Kisah seorang Anak Gadis, berparas cantik. Yang bernama, Tasya Clinton Wijaya. Yang terlahir dari keluarga yang sederhana dan harmonis.
Yang di didik dengan penuh cinta dan kasih sayang.
Tetapi harus merasakan sakitnya hidup, kehidupan yang begitu sulit untuk dilalui seorang diri. Kepahitan itu bersumber dari dendam seseorang yang berasal dari Kisah cinta masa lalu Mamanya.
Kisah cintanya pun, hampir hancur hanya karena masalalu dari kekasihnya juga.
Tetapi, Semua Doa dan usaha Tasya di kabulkan oleh sang pencipta. Semua kebaikan kembali kepadanya.
Sang kekasih, Christian W Angkasa. Selalu setia bersamanya. dan mampu menggantikan luka itu dengan kebahagiaan.
Untuk kelanjutan cerita, langsung aja mampir ke novel ku ya.
BACA AJA DULU, SIAPA TAU JADI SUKA.
Happy reading guyss 😊🙏🙏
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Rusma, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Penjelasan..
Happy reading💕
-----------‐‐----------------------------------
Setelah selai makan, Chrispun melajukan mobilnya menuju rumah Tasya. Betapa gugupnya Chris karena telat sepuluh menit mengantarkan Tasya pulang.
*DI DALAM MOBIL.
"Ayo turun, kenapa malah senyum-senyum liatin aku begitu?" Ucap Tasya.
"Hem iya ayo!" Balas Chris. Mereka pun turun, tidak lupa Chris membawa tentengannya yang berisi martabak yang dibelinya tadi. Chris dan Tasya berjalan kearah pintu dan membukanya. Terlihat Papanya Wijaya dan Mamanya Jemi sudah menunggu diruang tamu sambil ngobrol santai.
"Malam Om, Tante?" Sapa Chris sambil menyalim punggung tangan Wijaya dan Jemi dengan bemberikan senyum manisnya untuk menutupi rasa takutnya.
"Papa sama Mama nungguin Tasya disini? Sudah makan belum?" Ucap Tasya sambil berjalan kearah Mama dan Papanya untuk mencium Papa dan Mamanya, lalu Tasya duduk dan diiukuti oleh Chris.
"Sudah sayang, Papa dan Mama sudah makan. Kalian sudah makan?" Tanya Jemi pada Tasya.
"Sudah Ma"
"Om, Tante maaf Chris telat nganterin Tasya pulang. Oia Om, Tan ini Chris bawa martabak kesukaan Om dan Tante" tawar Chris sambil meletakkan tentengannya di atas meja.
"Iya tidak apa-apa Nak, yang penting kalian sampai rumah tidak ada kekurangan satu apapun dari tubuh kalian. Tapi Chris lain waktu jangan sampai telat lagi ya nganterin Tasyanya" ucap Wijaya tegas yang langsung di jawab oleh Chris dengan sigap.
"Makasih Nak Chris. Bentar ya Tante bikinin minum dulu buat kita" ucap Jemi sambil berlalu kedapur untuk menyeduh teh untuk mereka.
"Iya Om, Tante sekali lagi Chris minta maaf" ucap Chris dengan perasaan bersalahnya.
"Sudah-sudah tidak apa-apa. Oia gimana cerita hari ini? Seru kah bermain di pantainya?" Tanya Wijaya dengan semangat dengan wajah bahagianya, karena Ia juga ingin tau kegiatan apa yang Chris dan Tasya lakukan di Pantai.
"Kami..."
"Tasya dan Chris di Pantai tadi naik kapal kecil mengelilingi Pantai Pa. Tapi ya anehnya Tasya tidak takut sama sekali pa, pokoknya hari ini seru deh Pa, kita juga pesan makanan di tempat kita biasa makan" ucap Tasya memotong ucapan Chris yang ingin menjelaskan semua yang mereka lakukan, karena memang Tasya tidak pernah berani untuk naik kapal kalau di ajak ke pantai.
"Sayang, Chris ingin menjelaskan malah kamu potong ucapannya. Tidak baik begitu Sya, jangan di ulangin lagi ya?" Ucap Wijaya menegur Putrinya itu. Bagus dong kalau Tasya sudah berani naik kapal. Kapan-kapan kita akan coba naik kapal bersama." ucap Wijaya lagi.
