NovelToon NovelToon
Pengantin Pengganti Duda Diktator

Pengantin Pengganti Duda Diktator

Status: tamat
Genre:Konflik Rumah Tangga-Pernikahan Angst / Masokisme / Pengantin Pengganti / Tamat
Popularitas:3.5M
Nilai: 4.9
Nama Author: Ridz

[NAMA KARAKTER DALAM NOVEL INI SEDANG DALAM TAHAP REVISI, HARAP MEMAKLUMI NAMA NYELENEH DAN TERKESAN TIDAK BAGUS INI, TERIMAKASIH]

"Kau benar-benar wanita sampah!" bentak Zac yang membuat Markisa menatap Zac dari posisinya yang kini duduk diranjang.

"Oh iya satu lagi, kau sepertinya harus belajar tata krama sebelum memulai berbicara dengan istrimu ini yang memiliki kecerdasan jauh diatasmu, jangan berbicara sampah denganku, disaat kau sendiri yang merebut kehormatan ku, jadi jika aku tanya padamu, diantara kita berdua siapa yang sampah?" tanya Markisa yang membuat Zac bungkam.

Bagaimanakah perasaanmu jika kamu, melihat kekasih dan kakakmu sendiri yang akan menikah besok pagi tengah bercinta didalam kamarmu sendiri.

Dikhianati oleh Kekasih, Kakak dan Adik sendiri, itulah yang dirasakan Markisa Adena Mourt, seorang Dokter Kandungan, yang melihat Kakak dan Kekasihnya tengah bercinta sehari sebelum pernikahan kakaknya sendiri, dan yang lebih buruk dari itu, dia dijebak oleh Kek

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ridz, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 31 | Novel Baru: Genius Bride Duda Depresi

Judul Novel: Genius Bride Duda Depresi

Penulis: Ridz

Sinopsis:

Android, seorang pengacra Genius di kota paris mengambil liburan ke Luzern, Swiss setelah memenangkan sebuah kasus, namun siapa sangka disana dia terlibat ONE NIGHT STAND dengan seorang Dosen Muda.

Karena tidak ingin bertanggung jawab atas perbuatannya, Android memilih pulang ke Negaranya, namun sebuah Fakta harus dia terima bahwa sang Dosen Muda tersebut ternyata adalah Boss di perusahaan tempat dis bernsung.

Karena Dendam akhirnya sang Boss-pun menjebak Android kedalam Belenggu Pernikahan Neraka.

Spoiler Cerita:

"Astaga! Apa yang terjadi!?"

Teriakan Apple didalam kamar hotel itu terdengar kencang namun tidak dapat membangunkan Android dari mimpi indahnya.

Apple membuka matanya saat bias cahaya matahari yang merasuk masuk melalui sela-sela horden jendela kamar hotel tersebut menerpa wajahnya, awalnya dia tidak mengingat apapun sebelum ia menyadari bahwa ia tengah tertidur dalam kondisi telanjang bersama seorang pria yang jauh lebih tua dari nya di kamar hotel tersebut.

Apple menarik selimut untuk menutupi dirinya sebelum rasa ngilu yang berasal dari lobang sensitifnya membuat pikirannya terbang kemana-mana.

"Darah?"

Apple menatap segumpal tissu putih yang berbercak darah membuat pikirannya kembali terbang kemana-mana, air matanya perlahan menetes saat ia menyimpulkan kejadian semalam dengan hasil analisis-nya.

"Tidak! Ini tidak boleh terjadi," Apple bangkit dan mengusap air matanya.

Ia melihat pakaiannya tercecer dan segera memakai pakaian tersebut, setelah berpikir cukup lama ia sadar betul bahwa dirinya telah dilecehkan oleh pria yang memberinya tumpangan.

Mungkin tadi malam dia berada dalam titik terendah dari hidupnya, namun tidak pagi ini, dihancurkan oleh seorang pria berstatus tunangannya kemarin sudah sangat buruk, dan kali ini dia pastikan dirinya tidak akan diam.

"Harusnya kuberikan saja kepada Oppo semalam, ini benar-benar tidak bisa dimaafkan, dia mencoba bermain-main denganku, dia belum tahu siapa diriku," monolog Apple berjalan ke celana Android yang tercecer juga.

Ia mengangkat celana tersebut dan mengambil dompet milik Android, ia mencari kartu pengenal dari sosok yang menodainya itu.

Berada dalam Titik terendah itu menyakitkan namun terpuruk bukanlah pilihan, setidaknya begitulah prinsip Apple sekarang.

Apple yang sudah mendapatkan kartu pengenal milik Android segera memasukkan benda tersebut kedalam tas-nya dan sekarang tinggal menyelesaikan sisa-nya.

Plak!

