🔥KARYA KEEMPAT
✔SEDANG DALAM TAHAP REVISI!
✔WAJIB UNTUK MEMBACA MAFIA GIRL VS KETUA OSIS AGAR TIDAK BINGGUNG 😉
😈DIMOHON UNTUK TIDAK MENFOTO COPY! ATAU PLAGIAT! PLIS LAH INI HASIL PEMIKIRAN SAYA😭 KALAU PUNYA OTAK PIKIR SENDIRI!
Badgirl bertemu badboy apa jadi nya?
Sementara disisi lain ketua osis dengan seorang stalker? apa dia di notice atau malah....
Dan disisi lain juga cinta yang tak sengaja dipertemukan
SEASON 2 DARI MAFIA GIRL VS KETUA OSIS
SLOW UPDET!
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon dewi fatmawati, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
EPS 30
🌟HAPPY READING🌙
.
.
..."*Bisa kita mulai dari awal? dari awal kita kenal, jujur saja aku rindu dengan kedekatan kita dulu."...
...Leonard Fillbert*....
.
.
.
Newyork 20.00 malam di Apartemen Calista.
Calista buru-buru mengambil buku bersampul unicorn berwarna pink yang terletak diatas nakas. Pena berwarna birunya mulai menuliskan kata demi kata yang membuat dirinya senang hari ini.
Senyuman terukir setelah menulis kata-kata tersebut. Gadis itu menutup penanya serya mengingat kembali kejadian tadi.
7 juli 2020
Belajar bersama dia, dan jalan-jalan bersama dia sungguh membuat ku senang bukan main. Hopefully this day can be repeated again~!
Terdengar alay mungkin, tapi Calista tak peduli toh itu diarynya sendiri, dan tak akan ada yang melihatnya!
Calista langsung merebahkan dirinya diatas kasur dengan diarynya yang kini ia peluk erat, tiba-tiba kenangan hari 'itu' melintas begitu saja dalam pikirannya.
Hari itu! awal dimana Calista bertemu Alan, sosok pemuda yang berhasil membuatnya jatuh sejatuh jatuhnya kedalam dirinya bahkan sekarang sudah tak ada celah lagi untuk menjauh dari pemuda tersebut.
Flashback on.
07.00 pagi.
Gadis dengan kacamata bulat yang bertengger manis dimatanya serta beberapa buku yang ada dalam tangannya kini tengah belari tergopoh-gopoh menuju kelasnya berada.
Mikrofon telah berbunyi sedari tadi menandahkan bahwa para murid baru harus berkumpul dilapangan secepatnya dengan gaya absurd masing-masing.
Dia Calista, gadis polos nan cupu yang lupa bangun pagi serta lupa menyiapkan semua alat-alat yang dibutuhkan untuk MOSnya.
Sial! Calista benar-benar lupa akan hal itu! padahal kan dirinya telah memasang alarm tapi entah mengapa dirinya tak bangun-bangun bahkan suara cempreng khas Iibunya tak kunjung membangunkannya.
"Woeee Calista! bisa telat juga ternyata lo." Sapa salah satu temannya yang tengah bersantai ria dikantin.
"Udah lah Cal, gak penting juga tuh MOS." Tambah gadis satunya yang sedari tadi memakan es batu. Sedetik kemudian kedua gadis itu tertawa terbahak-bahak.
Calista tak menghiraukan guyonan khas sahabat-sahabatnya, mungkin jika ditambah Alana bakal lebih ramai.
Namun gadis pembuat onar tersebut tak bersekolah disini, terakhir dia dengar bahwa Alana bersekolah di SMA Garuda namun sekarang pindah lagi di SMA Pancasila gara-gara Alana berantem dengan Guru di SMA Garuda padahal hari ini MOS!
Memang sahabat satunya itu selalu membuat onar bahkan sudah kebal dengan ruangan BK atau pun surat-suratnya mungkin jika digabungkan semua surat-surat Alana bisa menjadi gunung.
Kaki jejangnya itu kembali belari menuju kelas X IPA 1
Brukkk.