"Uppss! Maaf Tasya begitu bersemangat menjelaskannya. Hehe" ucap Tasya sambil menunjukkan senyum pepsodentnya sambil mengangkat jarinya membentuk huruf V.
"Tidak apa-apa Om" ucap Chris membela Tasya.
"Ini Teh nya" ucap Jemi menawarkan Teh buatannya dan meletakkan diatas meja dan memindahkan Martabak ke piring yang sudah dibawa dan menatanya. "YUK dimakan dan minum Chris, Pa. Oia Tasya sana mandi dulu" ucap Jemi.
"Bentar Ma. Nunggu Chris dulu" ucap Tasya
"Tidak apa-apa Syaa. Mandi aja dulu Aku tungguin kok" ucap Chris yang otomatis membuat Wijaya dan Jemi saling melirik dan menggoga Mereka berdua.
"Ehemm... "Sepertinya Mama dan Papa butuh penjelasan nih" ucap Jemi menggoda kedua Anak Muda yang ada di hadapannya, siapa lagi kalau bukan Chris dan Tasya.
"Apaan sih Mama Tasya jadi malukan kan" ucap Tasya manja pada Mamanya Jemi.
"Ada apa ini Chris, sepertinya ada sesuatu dengan kalian" Tanya Jemi kepo akan Chris dan Tasya. Ya walaupun mereka sebenranya sudah tau maksud dari perjalanan mereka hari ini.
"Emm-mm-Tidak ada apa-apa kok Tan" ucap Chris gugup sambil menggaruk belakang telinganya yang tidak gatal untuk menghindari kegugupannya.
"Yang bener tidak ada apa-apa?" Tanya Jemi menggoda Chris.
"Sudah Ma jangan begitu. Nanti Chrisnya malah tidak nyaman lagi Mama godain begitu" ucp Wijaya.
"Yasudah Tasya mandi dulu ya Pa, Ma, Chris" ucap Tasya Pamit sambil berlalu.
"Yang bersih mandinya Sya" ucap Jemi sedikit berteriak karena Tasya sudah mulai menjauh menaiki anak tangga.
"Iya Ma" Jawab Tasya.
Setelah Tasya berlalu dari hadapan mereka, Wijaya pun mengajak Chris untuk berbicara serius.
"Gimana nak, sudah berhasil meluluhkan Anak Gadis Om?" Tanya Wijaya menggoda Chris.
"Sudah Om, Tan. Tapi belom sepenuhnya." ucap Chris menjelaskan.
"Yasudah tidak apa-apa Nak jalanin saja dulu, Om sama Tante juga tidak akan memaksakan." Ucap Wijaya menjelaskan.
"Iya Chris kamu harus pinter-pinter rebut hati Tasya. Ia anak yang manja tapi pengertian kok. Yang sabar ya menghadapi Tasya." Ucap Jemi pada Christian.
"Iya Om,Tan. Mohon restunya ya" ucap Chris lagi.
"Iya nak, selamat berjuang ya. Kita akan dukung kamu ya kan Ma?" Ucap Wijaya.
"Makasih Om, Tan" ucap Chris lagi.
Setelah berbincang begitu lama, akhirnya Tasnya pun turun dan bergabung duduk bersama Papa, Mama dan Chris.
"Loh Chris belum pulang juga?"
"Belum Sya, katanya nungguin kamu" Goda Jemi sambil tersenyum.
"Yaudah karena Tasya nya sudah datang Papa sama Mama tidur duluan ya. Om dan Tante pamit dulu ya Chris, hati-hati pulangnya nak" Ucap Wijaya pamit supaya tidak mengganggu kedua sejoli itu.
"Hati-hati ya Nak nyetirnya, kirim salam sama Mama ya, yaudah Tante dan Om pamit dulu, silahkan di lanjut ngobrolnya" Ucap Jemi pamit dan pergi beranjak bersama suaminya.
"Iya Om, Tante makasih" Balas Chris.
Sekarang Chris dan Tasya berdua di ruang tamu, mereka pun berbincang sebentar sebelum Chris pamit pulang.
"Sayang kamu wangai banget" ucap Chris memuji Tasya. Yang membuat wajah Tasya merah merona dengan jantung yang berdegup kencang.
"Iyalah wangi kan baru selesai mandi, yaudah kamu pulang gih" ucap Tasya untuk menghilngkan rasa gugupnya karena ini baru yang pertama kalinya Ia merasakan pacaran.
