( proses revisi ) Novel ini menceritakan tentang seorang cewek yang bernama Nindy di taksir seorang cowok dan tak lain adik dari sahabatnya sendiri.
Cowok itu bernama Vano. Meski usia terpaut sangat jauh, mereka tidak peduli. Bahkan ketika keluarga Nindy menentang dengan keberanianya Vano melamar Nindy...
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nona Ahza, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Part 31
Suara ketukan pintu membuat Nindy menggeliatkan badanya. Sejenak ia mengerjapkan matanya beberapa kali. Suasana kamarnya gelap, belum ada penerangan yang menyinarinya.
"Nin, bangun.., udah sore..?" Panggil ibu yang di susul dengan ketukan pintu.
"Iya bu.." jawab Nindy yang berjalan dengan sempoyongan abis bangun tidur. Ia berjalan dengan langkah yang sedikit di seret, lalu menyalakan lampu kemudian membuka pintu.
"Ibu.., udah malem ya..?" tanya Nindy sambil beberapa kali menguap.
"Udah jam 18.00 WIB Nin, kamu mandi terus kita makan bersama, karena ada tamu istimewa hari ini.."
"Tamu istimewa..? Siapa bu..?" tanya Nindy kaget. Ibunya tersenyum, lalu menjawab, "Kia Nin, kemarin ia maksa untuk datang kemari, mau silaturahmi katanya.." jawab ibu yang tak tahu kalau hubunganya dengan Kia sudah berakhir.
Bagaimana ini.., ayah dan ibu kan belum tau kalau aku sudah putus dengan si Kia.., ah tau ahhh....
Gumam Nindy dalam hati yang kini raut wajahnya agak pucat.
"Jangan bengong, kamu cepetan mandi gih, badan kamu udah bau apek nih..?" ucap Ibu lalu bergegas meninggalkan Nindy yang masih bengong. Dengan sangat bingung sekali, ia membalikan badanya, kembali masuk kamar. Ia mondar-mandir, dan memikirkan cara bagaimana menutupinya dari ayah dan ibunya.
Gawat gawat gawat, ya Tuhan, bagaimana ini...
Nindy berjalan menuju kamar mandi. Setelah beberapa saat mengguyur badanya dengan air dingin, kini ia sudah berganti baju dengan pakaian yang rapi. Ia duduk di depan cermin riasnya. Tersenyum dengan sangat terpaksa, karena sangat malas sekali kalau harus berbasa-basi dengan Kia.
Tok tok tok
"Mbak Nin, sudah di tunggu ayah dan ibu tuh...?" ucap Ari yang sudah berdiri di belakangnya.
"Iya.." jawab Nindy singkat.
"Ada bang Kia juga tuh..?"
"Dia udah datang..?" gumam Nindy lirih.
Dengan malas Nindy beranjak dari duduknya dan melangkah ke arah Ari.
"Kenapa cemberut? Kan pacarnya datang..?" Ledek Ari yang tak tahu keadaan sebenarnya. Nindy tersenyum tipis, lalu keluar bersama Ari.
Di ruang tamu, ia melihat Kia sedang berbincang dengan ayah dan ibunya. Nindy tersenyum getir. Perlahan ia melangkah menuju ruang tamu. Rasanya muak sekali ia melihat Kia.
"Nindy.., lama sekali kamu nak..?" sapa ayah yang duduk di hadapan Kia.
"Iya yah baru selesai.."
"Apa kabar Nin...?" sapa Kia.
"Baik.."
"Duduk sini Nin..?" Pinta Kia. Nindy terpaksa menurut karena tak ingin orang tuanya tau.
"Ibu bahagia sekali melihat kalian, alangkah baiknya jika hubungan kalian segera di resmikan." ucap ibu.
"Apa bu? Di resmikan?" ucap Nindy kaget.
"Iya tante, saya akan secepatnya melamar Nindy, dan menjadikanya istri Kia..." Mendengar ucapan Kia, dada Nindy serasa bergemuruh, ia melirik ke arah Kia.
