"Kaluna, putri mahkota yang terhukum penggal karena kesalahan dan dosa yang tidak pernah dia lakukan. Fitnah dan kebencian telah menghancurkan hidupnya, tetapi Kaluna tidak akan menyerah. Sebelum ajalnya tiba, dia berdoa kepada dewa untuk diberikan kesempatan kedua. Dia berjanji untuk tidak menjadi putri mahkota lagi, tetapi untuk membalas dendam kepada mereka yang telah menghancurkan hidupnya.
Apakah Kaluna akan berhasil kembali ke masa lalu dan membalas dendamnya? Ataukah dia akan terjebak dalam lingkaran kebencian dan dendam yang tidak pernah berakhir? Ikuti perjalanan Kaluna dalam cerita ini, dan temukan jawabannya."
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Lady_Xiyun, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Pencarian Pangeran Alaric: Bahaya Mengintai
Kereta kuda dan rombongan winterbourne terus berjalan hingga mencapai ibukota, dan langsung menuju ke istana untuk mencari informasi tentang Pangeran Alaric. Di istana, mereka bertemu dengan Raja Everard III dan Ratu Calantha, yang terlihat sangat khawatir dan cemas.
"Apakah Anda telah menemukan Pangeran Alaric?" tanya Grand Duchess Elianora dengan khawatir.
Raja Everard III menggelengkan kepala. "Belum, kami masih mencari. Tapi kami telah menemukan Pangeran Christian, yang terluka parah."
Kaluna terkejut. "Apa? Pangeran Christian terluka parah?"
Ratu Calantha mengangguk. "Ya, dia terluka parah saat mencoba menyelamatkan Pangeran Alaric."
Damian dan Kaluna langsung meminta untuk bertemu dengan Pangeran Christian, untuk mengetahui lebih lanjut tentang keadaannya. Mereka berdua kemudian menuju ke kamar Pangeran Christian, dengan harapan bisa menemukan informasi yang lebih lanjut tentang Pangeran Alaric.
Mereka memasuki kamar Pangeran Christian dan melihatnya terbaring di tempat tidur, terluka parah. Putri Sophia duduk di samping tempat tidur, menangis dan memegang tangan Pangeran Christian.
Damian dan Kaluna mendekati tempat tidur Pangeran Christian dan melihat keadaannya yang sangat parah. "Christian, apa yang terjadi?" tanya Damian dengan khawatir.
Pangeran Christian membuka matanya dan melihat ke arah Damian dan Kaluna. "Kak Alaric... jatuh ke jurang..." katanya dengan lemah.
Kaluna terkejut. "Apa? Pangeran Alaric jatuh ke jurang?"
Pangeran Christian mengangguk. "Ya... saya tidak bisa menyelamatkannya... saya sangat menyesal..."
Damian dan Kaluna mencoba untuk menenangkan Pangeran Christian. "Jangan khawatir, Christian. Kami akan menemukan Pangeran Alaric dan menyelamatkannya," kata Damian.
Kaluna juga mencoba untuk menenangkan Pangeran Christian. "Ya, kami akan melakukan semua yang kami bisa untuk menemukan Pangeran Alaric," kata Kaluna.
Pangeran Christian mengangguk dan mencoba untuk tersenyum. "Terima kasih... saya percaya pada kalian..."
Pangeran Christian kemudian memejamkan matanya dan terlihat sangat lelah. Damian dan Kaluna memutuskan untuk meninggalkan Pangeran Christian dan membiarkannya beristirahat.
Mereka berdua kemudian keluar dari kamar Pangeran Christian dan menuju ke ruangan Raja Everard III untuk membicarakan tentang rencana pencarian Pangeran Alaric.
Di ruangan Raja Everard III, mereka bertemu dengan Grand Duke Maric dan Grand Duchess Elianora, yang juga sangat khawatir tentang keadaan Pangeran Alaric.
"Apakah ada kabar tentang Pangeran Alaric?" tanya Grand Duchess Elianora.
Raja Everard III menggelengkan kepala. "Belum, kami masih mencari. Tapi kami telah menemukan beberapa jejak yang mungkin dapat membantu kami menemukan Pangeran Alaric."
Damian memutuskan untuk bergabung dengan tim pencarian Pangeran Alaric. "Saya ingin bergabung dengan tim pencarian, yang mulia. Saya ingin membantu menemukan Pangeran Alaric."
Raja Everard III mengangguk. "Baik, keponakanku Damian. Kamu dapat bergabung dengan tim pencarian. Kami akan membutuhkan semua bantuan yang kami bisa dapatkan."
Kaluna juga memutuskan untuk bergabung dengan tim pencarian. "Saya juga ingin bergabung dengan tim pencarian, yang mulia. Saya ingin membantu menemukan Pangeran Alaric."
Raja Everard III tersenyum. "Baik, Kaluna. Kamu dapat bergabung dengan tim pencarian. Kami akan membutuhkan semua bantuan yang kami bisa dapatkan."
Mereka semua kemudian memutuskan untuk segera memulai pencarian Pangeran Alaric. Mereka berharap dapat menemukan Pangeran Alaric secepat mungkin dan membawanya kembali ke istana dengan selamat.
Mereka semua kemudian keluar dari istana dan menuju ke lokasi pencarian Pangeran Alaric. Mereka membawa beberapa prajurit dan penjaga untuk membantu dalam pencarian.
Di lokasi pencarian, mereka menemukan beberapa jejak yang mungkin dapat membantu mereka menemukan Pangeran Alaric. Mereka kemudian memutuskan untuk membagi diri menjadi beberapa kelompok untuk mencari Pangeran Alaric.
