WARNING ! JANGAN DI BOOM LIKE! KASIH JEDA WAKTU minimal 3 menitan.
Selamat membaca!
Julia, gadis baik hati yang mempunyai seorang sahabat bernama Dela, namun setiap Julia tertarik pada seorang lelaki, sahabatnya ini selalu menginginkan pria itu.
"Apakah aku harus merelakan Kevin untuk Dela? ataukah aku haru memperjuangkan cintaku?"
Saat Julia ingin memperjuangkankan cintanya, takdir berkata lain, karena Julia terkena penyakit. Bagaimana kisah selanjutnya? Akankah Julia bisa sembuh dan berdampingan dengan Kevin, pria yang ia cintai? Atau kan Kevin akan bersanding dengan Dela, sahabat Julia? Skuylah simak kisah Cinta Julia dan Kevin.
jangan lupa like, komen and vote
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Pena Digital, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
bayangan
"Haha tidak mungkin Kevin.. Mana mungkin Julia mencintaimu sedangkan dia mendukungku tentang rasaku untukmu Kevin.. Haha. Berhayal kau" Dela berusaha tertawa walau terdengar jelas suaranya bergetar
"Karena dia sakit, dan kau adalah sahabatnya yang sudah di anggap saudara Dela!"
"Tapi-"
"Hei ... Sedang apa kalian? kalian bertengkar disini? kalian sungguh tidak punya sopan membuat ribut disini sedangkan baru di adakan pemakaman. Kalian fikir ini lapangan? hm... pergilah." potong penjaga TPU.
"Maafkan kami paman." ucap Kevin lirih
"Sebaiknya kalian pulang saja. Hari sudah mulai malam " titah penjaga TPU dan langsung melangkah menjauhi kedua mahluk yang habis berdebat barusan.
"Baik paman."
"Orang egois tidak akan mengerti penderitaan orang lain. Sama sepertimu. E-G-O-I-S" ucap Kevin sambil berlalu meninggalkan Dela yang masih terdiam
Dela menggigit bibir bawahnya menahan tangis.
***
20:00
Kevin merebahkan tubuhnya di ranjang dan menatap langit-langit kamarnya.
Surat terakhir dari Julia selalu melintas di dalam otaknya.. tak terasa dan tidak perlu jaim sebagai seorang lelaki, air matanya terus mengalir dan membasahi bantalnya.. >untung tidak banjir, oke kembali ke cerita<
"Julia... Kenapa kau melakukan ini padaku." gumamnya..
Ia bangkit dari tidurnya dan berjalan menuju jendela.
Kemudian ia membuka kaca jendela, angin malam berhembus di wajahnya yang sudah basah..
Kevin menutup matanya menikmati angin sepoi-sepoi.. saat membukanya ia terkejut dengan keberadaan Julia di depan matanya.
Julia tersenyum. Kevin mengucek matanya memastikan apa yang di depan pandangannya itu.
"Apa ini mimpi?" guman Kevin
"Tidak.." balas Julia
Raut wajah Kevin berubah menjadi ceria
"Julia? ini benar kau? " tanya Kevin memastikan
"Iya.." jawab Julia.
Kevin mengangkat tangannya hendak menyentuh Julia, namun sayangnya Julia tiba-tiba memudar. Kevin kebingungan.
"Julia? Julia?" Kevin celingak celinguk , raut wajah nya pun berubah cemas..
"Juliaaa... Juliaaaa.. dimana kau.. Jangan bersembunyi.. Juliaa.. Hikss.. Jangan pergi lagi.." Teriak Kevin histeris.
Orang tua Kevin yang mendengar itu pun langsung berlari menuju kamar Kevin..
"Juliaaaa.... Jangan sembunyi... Juliaaa"
BRAAAKK
Ayah Kevin mendobrak pintu kamar Kevin.
Kevin menoleh ke arah pintu, ia mengira itu adalah Julia..
"Kevin . . kau kenapa nak." Ibu Kevin segera menuju Kevin dan memeluknya.
"Kevin.. kenapa kau berteriak. Ada apa.." tanya Ayah Kevin cemas.
"Mah, hah hah mah, tadi Julia disini. hikss... Dia disini Mah, dia di dekat jendela situ. Dia berbicara denganku mah . Kevin tidak mengada-ngada mah, pah. Julia benar-benar disini.. hikss.. katakan pada Kevin.. Dimana Julia sekarang.. Apa dia bersembunyi di dapur Mah.. Pah, katakan.." jaawab Kevin tergesa gesa.
Ortu Kevin saling menatap.. Ayah Kevin memegang bahu putranya itu.
"Kevin.. Tenanglah dulu.."
"Tapi Pah.. Kevin tidak bohongg...." Kevin tetap bersikeras
"Kevin... Tabahkan hatimu.. Terimalah kenyataan bahwa Julia telah pergi nak." sambung Ibunya sambil mengelus wajah putranya yang sudah basah
"Tidak.. Kalian pasti menyembunyikan Julia kan.. Kalian pasti berbohong pada Kevin.." Kevin tetap bersikeras
"Kevin.. Tenanglah.. Julia telah tiada.. Dan dia telah meninggalkan kita semua.. Kau harus terima itu." ucap Ayahnya
"Tidaaaakk!!! kalian pasti berbohong.. hikksss.. Julia masih hidup.. Mah, Pah, Julia masih hidup. bagaimana kalau besok Kevin melamar Julia sebatas tunangan dulu.. hikss.."
"Tunangan, apa maksudnya ini" tanya Ibu julia bingung
"Kevin mencintai Julia mah, Julia pun begitu.. Jadi tidak mungkin dia meninggalkan Kevin mah, pah. hiks"
miris sekali
itulah yang ada di benak ortu Kevin
"Tenanglah putraku.. Tenang.. Kita harus menerima kehendak tuhan.. Julia telah pergi.."
Ibu Kevin memeluknya
"Tidak Mah. Tidak.. hikss"
sedih bgttt, keren banget ceritanya
knapa mesri mati sich
knapa mesri mati sich
Thor, mau Baksonya yang pedas pakai lontong.
Eh, Julia kamu sakit apa