NovelToon NovelToon
Pengantin Pengganti Tuan Presdir Cacat

Pengantin Pengganti Tuan Presdir Cacat

Status: sedang berlangsung
Genre:CEO / Nikah Kontrak / Terpaksa Menikahi Suami Cacat
Popularitas:10.2k
Nilai: 5
Nama Author: Ausilir Rahmi

Seorang gadis yang terpaksa menjadi pengantin pengganti sang kakak demi melunasi hutang sang ayah, Maureen terpaksa menggantikan kakak nya sebagai mempelai. Maureen dinikahi oleh Alarick Carlson, pria yang digambarkan kejam dan buruk rupa. Awalnya Arik memilih Maura, sang kakak untuk menjadikan nya istri.

Setelah mengetahui lelaki yang akan dinikahi nya buruk rupa dan selalu mengunakan topeng yang terlihat sangat mengerikan, sang kakak menolak untuk menikahi pria tersebut. Sehingga kedua orang tua nya yang sangat menyayangi dan membanggakan sang kakak, enggan menyerahkan Maura putri kesayangan mereka.

Kini Maureen harus menghadapi pernikahan yang sarat misteri dan ketidakpastian dari suami nya. Mampukah ia menjalankan takdir yang dipaksakan kepada nya? Dan mampu kah Maureen bertahan dengan pernikahan yang dilandasi keterpaksaan?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ausilir Rahmi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 33

Arik hanya memancarkan senyum smark, ketika Maureen membuatkan camilan dan secangkir kopi panas kesukaan nya.

"Apa yang ingin kau bicarakan Maureen? To the point saja karena aku tidak suka berbasa-basi." ucap Arik.

Maureen terlihat sangat sedih, ketika melihat sikap Arik yang hanya menatap remeh diri nya, tanpa melihat effort yang sudah dia lakukan seolah tidak ada arti nya.

"A-aku tidak ingin berhenti bekerja seperti yang Oma katakan mas, jadi bisakah jangan suruh aku berhenti?" Tanya Maureen memberanikan diri, wajah nya tertunduk sampai tak berani menatap Arik.

Melihat sikap dan permintaan Maureen yang begitu kuat dengan keinginan nya, membuat Arik bertanda tanya besar.

"Siapa yang memberi keberanian pada mu untuk meminta ku dengan cara memaksa seperti itu Maureen? apa yang aku perintahkan maka kau harus patuh dan tidak punya hak membangkang nya!" tanya Arik menatap tajam Maureen.

Lagi dan Lagi terkadang Maureen seperti terjebak dalam sebuah kesalahan pahaman atas respon Arik pada nya. Tapi ia berusaha menjelaskan lebih pelan lagi.

"A-aku tidak ingin membangkang mas, hanya saja tadi di perusahaan aku mendapatkan sebuah tawaran menarik atas desain ku yang bisa di ikut sertakan ke dalam acara catwalk, bisakah mas memberikan aku ijin untuk menerima tawaran itu?" ucap Maureen bertanya sekaligus meminta ijin atas keputusan dalam pekerjaan nya.

Satu pertanyaan Maureen membuat Arik membisu, dia sebenar nya tidak peduli dengan apa yang di lakukan oleh wanita yang telah menjadi istri sah nya Itu. Akan tetapi oma nya begitu menyoroti hubungan mereka berdua.

"Terserah, kau harus bisa mengatur waktu saja. Tapi tugas mu di depan oma harus tetap maksimal," Ketus Arik penuh penekanan.

Kedua bola mata Maureen berkaca-kaca, sungguh dia sangat senang saat mendengar perkataan suami nya. "I-itu arti nya mas memberikan aku ijin tetap bekerja kan?" ucap Maureen memastikan lebih dulu karena dia tidak ingin jadi masalah.

Sayang nya Arik tidak suka mengulangi ucapan nya untuk yang kedua kali nya. Malah dia berjalan ke arah balkon dan kembali menghisap rokok nya.

Maureen terlihat senang, setidak nya ia bisa mengejar impian besar yang sudah lama di nantikan. "Terima kasih mas, karena sudah memberikan aku ijin bekerja, aku Janji akan berakting dengan baik di depan oma," Ungkap Maurer ijin beristirahat lebih dulu.

Meskipun dia terlihat sangat sedih saat melihat minuman dan camilan nya sama sekali tidak di lirik oleh Arik. Tapi untuk saat ini yang terpenting Maureen sudah meminta ijin demi pekerjaan nya.

Setelah terdengar suara langkah kaki menjauh, Arik memutar badan terlihat Maureen yang sudah menjauh. Membuat ia mendelik ke arah meja yang masih tersedia kopi serta camilan manis yang di buat oleh Maureen.

Dengan sikap nya yang angkuh, perlahan dia meraih dan mencoba kopi itu. Sampai kedua alis tebal nya mengerut.

"Kenapa rasa nya begitu sama?" Arik bertanya-tanya dalam hati sembari menatap tajam ke arah cangkir kopi itu.

Apa lagi saat melihat camilan yang telah di buat Maureen, seketika membuat nya tersulut emosi bahkan menepis nya cemilan itu sampai jatuh.

Maureen yang baru saja masuk ke dalam kamar sebelah dia terlihat duduk bernafas lega. Melihat desain yang perlu di selesaikan membuat nya menatap sejenak.

"Semoga saja berhasil," Maureen terlihat begitu bersemangat saat akan menyempurnakan kembali hasil karya nya.

Namun tatapan teralihkan sejenak pada beberapa kotak merah yang berjumlah banyak, yang sudah di simpan para pelayan tadi siang.

"Apa itu?" Maureen penasaran, kening nya berkerut lalu berjalan mendekat dan perlahan membuka pelan satu persatu kotak itu.

