Apa salahnya dengan tubuh Aku yang gendut ini?
Apakah Aku pernah mengambil makanan kalian?
TIDAK PERNAH
Lantas Mengapa Kalian membully Aku?
Bahkan Kalian sampai memberikan nama julukan kepada Aku DinDut yang artinya Dinda Gendut.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mentary, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Fiqrie Tidak Datang
"Hidup itu memang pahit yang manis itu Author nya 🤭.
Gonta ganti kaki Dinda melangkah menyusuri koridor sekolah sambil menenteng sebuah paper bag di sebelah tangan kanan nya.
"Dinda."Teriak seorang siswi.
Dinda mendengar suara teriakan seorang yang menyebut nama Dinda.
Mungkin Dinda yang lain
Lagian nama Dinda di sekolah bukan hanya aku
Dinda berbicara di dalam hati sambil gonta ganti langkah kakinya.
"Woi, Dinda Saftri." Si Siswi itu berteriak sambil mempercepat langkah kakinya menghampiri Dinda.
Mendengar nama lengkap di panggil oleh seorang siswi, maka Dinda menghentikan langkah kaki nya.Dinda menoleh ke belakang, dia mendapati Wulan sesudah berada di dekatnya.
"Kamu dari tadi aku panggil kenapa gak noleh?" Wulan sudha tiba di hadapan Dinda.
"Aku kira tadi itu bukan manggil nama ku melainkan Dinda yang lain."
"Kamu mau kelaskan?"
"Iya."
"Kalau begitu kita bareng saja ke kelasnya."Wulan menarik tangan Dinda.
Di Kelas
Mereka sedang duduk di bangku sambil mengobrol.Kedua bola mata Dinda terus saja melihat ke arah pintu kelas.
"Kamu kenapa dari tadi aku perhatikan ngeliatin ke arah pintu kelas terus?" Saat mereka sedang ngobrol, Dinda tidak menatap wajah Wulan melainkan pandangan Dinda terus saja melihat ke arah pintu kelas.
"Ternyata dari tadi kamu memperhatikan aku."Dinda sadar bahwa Wulan memperhatikan dirinya lalu dia pun menoleh ke arah Wulan.
"Aku tahu kenapa dari tadi kamu ngeliatin ke arah pintu kelas?" Ucapan Wulan.
"Kenapa memangnya?" Dinda balik bertanya kepada Wulan.
"Pasti kamu lagi nungguin Fiqrie kan, hayo ngaku." Ledek Wulan.
"Aku gak nunggu dia."Dinda ngeles.
Pada dari tadi pandang mata Dinda terus ke arah pintu kelas hanya ingin melihat ke datang Fiqrie.Tetapi yang di tunggu belum juga menampakkan batang hidungnya ke kelas.
Terdengar bunyi bel sekolah sebagai tanda bahwa seluruh siswa-siswi harus masuk ke dalam kelas untuk memulai pembelajaran sekolah.
"Bel udah bunyi tadi Fiqrie belum datang juga."Wulan berbicara sambil menatap ekspresi wajah Dinda.
"Kamu pasti ngomong seperti itu di dalam hati."Cetus Wulan.
Bagaimana Wulan bisa tahu?
Padahal aku cuma ngomong di dalam hati
Dinda terdiam sambil sambil menatap wajah Wulan lekat-lekat.
"Kamu pasti lagi mikir bagaimana aku bisa tahu isi hati kamu." Ucapan Wulan.
"Yang kamu katakan itu tepat sekali." Ucapan Dinda.
"Kalian berdua ngapain masih di situ, cepatan keluar baris dulu."Sang ketua kelas berdiri di depan pintu kelas melihat Wulan dan Dinda masih duduk di bangku kelas.
Jam pelajaran pertama sudah di mulai, ibuk guru berdiri di depan papan tulis sambil menerangkan materi pelajaran.Seluruh murid melihat ke arah depan dimana ibuk guru sedang berdiri menerangi mata pelajaran.
"Apa kalian sudah mengerti?" Tanya ibuk guru.
"Sudah buk."Mereka serentak menjawab.
"Apa ada pertanyaan?" Tanya ibuk guru.
"Tidak ada buk." Lagi-lagi mereka serentak menjawab tidak.
Ibuk guru memberikan mereka tugas di buku mapel (mata pelajaran).
"Kalian buka halaman 93." Suruh buk guru.
"Sudah ibuk."Mereka serentak menjawab.
"Kalian kerjakan soal nomor 1 sampai 10, jangan ada yang bersuara."
"Baik buk."Mereka patuh kepada ucapan buk guru.
"Ingat yang berkerja tanganya bukan mulutnya."Ketua buk guru.
Setelah mendengar ucapan buk guru tak ada dari satu orang murid yang berani bersuara, mereka mulai mengerjakan soal yang berada di buku mapel.Sementara itu Dinda menoleh ke arah bangku kosong yang biasanya di duduki oleh Fiqrie tetapi hari ini bangku itu terlihat kosong.
Karena pemilik bangku kosong yang merupakan Fiqrie tidak datang kesekolah hari ini dengan tidak ada ada alasan sama sekali sehingga Fiqrie di tulis Alfa pada buku absen.Fiqrie tidak hadir kesekolah tanpa ada kabar berita maupun keterangan sehingga dia di katakan alfa.
Tumben Fiqrie tidak datang kesekolah
Padahal aku sudah menyiapkan sekotak bekal makan siang buat dia
Dia malah tidak hadir kesekolah
~ Bersambung ~