NovelToon NovelToon
Dendam Atlana

Dendam Atlana

Status: tamat
Genre:Balas Dendam / Teen School/College / Bullying di Tempat Kerja / Kehidupan di Sekolah/Kampus / Romansa / Balas dendam dan Kelahiran Kembali / Tamat
Popularitas:507.9k
Nilai: 4.9
Nama Author: Aquilaliza

Dibully bukan hal yang baru bagi Atlana. Hidupnya dipenuhi kejadian buruk. Hingga suatu saat, Atlana dibully sampai nyawanya hampir melayang. Namun, Tuhan masih berbaik hati padanya. Dia diberi kesempatan hidup setelah melawati jurang maut. Dan dia berjanji, akan membalaskan semua penderitaan yang dialaminya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Aquilaliza, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Tertangkap

Waktu pulang sekolah sudah berlalu sejak lima menit lalu. Atlana keluar dari kelas dan tersenyum melihat Regan berdiri bersandar di dinding menunggunya. Atlana berjalan cepat menghampiri cowok itu.

"Udah dari tadi?" tanya Atlana, tersenyum manis pada cowok itu.

"Hm." Regan meraih tangan Atlana dan menggenggamnya. "Ayo," ucapnya, membawa Atlana menuju parkiran.

"Maaf ya, udah buat kamu nunggu lama."

Regan menatap Atlana, lalu menepuk pelan puncak kepala gadis itu. Langkah mereka bersama menuju parkiran, dimana ada mobil Regan disana.

Regan membuka pintu mobil untuk Atlana. Namun, gadis itu malah diam di tempatnya.

"Aku lupa. Kayaknya buku pr-ku lupa di kelas," ucap Atlana sambil menepuk pelan jidatnya.

Regan yang melihatnya mengulurkan tangannya kemudian mengusap pelan jidat Atlana, bekas tepukan gadis itu. Setelah itu, Regan bergegas hendak pergi, namun Atlana menahannya.

"Mau kemana?"

"Ambil buku kamu."

"Gak usah. Aku aja," ucap Atlana.

"Nana."

"Janji gak akan lama," ucap Atlana sambil tersenyum. Setelah itu, tanpa menunggu persetujuan Regan, Atlana langsung berlari meninggalkan cowok itu.

Langkah Atlana cepat menuju kelas. Namun, belum sempat tiba di kelas, dia bertemu Dara bersama Fenny, tanpa Yura. Yura tidak masuk sekolah, entah apa alasannya.

"Cari ini?" Dara tersenyum miring sambil mengangkat buku pr Atlana yang dipegangnya.

"Balikin!" ujar Atlana. Gadis itu sedang malas berbasa basi. Terlebih lagi, dia sudah berjanji pada Regan untuk kembali dengan cepat.

"Gak semudah itu," balas Dara, lalu melemparkan buku tersebut pada Fenny, yang ditangkap dengan baik oleh Fenny.

"Mau dapetin ini, lo harus minta maaf sama kita. Terus jadi babu kita selama tiga hari," ujar Fenny.

Atlana tersenyum miring. "Bego!" ucapnya membuat Fenny dan Dara kesal. Dia mendekat, berdiri tepat di depan Fenny, lalu menendang tulang kering Fenny. Kemudian dia dengan cepat merebut bukunya.

"Gue bukan orang bego yang dengan mudah percaya sama lo berdua," ucap Atlana. Dia tersenyum miring lalu menatap Dara. Mendekati gadis itu, Atlana menepuk pelan bahunya. "Asal lo tau, dibalik perselisihan lo sama Yura, ada Fenny yang tau semuanya soal Yura sama Delon," ucap Atlana, kemudian dengan santainya pergi meninggalakan Dara yang terdiam, dan Fenny yang melotot terkejut.

Atlana tak peduli bagaimana rekasi mereka. Yang ia pikirkan adalah Regan. Sepertinya, meladeni Dara dan Fenny membuat waktunya sedikit terlewat. Atlana berlari, dan hal itu membuat Regan yang menatapnya dari jauh sedikit khawatir, meskipun kekhawatirannya tak nampak di wajah dinginnya.

"Maaf ya aku lama," ucap Atlana.

"Kenapa lari? Hm?"

"Takut kamu lama nunggunya."

"Lain kali jangan." Atlana mengangguk pelan, dan langsung mendapat tepukan pelan di puncak kepalanya. Setelah itu, Regan kembali membuka pintu mobil untuknya, lalu memasangkan seatbelt pada tubuh Atlana.