Dengan keberanianya, Nindy berkata, "Aku tak ingin menjadi istri kamu.." ucap Nindy yang membuat ayah dan ibunya tercengang.
"Nin, kamu sadar dengan apa yang kamu katakan barusan..?" tanya ibu.
"Sadar bu, kenapa Nindy berani sekali berkata tidak, ibu dan ayah bisa tanyakan sendiri sama dia.." ucap Nindy dan menunjuk ke arah Kia. Serasa bagaikan tersangka, Kia berusaha membela diri.
"Aku? Kenapa semua kesalahan kau limpahkan ke aku saja? Bagaimana dengan kamu? Aku sudah berniat tulus memperbaiki hubungan kita, namun kau menolaknya, apakah benar, kamu memang berpacaran dengan si brengsek itu..?" ucap Kia tanpa ada titik koma.
"Si brengsek? Siapa?" tanya Ayah yang semakin bingung dengan suasana yang ia saksikan saat ini.
"Kalau nggak salah namanya Vano kan, adik teman kamu, aku sudah menyelidiki semuanya, kamu nggak usah ngelak lagi..!"
"Vano...?" ucap ayah dan ibu Nindy bersamaan.
"Kamu jangan ngawur...!! Dia sudah ku anggap seperti adiku sendiri, kalau mencari alasan, carilah yang masuk akal, jangan orang lain yang kau jadikan kambing hitamnya..!"
"Memang benar kan..? Kemarin kamu juga liburan di Villa bersamanya kan..?"
"Memang iya, kenapa? Toh di sana juga rame-rame, nggak berdua saja.."
"Akui saja kalau kalian pacaran..!!"
"Kalau iya kenapa? Apa urusan kamu..?" ucap Vano yang tiba-tiba muncul di depan pintu rumah Nindy.
"Nak Vano...?" ucap paman dan bibi sangat kaget sekali.
"Vanoo..?" Nindy tak kalah kagetnya.
"Nah kan, udah ada pengakuan, kalian mau ngelak gimana lagi? Sekarang paman dan bibi sudah dapat menilainya kan..? Siapa yang salah di sini?" ucap Kia dengan berbangga diri. Ari pun muncul dari dalam. Ia berjalan menghampiri semua yang ada di situ.
"Maaf bang, tapi aku nggak setuju dengan pendapat abang, Ari lebih suka mbak Nindy nggak jadi istri abang. Karena apa..? Karena abang udah selingkuhin mbak Nindy, dan Ari melihat abang jalan berdua dengan wanita lain, sangat mesranya. Saat itu Ari ingin menghampiri abang, namun Ari urungkan, inilah saat yang tepat untuk membuka sifat asli abang.."
"Kamuuuu...!!??" ucap Kia geram.
"Apa...? Mau pukul..?"
"Sebaiknya kamu keluar dan pulang saja..!" kata Vano yang kompak dengan Ari.
"Saya nggak akan terima dengan penghinaan ini..!!" Dengan sangat emosi, Kia meninggalkan rumah Nindy tanpa kesopanaan sedikit pun.
"Sebenarnya apa ini, ayah bingung dengan situasi ini....?"
"Maaf paman, bibi, saya telah mengacaukan acara kalian, sebenarnya tadi nggak sengaja mampir, ternyata ada tamu.., sekali lagi maaf atas kelancangan Vano, dan Vano permisi dulu.."
"Nak Vano, jangan pulang dulu, kita makan malam bareng dulu.." Pinta ayah Nindy.
"Terima kasih paman, tapi lain kali saja, semuanya maaf, saya permisi dulu.."
Lidah Nindy kelu. Tenggorokanya seakan tercekat. Ia ingin menahan Vano, tapi tidak bisa ia lakukan. Ia hanya menatap kepergian Vano, sedangkan Vano melirik ke arahnya.