Entah karena Calista agak kurang fokus atau karena memang dirinya terlalu terburu-buru, mengakibatkan Calista jatuh terduduk didinginnya lantai serta beberapa buku-bukunya yang nampak berserakan.
Pemuda yang tadi menabrak Calista langsung mengambil semua buku-buku Calista yang berserakan dilantai, dan langsung menyerahkannya kepada Calista.
"Maaf, gue buru-buru tadi." Ucap datar pemuda itu membuat Calista reflexs menatap wajah datar pemuda tersebut yang kini tengah menatapnya balik.
Tampan, satu kata yang cocok untuk pemuda tersebut. Apa ini? Calista jatuh cinta pada pandangan pertama?
Alan Vegar Anindito, tak sengaja Calista membaca name tag milik pemuda tersebut yang diketahui bernama Alan.
"Lo dikelas mana? biar gue anter?" Tawar Alan membuat semua lamunan Calista buyar seketika.
"Oh, kelas X IPA 1" Jawab Calista, mencoba tak kikuk sama sekali agar ia tak terciduk telah menatap pemuda tersebut.
"Emm, sekelas bareng gue." Gumam Alan lalu berjalan mendahului Calista bermaksud untuk menunjukkan jalan.
Ternyata kelas Calista berada tak jauh dari tempatnya tadi hanya berjalan beberapa langkah saja sudah sampai.
Calista langsung menaruh tasnya disembarang tempat, dan langsung berjalan menuju lapangan bersama Alan.
Satu kata, canggung.
Percaya lah Calista bukan gadis yang pandai merangkai kata-kata agar suasana tidak canggung seperti sekarang.
Tiba-tiba Alan berhenti sebentar, dan langsung menatap Calista dari atas ke bawah membuat Calista menatap Alan bingung sementara Alan ia langsung menuliskan sesuatu diatas kertas manila berwarna biru.
Alan menghela nafas, "Lain kali jangan lupa." Ucap Alan, membuat Calista lagi dan lagi menatap Alan binggung.
Selang beberapa waktu akhirnya mereka berdua sampai dilapangan yang kini tengah dipenuhi banyak murid-murid MOS dengan gaya absurd masing-masing.
"ITU YANG TELAT KEMARI!" Ucapan mikrofon tersebut mampu membuat semua siswa atau siswi melihat ke arah mereka berdua.
Bagus sudah! mereka berdua menjadi tontonan utama para siswa baru, malu! hanya itu yang dapat mendeskripsikan perasaan Calista namun ia bisa apa? hanya bisa mengekori Alan dibelakang sambil menunduk.
Malu bercampur cemas perasaan mereka berdua saat ini ralat hanya Calista saja karena Alan hanya menatap datar ke arah depan seakan tak terjadi sesuatu.
"Maaf, saya yang menyebabkan dia telat." Ucapan Alan barusan mampu membuat Calista membulatkan matanya, apa-apa an itu! ini murni bukan kesalahan Alan tapi dirinya! Calista yakin seratus persen jika Alan ini tak telat tapi cuman ijin ke kamar mandi.
Terbukti saat Calista bertabrakan dengan Alan tadi, lelaki itu tak membawa tas namun hanya terlihat basah diwajahnya.
"Oh jadi kamu! terus untuk kamu mana peralatan MOS kamu?" Tanya Guru tersebut yang mengarah ke Calista.
Gawat, kini Calista hanya bisa menggigit perlahan bibirnya tanda ia mulai gusar.
"A anu p-"
"Ini punya dia, saya hanya pinjam tadi." Jawab Alan lalu memasangkan topi kerucut berwarna kuning itu ke atas kepala Calista, dan sebuah kartu nama yang kini berubah nama menjadi Calista Jasmine.
"Kamu! karena kamu melanggar dua peraturan sekaligus kamu saya hukum push up 50 kali nanti ditambah kamu yang akan menggantikan ketua osis sementara." Suruh Guru tersebut lalu menyerahkan mikrofon itu kepada Alan.
"Untuk kamu silahkan kembali ke tempat." Sambung Guru itu kepada Calista, dan mendapat anggukan dari Calista.
Gadis itu mulai berbaur dengan teman barunya seraya menatap edikatnya yang dibaliknya terdapat tulisan Alan Vegar A.
