NovelToon NovelToon
Kay And Say

Kay And Say

Status: tamat
Genre:Romantis / Komedi / Teen / Tamat
Popularitas:3.2M
Nilai: 4.9
Nama Author: NngNr.Laela

Berawal dari kecelakaan berujung di pelaminan. Kaylo Albert Lyman X Sayla Lovanda Maulvi.

Hari tersial bagi keduanya yang harus menikah karna sebuah kecelakaan. Mereka belum saling kenal bahkan bisa disebut tidak saling kenal, tetapi mereka harus menikah? Mengapa? Keduanya punya kehidupan masing-masing dan hanya dalam satu hari berubah begitu saja. Kalian berfikir tinggal membantah? Tidak semudah itu. Keluarga mereka keluarga terpandang sekali memutuskan tidak akan bisa di ganggu gugat. Sudah tertimpa kecelakaan harus terperangkap dalam pernikahan pula. Kebebasan keduanya berakhir saat ini? Tentu tidak.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon NngNr.Laela, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Rencana VS Doa

Sayla menempelkan telapak tangannya di jendela mobil sembari memperhatikan jalanan diluar sana. Ini bukan jalan kearah apartment Kay. Lantas kemana pria itu akan membawanya pergi?

"Kay, lo mau bawa gue kemana?" ucap Sayla terlihat mulai panik.

Kay melirik sekilas padanya. "Tadi gue udah bilangkan mau bawa lo pulang, masih aja nanya" jawabnya.

Sayla menoleh kepada Kay, menatapnya penuh keraguan. "Tapi ini bukan arah ke apartment lo!" ucapnya sedikit menaikan nada bicaranya.

"Ternyata lo udah hafal jalan ke apartment gue ya? Anak pintar" Kay mengacak rambut Sayla sembari tersenyum.

Sayla menepis tangan Kay agak kasar. "Jawab Kay, lo mau bawa gue kemana?!" kesal Sayla.

Kay tidak menjawabnya, dia fokus menyetir. Kay tidak menghiraukan pertanyaan-pertanyaan yang terus Sayla lontarkan. Jika ia tidak menyayanginya, sudah ia tendang Sayla keluar dari dalam mobilnya.

Namun sekarang Kay sudah benar-benar menyayangi gadisnya, akan tetapi ia tak tahu harus memperlihatkannya bagaimana. Apa ia harus berguru kepada Galen dan Elvan?

Kay menggelengkan kepalanya ngeri, membayangkannya saja sudah membuatnya tak tahan. Jika ia meminta solusi kepada Galen, pasti yang didapat hanyalah ceramahan tak bermutu. Jika ia bertanya pada Elvan, sudah pasti Elvan tidak akan mengatakan apa-apa dengan alasan bukan urusannya.

Satu-satunya teman yang normal dan selalu memberinya solusi yang benar-benar ia butuhkan hanyalah satu orang, Rey.

"KAY!" teriak Sayla membuyarkan lamunannya.

Kay mengorek-ngorek lubang telinganya. "Gak usah teriak-teriak! Telinga gue masih sehat."

"BODO AMAT!" ketus Sayla tanpa menurunkan nada bicaranya. "Lagian dari tadi gue ngomong kenapa lo gak jawab sih! Gue tanya ketujuh kalinya, lo mau bawa gue kemana? Awas aja kalo lo bawa gue ke tempat koso... umm"

Kay menempelkan jari telunjuknya di bibir Sayla, membuat gadisnya tak lagi mengoceh. "Udah diem jangan ngoceh lagi sebelum gue sumpal mulut lo pakek bibir gue!" Ancam Kay ia menyeringai menatap Sayla. "Atau jangan-jangan ini trik lo supaya dapet ciuman gue?" lanjutnya.

Sayla membelalakan kedua bola matanya mendengar ucapan gila yang dilontarkan oleh Kay, dengan cepat ia menepis kasar tangan Kay yang masih berada di bibirnya. "Selagi gue waras! Gue gak bakalan pernah mau dicium sama cowok kayak lo!" ketusnya.

"Oh, jadi kalo ntar lo suka gue cium. Berarti lo udah gak waras!"

"Nggak akan pernah!"

"Liat aja nanti, lo bakalan gila karena cinta sama gue!" ucap Kay tanpa sadar.

Alis Sayla terangkat sebelah, menandakan dia tengah heran. "Maksud lo?"

