NovelToon NovelToon
Wanita Pembaca Pikiran Kesayangan CEO

Wanita Pembaca Pikiran Kesayangan CEO

Status: tamat
Genre:One Night Stand / Peran wanita dan peran pria sama-sama hebat / Identitas Tersembunyi / Persahabatan / Pembaca Pikiran / CEO / Romansa Fantasi / Tamat
Popularitas:202.8k
Nilai: 4.9
Nama Author: Yayuk Triatmaja

Dari kecil hingga dewasa Gracella tidak pernah mendapatkan kasih sayang orang tua. Hal itu dikarenakan Ayahnya meninggal dunia sedangkan Ibu kandungnya lebih menyayangi adik tirinya. Gracella selalu di tindas oleh keluarganya hingga suatu ketika Gracella mengalami kecelakaan.

Gracella tidak menyangka kecelakaan yang dialaminya membuat dirinya bisa mendengar suara hati orang. Gracella terluka ketika mengetahui kekasihnya selingkuh dengan Adik tirinya dan terlebih terluka lagi ketika Ibu kandungnya mendukung perbuatan Adik Tirinya.

Banyak rahasia satu persatu terbongkar dari keluarga Gracella membuat Gracella ingin membalas perbuatan mereka yang sudah menyakiti dirinya. Hingga Gracella bertemu dengan seorang pria dan melakukan cinta satu malam.

Apa yang terjadi selanjutnya? Apakah rencana balas dendam Gracella berhasil? Ikuti yuk novelku.

Tolong jangan boom like / lompat baca / nabung bab. Diusahakan baca setiap kali update

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Yayuk Triatmaja, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Pesta Ulang Tahun Ibu Yuni

Gracella menghembuskan nafasnya dengan perlahan kemudian Gracella menceritakan apa yang sudah terjadi. Sedangkan Bryan terdiam dan mendengarkan cerita Gracella sampai selesai sambil menahan amarahnya terhadap Ibu Yuni sekaligus Ibu mertuanya.

"Sekarang apa yang ingin kamu lakukan? Apakah kamu akan datang di hari ulang tahun Ibumu?" Tanya Bryan.

Gracella hanya menganggukkan kepalanya kemudian Gracella menceritakan rencananya ke Bryan dan Bryan pun setuju dengan apa yang dikatakan Gracella.

Setelah itu Bryan dan Gracella makan bersama namun sebelumnya mereka berdoa terlebih dahulu. Hingga lima belas menit kemudian mereka sudah selesai makan dan minum bersama. Kemudian Gracella mengantar suaminya sampai di depan pintu utama.

Gracella menghabiskan waktunya di dapur dan membaca buku hingga menjelang siang Bryan datang untuk makan siang.

Gracella sangat bersyukur karena Bryan sangat baik dan perhatian di saat orang yang seharusnya menyayangi dirinya dengan sangat tulus justru ingin melenyapkan Gracella yaitu Ibu kandungnya.

xxxxxxxxxxxxxxx

Hari berlalu dengan cepatnya dan tidak terasa pula sudah hari rabu di mana saat ini Ibu Yuni berulang tahun. Gracella sama sekali tidak mengucapkan selamat ulang tahun karena masih kecewa dengan Ibunya. Gracella akan mengucapkannya nanti malam di pesta ulang tahun Ibunya di rumah orang tuanya.

"Selamat ulang tahun Nyonya Arif." Ucap salah satu tamu undangan yang baru saja datang.

"Terima kasih." Jawab Ibu Yuni sambil tersenyum.

"Walau Nyonya Arif sudah berusia lima puluh tahun tapi Ibu Yuni tampak seperti seorang gadis berusia dua puluh limaan." Puji tamu undangan tersebut.

"Memang benar, saat itu Ibu Yuni terkenal dengan kecantikannya." Puji wanita lainnya.

"Terima kasih atas pujiannya. Tapi bagaimana Aku bisa dibandingkan dengan kecantikan seperti seorang gadis remaja di saat Aku sudah tua?" Tanya Ibu Yuni merendahkan diri.

"Mengapa tidak? Di dalam hatiku istriku yang paling cantik." Ucap Ayah Arif sambil menggenggam tangan istrinya.

