Aderson yang sering dipanggil Derson adalah laki-laki yang sangat kejam, suka kekerasan dan juga sangat membenci yang namanya perempuan.
Olivia yang kerap disebut Via datang kekehidupan Derson, Via mampu mengobrak abrik hati Aderson yang dingin dan sangat susah untuk dijangkau.
Jangan lupa dukung karya ini dengan tinggalkam jejak kalian ya, cukup dengan like, komen, vote, kasih hadiah mawarnya.
Terimakasih.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon linasolin, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 30
🌛🌛🌛
Waktu berjalan begitu cepat sudah seminggu ini james berada dikota B untuk memantau perkembangan pabrik yang akan mereka operasikan dalam minggu ini.
Karena merasa sudah bekerja keras dalam minggu ini, James pergi kesebuah club untuk minum hanya untuk menghilangkan rasa capek tidak lebih dan tidak kurang.
Saat James memasuki club itu semua mata perempuan tertuju padanya, karena baru pertama kali James pergi kesebuah club dan hanya seorang diri.
James duduk di bardender meminta pelayan menuangkan minuman kegelasnya, karena tidak terbiasa minum diclub dan meminum minuman keras James hanya minum dua gelas saja dan berniat ingin pulang kehotel untuk beristirahat.
Saat ini James sudah diluar club, pemandangan yang ia lihat didepan matanya membuat darah mafianya keluar dan ingin membunuh orang didepannya.
James melihat saat ini Lily yang sedang mabuk dan di bawa beberapa pria yang seumuran dengannya sedang masuk kedalam mobil, dengan langkah cepat James melajukan mobilnya mengikuti mobil didepannya yang berjalan diatas rata-rata.
James sangah marah saat melihat mobil itu memasuki lobi hotel, pikiran James saat ini adalah bagaimana menyelamatkan Lily.
Tidak mau ketinggalan James terus mengikutinya sampai didepan pintu kamar hotel, saat ini Lily posisinya sudah pingsan. karena james sedang marah dua kali tendang pintu hotel itu langsung terbuka membuat orang didalam terkejut.
"Siapa kamu? berani-beraninya mengganggu kami" ucap salah satu dari mereka.
"Kalian tidak perlu siapa aku, sebelum aku marah cepat tinggalkan kamar ini" ucap Derson dingin dengan wajah yang sudah merah padam menahan emosinya.
"Haha... kami sama sekali tidak takut padamu, kalau kau berani lawan kami dulu" tantang salah satu dari mereka.
Bug..... James langsung meninju hidung laki-laki yang bicara barusan, dan kemungkinan tulang hidung laki-laki itu pasti patah akibat kuatnya pukulan James.
"Hajar dia kenapa kalian diam saja" ucap laki-laki itu terbata-bata menahan sakit dihidungnya yang sudah mengeluarkan darah.
Ketiga laki-laki itu mrnyerang James secara bersamaa tapi hal itu tidak membuat James kewalahan, dengan santai tapi mematikan James menghajar mereka hingga babak belur.
"Siapa yang menyuruh kalian melakukan ini?" tanya James lagi sambil menyilangkan tangannya didada.
"Ampuni kami..... tidak ada yang kami, dia wanita tercantik dikampus dan kami adalah laki-laki kaya dan juga tampan yang ia tolak secara tenang-terangan" ucap mereka dengan takut.
"Kalau kalian tidak mau mati, malam ini kalian serahkan diri kekantor polisi, dan kalau kalian kabur akan saya cari keujung dunia sekali pun untuk membunuh kalian".
"Cepat pergi dari sini" Bentak James, lalu keempat laki-laki itu pergi dari hadapan James dengan terbirit-birit.
Semua laki-laki itu telah meninggalkan James dan Lily dalam kamar hotel itu, James mendudukan bokongnya diatas sofa lalu menelfon Derson.
"Hallo boss, saya mau beritahu kalau saat ini Lily mabuk dan hampir diperkosa para lelaki kurang ajar" ucap James saat Derson sudah mengangkat telefon.
"Dimana dia sekarang?".
James langsung membuat kamera menjadi kamera belakang dengan jelas Derson melihat Lily terbaring diatas kasur, dan sudah mulai bangun dari pingsannya.
