NovelToon NovelToon
Direndahkan Keluarga Suami

Direndahkan Keluarga Suami

Status: tamat
Genre:Konflik Rumah Tangga-Pernikahan Angst / Mengubah Takdir / Angst / Romansa / Tamat
Popularitas:176.5k
Nilai: 5
Nama Author: chibichibi@

Karena perubahanku, pantaskah kalian menghina?
Bukankah aku seperti ini, lantaran telah melahirkan penerus keluarga!

"Seharusnya, Mas membelaku! Bagaimanapun, aku ini adalah istrimu. Jika, bukan suami ... siapa lagi yang akan melindungiku? Haruskah, aku mencari tempat perlindungan lain? Apakah itu maumu, Mas Azam!" Lika.

"Kita ini hanya seorang anak, sudah seharusnya kita mengalah!" Azam.

Mampukah, Lika bertahan atau memilih pergi dari sisi suaminya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon chibichibi@, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab. 31. Perkara Dalam Kamar

Jelaskan apa ini, Mas!" teriakku, seraya melempar beberapa lembar foto bugil Jelita, ke wajah suamiku. Berikut sebuah alat bantu memuaskan diri. Benda itu sengaja ku lemparkan dengan keras ke atas lantai.

Hati ini tak dapat menyembunyikan rasa geram dan kesal yang membuncah. Ketika kudapatkan bukti apa yang dilakukan mas Azam selama ini. Betapa menyakitkan. Dada ini bahkan kurasa amatlah sesak. Seperti tengah tertindih benda berat.

Dada ku turun naik menahan kesal, seraya menatap jijik ke arah mas Azam. Refleks, aku memundurkan diri seraya mengusap tubuhku yang telah di sentuh olehnya. Tak habis pikir aku padanya. Seorang pria yang terlahir memeluk agama, kenapa dapat berbuat hal tidak pantas seperti itu.

Padahal, mas Azam masih memilikiku sebagai istrinya. Jika ia butuh, kenapa justru melampiaskannya dengan benda haram itu! Kenapa harus berzina dengan wanita yang belum halal untuk ia lihat dan ia bayangkan. Ya Allah, pantas saja hati ini seakan menolak. Ternyata ini penyebabnya. Mas Azam, suamiku ... telah berkhianat di belakang ku. Pria yang sangat aku banggakan dan sangat aku cintai, ternyata telah menodai rumah tangga yang begitu ku junjung tinggi.

"KETERLALUAN, KAU, MAS!" pekikku kencang. Aku tidak perduli lagi hukum seorang istri yang berani membentak suaminya. Hatiku saat ini sangat sakit dan kecewa. Semoga Allah mengampuni ku. Allah maha tau apa yang kurasakan sekarang.

"A–aku ... Lika, Mas bisa jelaskan. Semua tidak seperti apa yang kau pikirkan," elak mas Azam.

"Memangnya, apa yang seharusnya aku pikirkan? Katakan apa, Mas!" kataku masih dengan nada tinggi.

"Jangan membentak suamimu, Lika! Apapun yang ku lakukan itu bukan urusanmu! Semua dosa itu aku akan tanggung sendiri. Tapi, tidak dengan dosa-dosa mu, Lika. Aku yang akan menanggungnya jika aku tidak dapat mendidikmu menjadi istri yang berbudi!" bentak mas Azam yang mungkin mencoba menutupi kesalahannya dengan berbalik marah padaku.

Betapa sakit hati ini, ya Allah. Mas Azam mengatakan bahwa apa yang ia lakukan ini bukanlah menjadi urusanku. Itu berarti aku tidak berhak ikut campur ataupun marah. Padahal, jelas-jelas bahwa apa yang mas Azam lakukan adalah dosa besar. Dirinya telah mencoreng kesucian rumah tangga kami.

dirinya telah berzina kepada wanita yang bukan menjadi haknya. Sedangkan, pada saat ini Mas Azam masih memiliki seorang Istri. Dianggap apa aku ini ya, Robb? Padahal aku tak pernah menolak sekalipun untuk melayaninya. Meskipun, aku sedang lelah ataupun sakit. Diri ini selalu berusaha untuk memenuhi kewajiban dan memberikan hak dari Mas Azam sebaik-baiknya.

"Apa, Mas? Apa, Lika tidak salah dengar, istri yang berbudi seperti apa maksud, Mas? Apakah aku selama ini kurang berbudi? Katakan dimana kurang ku, Mas?" pekikku tak dapat lagi menahan rasa kesal dan sakit hati yang membuncah dalam dada.

Tak peduli kilat marah yang nampak terlihat bengis dari sorot kedua matanya. Mas Azam adalah tipikal lelaki yang tak pernah mau di kritik apalagi di protes. Selama berumah tangga, bahkan ia selalu memutuskan segala hal seorang diri tanpa pernah bermusyawarah kepadaku.

