Setelah gagal mendapatkan cinta pertamanya, Daniel menutup diri dari dunia percintaan. Ia mengalihkan rasa sakit hatinya dengan terus bekerja dan melupakan segalanya.
Namun, desakan dari orang tua yang ingin menjodohkan Daniel dengan wanita pilihan mereka membuat Daniel mencari wanita lain agar bisa diajak untuk melakukan pernikahan kontrak.
Hingga ia dipertemukan dengan Mayra, seorang pegawainya yang sedang membutuhkan pinjaman uang dengan jumlah yang cukup besar. Hal itu langsung saja dimanfaatkan oleh Daniel untuk meminta Mayra menjadi istri kontraknya.
Bagaimana kelanjutan kisahnya? Akankah benih-benih cinta tumbuh dihati keduanya? Atau Daniel tetap akan menganggap Mayra sebagai istri kontraknya?
****
Spin off dari cerita Pernikahan Balas Dendam, semoga kalian suka ya ....
JANGAN LUPA TEKAN TOMBOL LIKE, KOMEN, SUBSCRIBE DAN VOTENYA YA GENGS!!!
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Virzha, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Rubah Licik.
Mayra pergi ke dapur rumah Daniel yang sangat luas, disana terlihat banyak pelayan yang berlalu lalang membuat makanan untuk tamu nanti malam. Mayra langsung cekatan, ia bertanya bahan-bahan yang akan dimasak, lalu segera mengeksekusinya.
"Nona, kenapa harus memasak? Biarkan saya saja," ujar Kepala pelayan tidak enak hati.
"Nggak apa-apa, kamu lanjut kerja aja," ucap Mayra menggelengkan kepalanya seraya mengulas senyum tipis.
Mayra segera memotong bahan-bahan untuk membuat sup terlebih dulu, sedangkan untuk ayam ia masih merebusnya sebelum diberi bumbu kecap. Mayra sebenarnya tidak tahu apa masakan kesukaan Daniel, pria itu juga tidak pernah bercerita padanya. Tapi karena Keisya seolah mengatakan jika wanita itu tahu semuanya, membuat Mayra kesal.
"Ehem ..."
Terdengar suara deheman dari arah belakangnya membuat Mayra menoleh. Ia melihat Keisya datang bersama Ibu mertuanya.
"Bagaimana? Susah ya? Biarin aja pelayan yang melanjutkan kalau nggak bisa," celetuk Keisya benar-benar meremehkan Mayra.
"Iya May, kamu istirahat aja. Nanti kalau Daniel pulang kamu bisa langsung menyambutnya," tutur Radha.
"Nggak apa-apa kok, Ma. Ini tinggal sedikit lagi," ujar Mayra kembali memberikan senyuman tipisnya.
"Kalau gitu aku bantu ya, mana yang harus aku kerjakan?" Keisya tiba-tiba mendekati Mayra yang kini tengah sibuk membuat bumbu untuk ayam.
"Emangnya bisa?" Kini giliran Mayra yang meremehkan wanita itu.
"Tentu saja, aku juga sering masak kok di rumah. Dulu kalau aku kesini, Kak Daniel suka masakan aku, iya kan Tan?" Ujar Keisya kembali ingin menunjukkan bagaimana kedekatannya dengan Daniel.
"Pokoknya masakan rumahan itu Daniel paling suka, soalnya dia nggak suka jajan diluar. Nggak higienis katanya," sahut Radha memberikan jawaban aman.
Keisya langsung diam, ia kemudian melihat wajan yang tengah dipanaskan untuk menggoreng Ayam. Ia tersenyum licik seraya melirik Mayra yang tengah fokus dengan bumbu yang dibuatnya.
"Aku bantu goreng ayamnya ya," kata Keisya mengambil ayam yang akan digoreng, ia langsung melemparnya dengan cukup keras hingga minyak itu memercik mengenai tangan Mayra yang ada didekatnya.
"Aduh ... " Mayra berteriak kecil, ia sontak menjauhkan dirinya dari kompor seraya mengibaskan tangannya yang sangat panas.
