Bagaimana perasaanmu ...apabila kau memiliki kekasih , namun pria itu malah lebih mementingkan teman masa kecilnya di bandingkan dengan dirimu..
" Apa - apa Cleo..apa - apa Cleo . Yang pacarmu itu aku apa Cleo sih Gas..." teriak Clara ketika mendapati kekasihnya hanya memiliki waktu bersama teman masa kecilnya daripada dirinya yang notabene adalah kekasih Bagas
" Kamu memang pacar aku Clara ... tapi kamu harus ngertiin bahwa saat ini Cleo lebih membutuhkan aku dari pada kamu . please Clar...jangan bersikap egois seperti ini "
" Kamu bilang aku egois ! mana egoisan aku yang minta kamu buat nemenin ulang tahun aku ,dengan kamu yang menemani Cleo hanya buat beli kado buat mamanya . Tolong Bas , jangan anggap aku egois . jika nyatanya kalianlah yang lebih egois daripada aku "
Akankah Clara melanjutkan hubungan miliknya bersama Bagas yang telah selama tiga tahun mereka jalani . Atau Clara akan lebih memilih membuka hati yang baru untuk sosok pria lain yang lebih bisa menghargai dirinya
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon INNA PUTU, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 31
" Hmm..mama sih dengarnya begitu . Tapi kamu gak usah pikirin , mama yakin jika hal itu semua hanya omongan orang aja . Yang jelas saat ini kamu fokus aja hubunganmu dengan Clara . Yang lain gak usah kamu pikirin lagi "
Bagas mengangguk
Perubahan sikap Belinda yang telah welcome akan kehadiran Clara sungguh mampu membuat pemuda itu jadi berubah begitu bahagia , hingga mampu menutupi rasa curiga yang seharusnya Bagas lakukan akan perubahan Belinda yang terjadi begitu cepat
" Kalau begitu aku ke kamar dulu ya ma..mau bebersih badan dulu . Sekaligus telponan sama calon mantu mama "
Belinda mengangguk , disertai tersenyum palsu melihat kepergian Bagas yang sudah beranjak memasuki lift mansion mereka
" Cih ! Calon menantu ...sampai kapan pun aku tak akan mau memiliki seorang menantu yang berasal dari rahim wanita jalan pada kalian " senyuman licik tampak langsung terbit menghiasi sudut bibir dari wanita jahat itu
Entah apa yang akan Belinda lakukan pada Bagas dan Clara , yang jelas hanya wanita bang sad itu saja yang tahu
*****
" Halo sayang lagi ngapain nih ? " tanya Bagas yang saat ini sedang melakukan panggilan video call bersama Clara
" Kamu baru habis mandi ? " tanya Clara . Bukannya menjawab pertanyaan Bagas , gadis itu malah terlihat fokus pada dada bidang Bagas yang saat ini masih tampak terekspos nyata di depan kamera ponsel
" iya..aku baru habis mandi . Kenapa ? Oh..aku tahu , kamu kangen sama tubuh sispack aku ini ya " goda Bagas yang langsung membuat Clara berdehem keras menetralkan diri , gadis itu terlihat hendak mencoba ngeles akan tuduhan yang di utarakan oleh Bagas padanya
Meski tuduhan Bagas tepat pada sasaran , tapi tentu saja membuat Clara yang merupakan sosok gengsian terhadap kekasih tak akan mau untuk mengakuinya
" Ye...siapa juga yang kangen . Jangan G R yaa...." bibir Clara mengerucut
Cup
Dan ciuman jarak jauh pun di layangkan oleh Bagas
Pria itu memang gila , dalam jarak jauh begini saja masih sempat - sempatnya memikirkan adegan ciuman dengan kekasihnya itu
" Bagas...kebiasaan deh ! masa ciuman dari jarak jauh begitu sih "
" Kan aku jadi kangen , pengen di kecup langsung sama kamu "
" Memang kenapa sayang . Kan aku lagi pengen nyiumin kekasih aku yang cantik dan ngegemesin ini "
" Kayak abg labil tahu . Ciam cium jauh segala " balas Clara tak jujur
" Lah kita kan memang masih ABG sayang ..kamu kira kita ini udah pada kakek nenek apa ! " protes Bagas yang mana membuat keduanya terkekeh bersama
" Oh ya sayang..aku mau sampaiin kabar baik sama kamu "
Dahi Clara mengkerut dalam
" Kabar apa ? "
" Kamu dengar baik - baik yaa..' mama aku sudah mau nerima hubungan kita ' "
Deg
Jantung Clara tampak mencelos seketika
Bukan karena ia bahagia seperti Bagas
Hanya saja ia sedikit merasa tak percaya jika Belinda akan begitu mudah dan dengan cepat mau menerima hubungan dirinya dengan Bagas
" Apa yang terjadi , kenapa bisa tiba - tiba ? "
Pikiran Clara berkecamuk . Insting kuatnya meminta dirinya agar selalu waspada jika berada dekat dengan wanita licik itu
" Ra..Ra..kamu gak apa - apa ? " panggil Bagas hingga mamou membuyarkan lamunan Clara akan Belinda
" Ah...iya aku gak apa - apa kok Gas . Kalau mama kamu sudah mau nerima hubungan kita , aku juga turut bahagia kok " lagi - lagi Clara tampak tak jujur pada Bagas mengenai pemikirannya
Melihat pria itu yang begitu bahagia , membuat Clara jadi tak tega untuk membuat pria itu kecewa
Karena Sofia tahu , seberapa besar rasa sayang milik Bagas pada Belinda
" Semoga saja perkiraanmu benar Gas , tentang ibumu yang mau menerima kehadiran diriku dengan tulus dan tanpa sebuah kamuflase "