"Kamu ngusir aku sayang, tega banget sih" ucap Chris pura-pura sedih.
"Sayang sayang, dasar!" Ucap Tasya ngomel.
"Loh kan Kamu tadi sudah setuju loh Sya aku panggil sayang" ucap Chris mwngingatkan.
"Hmm, yasudah ini sudah jam sembilan, kamu pulanglah. Kamu juga butuh istirahat. Pasti semalam kurang tidur karena acara wisuda dan belom lagi hari ini sudah mengajak Tasya jalan" Balas Tasya.
"Baiklah aku akan pulang, tapi.." ucap Chris tertahan karena ingin menggoda Tasya.
"Tapi apa?"
"Enggak Jadi deh, yasudah Aku pamit pulang ya Sya. Kalau aku nelpon di angkat ya. Kamu juga istirahatlah pasti kamu lelah seharian ini" ucap Chris sambil mengelus pucuk kepala Tasya. Dan di anggukin oleh Tasya.
Tasya dan Chris pun beranjak berdiri. Tasya mengantarkan Chris sampai depan rumah.
"Yaudah aku pamit ya, sampaikan pada Om dan Tante juga" ucap Chris sambil berjalan menuju mobilnya.
"Kabarin kalau sudah sampai di rumah ya" ucap Tasya sedikit berteriak. Yang di balas anggukan oleh Chris.
Chris pun masuk kedalam mobilnya, lalu membuka jendela kaca mobil untuk melihat Tasya. Tasya pun melambaikan tangannya ke arah Chris. "Hati-hati Chris bye!". Bye Tasya! Ucap Chris sambil berlalu melajukan mobilnya.
Setelah Chris meninggalkan rumah Tasya, Tasya pun segera masuk dan mengunci pintu rumahnya. Ia langasung beranjak pergi ke kamarnya untuk merebahkan tubuhnya.
"Huh bahagianya. Apakah begini rasanya jatuh cinta?" Gumam Tasya dengan senyuman yang cerah di wajahnya dengan ia merebahkan tubuhnya di atas kasur sambil memeluk Boneka Pig nya yang berbentuk guling. Tasya membuka hp nya dan melihat begitu banyak chat masuk dari grup sahabatnya yang mengucapkan selamat untuk Tasya karena sudah jadian dengan Chris. Tasya memberitahu sahabatnya waktu Chris singgah sebentar untuk membeli martabak untuk oleh-oleh kerumanya.
"Makasih Tuhan buat hari ini, semoga kebahagiaan ini tidak pernah berakhir" Gumam Tasya meletakkan hpnya di atas meja yang ada didekat kasurnya sambil memejamkan kedua matanya.
Tok tok!!!
"Syaa!! Kamu sudah tidur nak? Apa Mama boleh masuk?" Tanya Jemi.
Tasya yang sedang terpejampun langsung menyauti panggilan Mamanya. "Hmmm...Masuk saja Ma Tasya hanya rebahan sebentar." Jawab Tasya.
"Yaudah yuk berdoa dulu sebelum tidur, kamu keliatannya sudah lelah. Papa sini yuk" panggil Jemi karena Wijaya sudah berjalan ke arah Jemi dan Tasya yang sedang duduk di kasur Tasya.
Merekapun berdoa yang di pimpin oleh Wijaya, setelah selesai, Wijaya dan Jemi meninggalkan Tasya di kamarnya. Tasya pun sudah mulai mengantuk dan tertidur lelap menuju ke alam mimpinya.
Begitu juga dengan Wijaya dan Jemi yang langsung menuju kamarnya untuk beristirahat karena jam sudah menunjukkan pukul 21:10 Wib.
*
Di tempat lain Chris sudah melajukan mobilnya dengan kecepatan tinggi, karena jalan raya yang dilaluinya tidak begitu padat sehingga Ia bisa cepat sampai rumahnya. Lima belas menit kemudian Chris sudah memasuki halaman rumahnya dan langsung memarkirkan mobil kesayangannya di garasi.
Chris pun membuka pintu rumah, Ia berjalan dan ingin menaiki anak tangga tetapi langkahnya terhenti. Ia kaget melihat Papanya dan Jefry duduk di ruang keluarga dengan wajah yang begitu menegangkan. Chris pun mengurungkan niatnya untuk menaiki anak tangga dan berbalik arah, Chris berjalan ke arah Papa dan Adinya duduk.