"Oh ya, bagaimana kabarnya dengan Wanita Tertua? Apakah Wanita Tertua akan segera menikah dengan Tuan Muda Bryan?" Tanya salah satu tamu undangan.

"Kami semua ingin sekali bertemu dengan Nyonya Muda Bryan dan juga Tuan Muda Bryan." Sambung tamu undangan yang lainnya.

"Saya juga. Saya bahkan sudah menyiapkan hadiah untuk Wanita Tertua." Sambung tamu udangan yang lainnya lagi.

"Tunggu saja sampai Kakakku datang. Lagi pula, Kakak baru saja bertunangan dengan Tuan Muda Bryan. Jadi Aku merasa kalau Kakak kurang menyukai pesta ulang tahun Ibu kami. Atau mungkin saja Aku merasa tidak pantas untuknya ..." Ucapan Yunita terpotong oleh Ibu Yuni.

"Gracella masih dalam perjalanan dan sebentar lagi hampir sampai." Ucap Ibu Yuni.

'Jika mereka datang ke pesta ini membuat hatiku sangat sakit hati. Semoga saja Gracella yang tidak punya malu itu tidak datang dan yang datang hanya Tuan Muda Bryan.' Ucap Yunita dalam hati.

'Aku akan merayunya agar Tuan Muda Bryan menyukaiku dan membatalkan pertunangannya lalu menikah denganku.' Sambung Yunita dalam hati.

Yunita kemudian membayangkan dirinya menikah dengan Bryan dan hal itu membuat Yunita tersenyum bahagia.

"Nyonya Muda Bryan sekaligus Wanita Tertua sudah datang." Ucap salah satu pelayan yang bertugas di depan pintu khusus penerima tamu.

Kemudian Gracella masuk ke dalam membuat para tamu undangan berjalan ke arah Gracella untuk menyambut kedatangannya. Hingga salah satu dari mereka tidak sengaja menabrak bahu Yunita membuat Yunita meringis menahan rasa sakit.

Yunita memegang bahunya dan menatap kesal ke arah Gracella karena sudah mencuri perhatian para tamu undangan.

"Nyonya Tertua, senang berkenalan denganmu. Saya sudah menyiapkan hadiah untukmu, pasti Nyonya Muda suka." Ucap tamu undangan pertama.

"Nyonya Muda Bryan, mari tambahkan informasi kontak Anda ke Saya. Kita bisa membuat janji untuk minum teh dan mendiskusikan kerja sama di masa depan" Pinta tamu undangan ke dua.

"Tambahkan Saya terlebih dahulu." Sambung Tamu undangan ke tiga.

Gracella hanya menganggukkan kepalanya sambil tersenyum dan menatap orang-orang yang berbicara dengan dirinya.

"Nyonya Muda Bryan, silahkan bergabung dengan Saya terlebih dahulu." Ucap Tamu undangan ke empat.

Gracella hanya tersenyum kemudian memberikan kartu namanya di mana Bryan sengaja mencetak kartu nama untuk istrinya.

Setelah itu Gracella berjalan ke arah Ibu Yuni yang sejak tadi melihat Gracella dengan wajah yang tidak bisa di tebak.

"Selamat ulang tahun, Ibu." Ucap Gracella.

"Gracella, Ibu sudah lama menunggu kedatanganmu. Di mana Tuan Muda Bryan?" Tanya Ibu Yuni tanpa basa basi.

"Kak Bryan sedang sibuk jadi Aku datang ke sini sendirian." Jawab Gracella.

Gracella tahu kalau Ibu Yuni sebenarnya mengharapkan Gracella datang bersama Bryan agar semua tamu undangan mau di ajak kerja sama begitu pula dengan Bryan.

Gracella tidaklah bodoh karena itulah Gracella sengaja meminta Bryan untuk tidak datang bersama dirinya di pesta ulang tahun Ibunya. Gracella tahu kalau saat ini Ibu Yuni sangat kecewa karena Bryan tidak datang bersamanya.

"Ah, kalau begitu pesta ulang tahun akan segera di mulai." Ucap Ibu Yuni sambil memaksakan untuk tersenyum.

