NovelToon NovelToon
[RDY'S#2] THE DESTINY!

[RDY'S#2] THE DESTINY!

Status: tamat
Genre:Romantis / Teen / Komedi / Spiritual / Tamat
Popularitas:3.9M
Nilai: 4.9
Nama Author: sugiatiidhln

[BUDAYAKAN FOLLOW SEBELUM MEMBACA! BUDAYAKAN PULA TINGGALKAN JEJAK!]

[BACA [RDY'S#1] LAA TAHZAN! DULU BIAR PAHAM ALUR DAN KONFLIKNYA!]

[FOLLOW IG; SUGIATIDAHLAN]

[NO PLAGIAT! SANKSI BERLAKU]



Kisah tentang;

"Dia adalah orang yang kerap membuatku merasa perih, tetapi dia juga yang kerap membuatku merasa rindu."

@Anniza Az-Zahra Rulen

Anniza Az-Zahra Rulen. Gadis berhijab dengan akhlak yang mulia, tubuhnya ditutupi kain lebar dengan hijab yang membalut kepalanya. Kesabarannya sudah tidak dapat diragukan lagi saat ia dengan hati yang tabah kembali terjun ke masa empat tahun yang silam.

Verrel Aryanka Radeya. Lelaki tanpa ekspresi yang tengah menjabat sebagai mahasiswa jurusan fotografi, sekaligus pemilik studio pemotretan VR. Terhenyak saat kilatan masa lalu yang terbenam di hatinya kembali muncul kepermukaan.




®picturebypinterest

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon sugiatiidhln, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

The Destiny 31

━━━━━━━━━••☆●☆••━━━━━━━━━━━

❝ Jika semua karena Allah, maka lelah tidak akan membuatmu menyerah. Dan sakit tidak akan membuatmu berhenti berjuang.❞

[GoresanTintaMuslimah]

━━━━━━━━━••☆●☆••━━━━━━━━━━━

Deon memasang wajah datar saat dua cecunguknya tiba-tiba berkunjung. Padahal, Deon mengosongkan jadwalnya hari ini agar bisa berdua dengan Eva yang tengah hamil dua bulan. Ingin bermanja-manja dengan sang istri.

Tetapi, kedatangan Verrel dan Daniel yang super tiba-tiba membuat Deon ingin menelan mereka hidup-hidup. Entah angin apa yang menerpa mereka hingga terdorong datang ke rumah ini, jika diingat-ingat dipaksa pun mereka malas, berbeda dengan hari ini karena datang tanpa diundang.

Verrel dan Daniel tengah sibuk dengan konsol PS di tangan mereka masing-masing. Sedangkan, Deon sang pemilik rumah duduk di sofa dengan raut wajah datar, menunggu dua cecunguknya untuk pergi.

"Gue memang lagi, cuyy huhuhu." Daniel berteriak bahagia dengan tangan direntangkan ke atas. Laki-laki itu menyugar rambutnya ke belakang dengan tampang songong, tidak ada yang bisa mengalahkannya dalam dunia game. Bahkan, Verrel sekalipun.

Verrel hanya tertawa kecil lalu kembali menekan satu tombol di konsol PS. Membuat permainan game itu kembali ke awal. Deon yang duduk diam langsung memelototi kedua cecunguknya.

"Kapan, sih, kalian pulang?" gerutu Deon.

Verrel dan Daniel menoleh sekilas ke belakang. Lalu, mengangkat bahu acuh dan kembali berselancar di dunia game.

Deon mendengus. Dilihatnya Eva berjalan ke arah mereka dengan nampan di tangan wanita itu, berisi tiga gelas jus jeruk, dan sepiring kue coklat yang masih panas.

Deon langsung mengambil alih nampan itu dan menaruhnya di meja. Lalu, memegang kedua tangan istrinya dan menuntunnya untuk duduk sofa.

"Jangan layanin mereka, entar tambah betah lama-lama disini," bisik Deon pada Eva yang kini sudah duduk di sampingnya.

Eva tersenyum lalu mengangguk. Walaupun Deon sangat kesal pada dua cecunguknya itu, Eva tahu itu bukan benar-benar kesal. Ketiga most wanted ini sudah menjelma menjadi laki-laki sukses yang diandalkan dalam keluarga besar mereka.

Jika diingat-ingat, sewaktu Deon melamar dirinya di kafe itu sungguh romantis. Dengan mawar merah dan cincin berlian yang Deon berikan padanya.

"HAHAHA, LO BISA MAIN NGGAK, SIH?" Atensi Deon dan Eva yang duduk berdua di sofa langsung teralihkan karena teriakan Daniel yang menggema.

