Jeevan Aleser, sosok karismatik yang terkenal baik hati dan dermawan sebenarnya adalah seorang pencuri berlian dan barang antik. Dalam dunia kejahatan, Jeevan dikenal dengan sebutan Mr. A.
Mr. A yang tidak pernah gagal menjalankan aksinya, suatu hari terdesak hingga menawan seorang gadis untuk menyelamatkan diri. Aleena, gadis tawanan Mr. A adalah seorang gelandangan yang dibuang keluarganya.
Sebuah kisah romantis komedi yang terbalut dalam aksi pencurian dan pembalasan dendam. Akankah Aleena dan Jeevan dapat hidup bahagia dengan tenang? Ataukah pada akhirnya mereka menjalani hidup sebagai buronan bahkan menjadi tahana? Ikuti kisah cinta penuh aksi dalam kisah ini!
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Yoemi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Teror Kecil #1
~Ketakutan itu muncul, pada jiwa yang dipenuhi rasa bersalah. Sementara ketenangan menyelimuti hati yang jujur dan lembut~ Yoemi
Happy Reading ...
Jangan lupa tinggalkan like, komentar, dan rate 5 usai membaca. Terima kasih 😊🌸
⏳⏳⏳⏳⏳⏳⏳⏳⏳⏳⏳⏳⏳⏳⏳
Jeevan dan Aleena akhirnya sampai di lokasi pesta. Tamu-tamu yang lain sudah berdatangan. Hanya mereka yang membawa undangan yang boleh masuk.
"Tuan Jee, sebenarnya siapa yang berulang tahun? Mengapa acaranya cukup ketat?" bisik Aleena.
Jeevan memberi isyarat agar Aleena menggandeng tangannya. Aleena menuruti. Lalu Jeevan melangkah dengan tenang menuju pintu masuk. Sementara Aleena yang menempel pada Jeevan merasa deg-degan.
"Hanya seorang putri salah satu pejabat di kota ini. Tenang saja ... kita akan segera masuk."
"Undangannya?" Aleena tampak ragu.
"Aku memilikinya."
Aleena mengernyitkan dahi. Dia benar-benar ragu apakah Jeevan memiliki undangan itu. Seingatnya, tidak ada siapapun yang mengantar undangan untuk Jeevan, baik di rumah atau di toko.
"Undangannya, Tuan?" ucap salah seorang yang bertugas di pintu masuk.
Jeevan mengambil sebuah undangan dari dalam saku jasnya. Ada nama Mr. Jeevan Aleser yang tertera pada undangan tersebut. Itu membuat petugas membiarkan Jeevan dan Aleena masuk ke ruangan pesta.
"Apakah itu benar-benar undangan asli?" Aleena bertanya dengan suara pelan.
"Tidak penting lagi apa itu asli atau palsu. Kenyataan, kita sudah di dalam sekarang," ujar Jeevan.
Aleena tak menyahut lagi. Dia sudah terpana dengan suasana pesta yang baginya sangat mewah. Ini adalah pesta mewah yang pertama kali Aleena hadiri dalam sejarah hidupnya.
"Indah sekali, seperti dalam dongeng atau film-film," gumam Aleena.
"Jangan katakan kau tidak pernah ke pesta seperti ini sebelumnya," komentar Jeevan.
"Hehehe ... ini memang yang pertama untukku, Tuan Jee. Dulu, saat ulang tahun Zerlinda atau Raza, aku juga tidak boleh keluar menikmati pesta. Tugasku berada di dapur, membantu menyiapkan makanan," cerita Aleena apa adanya.
Jeevan berpikir, betapa memperihatinkan kehidupan gadis di sampingnya itu. Bahkan, untuk sebuah pesta ulang tahun pun, dia tak pernah menghadiri.
"Aku akan menemui beberapa kenalanku. Kamu, fokuslah pada tujuanmu datang ke sini."
"Tuan Jee," Aleena belum mau melepaskan lengan Jeevan. "Tuan akan mengawasiku, bukan?"
"Kau takut?"
"Aku tak mengenal siapapun di sini." Aleena mencengkram lengan Jeevan tanpa dia sadari.
"Tenanglah, aku tidak akan membiarkan sesuatu yang buruk terjadi padamu," Jeevan meyakinkan.
Aleena mengangguk dan segera melepaskan lengan Jeevan. Dengan berusaha tetap tenang, dia melangkah menjauhi Jeevan. Pandangan matanya beredar keseluruh penjuru, mencari sosok Zerlinda.
Setelah beberapa menit mencari, akhirnya Aleena menemukan sosok sepupunya itu. Dia sedang berbincang bersama dua orang gadis dan seorang laki-laki. Kedua gadis itu, Aleena mengenalinya. Mereka adalah teman Zerlinda yang tempo hari ke toko milik Jeevan.
"Pembalasan akan segera dimulai. Zerlinda, kau yang pertama," gumam Aleena.
Tangan Aleena sudah mengepal dan senyum seringainya mengambang. Dendam Aleena mulai mengalir ke permukaan, menuntut pembalasan.
Dengan langkah pasti, Aleena semakin mendekat menuju tempat Zerlinda dan teman-temannya berdiri. Setelah sampai pada jarak agak dekat, Aleena menghentikan langkah. Matanya semankin nyalanya menatap Zerlinda.
Dengan sengaja, Aleena menabrak seorang. Lalu menumpahkan minuman ke gaungnya sendiri.
"Maafkan saya, Tuan," ucap Aleena cukup keras hingga menarik perhatian orang-orang di sekitarnya.
"Apakah Anda tidak apa-apa, Nona?" tanya laki-laki yang Aleena tabrak. Dia justru merasa bersalah melihat gaun Aleena yang kotor.
"Tidak, apa-apa, Tuan. Saya bersalah tidak sengaja menabrak Anda. Mohon dimaafkan."
"Tidak masalah untukku. Tapi, gaun Anda ...."
"Oh, tidak apa-apa. Saya akan memberikannya di toilet."
Aleena undur diri. Berjalan cepat menuju ke kamar mandi. Sebelum pergi, Aleena sempat melirik Zerlinda. Dia ingin memastikan bahwa targetnya telah melihat keberadaannya dan berharap akan mengikutinya.
Harapan Aleena terkabul. Zerlinda yang sedari tadi mematung menyaksikan drama Aleena, bergegas mengikutinya. Zerlinda ingin memastikan, siapakah wanita yang mirip dengan Aleena, sepupunya.
Meski wajah gadis yang dilihat Zerlinda tampak lebih cantik karena riasan, namun Zerlinda tetap mengenali sosok itu sangat mirip Aleena. Bagaimana pun, Zerlinda dan Aleena tumbuh besar bersama. Dia bisa mengenali sepupunya itu.
"Tidak mungkin itu Aleena. Tapi gadis itu cukup mirip dengannya. Aku harus memastikan," gumam Zerlinda yang juga berjalan menuju toilet.
Jeevan yang dari jauh juga memperhatikan semua kejadian tadi, diam-diam juga mengikuti Aleena dan Zerlinda. Meski Jeevan yakin bahwa Aleena dapat mengatasi rubah betina itu, namun dia tetap cemas jika terjadi sesuatu pada Aleena.
mampir di ceritaku judulnya "impian surga" cerita bergenre spiritual romance.
yg datang ke lapak ku InsyaAllah akan ada kunjungan balasan. terima kasih..
mari saling mendukung .. ☺️