"Astaga Keisya, kenapa kau melakukan itu?" Tegur Radha sangat kesal melihat tingkah Keisya, ia segera membantu Mayra dengan memberikan tepung agar lukanya tidak perih.
"Aku tidak sengaja, maafkan aku Tante," kata Keisya dengan wajah pura-pura menyesalnya.
"Tidak sengaja kau bilang? Jelas-jelas kau sengaja melempar ayam itu," tukas Mayra bukan orang bodoh yang tidak tahu Keisya itu sengaja atau tidak.
"Sudah jangan bertengkar, Mayra sebaiknya kamu istirahat aja di kamar. Tante mau bicara sama Keisya," ujar Radha melirik Keisya dengan tajam.
"Aku selesaikan ini dulu Ma," kata Mayra.
"Nggak usah, tangan kamu sakit gini. Kamu istirahat aja," kata Radha setengah memaksa menantunya.
Mayra akhirnya mengangguk setuju dan tidak melanjutkan acara memasaknya. Ia kemudian diantar oleh pelayan menuju kamar Daniel untuk beristirahat. Sedangkan Mama Radha langsung mengajak Keisya berbicara empat mata.
"Tante, Keisya benar-benar minta maaf. Tadi Keisya nggak sengaja," ujar Keisya dengan wajah menyesalnya.
"Kei, Tante nggak mau berprasangka buruk sama kamu. Disini Tante hanya mengingatkan kalau Daniel itu sudah mempunyai istri, Tante harap kau bisa menyadari hal itu. Dia bukan pria lajang seperti dulu lagi, kau mengerti maksud Tante 'kan?" Ucap Radha dengan suara tegasnya, ia bukannya tidak tahu jika tadi Keisya sengaja melempar Ayam itu untuk melukai Mayra. Apalagi ia sangat hafal betul sifat Keisya ini.
"Iya Tan, Keisya ngerti kok. Maafin Keisya dong Tan," kata Keisya menggelayuti lengan Radha bermaksud merayu.
"Tante sudah memaafkan mu, lain kali jangan seperti itu lagi," kata Radha.
"Siap, Tante." Keisya mengangguk-angguk seraya mengulas senyuman manisnya.
Namun, saat Radha sudah meninggalkannya, senyuman itu berubah menjadi sinis. Ia melipat tangannya diatas perut seraya mengingat wajah Mayra yang menurutnya kampungan.
"Aku tidak yakin kalau Kak Daniel memang mencintai wanita seperti itu. Apa yang Kak Daniel lihat dari Mayra? Bahkan aku lebih cantik darinya," gerutu Keisya dengan wajah kesalnya.
"Lihat saja nanti, aku akan membuat Mayra sadar bagaimana posisinya dimata Kak Daniel," ucap Keisya penuh tekad, ia berjanji akan membuat Mayra dan Daniel berpisah, enak saja Mayra main merebut Daniel darinya. Apa wanita itu tidak tahu kalau ia yang lebih dulu mencintai Daniel?
******
Didalam kamar, Mayra sibuk mengobati tangannya yang melepuh karena terkena cipratan minyak tadi. Rasa perih bercampur ngilu membuat ia tidak tahan juga rasanya.
"Dasar Keisya kurang ajar, dia pasti sengaja ingin melakukan ini," gerutu Mayra teringat akan wajah pura-pura polos Keisya.
Sebenarnya Mayra heran, kenapa Keisya tidak menyukainya. Perasaan mereka baru bertemu dan Mayra merasa tidak punya kesalahan apapun.
Apa mungkin Keisya juga menyukai Daniel?
Saat Mayra sedang sibuk melamun, terdengar suara deru mobil yang mendekat. Mayra sangat mengenali suara itu, karena suara itu adalah suara mobil milik Daniel. Ia kemudian bergegas bangkit, ia melihat dari jendela kamar untuk memastikan kalau pemilik mobil itu memang Daniel.
"Dia sudah pulang?" Mayra tanpa sadar mengulas senyum manis saat melihat suaminya.
Mayra akhirnya memutuskan untuk turun kebawah untuk menyambut suaminya. Ia melangkahkan kakinya dengan ringan menuju ruang depan.
