April mengalami patah hati karena lelaki yang selama ini dia taksir justru menjalin kasih dengan sahabatnya sendiri.
Karena kesal April ingin menghabiskan malam dengan pria bayaran di bar tempatnya bekerja.
Namun, siapa sangka pria yang dibayarnya itu justru mengajaknya menjadi kekasih kontrak.
Apa yang sebenarnya terjadi?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon DHEVIS JUWITA, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Ayang Datang
April mengalami morning sickness lagi, dia memuntahkan semua makanan yang dimakan semalam.
Dia tidak tidur karena menunggu pagi tiba, April akan pergi dari penginapan setelah energinya kembali.
Tidak butuh waktu lama, perempuan itu bergegas mengambil tas yang dia sembunyikan sebelumnya.
April tidak akan melaporkan kejadian pencurian karena membuang waktu, lebih baik dia cepat pergi.
"Aku harus menyewa mobil," gumam April. Dia berjalan keluar dari penginapan.
Dari jauh Dea sudah mengintai dari dalam mobilnya, sayang sekali semalam April memilih bertahan di penginapan daripada pergi setelah insiden pencurian.
Kalau begini akan banyak saksi mata jika Dea menabrak April.
"Tidak apa-apa, aku akan langsung pergi," gumam Dea. Dia sudah bersiap-siap menginjak pedal gasnya.
Melihat April berjalan, Dea segera melajukan mobilnya perlahan.
Perempuan itu sudah bersiap-siap menabrak April tapi hal tak terduga terjadi.
Dari arah belakang, mobil Dea justru ditabrak duluan oleh seseorang.
"Sial!" teriak Dea yang kepalanya terbentur setir kemudi mobil.
Dia tidak menoleh ke belakang tapi ingin melanjutkan niatnya sebelum April menghilang.
Namun, lagi-lagi mobil Dea ditabrak mobil lain dari belakang.
"Apa itu?" gumam April yang melihat mobil Dea dari kejauhan.
Dari penglihatan April, mobil Dea sudah dikepung oleh beberapa mobil bahkan salah satunya ada logo polisi.
"Lebih baik aku cepat pergi," April mempercepat langkahnya. Dia ingin mencari swalayan terdekat untuk bertanya tentang penyewaan mobil.
Pada saat itu, April berjalan menunduk dan langkahnya terhenti karena ada seseorang yang menghadangnya dari depan.
April masih menunduk dan mencoba melangkah ke samping untuk memberi orang di depannya jalan tapi orang itu justru menghadang langkahnya lagi.
"Ck!" April berdecak dan mendongakkan kepalanya.
Matanya terbelalak ketika tahu siapa yang menghadang jalannya.
PLETAK!
Jidat April disentil orang itu karena merasa kesal.
"Auw! Sakit...." April memegangi jidatnya yang terkena sentilan.
Kemudian badannya terhuyung karena dipeluk oleh orang yang menyentil jidatnya.
"Aku sangat mencemaskanmu," ucap Adam seraya memeluk April.
Ya, orang itu adalah Adam yang berhasil menemukan kekasih kontraknya. Dia tidak sendirian melainkan dibantu oleh oknum polisi untuk melacak keberadaan April dan mereka sudah mengintai pergerakan Dea dari semalam.
Sebenarnya Adam sudah tidak tahan ingin menemui April tapi Galang memintanya untuk bersabar.
"Kenapa kau bisa ada di sini?" tanya April. Dia tidak berusaha menjauh dan tidak terkejut Adam bisa menemukannya.
Untuk itulah dia ingin cepat-cepat pergi tapi langkahnya masih kurang cepat dari lelaki itu.
"Masih bertanya?" Adam tak habis pikir.
"Mungkin kau ingin melihat pertunjukan!"
Adam melepas pelukannya dan membalik badan April untuk melihat Dea yang diborgol oleh polisi.
"Dea? Jadi...." April bisa menyimpulkan sendiri kalau ternyata keributan sebelumnya adalah ulah Adam.
Ah, April salah. Karena dia melihat Galang dan Bian juga ada di sana.
"Yang menabrak Dea sebelumnya Galang dan Bian?" tanya April memastikan.
"Kau dalam bahaya, bagaimana kau tidak menyadari itu?" Adam jadi kesal sendiri.
Seharusnya April sudah curiga dari semalam tapi perempuan itu terlalu naif.
"Itu karena kau, aku jadi lemah dan tidak punya tenaga lagi," balas April yang tidak mau disalahkan.
Adam sendiri yang memintanya untuk tidak berlarut-larut dalam dendam.
"Tidak apa-apa, biar sekarang aku yang membalas semuanya," ucap Adam kemudian.