NovelToon NovelToon
Mantan Terindah

Mantan Terindah

Status: tamat
Genre:Patahhati / Cintamanis / Romantis / Komedi / Tamat
Popularitas:5.2M
Nilai: 4.9
Nama Author: rini sya

Demi menikahi cinta lamanya, Zein menceraikan istri sahnya.

Mungkinkah Zein akan menyesali keputusannya itu?

Sekuel dari Penjara Cinta Untuk Stella.

Semoga suka😍😍 Stay Tune😘😘😘

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon rini sya, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Segala Rasa Menyatu Dalam Kalbu

Tak ingin mati penasaran, Zein pun segera turun dan mencoba bertanya pada salah satu petugas medis yang ada di sana. Barang kali mereka bisa menjelaskan padanya, alat apakah yang saat ini ada di tangannya?

Mungkinkah ini adalah alat pendeteksi sebuah penyakit? atau barang kali ini adalah alat test suhu yang tidak ia tahu.

Ahhh, dari pada salah, lebih baik aku tanya saja sama salah satu dari mereka, batin Zein.

Mungkin para medis di sana bisa menjelaskan padanya alat apakah ini. Dan mungkin saja, dari alat ini ia bisa tahu, penyakit apa yang sebenarnya Zizi derita.

Beruntung ketika ia keluar dari mobil, ada dua suster yang sedang melintas di depannya. Dengan cepat, Zein pun mencegat dua Suster tersebut.

"Sus, maaf menganggu. Saya boleh bertanya nggak?" tanya Zein, ragu. Takut kedua suster itu menolak bercengkrama dengannya.

"Oh, iya... tentu saja. Apa yang bisa kami bantu, Pak?" tanya salah satu dari mereka.

"Emmmm, ini alat apaan ya, Sus?" tanya Zein sembari menyerahkan alat berwarna putih kombinasi biru muda itu.

Kedua suster itu pun melihat alat yang dipegang Zein. Lalu sedetik kemudian mereka berdua saling menatap.

"Kok diam, Sus. Kenapa? Apakah ini alat untuk mendeteksi suatu penyakit?" tanya Zein, masih mencoba mengartikan apa yang ia pikirkan.

Mereka tersenyum, cenderung menahan tawa. Lalu salah satu dari mereka pun menjawab, "Ini bukan alat deteksi penyakit, Pak. Tapi alat deteksi kehamilan." Kedua suster tersebut tertawa.

Zein tidak memedulikan ekspresi kedua suster tersebut. Pikirannya terfokus pada kalimat alat deteksi kehamilan.

"Kehamilan, Suster? Lalu ini apakah sudah terlihat hasilnya?" tanya Zein, terlihat serius. Namun bagi kedua suster tersebut, Zein tampak lugu.

"Sudah, Pak. Kalo ada satu garis merah itu tandanya negatif. Kalo yang dua begini, tandanya positif atau bisa dibilang pemilik testpack ini sedang mengandung," jawab salah satu suster menjelaskan.

Jedeerrrr....

Sungguh, Zein tidak bisa berucap apapun. Jiwanya terguncang hebat. Hatinya tertampar seketika. Zein gemetar. Tubuhnya serasa panas dingin.

Jawaban itu.... jawaban itu seakan memutar nasib yang ia miliki. Senang, bahagia, sedih, takut, kalut, dan semua rasa yang ada di dunia ini seakan bertabrakan di dalam medan hatinya.

"Pak, anda oke?" tanya salah satu suster ketika melihat Zein hanya diam.

"Eh, ya, Sus... maaf." Zein masih diam, belum bisa menguasai rasa yang ada di dalam hatinya.

"Anda oke?" ulang suster itu lagi.

"Ya, Sus. I am oke. Maaf, Sus. Terima kasih!" jawab Zein terbata.

"Baiklah kalo begitu, kami boleh permisi?" Kedua Suster tersenyum.

"Oke, makasih, Sus!" jawab Zein singkat.

Lalu kedua suster itu pun melangkah meninggalkan Zein yang masih termenung sambil menatap alat yang ada di tangannya.

Entahlah... saat ini dirinya seakan melayang di atas awan. Tidak tahu harus bagaimana.

Zein memundurkan langkah, seakan takut akan kenyataan yang mungkin terjadi. Sebab ia menyadari, telah melakukan kesalahan yang sama. Telah melakukan kebodohan yang sama.

Zein membuka pintu mobil yang ia bawa. Lalu masuk. Duduk termenung. Menangis dalam diam.

Pria tampan ini kembali membuka laci dasbor yang berisi barang-barang Zi. Mengambil baju milik wanita itu dan menciumnya penuh penyesalan.

Zein terus menangis dan menangis. Rasa sesal yang ia rasakan saat ini bertambah melimpah tak karuan. Zein menaikkan kakinya di kursi penumpang itu. Menekuk nya, seakan rasa takut kini benar-benar menghujam jantungnya. Zein merinding sendiri. Bagaimana seandainya jika Zi benar-benar mengandung buah hati mereka? Lalu bagaimana jika sampai Vita tahu? Sungguh, isi kepala Zein serasa meledak memikirkan itu. Ia tak tahu harus bagaimana mengambil keputusan nanti!

***

Sore telah usai. Kini berganti malam yang indah. Namun, sayang malam itu serasa biasa-biasa saja bagi seorang Zevana. Yang akrab disapa suster Zizi.

Bagaimana tidak? Malam ini dia sendiri. Berteman sepi. Memikirkan jawaban atas kontrak kerja yang ditawarkan kepadanya.