Kay merutuki mulutnya sendiri, bisa-bisanya ia keceplosan. "Ma-maksud gue ya lo ba-bakalan gila!" ucapnya terbata-bata.

"Apa?! Lo nyumpahin gue gila?" ulang Sayla tak habis pikir. "Kurang ajar lo!" kesalnya, Sayla memukul Kay keras dan mencubitnya beberapa kali namun Kay seperti mati rasa. Dia tidak kesakitan sama sekali, merespon saja tidak.

Kay menatap lurus kejalan, bahkan ia jadi tidak fokus menyetir hanya karena ucapannya sendiri. Kenapa mulutnya begitu licin hingga mengatakannya.

Sayla tak lagi memukuli Kay, percuma saja toh yang dipukuli tak merespon sama sekali. Ia kembali melihat keluar jendela mobil, matanya lagi-lagi terbelalak kaget. Bagaimana tidak kaget, sekarang dirinya berada di bandara!

"Kay! ngapain lo bawa gue kesini?!" Sayla menatap Kay meminta penjelasan.

Kay balik menatapnya. "Lo pelupa ya? Gue juga udah bilangkan mau bawa lo ketempat nenek gue." jelasnya.

"Tapi kenapa harus ke bandara?" tanya Sayla.

Sebelum menjawab pertanyaan gadisnya, Kay memarkirkan terlebih dahulu mobilnya. Dengan santai ia melepaskan seatbelt Sayla dan juga milik dirinya, lalu Kay keluar dari dalam mobil. Setelah itu ia membukakan pintu mobil untuk Sayla. "Keluarlah" suruhnya.

Sayla keluar dengan perasaan tidak tenang. Tangannya digenggam erat oleh Kay seakan tak memberinya kesempatan untuk bisa melarikan diri.

Kay menutup kembali pintu mobilnya, lalu ia mengajak Sayla pergi membeli tiket pesawat.

"Sebenernya ini mau ke rumah nenek lo atau kemana sih? Kenapa harus naik pesawat segala?!" tanya Sayla.

"Nenek gue tinggal di London"

"Apa?! Nggak, gue gak mau! Gue mau pulang!"

"Gue lagi ngajak lo pulang kok, tapi pulang ke London. Supaya lo gak bisa kabur lagi ketempat Rey!"

Sayla ternganga mendengar penuturan Kay, pria gila! Dia benar-benar sudah gila, Sayla merasa diculik olehnya. Masa dirinya harus tinggal di London sedangkan saat ini ia masih sekolah dan menikmati masa-masa remajanya. Tapi kedatangan Kay dalam hidupnya merubah segalanya, ia tidak lagi sebebas dulu.

Sayla memutar pergelangan tangannya mencoba melepas genggaman Kay namun usahanya sia-sia.

Sesampainya di tempat pembelian tiket, jantung Sayla berdetak kencang, takut jika ini benar-benar terjadi. Sayla berdoa didalam hatinya supaya rencana Kay gagal.

Tiba-tiba Sayla mengingat satu hal, yang mungkin akan menjadi peluang besar terbebas dari Kay. "Lo gak bisa beli tiket pesawat buat gue!" ujar Sayla, Kay menoleh padanya. "Karena lo gak bawa paspor milik gue!" lanjutnya merasa menang.

"Lo gak usah khawatir" ucap Kay sambil menyeringai devil. "Gue udah nyiapin segalanya." Kay merogoh saku didalam jasnya dan mengeluarkan dua paspor miliknya dan Sayla.

Entah ke seberapa kalinya Sayla dibuat terkejut dengan tindakan Kay. Rasanya ia ingin pingsan, kenapa pria itu bisa memiliki paspornya padahal Sayla menyimpannya di brankas yang terletak dibawah kasurnya? "Lo ngambil paspor itu ke rumah gue?!" kesalnya.

"Buat apa gue musti susah-susah ke rumah lo kalau gue bisa nyuruh orang bikin paspor baru atas nama lo" ucap Kay penuh kemenangan.

Sayla terdiam, memang susah melawan orang pintar nan licik seperti Kay. Yang bisa Sayla lakukan sekarang hanyalah berdoa supaya ia bisa terbebas darinya.

Dua tiket pesawat telah didapatkan, tinggal menunggu beberapa menit lagi keduanya akan terbang ke London.