"Bodoh." Lirih Calista.
Kalau saja ia tak telat bangun pagi semua ini tak akan terjadi, namun dari kejadian ini mampu membuat Calista seakan terbang.
Seumur hidupnya baru kali ini dia bertemu cowok tampan dengan sejuta perhatian walau sangat dingin. Namun Calista suka, ia langsung menatap sambil tersenyum ke arah Alan yang tengah membacakan peraturan sekolah.
10 November 2017, mulai detik itu juga Calista resmi menjadi fans berat Alan!
Flashback off.
Mengingatnya saja mampu membuat Calista seakan ingin terbang kembali namun ia sadar besok ia harus mengngumpulkan PR! dan dia belum mengerjakannya sama sekali!
Langsung saja Calista bangun dari tidurnya, dan mulai mengerjakan tugasnya.
🔥KASIH RANTING 5🔥
"ALANA! BANGUN KAMU!" Teriak sang Dosen yang terkenal akan killernya membuat sang punya nama langsung terbangun dari mimpi indahnya.
"Teriak muluk lo Buk ini bukan hutan kalik." Oceh Alana sambil mengusap perlahan kedua matanya sesekali ia menguap.
Mungkin karena efek dia sakit membuat dia selalu tertidur?
"APA! COBA ULANGI LAGI!"
"Mangkannya Buk periksa telinga dulu baru ngajar."
"KAMU! kamu kenapa tidur waktu pelajaran saya ha? bukannya menyimak dengan baik malah enak-enakan tidur!"
"Saya tidur karena ngantuk lah Buk, gitu aja masih ditanyain sih Buk." Jawab Alana yang kelewatan polos.
"DIAM KAMU ALANA-" Ucap Guru tersebut terpotong.
"Tadi aja suruh jawab sekarang suruh diem! repot bat sih nih emak-emak tua, udah tua juga kapan mati cobak?" Gumam Alana membuat semua mahasiswa yang berada disana langsung tertawa terbahak-bahak.
"Kamu pikir saya tidak dengar ha!"
"Ih, si Ibuk negatif thingking bat sih ama muridnya... sapa cobak yang mikir begitu? gak baek tauk Buk."
"Sudah lah, pusing saya debat sama kamu! gak ada faedahnya!" Kesal Guru tersebut.
"Ahahah Ibuk kok narsis sih? tua-tua kok narsis? yang mau debat ama situ siapa cobak?" Lagi-lagi ucapan Alana mampu membuat semua mahasiswa yang berada dikelas tersebut tertawa sangat keras sekaligus membuat Guru tersebut marah.
Karena sangking marahnya, Guru tersebut langsung meninggalkan kelasnya begitu saja.
"Wuihh, gue menang gaiss." Heboh Alana membuat kelas tersebut mendadak ramai.
"Lop yu Alana!"
"Aku padamu lah Al!"
"Gini kek jamkos!"
"Entar gue teraktir deh lo Al!"
"Eh Alana! besok-besok sekelas bareng gue yuk?"
"Uwu the best lah Al!"
"Alana hebat anjerrr!"
Dan lain-lain, banyak yang meyoraki nama Alana dengan berbagai ucapan selamat karena dapat mengusir sang Guru killer keluar kelas. Sungguh mereka amat tidak beta berada dikelas itu.
Mereka semua bahkan berdoa agar Alana dapat adu bacot melawan Guru tersebut, dan lihat lah doa mereka di kabulkan! ini tidak baek gaesd! jangan dicontoh.
"Iya dong Alana gitu loh!" Ucap Alana dengan menepuk dadanya pelan lalu ia mengambil handphonpela, dan mulai mengetikan pesan untuk kedua sahabatnya.
Alanacanss
Eh dua curut kelas gue jamkos, sini lo pada.
Send.
"Woy tutup pintu! kita disko!"
BERSAMBUNG~
YE ELAH AL:V
LIKE, KOMEN, VOTE, KASIH RANTING 5 DAN TAMBAHKAN FAVORIT 👈 JANGAN LUPA TvT
SEE YOU NEXT CHAPTER😉
BABAY~