Sebuah tamparan dari Apple di wajah Android membuat pria berdarah Amerika-Prancis ini bangkit saat Apple memberikan tamparan diwajahnya.

"Apa yang kau lakukan?" tanya Android kesal saat melihat Apple berdiri melipat kedua tangannya.

"Pakai pakaianmu, Tuan Pengacara, kau tidak malu dalam kondisi telanjang begitu?" Apple melemparkan pakaian Android ke Android sendiri.

Android menatap gadis yang baru saja dia nikmati tadi malam itu sembari memakai bokser, celana dan kemejanya.

"Rupanya kau sudah bangun, bagaimana rasanya semalam?" tanya Android mengancing tiga kancing atas kemejanya.

Apple membuang muka dia menarik kerah Android dan menatap tajam pria yang hampir berusia empat puluh tahun itu.

"Aku tidak ingin bertele-tele, Nikahi aku," ujar Apple yang membuat Android mendorong tubuh Apple menjauh darinya.

"Tidak akan," jawab Android mengambil kacamata dari atas nakas.

"Kalau aku memaksa, kau bisa apa Tuan? Kau sudah merebut apa yang berharga dari diriku yang sudah ku pertahankan dan itu tidak gratis," ujar Apple menggerai rambutnya dan menodong Android dengan tatapan tajam.

"Kalau kau memaksa, aku akan menyebarkan video kita semalam dan tenang saja yang terlihat jelas disana hanya wajahmu," jawab Android melirik handycam diatas meja tepat didepan ranjang.

Apple menggelengkan kepalanya dan berjalan ke arah meja handycam tersebut kemudian melemparkannya ke lantai.

"Handycam, ini, mati bodoh, jika kau punya rencana sebaiknya kau siapkan baik-baik, lagi pula tidak Ada memori didalam handycammu, itu," ujar Apple yang membuat Android menelan ludahnya. "Kau salah bermain-main denganku, Tuan,"

Android terdiam, dia benar-benar salah lawan, Apple bukanlah wanita sembarangan, Android memutar kepala agar tidak terjebak dalam situasi ini.

"Aku tidak mau, aku membenci pernikahan, aku lebih suka bermain satu malam, dan aku tidak akan bertanggung jawab," ujar Android mengambil dompet dan mengeluarkan beberapa lembar dollar kepada Apple.

Apple yang melihat itu mengambil tas-nya dan merogoh isinya. "Uangmu banyak, tapi orang kaya tidak hanya dirimu,"

Apple melemparkan uangnya kepada Android yang membuat Android berpikir keras bahwa Apple akan benar-benar meminta pertanggungjawaban dari nya.

"Dengarkan aku! Aku tidak akan bertanggungjawab!" kesal Android berjalan keluar dari kamar hotel tersebut meninggalkan Apple yang masih berdiri di dalamnya.

Apple terdiam dan mengeluarkan kartu pengenal Android, ia membaca kartu tersebut dan menyeringai sinis. "Kau Singa sudah masuk ke perangkap tikus, bagaimana kalau aku yang menjebakmu dalam belenggu pernikahan?"

"Baris baru balas dendam ku, Tuan Android Andromeda," lanjut Apple sinis.

TBC

1
Memyr 67
𝗆𝖺𝗌𝗂𝗁 𝗆𝖾𝗇𝗒𝗂𝗆𝖺𝗄
Marini Suhendar
habis baca..satu troli belanjaan penuh😅😅
Santhi Agung
agak laen author nya sampai pembalut pun jadi nama tokoh novel kenapa ga pake Laurier aja🤣
Heny
Nm nya aneh2 y thor ketawa baca nya
Heny
Pantesan ny. Bay seperti itu ternyata gangguan jiwa kwkw
Heny
Lucu y nm mrk pake merk shampo
Ririn Nursisminingsih
kereen markisa
Ririn Nursisminingsih
setelah bodrex nanti paramax thor
Ririn Nursisminingsih
baguss ceritanya
Ririn Nursisminingsih
cantiiknya markisa terang aja zack klepek2 ganti dong panggilanya yg mesra
Ririn Nursisminingsih
semua nama2 nya produk2 yg di alfamart/Facepalm//Facepalm/
Ririn Nursisminingsih
seksoy zacknya
Sanjaria Abubakar
😘😘😘😘😘😘😘marisa
Sanjaria Abubakar
👍👍👍👍👍 keren markisa
Khairul Azam
ceritanya bagus tp nama pemain nya bukin gimana ya bacanya geli aja 🤭🤭
Anisa Fitria
baru sasar klo nama dove adalah nama shampoo semenjak ada nama pantine
Surati
bagus
Dwi Vella
Luar biasa
Violita Sari
ceritanya seru...tapi baca namanya jadi ketawa...kenapa isi minimarket semua pindah kemari 😂😂
Fi Fin
iiih aku geli sama visualnya zak
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!