Meyra merasa sangat aneh karena kini dia berada di sebuah pulau yang dia tidak tahu entah di mana, sejauh mata memandang hanya ada lautan saja.
Setelah dia mencari tahu, ternyata Meyra terdampar di dunia lain. Demi bisa kembali ke bumi, dia rela menerima tawaran untuk menikah dengan siluman singa jantan yang dia temui di sana.
"Apakah aku bisa pulang ke bumi jika menikah denganmu?"
"Tentu saja, aku juga bisa membantumu untuk mengungkapkan kejahatan yang menimpa ayahmu."
Bagaimana kisah selanjutnya?
Langsung kita kepoin yuk.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon cucu@suliani, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Terhempas
Setelah selesai makan, akhirnya Meyra dan juga Lion memutuskan untuk segera pergi. Pergi menuju alam di mana Bianca dan juga Alexander berada.
Tentu saja Lucas turut membantu agar Meyra dan juga Lion tidak sampai tersesat, karena Lucas sangat tahu juga Meyra begitu merindukan kedua orang tuanya.
Lucas juga sangat paham jika Meyra dan juga Lion tersesat kembali, maka keselamatan mereka akan terancam.
Karena setiap kali mereka tersesat, maka mereka akan menemui kerumitan di dalam alam ghaib tersebut.
Kini Meyra, Lion, Liliana dan juga Lucas sudah berada di tepi pantai, karena seperti biasanya mereka akan membuka pintu ghaib di sana.
Lion dan juga Meyra sudah terlihat berdiri seraya saling berpegangan tangan, Lucas dan Liliana tersenyum melihat antusias di wajah Meyra.
Dia begitu bersemangat untuk segera pergi, karena ingin menemui kedua orang tuanya. Kedua orang tua yang sudah sangat Meyra rindukan.
"Berhati-hatilah jika sudah sampai di sana, ingat... jangan sampai membuka mata apa pun yang terjadi sebelum kalian sampai," pesan Lucas menasehati.
Mendengar apa yang dikatakan oleh Lucas, baik Meyra ataupun Lion terlihat mengangguk-anggukkan kepala mereka tanda mengerti.
"Iya, Ayah. Aku tidak akan membuka mata lagi," kata Meyra.
Meyra terlihat bergidig ngeri kala membayangkan dirinya yang terdampar di pulau yang tidak tahu itu di mana, dia benar-benar ketakutan jika mengingat saat banyaknya hewan buas yang berdatangan.
Hewan-hewan buas itu terlihat begitu lapar dan ingin segera menerkam dirinya dan mencabik-cabik dagingnya, sungguh mengerikan.
"Bagus kalau kalian paham, semoga kalian bisa cepat menemukan mereka. Semoga kalian bisa segera mengajak mereka untuk pulang," do'a Lucas.
"Ya, semoga saja. Karena aku juga tidak ingin berlama-lama berada di sana," ucap Meyra.
Lucas terlihat memandang anak dan menantunya dengan tatapan penuh khawatir, dia terlihat menghela napas panjang kemudian dia pun berkata.
"Satu hal yang harus kalian tahu, di sana ada raja yang sangat bengis dan juga tidak berperasaan. Raja Gordion, dia akan membunuh siapa pun yang tidak dia suka, sekalipun itu adalah bayi yang tidak berdaya." Kembali dia memberikan peringatan kepada anak dan menantunya.
Raut wajah cemas begitu kentara pada wajah Lion dan juga Meyra setelah mendengar apa yang dikatakan oleh Lucas, karena itu artinya di sana sangatlah berbahaya.
Meyra dan juga Lion harus benar-benar tidak boleh lengah ketika berada di sana, mereka tidak boleh tertangkap oleh anak buah dari Raja Gordion.
"Jadi apa yang harus kami lakukan, Ayah?" tanya Lion.
Lucas tersenyum hangat ke arah anak dan juga menantunya, dia seolah sedang berusaha untuk memberikan kekuatan kepada mereka.
"Hati-hati, teruslah berhati-hati dan pergunakan kesempatan dengan sebaik-baiknya. Jangan sampai kalian bertemu dengan anak buah dari raja Gordion, apalagi sampai bertemu dengan rajanya langsung," kata Lucas.
"Ya, Ayah. Aku akan melakukan yang terbaik," jawab Lion.
Setelah mengatakan hal itu, tatapan mata Lion dan juga Meyra tertuju kepada Liliana. Wanita paruh baya yang sejak tadi diam saja menatap ke arah Lion dan juga Meyra.
Bukannya tidak peduli, justru Liliana begitu mengkhawatirkan keadaan putarannya dan juga Meyra.
Dia sangat takut akan terjadi sesuatu hal yang tidak diinginkan terhadap anak dan menantunya itu, jika mereka pergi ke alam yang memang katanya berbahaya itu.
" jaga diri kalian baik-baik kata Liliana dengan air matanya yang sudah mulai merembes dari kedua kelopak matanya pelayan dan merah langsung memeluk Liliana dengan penuh kasih Lion bahkan terlihat mengecup Puncak kepala ibunya tersebut kami akan hati-hati Ibu tidak usah khawatir kata lain Ya aku percaya Kalian pasti bisa kata ibu Liliana
"Lalu bagaimana dengan ibu Liliana?" tanya Meyra.
"Tidak usah mengkhawatirkannya, Ayah akan segera mengantarkannya untuk pulang. Walaupun itu sangat berat," kata Lucas dengan raut wajah yang berubah sedih.