Zi ingin mengambil kontrak kerja itu. Tetapi syaratnya agak sedikit berat. Sebab, ia harus pindah dari tempat ini. Meninggalkan tempat ini. Sedangkan mertuanya berharap penuh padanya. Agar tetap menjaga kedua cucunya itu untuk mereka.

"Zi, makan dulu!" ajak Nadia yang tiba-tiba datang dari arah belakang.

Zi menoleh mencari arah suara. Lalu ia pun bertanya, "Eh... kok kamu masih di sini?"

"Bukan masih di sini? Tapi balik lagi. Kan katanya kamu pengen makan sate ayam," jawab Nadia dengan senyum manisnya.

"Iya, terus.... " Zizi menatap sang sahabat.

"Iya, aku beliin." Nadia tersenyum. Senyuman yang mencurigakan tentunya.

Zizi sangat mengenal Nadia. Tak mungkin bagi seorang Nadia membelikannya makanan malam-malam begini. Sendirian... oh rasanya mustahil.

"Oh tidak! Aku mengenalmu, Nad!" ucap Zizi curiga.

"Yes... kamu benar, Honey. Aku sekarang punya anak buah yang mau mengantarkan ku siang dan malam. Mau memberiku apapun yang aku mau. Asalkan dia nggak lagi tugas," ucap Nadia, bercanda seperti menunjukkan sebuah kemenangan.

"Maksudnya?" Zizi menatap penuh tanya pada sang sahabat.

"Ada deh! Udah, yuk makan!" ajak Nadia sembari menggandeng Zizi, mengajaknya ke meja makan.

"Ta.... raaa..... seneng nggak, seneng nggak, seneng dong!" Nadia tepuk tangan sambil tertawa riang.

"Emmmm, makasih honey bunny sweety... kamu memang terbaik!" ucap Zizi senang. Kemudian ia pun duduk manis di meja makan tersebut.

Namun, ketika selesai membaca doa makan, tiba-tiba saja Zizi teringat sang mantan suami. Pria itu begitu menyukai makanan ini. Sate Ponorogo. Membuat Zi tidak lagi selera. Karena jujur ia tak tega memakan makanan itu sendiri. Tiba-tiba saja ia terbayang, apakah pria itu sudah makan atau belum.

"Kenapa?" tanya Nadia heran. Sebab tadi siang, Zi begitu menggebu ketika meminta makanan ini.

"Entahlah, Nad! Tiba-tiba aku ingat dia. Dia suka sekali makanan ini," jawab Zizi sembari memotong lontong yang ada di piringnya.

"Apakah cinta itu masih ada, Zi?" Nadia menatap sang sahabat. Mencoba mencari jawaban atas pertanyaan yang ia ajukan.

"Entah!" Zizi tertunduk, namun air matanya menetes begitu saja. Rasanya sakit sekali jika mengingat Zein dicium wanita lain selain dirinya.

Dari ekpresi itu, Nadia bisa menangkap bahwa Zi masih menyimpan rasa untuk pria itu. Sebuah rasa cinta yang terluka. Sungguh, Nadia tak tega melihatnya.

"Sabar, Zi. Kalian bukan jodoh. Jangan di sesali. Setidaknya dia telah memberimu kenang terindah dalam hidupmu. Kalau kalian tidak menikah, mana mungkin ada mereka. Yang sebenar lagi akan jadi teman setiamu," ucap Nadia mencoba menenangkan.

"Kamu benar, Nad. Harusnya aku tidak boleh mengingatnya lagi. Tapi.... entahlah!" jawab Zizi.

Ingin rasanya Zizi melupakan setiap detik waktu yang telah ia lalui bersama Zein. Namun, setiap kali ia mencoba rasanya semakin berat. Sebab setiap kali ia berusaha, segala rasa yang tercipta sepertinya berkumpul di dalam kalbu. Zi tidak tahu harus bagaimana?

Bersambung...

Jangan lupa like komen n votenya ya😘😘😘Makasih yang sudah suka😘😘😘

1
Les Tari
bagus
Leo girl
cannot brain cerita ini,kecewa tapi bagi restu,sepatutnya beritahu perkara sebenar,terserah mahu terima atau tidak,ingatkan cerita Stella je bodoh,cerita juga,aku unsubscribe,bai
Leo girl
bodoh ya cerita ini,sudah tahu abangnya sama zi(belum tahu cerai)tapi berlagak biasa saja,zein plk menyesal Dan mengakui cinta sama zi tapi biarkn vita sentuh sesuka hati,makanya disini bukan Salah vita kerana tidak tahu apa²
Dini Mulyati
bima sama Nadia aja .
cleo_aay
Aduuuuuhhhh sekarang vita yg pengen di tampoll
cleo_aay
Si zein beneran minta di tampolll
cleo_aay
sini zein sleding dikit palanya,,
Zulfa LInda
Luar biasa
R yuyun Saribanon
ni anak emang idiot
R yuyun Saribanon
laila lu juga pake otak..jangan semua keinginan anaknya di iyahin aja..nanti jadi laki2 egois, tolol dan ga bertanggung jawab
Haerul Anwar
KONY(T)OL GOBLOK
Noorjamilah Sulaiman
biarkn aja C zein tu,jgn biarkn mereka ketemu zi
Asiana Tyas
terlambat....😔😔
Asiana Tyas
Luar biasa
sintesa destania
kayaknya nadia salah satu utusan mertua
Ismalinda
Luar biasa
Nartadi Yana
hore kejutan , bima datang
Nartadi Yana
kapok Lo Mariska hamil ditinggal nggak ada yang tanggung jawab kasihan deh kamu
Nartadi Yana
Oalah begono critane Thor
Nartadi Yana
wah jangan ³ Nadia ini
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!