"Makasih."

Regan mengulas senyum tipis lalu membubuhkan satu kecupan di kening gadisnya.

Setelah berada di kursi pengemudi, Regan pun melajukan mobilnya menjauh dari sekolah.

Sementara itu, Dara menatap Fenny yang juga menatap ke arahnya. Sorot kecewa terpancar jelas dimata Dara. Dia tak menyangka, kedua sahabatnya setega itu padanya.

"Jelasin sama gue, Fen," ucap Dara. "Benar lo tau hubungan gelap Yura sama Delon?"

"Dar, maaf. Gue—"

Dara tersenyum miring. Matanya mulai berkaca-kaca. Dia benar-benar sakit dikhianati oleh kedua sahabatnya. "Gue gak nyangka lo bisa setega itu, Fen. Gue pikir, lo sama Fenny yang bakal ngerangkul gue saat gue terpuruk. Ternyata gue salah. Lo berdua, sahabat gue sendiri yang buat gue jatuh."

"Selamat, Fen. Lo sama Yura sukses nusuk gue dari belakang. Makasih buat persahabatan kita selama ini. Persahabatan kita berhenti sampai sini."

"Dar, gue terpaksa. Gue gak mau persahabatan kita retak karena satu cowok," ucap Fenny.

"Dan sekarang udah benar-benar retak dan gak akan mungkin terhubung lagi. Percuma lo sembunyi in semua itu. Pada akhirnya, hubungan persahabatan kita akan tetap berakhir seperti ini."

Dara mengusap pelan air matanya lalu pergi meninggalkan Fenny. Persahabatannya berakhir karena penghianatan. Keluarganya juga hancur karena kurangnya kepercayaan. Dia tak menyangka hidupnya akan memiliki jalan seperti ini.

***

Regan menatap Atlana yang duduk diam di sebelahnya. Satu tangannya yang tak memegang setir mobil meraih tangan Atlana dan menggenggamnya.

"Mau beli sesuatu?"

Atlana mengarahkan tatapannya pada Regan, lalu menggeleng pelan. "Aku pengen langsung pulang."

"Ke apartemen aku."

"Aku ganti baju dulu, setelah itu ke apartemen kamu."

"Ada baju kamu disana."

Atlana terdiam dengan kening berkerut. Ada bajunya di apartemen Regan? Sejak kapan dia membawanya ke sana? Atlana mencoba berpikir. Dia tidak pernah membawa bajunya ke sana. Bagaimana bisa bajunya tertinggal disana.

"Aku pernah lupain bajuku di apartemen kamu? Aku rasa gak pernah. Kayaknya waktu itu aku bawa pulang baju yang di beli mama waktu nginep bareng mama papa."

"Aku yang nyiapin."

Atlana terdiam. Regan menyiapkan baju untuknya di apartemen cowok itu. Atlana menatap wajah tampan Regan yang sedang fokus menyetir. Lalu, tatapannya beralih pada sebelah tangan Regan yang terus menggenggam tangannya.

"Aku gak mau nginap di apartemen kamu."

"Kenapa?" Regan menoleh sekilas pada Atlana, lalu fokus kembali pada jalanan.

"Gak kenapa."

"Takut aku apa-apain?"

"Regaaan."

Regan menarik sudut bibirnya membentuk senyum tipis. Setelah itu, dia melepas genggaman tangannya, lalu beralih mengusap pelan puncak kepala Atlana.

"Kita berhenti bentar. Setelah itu, ke apartemen kamu." Atlana mengangguk pelan.

***

Delon mengusap kasar wajahnya. Dia tak menyangka akan mendapat kabar mengejutkan seperti ini. Salah satu bisnis ilegalnya tercium oleh pihak kepolisian. Dan sekarang, beberapa pekerjanya sedang dalam pencarian polisi.

"Sial!" umpat Delon. "Kenapa bisa gini, sih? Selama ini semuanya aman-aman aja."

Delon mendudukkan tubuhnya. Meraih sebotol minuman yang sejak tadi berada di meja kecil di depannya. Delon meneguknya, lalu meletakkannya kembali.

"Pasti ada sebab dibalik semua ini."