"Kakak, Ibu telah menyiapkan sesuatu yang sangat indah untukmu yaitu sebuah gaun yang sangat indah." Sambung Yunita sambil menampilkan wajah polosnya.

Gracella hanya terdiam sambil memalingkan wajahnya ke arah Yunita sambil menunggu suara hati Yunita.

'Kak Gracella, Aku jamin perjamuan ini akan membuat Kakak merasa nyaman selama sisa hidup Kakak. Aku akan membuat Kakak tidak akan pernah melupakan kejadian malam ini seumur hidup Kakak.' Sambung Yunita dalam hati.

Gracella hanya tersenyum mendengar suara hati Yunita kemudian Yunita memegang tangan Gracella. Gracella membiarkan Yunita memegang tangannya kemudian mereka pergi ke kamar tamu.

Sampai di kamar tamu mereka masuk ke dalam kamar tersebut kemudian berjalan ke arah lemari pakaian. Hingga Gracella dan Yunita melihat gaun putih yang sangat cantik menggantung di bagian paling atas depan pintu lemari.

"Kakak, ini adalah gaun yang di minta Ibu kita dan Aku yang memilihkan untuk Kakak secara pribadi. Gaun ini sangat indah dan Aku melakukan ini karena untuk menghilangkan bau pedesaan di tubuh Kakak." Ucap Yunita dengan nada merendahkan.

"Yunita, Kakak merasa kenapa kamu terlihat begitu familiar saat pertama kali Aku bertemu denganmu. Ternyata kamu dan mereka adalah satu keluarga, pantas saja." Ucap Gracella.

"Satu keluarga? Maksud Kakak apa?" Tanya Yunita penasaran.

"Konon burung merak yang kehilangan bulunya tidak sebaik ayam. Tapi kenapa kamu bilang betapa jeleknya ayam yang kehilangan bulunya?" Tanya Gracella balik bertanya.

"Apa maksudmu? Siapa yang kamu panggil ayam?" Tanya Yunita dengan nada kesal.

"Setiap orang sudah dewasa jadi apakah perlu Aku mengatakannya dengan jelas?" Tanya Gracella balik bertanya.

'Awas kamu, Gracella. Kamu akan diam dan sangat malu ketika kamu berada di depan semua orang. Aku akan melihat siapa ayam yang kehilangan bulunya.' Ucap Yunita sambil tersenyum.

Gracella hanya membalas senyuman Yunita kemudian Yunita pergi meninggalkan Gracella sendirian di kamar tamu tersebut.

'Huh .... Melakukan trik kecil ini lagi.' Ucap Gracella dalam hati sambil menggeleng-gelengkan kepalanya.

xxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxx

Terima kasih sudah membaca novelku. Silahkan tinggalkan jejak berupa bintang 5, vote, bunga atau kopi, dan komentar.

Bagi Author bintang 5, vote, bunga atau kopi, dan komentar sangat berarti agar novel ini bisa masuk bab terbaik.

Terima kasih atas kebaikan para pembaca dan semoga Tuhan membalas kebaikan kalian. Amin.

1
Arie
bagus
Diah Susanti
ini saudara bawaan ayah titinya ya, karena cuma beda tiga 3 thn. sedangkan ayahnya baru 4 thn meninggal
Retno Isma
saya bingung. ini alurnya gimana ya
yurrimm
serem juga lu grace, udah ditolak masih hayu main masuk kamar orang yang ga dikenal. pelecehan siii ini mah namanya grace
love sick
uguu
Tira Aneri
Luar biasa
Yayuk Triatmaja
terima kasih banyak
"Candy75
komplotan penjahat ternyata
"Candy75
Yunita gak berhenti membuat masalah baru
"Candy75
ibunya bodoh dipelihara, gak sadar juga
"Candy75
terus berkarya thor
"Candy75
semangat thor
"Candy75
tetap jaga kesehatan thor
"Candy75
sedang seru ceritanya
"Candy75
teruskan
"Candy75
semangat thor
"Candy75
tetap jaga kesehatan thor
VaNiLaLuLaBo
sampai Yuni mati, dia tak tahu, Yunita bukan anaknya ...
🌻Nie Surtian🌻
Mungkin mereka suruhan Yunita
Sri Purwati
lanjut
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!