"Tumben jam segini masih disini Pa, Jef? Lagi menunggu siapa?" Tanya Chris yang langsung duduk di sofa bareng Papanya dengan posisi Jefry yang berada di sofa yang berhadapan dengan mereka.
"Iya Papa sama Jefry menunggu kamu pulang, ada yang mau di selesaikan sedikit." Ucap Baskoro dengan tegas.
"Ada apa sih Pa? Kenapa wajah Kalian..."
"Bang aku mau menyampaikan sesuatu" ucap Jefry memotong ucapan Chris yang langsung membuka pembicaraan.
"Mau nyampein apa sih? Ini ada apa? Tidak bisakah besok? Chris mau mandi dulu" ucap Chris panjang lebar.
"Bentar Chris kasih waktu Ademu berbicara, Papa juga kaget atas pernyataan Jefry tadi sore. Kalau papa tau ini lebih awal mungkin Papa tidak akan terburu-buru menjodohkan mu dengan Tasya." Ucap Baskoro dengan wajah bersalahnya. Karena Ia bingung kedua-keduanya adalah Putra kesayangannya, Baskoro tidak ingin memihak kesiapapun. Baskoro hanya bisa membantu menjadi penengah bagi keduanya.
"Tasya? Kenapa dengan Tasya? Apa maksudnya ini Pa, Jef?" Tanya Chris penasaran.
"Bang, sebelumnya Jefry minta maaf. Tasya adalah cinta peratama Jefry, Jefry sayang sama Tasya dan Jefry juga ada rencana akan menyatakan perasaan Jefry pada Tasya nanti setelah lulus sekolah. Tapi semuanya pupus saat pertama kali aku mendengar Papa dan Mama ingin menjodohkan Abang sama Tasya. Ini kebodohanku kenapa tidak dari dulu aku mengatakannya pada Tasya. Hikss.Hikks"
"Apa-apaan ini Jef!! Kamu ga lagi bercanda kan!" Ucap Chris dengan sedikit terbawa emosi akan pengakuan adiknya itu.
"Chris! Jaga sikapmu! Jefry adikmu. Bersikaplah yang sepatutnya." Ucap Baskoro menenangkan Chris yang mulai emosi.
"Pa, kenapa dia baru bilang sekarang. Dan asal kamu tau ya Jef, sebelum pertemuan kemarin Abang sudah pernah ketemu dengan Tasya dan beberapa minggu ini Abang mencarinya. Dan Abang juga tidak tau mengenai Papa dan Mama yang menjodohkanku dengan Tasya. Dan sekarang kamu malah bikin pernyataan begini. Maksud kamu apa hah??" Ucap Chris dengan penuh emosi saat mendengar perkataan Adiknya Jefry yang mengatakan menyukai wanita yang sama dengannya.
"Chris sekali lagi Papa katakan jaga sikap mu! Dengarkan dulu penjelasan Jefry. Maksudnya adikmu baik nak supaya Ia tidak memendam perasaan itu sendiri, Jefry sudah cerita ke Papa semuanya. Dan menurut Papa pilihan Jefry sangat benar.
"Baiklah, ceritakan semua" ucap Chris mengalah.
"Aku suka Tasya sejak awal masuk Sekolah Pelita Bangsa, hingga saat ini aku masih memendam perasaan itu. Aku berencana menyatakan perasaanku nanti setelah lulus sekolah. Aku juga mau bersahabat dengan mereka awalnya hanya karena ingin leboh dekat lagi dengan Tasya. Tetapi setelah kejadian di puncak yang dimana Tasya mengatakan bahwa aku hanya sebatas sahabat, Abang bagi dia, karena Ia tidak mempunyai Kakak atau Abang sepertiku mempunyai kakak dan Abang. Jujur saat itu hatiku sakit dan lebih menyakitkan lagi saat mendengar Papa dan Mama menjodohkan nya buat mu, dan hari ini Abang telah berhasil merebut hatinya dariku..Aku tau kalian sekarang sudah resmi pacarankan? Aku tau dari grup. Tasya tadi share kalau Abang dan Tasya resmi pacaran. Hatiku sakit Bang. Sekarang terserah Abang mau mukul Jefry atau melakukan apapun pada Jefry, Jefry akan terima" ucap Jefry menjelaskan dengan wajah sendunya.