"Achhh panas" ucap Lily sambil menarik bajunya keatas hingga terlihat badan Lily yang masih memakai bra.
"James segera cari dokter untuk mengobati Lily, sepertinya dia meminum obat perangsang" ucap Derson panik.
"Baiklah aku akan telfon dokter yang biasa menangani Lily saat sakit" ucap James hendak mamatikan telfonnya.
"Kau mau mati? jangan matikan telfonnya nanti kamu macam-macam sama Lily" Derson berusaha melindungi adiknya dari laki-laki termasuk James.
Dengan langkah cepat James mengambil HPnya satu lagi dari saku celana lalu menelfon dokter, karena desakan dari James 15 menit kemudian dokter sudah datang didepan pintu hotel.
Dan selama 15 menit itu pula, Lily dari tadi mendekati James dan ingin melahap James tapi James selalu menghindar apalagi saat melihat wajah membunuh Derson dari seberang telfon.
James langsung berlari kearah pintu masuk dan mempersilakan dokter akira masuk untuk memeriksa tubuh Lily.
Dokter yang bernama Akira itu masuk dan mulai memeriksa tubuh Lily, dokter Akira geleng-geleng kepala ssudah selesai memeriksa Lily.
"Bagaimana keadaannya? tanya James.
"Sepertinya obat yang nona Lily minum dosisnya sangat tinggi, dan ini sangat berbahaya jika tidak disalurkan" jawab dokter itu membuat Derson yang mendengar dari seberang telfon mengusap kepalanya prustasi.
"Apa ada cara lain untuk menyembuhkannya dokter?".
"Ada tapi tidak terlalu berpengaruh, obat itu akan hilang jika ada yang mau tidur dengannya".
James yang saat ini ikut pening, berbicara kepada Derson disebarang telfon.
"Apa rencana mu boss, apa kamu tidak berniat menyewa laki-laki yang tidur dengan Lily untuk malam ini?".
"Sekarang kamu suruh dokter itu pulang dulu".
"Dokter silahkan pulang saja, saya dan boss saya akan mengatasinya" suruh James kepada dokter Akira itu.
"Baiklah kalau begitu saya permisi dulu" dokter Akira itu mulai berjalan meninggalkan kamar hotel sesuai dengan arahan James.
"Achh panas.... kak James tolong aku" Lily kembali meminta tolong kepada James, yang saat ini menelfon dengan Derson.
"Tidak ada cara lain selain menyewa laki-laki untuk Lily" ucap James lagi.
"Aku tidak mau menyewa laki-laki sekarang aku memilih mu untuk menyembuhkan Lily".
Duar..... bagai disambar petir rasanya James belum siap untuk tidur dengan perempuan, apalagi meniduri Lily yang ia anggap hanya sebagai adik saja.
"Aku tidak bisa boss, carilah laki-laki lain" protes James.
"Kalau terjadi sesuatu dengan Lily, maka kamu yang akan mati duluan ditangan ku" ancam Derson.
"Tapi aku tidak mau menikahi Lily" protes James lagi.
"Aku tidak menyuruh mu menikahinya, aku juga tidak mau mempunyai adik ipar sepertimu, aku hanya mau kamu obati Lily malam ini" jawab Derson marah, marah karena tidak bisa menjaga adiknya itu.
Derson tidak iklas adiknya itu ditiduri oleh laki-laki sebelum menikah tapi gara-gara masalah ini dia harus merelakan adiknya tidur dengan asistennya sendiri.
"Baiklah jika itu mau mu, akan aku lakukan tapi jika Lily hamil aku tidak mau bertanggung jawab" ucap James lagi karena marah selalu dipaksa boss-nya itu.
"Itu urusan belakang, sekarang lakukan tugas mu".
Klik derson langsung mematikan telfon itu secara sepihak tidak mau sampai ia melihat dan mendengar adegan panas adik kesayangannya itu.
"Si*l" umpat James marah lalu berjalan kearah Lily yang saat ini sudah menaggalkan pakaiannya.
Dengan berat hati James melayani Lily malam ini sampai Lily benar-benar tumbang dan obat itu hilang dari tubuhnya.
🌛🌛🌛
Jangan lupa tinggalkan jejak ya
yg sabar ya Via..../Rose//Rose/