Bai suzhen merupakan seorang gadis yang sangat ditakuti dan disegani oleh orang orang, dia memiliki julukan dewi athena yang artinya dewi perang karena dia akan bersikap baik dan lembut kepada orang orang baik sedangan dia akan berubah menjadi dewi kematian kepada orang orang jahat, dia memiliki banyak koleksi sejarah dan buku buku cina.
Hingga pada suatu hari dia tidak sengaja tertabrak mobil karena menolong seorang nenek yang sedang menyebrang.
Hingga pada akhirnya dia terbangun pada salah satu tubuh permaisuri Lu Wei. Banyak orang orang yang menganggap dirinya sampah bahkan suaminya acuh terhadap dirinya, bahkan ayahnya menginginkannya mati. Bagaimana suzhen menghadapi takdir ini?.....
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Niputu intan, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Episode 29
Lu wei pun menghampiri pemuda yang diseret oleh pria gemuk tersebut.
" hei kau, apa yang kau lakukan" kata lu wei
" maafkan hamba master suzhen, tetapi dia adalah budakku, aku membelinya dari ibu tirinya" ujar pria gemuk tersebut
" nona tolong aku, tolong aku nona" kata pemuda tersebut
" kenapa muka pemuda ini tak asing bagiku" pikir lu wei
" hei kau, aku akan membelinya" kata lu wei
" jika master ingin budak ini maka aku akan memberikannya padamu dengan sukarela" kata pria gemuk tersebut
" tidak mungkin aku mengambilnya dengan sukarela, asta berikan dia beberapa koin emas" kata lu wei
" baik tuan" kata asta
" terima kasih master suzhen" kata pria gemuk tersebut sambik menunduk
" hmmm" kata lu wei dingin
" asta, apakah kau sudah mengambil senjatanya" kata lu wei
" sudah tuan" kata asta
" aku hadiahkan senjata itu kepadamu, jagalah senjata itu" kata lu wei
" terima kasih tuan" kata asta
Setelah membeli pemuda tersebut, lu wei langsung meninggalkan pemuda tersebut.
" nona tunggu! " teriak pemuda tersebut sambil mengejar lu wei
Lu wei tidak mendengar teriakan pemuda itu, dia langsung pergi meninggalkan pemuda.
" nona aku mohon tunggu" kata pemuda tersebut sambil mengejar lu wei
Seketika pemuda tersebut langsung memeluk kaki lu wei dan memohon padanya.
" nona bawalah aku" kata pemuda tersebut
" tidak" kata lu wei datar
" aku mohon padamu, aku akan selalu setia padamu, aku akan selalu menjadi perisaimu" kata pemuda tersebut
" tidak" jawab lu wei datar
" nona aku adalah pangeran ketujuh dari kerajaan timur. Bawalah aku nona" kata pemuda tersebut sambil bersujud didepan lu wei
" aku membelimu karena kau merusak suasana pasar dengan teriakanmu itu" kata lu wei dengan nada dingin
" nona tolong bawalah aku, hiks.. Hiks" kata pemuda tersebut yang mulai menangis
" asta, ayo pergi" kata lu wei
" baik tuan" kata asta
Pada saat lu wei hendak pergi, pemuda tersebut langsung mengambil pedang asta dan menyondorkan pedang tersebut dilehernya.
" jika nona tidak membawaku, maka aku akan membunuh diriku dengan pedang ini" kata pemuda tersebut
" lakukan" kata lu wei datar
Pemuda tersebut mulai melukai lehernya dengan pedang tersebut, darah segar keluar dari leher pemuda tersebut.
" tunggu" kata lu wei
Seketika pemuda tersebut langsung menghentikannya.
" aku akan membawamu" kata lu wei
" terima kasih nona, terima kasih" kata pemuda tersebut dengan nada lemah
Seketika pemuda tersebut langsung pingsan.
" asta bawa pemuda ini, dan obati dia" kata lu wei dengan nada dingin
" baik tuan" kata asta.
Asta pun membawa pemuda tersebut ke istana yu wei (istana lu wei di hutan kehidupan)
" arghh, dimana aku. Apakah aku sudah mati" kata pemuda tersebut
" kau belum mati" kata asta
" lalu aku dimana, apakah aku diusir oleh nona" kata pemuda tersebut sambil menunduk
" tidak, aku disuruh oleh tuanku membawamu kemari" kata asta
" benarkah" kata pemuda tersebut sambil tersenyum
" iya, aku sudah mengobati luka di tubuhmu. Sekarang gantilah bajumu" kata asta
" baik" kata pemuda tersebut
Setelah mengganti baju, pemuda tersebut memohon pada asta untuk membawanya menemui lu wei. Asta tak punya pilihan lain selain mengajakanya
Selama perjalanan pemuda tersebut sangat takjub dengan istana yu wei, bagaimana tidak istana itu sangat indah dikelilingi bunga mawar dan juga bunga melati yang harum. Hingga pada akhirnya mereka sampai di sebuah taman yang berisi ribuan bunga mawar. Di antara bunga mawar tersebut terdapat seorang wanita cantik yang sedang melihat lihat bunga yang tak lain adalah lu wei.
" tuan, pemuda tersebut sudah bangun dan ingin menemui nona" kata asta
" baiklah, bawa dia ke hadapanku" kata lu wei
" baik tuan" kata asta
" kau disuruh menghadap kepada tuanku" kata asta kepada pemuda tersebut
" baiklah" kata pemuda tersebut.
" salam kepada nona" kata pemuda tersebut
" hmmm.. Ada apa kau ingin menemuiku" kata lu wei
" nona terima kasih karena sudah mau menerimaku" kata pemuda tersebut
" hmmm, tak masalah. Siapa namamu" kata lu wei datar
" nama hamba min yong kok" kata min yong kok
" pftttt.. Hahaha, kenapa namamu mirip nama mangkok" kata lu wei tertawa
Min yong kok hanya tertunduk, tetapi dia senang melihat lu wei tertawa.
" nona aku ingin meminta sesuatu darimu" kata min yong kok
" apa itu" kata lu wei
" bisakah kau membantu ku menemukan ke - enam saudaraku" kata min yong kok
" hmmm..."
Apakah lu wei mau menerima bantuan dari min yong kok?
A. Iya
B. Tidak
jd kapan balas dendamnya...