"Baiklah kalau itu mau nak Vano, paman dan bibi tak bisa melarang Nak Vano.."
Setelah kepergian Vano, suasana hening, Nindy masih menundukan kepalanya, di hadapan kedua orang tuanya.
"Ayah dan ibu mau penjelasan dari kamu Nin.." ucap ibu kemudian.
"Memang benar apa yang di katakan Ari bu, Kia selingkuh dengan wanita lain, dan kami sudah lama putus, sengaja Nindy tak memberitahu kalian, karena Nindy tak ingin melukai hati ayah dan ibu..." Mendengar ucapan putrinya, ayah dan ibu Nindy serasa lunglai.
"Tapi apakah benar dengan apa yang di ucapkan Kia dan juga nak Vano? Apakah benar kamu pacaran dengan Vano? Kalau benar, ibu sangat kecewa sekali, setidaknya jangan nak Vano, masih banyak laki-laki yang lebih baik dari dia.."
Degggggg
Hati Nindy merasakan sesuatu yang aneh. Entah mengapa rasanya agak sakit saat ibunya seperti meremehkan Vano.
"Biarkanlah mbak Nin menetukan siapa pendamping hidupnya sendiri yah, bu.., mbak Nin yang merasakan, bukan kita, berikanlah ruang agar mbak Nin bisa menemukan orang yang tepat untuk mengisi seluruh hidupnya dengan kebahagian, Tuhan nggak akan menguji hambanya di luar batas kemampuanya, Tuhan tau, siapa yang terbaik buat mbak Nin, jadi jangan terlalu menyudutkan mbak Nindy..." ucap Ari yang membuat Nindy sangat terharu, juga bangga.
"Baiklah, mulai saat ini, kami tidak akan ikut campur dengan urusan kamu nak, masalah jodoh kami serahkan sepenuhnya sama kamu, entah itu siapa, kami tidak akan mempermasalahkanya, selama dia bisa membuat hidup kamu bahagia..."
"Terima kasih ayah, ibu..." Nindy memeluk keduanya sambil menangis.
"Sekali lagi maafkan putri kalian yang selalu membuat ayah dan ibu kecewa..."
"Kamu tidak salah nak, kami yang seharusnya minta maaf, kami telah memaksa kamu tanpa kami sadari.."
Suasana menjadi haru. Ari yang melihat orang tua dan kakaknya seperti itu, hampir saja menangis karena ikut terbawa suasana. Ari senang bisa menyelamatkan Nindy dari orang macam Kia.
BERSAMBUNG
vano itu cinta mati sm nindy jd gak bisa selain hati...
SEQUEL 2 NYA DI UP THOR.......🙏🏻🙏🏻🙏🏻🙏🏻🙏🏻🙏🏻🙏🏻🙏🏻🙏🏻
MOHON MAAF JIKA KOMEN2 BNYK YG TDK PANTAS.. KRN SMUA FAKTOR TRBAWA SUASANA CERITA THE BEST DARI OTHOR, YG BUAT READER TERBAWA EMOSI MAUPUN BAHAGIA..
SEKALI LGI JGN LUPA, UP THOR SEQUELNYA..
SIAP2 LO VANO KNK MORNING SICKNESS, ALIAS SINDROM COUVEDE, AKU UDH MRASAKN SAAT ISTRI HAMIL ANAK KMBARKU, SEGALA MAKANN YG AKU TK SUKA & TK AKU MAKAN, LGI NGIDAM KU MAKAN, SEPERTI LELE, BELUT, IKAN GABUS ATAU RUAN, AKU MAKAN, PADAHAL AKU GK MKN 3 MAHLUK AIR TRSEBUT, KLO BUAH, SUKA MAKAN ASAM PAYAK, JAMBU BATU, PKE GARAM DOANK.. KLO BAYANGINNYA KMBANG LIUR KU..
SEKRG LO MAU JDI ULAT BULU..
KYK VANYA DLU LO, VANO CINTA BANGET, TPI DISEKINGKUHI..