Hening...
Chris hanya terdiam, Ia bingung kenapa bisa seperti ini.
Ia juga sayang sama Adiknya Jefry tapi seandainya Ia tau dari awal mungkin Ia tidak akan mengejar Tasya lagi.
Suasana masih hening...Hingga saatnya Baskoro mulai berbicara untuk menyelesaikan perdebatan itu secepatnya.
"Chris gimana? Apa tanggapanmu Nak? Jangan cuma diam. Kasih Jefry penjelasanmu.
Chris masih diam belum memberi respon apapun. Karena Ia kecewa pada dirinya sendiri kenapa menjadi perebut orang yang disukai Adiknya. Chris merasa bersalah, sesaat Ia mengingat kejadian di Pantai tadi. Ia sudah begitu sayang dengan Tasya. Ia menjadi bingung harus bagaimana.
"Chris tidak tau Pa, kalau saja Jefry cerita dari awal ke Chris, Chris mungkin bisa merelakannya, Chris saja tidak tau kalau gadis incaranya adalah Tasya. Tapi hari ini Chris dan Tasya sudah resmi pacaran Pa dan Chris melihat tidak ada keterpaksaan dari raut wajah Tasya. Tasya begitu Bahagia bersama Chris. Itu yang Chris lihat seharian ini. Kalau untuk memutuskan Tasya demi Jefry itu ga mungkin Pa!" Jawab Chris menjelaskan.
"Enggak kok Nak, justru Adikmu Jefry mengihklaskan Tasya bersamamu. Jefry cerita begini hanya untuk meringankan beban di hatinya, makanya Jefry memberanikan diri cerita ke Papa tadi sore, dan hal ini tidak ada yang tau kecuali kita bertiga" ucap Baskoro menjelaskan yang memang istrinyansendiripun tidak mengetahui ini.
"Jefry sudah mengihklas kan Tasya untuk Abang. Mungkin emang Tasya jodoh Abang. Jefry hanya miminta sama Abang bahagiain Tasya jangan pernah bikin Tasya sedih. Dan Jefry juga akan selalu berdoa untuk kebahagiaan kalian. Jefry mohon Abang jangan membenci Jefry. Hiks..Hikks.Jefry sayang sama Abang" ucap Jefry sambil sesegukan dan rasa perih di hatinya. Tetapi memberikan kelegaan setelah mengungkapkan semuanya.
Chris pun beranjak dari tempat duduknya, berjalan ke arah Jefry dan merangkul Adik kesayangannya itu.
"Tenanglah! Abang akan selalu bahagiain Tasya. Terima kasih sudah mengihklaskan Tasya untuk Abang, sudah kamu jangan sedih lagi. Abang juga akan mendoakan mu mendapatkan wanita yang baik yang bisa menggantikan posisi Tasya nanti. Makasih ya Jef. Maaf Abang tadi terbawa Emosi, Abang sayang sama kamu. " ucap Chris sambil memeluk adiknya itu.
Baskoro dan Laras telah berhasil mendidik Anak-anaknya untuk saling terbuka, mau mendengar dan belajar memaafkan. Itulah yang terjadi malam ini. Baskoro turut Bahagia melihat kedua Putranya akur kembali. Baskoro puas bisa menjadi sahabat bagi Anak-anaknya di saat kondisi seperti apappun.
" Nah gitu dong! Kalau akur beginikan Papa jadi senang. Yaudah, Jefry kamu anak Papa yang sangat Baik nak, Papa bangga sama kamu. Di usiamu yang sangat muda kamu bisa mengalah dan memberi solusi untuk masalahmu sendiri, Papa dan mama selalu mendoakan yang terbaik buat kalian, masa depan kalian dan jodoh kalian" ucap Basokor pada Jefry anak bontotnya. Dan kamu Chris selamat ya Papa baru tau dari Jefry tadi kalau kalian sudah pacaran ternayata, pantas saja pulang selarut ini huh" sindir Baskoro yang langsung mengundang senyuman di wajah Jefry dan Chris. Mereka pun berdamai.
.
.
.
.
To Be Continued...
nunggu nikah si Tasya lma beud 😂😂
salam dari "wanita seribu luka"
semangatt terus ya.. lanjutin sampe tamat..
🤗🤗🤗🤗🤗🤗🤗🤗🤗🤗🤗🤗🤗
aku tunggu kunjungannya