Lucas menatap wajah Liliana dengan tatapan penuh rindu dan tidak ingin ditinggalkan, tapi dia sadar jika Liliana tidak bisa tinggal lebih lama lagi di sana. Justru, jika dia menyayangi Liliana. Dia harus segera memulangkan wanitanya tersebut.
"Baik, Ayah. Aku percaya kepadamu," kata Lion.
"Hem, sekarang sudah saat kamu pergi!"
Karena tidak ingin berlarut dalam kesedihan, akhirnya ritual untuk pergi ke alam di mana Bianca dan juga Alexander berada pun dimulai.
Meyra sengaja memeluk Lion dengan sangat erat, hal itu dia lakukan agar dia tidak berpisah dengan suaminya ketika sampai di alam tersebut.
Meyra dan juga Lion terlihat memfokuskan diri agar bisa segera pergi, Lucas juga turut membantu.
Lelaki tua itu terlihat mengelilingi anak dan menantunya, tidak lama kemudian dia berubah menjadi Singa. Singa yang terlihat begitu gagah dan juga tampan walaupun usianya sudah ribuan tahun.
Tidak lama kemudian, dia terlihat menatap rembulan dan mengaum dengan sangat kencang. Setelah hal itu terjadi, Meyra dan juga Lion merasa tubuhnya tiba-tiba saja menjadi ringan, seringan kapas.
Awalnya tubuh Meyra terasa dingin, semakin lama semakin terasa panas dan terasa membakar kulitnya.
Walaupun seperti itu, Meyra tidak berkata apa pun. Dia hanya memeluk suaminya dengan sangat erat, dia juga terus memejamkan matanya dengan kuat.
Hal itu dia lakukan agar dia tidak tersesat kembali seperti yang sudah mereka alami, dia tidak mau hal itu terulang lagi.
Tidak lama kemudian, hawa panas itu menghilang. Namun, berganti dengan hawa dingin yang seakan mampu membekukan tubuh mereka berdua.
Baik Lion ataupun Meyra terlihat semakin mengeratkan pelukannya, Meyra bahkan terlihat mengusakkan wajahnya di dada bidang suaminya itu.
Dia seolah sedang mencari kehangatan, agar tubuhnya tidak membeku terkena hawa dingin yang menerpa tubuhnya.
'Oh Tuhan! Lindungi kami,' do'a Meyra dalam hati.
Tidak lama kemudian, mereka merasakan tubuh keduanya terhempas dengan cukup keras. Keduanya terlihat meringis kesakitan, karena mereka terdampar di sebuah gundukkan rumput yang sudah terikat.
Ya, mereka terdampar di padang rumput yang terlihat begitu hijau, tempat di mana akan ada orang yang datang setiap satu minggu sekali untuk mengambil rumput yang biasa dijadikan anyaman.
Lion dan juga Meyra terlihat berusaha untuk membuka matanya, setelah matanya terbuka dengan sempurna, mereka pun mengedarkan pandangannya.
"Oh Tuhan, apakah kita sudah sampai di tempat tujuan, Lion?" tanya Meyra.
"Sepertinya sudah, karena aku mencium bau manusia jelmaan dan juga ada beberapa manusia seutuhnya yang memang tersesat di sini," kata Lion.
"Semoga saja kita cepat menemukan kedua orang tuaku, ya, Sayang," kata Meyra penuh harap.
"Ya, semoga saja kita---"
Baru saja Lion ingin menenangkan istrinya, mereka malah mendengar ada derap langkah yang mendekat.
Meyra terlihat panik, tapi dengan cepat Lion memeluknya agar lebih tenang dan
menarik tubuh Meyra untuk bersembunyi di balik rerumputan yang terlihat tumbuh liar di sana.
Tingginya melebihi dari tinggi tubuh mereka, sehingga hal itu bisa membuat mereka tidak terlihat.
"Diam dan jangan bergerak, jangan sampai mereka mengetahui keberadaan kita," kata Lion dengan suara berbisik.
Meyra menurut, dia langsung menganggukkan kepalanya tanda mengerti. Lalu, dia memeluk suaminya dengan erat.
"Sepertinya tadi aku mendengar suara orang terjatuh dari sekitar sini!"
Terdengar suara seseorang sedang mengeluarkan argumennya, Meyra semakin mengeratkan pelukannya kepada suaminya karena merasa takut.
"Sepertinya bukan di sebelah sini, karena di sini kosong. Seperti tidak ada orang," ucap salah satu pengawal yang sedang berkeliling.
"Kalau begitu kita berpencar saja, kita harus tahu sebenarnya tadi apa yang terjatuh dan di sebelah mana," kata pengawal lainnya.
"Kalau begitu, ayo cepat kita berpencar!"
Terdengar lagi suara obrolan di antara beberapa pengawal yang sedang berkeliling, Meyra dan juga Lion hanya terdiam seraya saling memeluk karena takut ketahuan
Mereka baru saja datang dan ingin menyelamatkan kedua orang tua dari Meyra, mereka berharap jika berapa orang penjaga itu tidak akan menemukan mereka.
****
Selamat pagi, selamat beraktifitas. Semoga kalian sehat selalu dan murah rezeky, terima kasih sudah meninggalkan komentar. Sayang kalian selalu. Kalau ada yang typo bilangin ya, biar diedit lagi.