"Alah! Ini baru awal. Nggak usah seneng dulu!" sahut Verrel. Gerakan jemarinya di atas konsol PS semakin cepat, seolah-olah tidak ingin memberi kesempatan untuk Daniel.

"Tuh, liat! Punya lo kesandung aja udah jatuh!" Daniel kembali mengejek.

Deon langsung melempar tubuh ke belakang, bersandar dengan kasar di sandaran sofa. Laki-laki itu menekuk bibir ke bawah, lalu menoleh ke arah Eva yang tersenyum melihat Verrel dan Daniel yang terlihat sangat sibuk.

Deon menggapai sisi pipi Eva lalu menolehkan wajah itu ke arahnya. "Jangan diliatin, mereka itu laki-laki mesum!" tukasnya.

"GUE DENGER, WOY!" Daniel yang mendengar ucapan Deon langsung menyahut dengan teriakan. Verrel sendiri hanya mengangguk-angguk kalem dengan mata yang teralihkan dari televisi besar milik Deon.

Deon lagi-lagi mendengus semakin kesal. "Kamu naik aja, nggak baik lama-lama di sini ada mereka." Deon menunjuk Verrel dan Daniel dengan gerakan dagu.

Eva tersenyum dan mengangguk. "Siap, Bos," serunya senang.

"Awas lo tukang palak! Lo kesandung gue syukurin," seru Daniel, asal. Verrel lagi-lagi mengangguk kalem, bodo amat dengan apa yang Daniel ucapkan. Yang penting, keberadaannya masih dianggap walau hanya anggukan singkat.

Eva langsung meraih bantal sofa dan melempar ke punggung Daniel, hingga laki-laki itu berjengit kaget dan refleks melepas konsol PS.

Verrel tersenyum miring, lalu mengambil kesempatan itu untuk menyerang Hero Daniel membabi buta. Hingga, Verrel-lah pemenangnya.

"GUE MENANG, CUY!" Verrel bersorak senang. Daniel sendiri mendengus dan hendak melempar bantal sofa itu ke arah Eva, tapi pelototan mata Deon membuat niatnya urung.

"Lo menang karena accident yang menimpa gue!" kelakar Daniel lalu duduk samping Verrel.

Kini, ketiga laki-laki itu duduk di sofa yang sama, dengan Verrel yang berada di tengah. Verrel meraih sepotong kue coklat dan memasukkannya ke mulut. "Sebenarnya, gue bisa aja ngalahin lo di awal, tapi gue seneng aja ngancurin mimik songong lo itu!" Verrel menjawab kalem. Laki-laki itu melipat tangan di bawah kepala, lalu memandang langit-langit rumah Deon.

Daniel mengambil alih piring berisi kue coklat itu. "Sekarang, Verrel jago bohong, yah. Hebat," puji Daniel, kelewatan tulus.

Sedangkan, sang pemilik rumah sudah memasang raut tak bersahabat sedari tadi. Menunggu-nunggu kedua cecunguknya ini untuk pamit dan pulang.

"Kalian pasti sibuk, pulang aja nggak papa." Deon tersenyum dipaksakan. Lalu, bangkit berdiri berniat mengantar dua cecunguknya ini ke depan pintu.

Verrel melirik ke arah Daniel, lalu kedua laki-laki itu mengangkat bahu acuh dan sibuk memakan kue coklat buatan Eva.

"Kalian ngapain, sih, kesini?" Deon mulai terpancing.

"Orang yang udah nikah itu tambah galak, yah, Rel?" celutuk Daniel. Verrel yang terlibat hanya manggut-manggut mengiyakan.

Deon mendengkus lalu kembali menghempas tubuh ke sofa. Raut wajahnya nampak frustasi, benar-benar tidak rela jika dua cecunguknya ini berlama-lama di sini.

Verrel berdehem. Ingin membahas sesuatu, maka dari itu dia berkunjung sebagai tamu tak undang di rumah Deon dengan menyeret Daniel.

"Lo berdua tau, kan, Pen udah berubah?" Verrel melirik ke arah Daniel dan Deon sekilas, lalu kembali memandang langit-langit rumah Deon.

Daniel mengangguk-anggukan kepala, sedangkan Deon hanya berdehem tanpa minat.

Verrel menghela nafas berat. "Gue mau ngasih dia kesempatan," ujarnya kemudian.

Deon dan Daniel spontan menegakkan badan, matanya melotot tidak terima akan pengakuan Verrel yang terkesan santai namun sangat mengejutkan.