Damian dan Kaluna bergabung dengan salah satu kelompok dan memulai pencarian. Mereka berjalan melalui hutan dan menyusuri sungai, mencari tahu-tahu tentang Pangeran Alaric.
Sementara itu, Grand Duke Maric dan Grand Duchess Elianora bergabung dengan kelompok lain dan juga memulai pencarian. Mereka berjalan melalui ladang dan menyusuri jalan, mencari tahu-tahu tentang Pangeran Alaric.
Raja Everard III dan Ratu Calantha juga bergabung dengan pencarian, mereka berjalan melalui hutan dan menyusuri sungai, mencari tahu-tahu tentang Pangeran Alaric.
Mereka semua berharap dapat menemukan Pangeran Alaric secepat mungkin dan membawanya kembali ke istana dengan selamat.
...****************...
Di lain tempat, di istana timur tempat Putra Mahkota Kael tinggal, terdapat suasana yang berbeda. Putra Mahkota Kael dapat tertawa bahagia karena salah satu halangan atau pesaingnya, Pangeran Alaric, telah menghilang.
"Bagaimana mereka yang terlibat sudah kamu singkirkan, Lord Bagus?" tanya Putra Mahkota Kael memandang pria di hadapannya.
"Yang Mulia, tenang saja. Semua saksi dan yang terlibat sudah dihilangkan," jawab Lord Bagus. "Oh ya, mengenai Pangeran Christian, Anda bisa memakai barang ini."
Lord Bagus memberikan bubuk putih kepada Putra Mahkota Kael. "Barang ini tidaklah berbahaya. Siapapun yang memakainya tidak akan mengingat kejadian sebelumnya. Anda bisa menyuap dayang kediaman Pangeran Christian untuk mencampurkan bubuk ini ke makanan atau minuman."
Putra Mahkota Kael ragu-ragu. "Benarkah benda ini bisa membantuku?"
Lord Bagus mengangguk. "Benar, Yang Mulia. Saya mendapatkannya dari Kerajaan Kristal."
Putra Mahkota Kael tersenyum, merasa yakin bahwa rencananya akan berhasil.
Putra Mahkota Kael kemudian memerintahkan Lord Bagus untuk segera menyuap dayang kediaman Pangeran Christian dan mencampurkan bubuk tersebut ke makanan atau minuman Pangeran Christian.
"Pastikan bahwa Pangeran Christian tidak mengingat apa-apa tentang kejadian sebelumnya," perintah Putra Mahkota Kael.
Lord Bagus mengangguk dan segera pergi untuk melaksanakan perintah Putra Mahkota Kael.
Sementara itu, di istana utama, Raja Everard III dan Ratu Calantha masih sangat khawatir tentang keadaan Pangeran Alaric dan Pangeran Christian.
"Apakah kita sudah menemukan jejak Pangeran Alaric?" tanya Ratu Calantha.
Raja Everard III menggelengkan kepala. "Belum, saya masih menunggu laporan dari tim pencarian."
Ratu Calantha mengangguk dan memutuskan untuk pergi ke kamar Pangeran Christian untuk membesuknya.
Di kamar Pangeran Christian, Ratu Calantha menemukan Pangeran Christian yang sedang tidur. Dia memutuskan untuk duduk di samping tempat tidur dan menunggu Pangeran Christian bangun.
Tiba-tiba, dayang kediaman Pangeran Christian masuk ke kamar dan membawa makanan dan minuman untuk Pangeran Christian.
Ratu Calantha tidak menyadari bahwa makanan dan minuman tersebut telah dicampur dengan bubuk yang diberikan oleh Lord Bagus kepada dayang tersebut.
Pangeran Christian kemudian bangun dan memakan makanan serta minuman yang telah disiapkan untuknya. Tidak lama kemudian, Pangeran Christian mulai merasa tidak enak dan mengeluh tentang sakit kepala.
Ratu Calantha khawatir dan memutuskan untuk memanggil tabib istana untuk memeriksa Pangeran Christian.
Tabib istana kemudian datang dan memeriksa Pangeran Christian. Setelah melakukan pemeriksaan, tabib istana mengatakan bahwa Pangeran Christian menderita keracunan ringan.
Ratu Calantha sangat khawatir dan meminta tabib istana untuk segera memberikan pengobatan kepada Pangeran Christian.
Sementara itu, di tempat lain, Lord Bagus melaporkan kepada Putra Mahkota Kael bahwa rencana mereka telah berhasil.
"Pangeran Christian sudah tidak mengingat apa-apa tentang kejadian sebelumnya," kata Lord Bagus.
Putra Mahkota Kael tersenyum puas. "Bagus, Lord Bagus. Kamu telah melakukan pekerjaan yang sangat baik."
Namun, tidak lama kemudian, Putra Mahkota Kael menerima berita bahwa Raja Everard III dan Ratu Calantha telah menemukan jejak Pangeran Alaric.
Putra Mahkota Kael merasa khawatir dan meminta Lord Bagus untuk segera mengambil tindakan untuk menghentikan Raja Everard III dan Ratu Calantha.
"Apa yang harus saya lakukan, Yang Mulia?" tanya Lord Bagus.
Putra Mahkota Kael berpikir sejenak sebelum menjawab. "Kita harus menghentikan mereka sebelum mereka menemukan Pangeran Alaric. Kita tidak bisa membiarkan mereka mengganggu rencana kita."
...To Be Continued...
Note:
Terimakasih telah membaca cerita jangan lupa komen, kritik dan saran ya 😊 jangan lupa tinggalkan jejak😊 sayang kalian semua semoga kalian suka🥰🥰Biar saya tambah semangat membuat kelanjutan ceritanya Terimakasih love you all
kalau saya cepetin nantinya malah gak ada pembahasan sih😊 nanti saya akan mencoba saran kamu/Smile//Smile/