"Ya, pasti ada orang yang berusaha kacau in pekerjaan gue. Tapi siapa? Atlana? Gue rasa gak mungkin. Walaupun sekarang dia berubah, gak mungkin dia bisa bertindak secepat itu. Dan juga, gue gak pernah ngomong dimana tempatnya dan kemana tujuannya," gumam Delon.

Cowok itu terdiam, kembali berpikir siapa yang berusaha mengacaukan pekerjaannya.

"Atau jangan-jangan... Regan."

"Sial! Pasti Regan!"

Delon mengepal kuat tangannya, dan rahangnya ikut mengeras. Tidak ada orang lain selain keluarganya dan Atlana yang tahu rahasianya. Sudah pasti Atlana menceritakan semuanya pada Regan, dan lelaki itu yang bertindak.

"Regan sialan! Gue—"

Drrtt... Drrtt... Drrtt...

Ucapan Delon tertahan ketika handphonenya tiba-tiba bergetar. Panggilan dengan nama berinisial P tertera di layar. Dengan segera Delon meraih handphonenya dan menjawab panggilan tersebut.

"Hallo,"

"Hallo, Bos. Mereka berhasil ditangkap polisi. Semua barang bawaan disita."

"Sial!"

"Pangkalan penyelundupan gadis-gadis juga digrebek polisi, Bos. Semua tawanan diamankan polisi."

"Pantau terus. Kabari terus gue. Lo juga jangan sampai tertangkap polisi."

"Siap, Bos."

Panggilan tersebut pun terputus. Delon sangat frustasi. Masalah sebelumnya belum usai, kini muncul masalah baru.

Delon beranjak ke kamarnya. Dia meraih sebungkus benda berwarna putih, lalu membawanya keluar kamar, kembali ke tempatnya semula. Dia mendudukkan tubuhnya, dan hendak membuka bungkusan tersebut untuk digunakan. Tapi, notifikasi pesan di handphonenya membuatnya mengurungkan niatnya.

"Saya membatalkan kerja sama kita."

"Dari informasi yang saya dapatkan, saya memutuskan untuk mengakhiri hubungan kerja sama kita."

"Kerja sama kita dibatalkan."

"Sialan!!" Delon berteriak keras. Dengan begitu cepat informasi itu tersebar. Orang-orang yang selalu memuji perkerjaannya kini mengakhiri kerja sama mereka.

Delon menarik nafasnya panjang. Dia benar-benar sangat stres sekarang. Kembali dia meraih benda putih itu dan hendak menggunakannya, dengan harapan dapat menenangkan pikirannya. Tapi tiba-tiba,

Brak!

"Jangan bergerak! Anda kami tangkap!"

Delon langsung mejatuhkan apa yang dipegangnya dan mengangkat tangannya. Beberapa aparat kepolisian berdiri menghadapnya dengan mengarahkan pistol ke arahnya.

Delon tak mampu berbuat apa-apa. Hingga seorang polisi memerintahkan untuk membawanya setelah menggeledah apartemennya, dia hanya pasrah dan menuruti perintah mereka.

1
Indra Wati
saya suka karya anda, sangat bagus bagus, di tunggu karya baru2nya😍
Night Watcher
semakin bikin kesal.. mending left aja drpd bikin erosi
Riyani Yahya
sedihx,mataku terkena bawang 🤣🤣🤣
Anonim
Benci dgn karya bukan happy ending
gian 305
cowok lebay... 🤣
Nana Niez
emang si leo nulis apa?
Nana Niez
males sm Atlanta jdi songong,,, hrsnya konfirmasi dl am regan kl mau bls Delon,, jgn mutusi sdri,,
SSDY
bagus alur ceritabya
BukanPenulis_-
/Smile/
Erwin Ervianti
thor bikin ceritanya ghea dan erteza dong😊
Siti Masitah
tak pikir baju2nya foto2 di bakar cuma gitu doang..ciiih
Saya Sayekti
masih blm Badas,msh lemot... udah tau tu mobil ppnya kok ya d biarin aja
Casudin Udin
Luar biasa
Mama Nakal
hmm ..makin. seru nih
Erni Fitriana
mampir thor
Tok Ummi
Jalan ceritanya benaran menarik. Aku jadi ingin baca lagi dan lagi...ngak sabar menunggu apa kisah selanjutnya.👍
Fayra
luar biasa
Fayra
mampir baca thor🙏
Sumarti Marti
kadal buntung juga si melon
Night Watcher
gaya sok dingin, tp bertele2..
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!