Kedua bola matanya membulat dan berbinar takjub, saat melihat begitu banyak perhiasan emas dan juga berlian serta beberapa barang wanita berupa tas dan sepatu wanita branded terkenal.

"Astaga! Apa ini? Jangan bilang ini barang-barang yang ibu maksud?" ucap Maureen terkejut.

Maureen berpikir sejenak, mengingat ibu nya yang uring-uringan meminta diri nya untuk kembali memberikan mahar pernikahan yang sangat mewah itu.

Maureen tidak menyangka jika Arik dan keluarga nya begitu mengupayakan yang terbaik untuk Maureen sebagai pengantin wanita nya.

Akan tetapi sebagai seorang putri Laura juga sangat sedih dan kecewa karena kedua orang tua nya lah yang lebih dulu ingkar dari perjanjian mereka.

Yang kini telah membuat masalah besar dalam hidupnya. "Pa, ma, kenapa kalian sampai nekad," lirih Maureen mengusap lembut wajah nya. Rasa nya ia bingung harus bagaimana memberikan barang-barang yang sangat di inginkan oleh ibu nya.

Ketika Maureen tengah larut dalam pikiran nya, tiba-tiba saja terdengar notif pesan dari ponsel nya. Dengan cepat gadis cantik itu pun meraih dan membuka layar ponsel. Kening Maureen mengerut saat melihat pesan yang di kirimkan oleh bos nya.

"Pak Rey? Untuk Apa dia mengirim pesan di tengah malam seperti ini?" tanya Maureen penasaran lalu segera membaca sembari menggelengkan kepala.

Dan isi pesan dari bos nya cukup membuat nya terkejut, selain menyuruh untuk segera menyelesaikan desain nya. Dia juga di suruh menunggu di ruangan nya.

Hal itu membuat Maureen bingung, karena untuk apa dia di minta ke ruangan nya padahal biasa nya sample desain itu di berikan kepala pak Harto saja.

Tak ingin banyak berpikir, Maureen yang sudah mulai menguap karena rasa kantuk nya yang sulit untuk berkompromi lagi.

"Hanya tinggal sedikit lagi. Nanti pagi -pagi saja selesaikan-nya," ucap Maureen mengeliatkan kedua tangan nya setelah membalas pesan dari bos nya.

Sementara Arik yang baru saja memejamkan kedua mata nya. Terdengar nada dering ponsel membuat nya semakin terganggu hingga membuat nya terpaksa mengangkat telepon dari ibu nya.

Baru saja Arik mengangkat telepon, nyonya Marisa sudah lebih dulu mewanti-wanti jika besok lusa ada kolega penting keluarga mereka yang harus Arik sambut bersama dengan Maureen.

Arik berusaha untuk mengerti dan dia berjanji akan menyambut tamu penting dengan Maureen.

Bahkan dia menegaskan pada sang ibu, agar tidak terlalu khawatir karena sebagai pimpinan perusahaan dia lebih tahu dengan apa yang harus di lakukan.

Nyonya Marisa menghela nafas lega, saat melihat respon Arik yang sudah paham.

"Mami tahu ini sangat sulit untuk mu Arik, tapi Maureen itu anak nya sangat baik, tidak mau kah kamu ingin mencoba untuk mencintai nya?" Tanya Nyonya Marisa di dalam telepon.

\*

Bersambung.........................

1
merry
biarin nyusep ajj kejurang 😆😆😆biar sdr klo yg bisa nolongin dia cm bini ya
Ariany Sudjana
Arik ini terlalu sombong, muak juga lama-lama dengan tingkahnya
Reni Anjarwani
lama upnya berbelit2 ceritanya , semanggat thor
Diny Julianti (Dy)
sering typo penyebutan nama, mami jadi ibu, papa jadi ayah
Reni Anjarwani
lama upnya
Reni Anjarwani
lanjut thor doubel up
Reni Anjarwani
doubel up
Fiya Diya
menunggu kesambungan episod nya🤭
Fiya Diya
best
Ariany Sudjana
Maureen ini terlalu bodoh, masih juga berharap bisa dapat perhatian dari orang tua, dengan membantu perusahaan papanya, padahal kamu ga dianggap, sampai dijual sama orang tua kamu
Reni Anjarwani
jadi orang kok pada jahat2 yaa
Reni Anjarwani
jangan2 maureen buka anaknya susan yaa
Ariany Sudjana
Maureen kamu jangan terlalu polos deh, dan kamu bodohnya kebangetan. kamu masih percaya dengan omongan orang tua kamu, yang rela menjual kamu demi kepentingan perusahaan? bodohnya kebangetan kamu
Ariany Sudjana
bodoh kamu Maureen, masih berharap kamu membantu perusahaan papa kamu? dan juga dapat perhatian dari Arik? padahal kamu saja sudah tidak di anggap oleh suami dan papa kamu
Reni Anjarwani
lanjut thor
Ariany Sudjana
bodohnya kamu Maureen, masih memikirkan perusahaan papa kamu, padahal papa kamu tidak peduli sama kamu, dan malah menjual kamu untuk penebus hutang, bodohnya kamu 😂😂
Ariany Sudjana
bodoh kamu Maureen, jangan diam saja dong, lawan suami yang ga tahu diri itu
Reni Anjarwani
mending sama jevan aja mauren yg benar2 cinta , buar arik bucin sama maureen thor
Ariany Sudjana
ga kebayang gimana reaksi Oma Eva kalau tahu Arik dan Maureen hanya menikah pura-pura, dan status Maureen hanya pengganti Maura
Ariany Sudjana
Brian saja tahu kalau mereka nikah pura-pura, entah gimana reaksi Oma pas tahu kejadian yang sebenarnya
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!