Selama ini, aku hanya bisa menurut dan patuh terhadap apapun keputusan yang di ambil olehnya. Sekalipun hal itu jelas-jelas merugikan posisiku sebagai seorang istri. Seperti halnya ketika ibu memutuskan untuk menyetir rumah tangga ku. Menyetir keuangan mas Azam. Aku hanya bisa diam.

Di kala, Mas Azam berniat membalas budi pada, janda genit itu dengan cara memberinya status yang jelas aku pun mencoba diam dan menerima. Aku hanya cukup melihat, apakah, Mas Azam akan tetap menjalankan niatnya setelah melihat perubahan ku juga kesuksesanku. Tapi, ternyata apa yang ku ketahui saat ini. Mereka berdua telah berbuat sejauh itu. Ternyata, apa yang aku pikirkan itu benar adanya. Bukan, sekedar prasangka buruk semata.

"Kenapa, kau menjadi sehina ini, Mas?" tanya ku lirih. Tungkainya seakan lemas. Pandangan mataku seolah tak lepas dari ceceran foto-foto menjijikkan yang tengah di punguti oleh suamiku saat ini.

Tanpa menjawabku, Mas Azam mendongak lalu mendengus keras. Ia meletakkan foto-foto bugil dan setengah itu secara hati-hati ke atas kasur. Begitupun dengan alat bantu pemuas geloranya. Berkelebat adegan-adegan pembicaraan mereka yang ku rela dalam pikiranku secara singkat. Membuat, otakku mendidih panas seketika.

"Seharusnya kau bersyukur, Lika. Suamimu ini masih dapat menahan dirinya, dari perbuatan tidak senonoh itu!" tukas mas Azam membuatku sontak menaikkan alis mataku. Seketika keningku berkerut tanda berpikir keras.

"Memangnya, Mas pikir tindakan mu dengan memandangi foto telanjang wanita lain sambil menggunakan alat bantu untuk meriah puncak napsumu itu sudah benar! Apa, Mas pikir itu tidak termasuk perbuatan tercela!" Aku berteriak sambil mengatur napas ku yang tersengal-sengal. Sungguh, hati ini gemas sekali akan jalan pikiran yang ada di kepala suami pintarku ini.

"Berhenti, menyudutkan ku, Lika! Seharusnya kau berkaca akan keadaan dirimu! Sebab, siapa hingga suamimu ini sampai memandangi wanita lain ketimbang istrinya sendiri!" sarkas mas Azam, tanpa hati kembali melempar titik kesalahannya padaku.

...Bersambung ...

1
Rina Arie
good
Hera sasuwe
👍
Dyah Oktina
aamiin ya Allah
Indah Rohmiatun
kasih bonus donk thor
Ran Aulia
Luar biasa , ceritanya bagus, ada ilmunya juga 👍👍👍👍😍😍😍😍

terimakasih ya kak ❤️❤️❤️❤️
Dwika Artama
thor karyamu ini sungguh bikin aku nyesek tapi lanjutttttt.👍👍👍bikin para pembacanya gedeg ama keluarga si suami
Dwika Artama
thor karyamu ini sungguh bikin aku nyesek tapi lanjutttttt.👍👍👍bikin para pembacanya gedeg ama keluarga si suami
Silvi Vicka Carolina
permpuan hanya butuh tempat tuk bisa curhat ,bergosip ,sandaran ..laki laki yang di harapkan pwempuan laki laki yang bisa semua nya bisa jadi ayah .kakak.sahabat .bisa jadi tukang ledeng .biaa jadi tukang kuli bangunan.bisa jadi tukang listrik .bisa jadi tkang cuci bqju .cuvi piring .bisa jadi koki .waa pokoknya arus serba bisa ....
Ratih
Novel yg luar biasa , bagus bgt 🤗🤗🤗
Mak Aul: makasih udah baca karya2 aku
total 1 replies
Khusnul Khotimah
tp karma yg di terima sama azam cuma KATANyA kok gk langsung sih thor.. pasti seru kisah e azam pas tau istri barunya tdr ma bpk nya sendiri 😁😁
Mimik Pribadi
Nah lhooo,,,,ada berita apaan y???
Mel Rezki
mertua oh mertua 😣
Mel Rezki
ampun deh mertua begitu 🤧
‼️n
Gedeg aq ma si Azam .....
Sulati Cus
ye tu klu lakinya cm liat body ae lagian yg bikin melar sp??? cantik jg perlu modal kali😂
Mak Aul: otak lakiannya dari oncom
total 1 replies
Asyatun 1
keren
Mak Aul: makasihh lanjut season keduanya Terjerat pesona janda
total 1 replies
Echatiganecha
semangat lika
angel
emang dosa apa ya gk layanin laki ????bingung dgn aturan yg ada..laki kaya gt emang kudu di layanin ..?
angel
pusing bacanya ..bisa gk Thor bikin novel tuh yg gk bw2 agama. ...yg netral aj
Mak Aul: ini memang khusus religi. klo yang gak bawa agama banyak kok novel otor yang lainnya
total 1 replies
Yunia Afida
semangat terus💪💪💪💪💪, terimakasih
Mak Aul: maksiihh juga ya
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!