"Daniel ..." Mayra tidak henti mengulas senyum manis saat sudah melihat sosok Daniel yang berjalan dari ruang tamu.
Daniel balas tersenyum, semua rasa lelahnya seolah hilang setelah melihat senyuman manis dari istrinya. Ia mempercepat langkahnya agar bisa memeluk wanita cantik yang kini juga berjalan kearahnya.
Namun, tiba-tiba Keisya entah datang darimana langsung menyambar tubuh Daniel dan memeluknya sangat erat.
"Kak Daniel, akhirnya Kakak pulang juga. Aku sangat merindukanmu, Kak." Keisya begitu antusias menyambut kedatangan Daniel, ia bahkan tanpa ragu mencium pipi Daniel di depan Mayra.
Mayra terkejut hingga matanya membulat sempurna, tangannya tanpa sadar mengepal erat melihat tingkah Keisya itu. Meskipun mereka sepupu, tidak seharusnya Keisya bersikap seperti itu.
"Keisya, apa yang kau lakukan?" Daniel langsung mendorong Keisya dengan cukup kasar, wajahnya tampak sangat kesal dengan tatapan yang sangat tajam.
"Kenapa Kak? Bukannya kita udah biasa ya seperti ini?" Ujar Keisya dengan wajah tanpa dosa.
"Biasa bagaimana? Jangan mengada-ada," tukas Daniel semakin kesal saja, ia melirik Mayra yang terang-terangan memasang wajah yang tidak enak dilihat.
"Kakak takut sama istri Kakak? Padahal Mayra pasti tidak masalah, dia kan tahu kalau kita sepupu," ucap Keisya lagi.
Mayra mendengus kecil, Keisya ini benar-benar tidak punya malu sama sekali. Ia harus tenang untuk menghadapi rubah betina seperti Keisya.
"Tentu tidak masalah, lagipula kalian hanya sepupu. Aku yang istrinya," ucap Mayra segera mengubah ekspresi wajahnya menjadi penuh senyum.
Mayra kemudian melangkahkan kakinya mendekati Daniel. "Sudah jangan terus mengerutkan dahimu seperti ini Sayang, kau baru pulang, pasti capek banget 'kan? Ayo mandi dulu, aku punya sesuatu yang spesial untukmu" Ujar Mayra dengan sengaja merangkul mesra leher suaminya dihadapan Keisya. Ia juga sengaja merendahkan suaranya diakhir kalimat agar kesan sensual itu terlihat.
"Ya, aku lelah sekali. Butuh amunisi," ujar Daniel menarik pinggang Mayra membuat posisi mereka lebih intim.
"Hahaha, jangan disini, ada Keisya," kata Mayra mengerlingkan sebelah matanya.
"Dia pasti pergi kalau mengerti, ayo berikan aku vitamin," ujar Daniel sama sekali tidak peduli ada Keisya disana. Ia malah langsung menarik tengkuk Mayra lalu mencium bibirnya dengan panas.
Keisya membuka mulutnya syok, tangannya mengepal erat demi melihat adegan yang membuat hatinya sangat panas itu. Tidak ingin membuat hatinya semakin panas, Keisya segera pergi meninggalkan kedua pasangan yang tengah asyik dimabuk asmara itu.
Mayra tersenyum tipis disela-sela ciumannya, wanita seperti Keisya memang harus dilawan dengan cara yang seperti ini agar sadar posisinya.
"Daniel, jangan disini." Mayra tersentak saat Daniel mencium lehernya dengan mesra, ia baru ingat kalau saat ini masih berada di ruang tengah.
"Kau yang lebih dulu memulai, ayo selesaikan ini," bisik Daniel mengigit pelan leher Mayra sebelum menggendong wanita itu menuju kamarnya.
Keisya yang sejak tadi masih mengintip dibalik tembok semakin mengepalkan tangannya erat melihat hal itu. Sepertinya dugaannya salah, Daniel bukan hanya menyukai wanita itu, tapi pria itu benar-benar terjerat oleh pelet cintanya.
Aku tidak boleh membiarkan hal ini terjadi, aku harus membuat Kak Daniel sadar bagaimana sifat asli Mayra.
Happy Reading.
TBC.