Namun sembilan menit setelahnya, Kay mendapatkan panggilan dari sekertaris nya, lalu Kay mengangkatnya. Kay terlihat kesal saat berbicara dengan sang sekertaris. Ia meremas dua tiket di tangannya yang baru saja ia beli.

"Doa gue kayaknya terkabul" batin Sayla tersenyum bahagia melihat Kay yang tengah meremas tiketnya.

Kay memutuskan panggilan tersebut, ia beranjak berdiri dan melempar tiket itu dengan amarah yang meluap-luap. Rencananya gagal dikarenakan sekarang ia harus meeting di kantornya dan itu tidak bisa dibatalkan karena akan sangat merugikan.

Kay menoleh kepada Sayla yang sedang duduk. "Lo beruntung karena gue gak jadi bawa lo ke London"

Sayla menahan senyuman dan teriakannya, ia memperlihatkan wajah tanpa dosanya supaya Kay tak berbuat nekad lagi.

---

"Aku sudah berada di depan pintu apartment mu"

Vera memutuskan panggilannya setelah mengetahui dia sudah datang. Ia bergegas membuka pintu untuk orang tersebut.

CEKLEK

Nampaklah seorang pria menggunakan pakaian serba hitam. Dia memakai topi dan masker berwarna hitam. Pria itu seperti menyembunyikan identitasnya.

"Akhirnya kau datang, ayo masuk!" Vera menariknya masuk kedalam lalu ia mengunci pintunya.

Pria yang diketahui bernama Felix itu melepaskan topi dan maskernya. Felix mendudukkan tubuhnya di sofa sembari menaikan kakinya keatas meja.

Felix mengedarkan pandangannya sembari bersiul. "Ini apartment mu? Atau milik pria bodoh itu?" tanyanya.

Vera membawa nampan berisi minuman soda untuknya dan Felix. Ia menaruhnya di atas meja.

Vera duduk disamping Felix dan memeluknya sensual. "Tentu saja ini milikku" jawabnya.

Felix mengelus rambut Vera lembut. "Kau memang cerdik sayang" puji Felix.

1
Qillah julyan
si elvan binin klepek2 nih..cakep yak🤩😍 hehe..kay minggir dulu
Qillah julyan
klu maslh visula vera masih di atas sayla
Qillah julyan
yaaa h gak seru dunk min,adegan unboxing nya di hapus,aku gak sabar nunggu part itu,hadeuh
Qillah julyan
aku mau kenalan sm elvan dunk thor btw knp ceritanya kayak F4 yaaaa
Maya Sari Niken
dihapus tpi ga ada jejak sdkitpun
dkit asal jngan, trllu vulagar kan bisa
hambar bnget jdinya
Sanders
Ternyata penjahat pacar Kay
denisa ajja
kocak. bikin senyum2 sendiri. hehehehe
Nanda Lelo
pede yg Ter Ter Ter terhempas 🤣🤣
Nanda Lelo
🤣🤣🤣 kompak bgt lgi jawabnya 🤣
Nanda Lelo
itulah yg namanya "setiap perkataan itu adalah do'a" 🤭🤣🤣🤣🤣
Nanda Lelo
Mak banteng ngamoook 🤭🤣
Gustein Arifin👑
menyepertikan ....aku baru dnger kata" ini 🙂
Desty Ratnasari
ih gue penasaran sama kisah cintanya freezer elvan wkwkwkw dingin college gtu...
Stephanie Sitinursiati
next thorrr❤❤❤❤❤👏👏👏
Anggra
awalny aja udh seru gini ya😄😄😄
Jessica Valencia
ii
Suryani Yani
Ray...
Masih ada aq disini
Suryani Yani
mampus kamu key....pesaengmu dah muncul
VIDAYA
datengin vera lagi dong thor, mau liat kay masih peduliin vera atau ngga.. pengen liat ketika kay dan say berdua terus dateng vera bergelayut di lengan kay, seru kayaknya
VIDAYA
nyesel dah kay
dulu dia memuja2 vera bilang vera lebih baik dari say, dan baru sekarang dia nyadar say lebih segalanya dari vera
digiliran kay dah nyadar, sekarang malah say yang mikir rey lebih segalanya dari kay
karma tuh kay, makanya jangan buka matanya lebar2, dapet bini yang segalanya eh milihnya yang kek batu apung gabisa ngapa2in.. nyesel kan sekarang dibutakan cinta palsu vera
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!