laki-laki itu memilih meninggalkan dapur, untung nasi goreng itu sudah tandas. Steve menatap sendu punggung Elleta yang perlahan menjauh.

1
Roseanne_0606
wah seru nih mode detektif 🤭
Roseanne_0606
waduh apa nih 😭😭
Roseanne_0606
aneh nih si steve, ditampar bukannya marah malah suka 😭😭😭
Lovelyiaca: Steve aslinya bucin ya gengsi aja itu hehe 😌
total 1 replies
Roseanne_0606
Tim Elleta sih kak 💪
Lovelyiaca: Kalau aku timnya Theo aja 😆
total 1 replies
Roseanne_0606
Akhirnya update lagi kak 🤭
Lovelyiaca: Iya kak, aku bakal update terus, tunggu kelanjutannya ya 😆
total 1 replies
Roseanne_0606
Gapapa kak, semangat ya 💪
Lovelyiaca: Makasih yaa kak 😆🔥
total 1 replies
Roseanne_0606
Jangan asal nuduh woyy 😭😭😭
Lovelyiaca: Maaf ya kak, sesuai script soalnya 🙏🙏🙏 - Steve A.D
total 1 replies
Roseanne_0606
di tabok aja, El. Stevenya itu 😭😭
Lovelyiaca: tabok aja kak 🤣
total 1 replies
Roseanne_0606
Bagus kak ceritanya 😆
Lovelyiaca: makasih kak, tunggu kelanjutannya ya
total 1 replies
Roseanne_0606
Semangat updatenya thor 💪
Lovelyiaca: makasih supportnya kak 😄
total 1 replies
Roseanne_0606
Jangan mau pulang El
Lovelyiaca: makasih udah mampir ya kak
total 1 replies
Maryati ramlin
cerita bagus di tunggu kelanjutan
Lovelyiaca: Terima kasih sudah membaca karyaku, di tunggu kelanjutannya ya 🥰🙏
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!