"Lo apa-apaan, sih!" Daniel menyentak. Emosinya tiba-tiba tersulut hingga rahangnya mengeras.

"Apa yang udah dia lakuin ke lo itu keterlaluan!" Deon ikut menimpali. Sekesal-kesalnya Deon karena kedatangan dua cecunguk ini, dia juga tidak akan tinggal diam jika pembahasannya menyangkut perasaan. Apalagi perasaan Verrel.

Deon dan Daniel masih ingat jelas. Betapa mengenaskannya Verrel saat gadis itu pergi setelah menemui Verrel di pantai. Deon dan Daniel bahkan sangat geram, hingga merasa sangat menyesal telah menjatuhkan kepercayaan pada gadis itu untuk menggantikan posisi Auryn. Yang nyatanya sama saja.

Hingga hari saat mereka kembali bertemu dengan gadis itu, apalagi saat mendengar pengakuannya. Deon dan Daniel sudah sepakat, akan menghapus nama gadis itu dari daftar kenalan mereka.

"Dengerin dulu!" tegas Verrel.

"Apa yang perlu didenger lagi b4ngsat!" Daniel mengumpat. Verrel yang duduk di samping Daniel langsung melempar bantal dan pas mengenai wajah laki-laki itu.

Daniel mencebik lalu mengusap-usap wajahnya yang tiba-tiba gatal karena lemparan Verrel.

"Gue, mau buat dia suka lagi sama gue! Trus gue tinggalin, biar aja dia nikah sama Rangga." Verrel melanjutkan kalimatnya. Karena rencana Verrel membuat gadis itu cemburu dengan membalas perlakuan Jessica dan Keysa tidak berhasil. Verrel berpikir untuk memakai cara lain, dia sendiri tidak yakin ini benar atau salah.

"KITA NGGAK SETUJU!" Daniel dan Deon menjawab kompak.

Mengingat empat tahun yang lalu, Verrel bisa menyimpan perasaan pada gadis itu karena seringnya mereka bersama. Walau berdebat, tapi tak pernah melewati batas. Deon dan Daniel tidak ingin kisah itu terulang lagi sekarang, karena mereka yakin, luka di hati Verrel menganga lebar kala gadis itu kembali sebagai calon istri laki-laki lain.

Verrel tidak tahu ingin mendeskripsikan rasa sakit itu seperti apa. Ingin menyalahkan juga dia tidak tahu siapa yang salah, yang Verrel tahu gadis itu benar-benar menganggap hatinya sebagai permainan yang seru.

Memaksa Verrel untuk melupakan, walau sulit Verrel tetap berusaha. Lalu, saat perasaan itu mulai terbenam ke dasar, gadis itu kembali dan membuat perasaan yang terbenam itu kembali menguar kepermukaan.

"Kenapa nggak? Ini nggak lama, kok, gue cuman pengen---"

"Nggak ada pengen-pengen!" tegas Daniel.

"Daniel bener, Verrel Aryanka!" Deon menjeda kalimatnya lalu memposisikan badan menyamping menghadap Verrel. "Dulu lo terjebak ke dalam permainan lo sendiri!" lanjutnya lagi penuh penekanan.

Verrel menghela nafas sesak. Benar, dulu dia sendiri yang menciptakan dan memainkan permainan itu, namun, dia sendiri pula yang terjebak.

"Lalu apa yang harus gue lakuin?" Verrel bertanya frustasi.

"Ikuti kata hati lo," imbuh Deon. Lelaki itu sangat yakin, walau Verrel menyangkal dan berlari berkilo-kilo meter dari kenyataan yang menghampiri, dia tidak akan bisa melupakan gadis itu. Takkan bisa!

Verrel terdiam. Mencerna baik-baik ucapan Deon, dia sendiri sebenarnya bingung akan apa yang dia inginkan. Hati dan pikirannya menginginkan hal yang berbeda.

"Gue bingung." Verrel menutup wajah dengan sebelah lengannya.

"Jika lo masih suka sama dia, yang udah kejar!" tambah Deon lagi.

"Enggak! Gue nggak setuju jika lo kembali sama dia!" pungkas Daniel.

Verrel jadi bingung. Berlama-lama di sini bisa membuat kepalanya bertambah pening, lelaki itu bangkit dan tanpa sepatah kata berjalan ke arah pintu.

Deon dan Daniel tercengang beberapa saat.

"Rel, lo mau kemana?" pekik Daniel.

"Mau pulang. Assalamualaikum ...." Kalimat terakhir Verrel sebelum hilang di balik pintu.

Daniel menggeleng-gelengkan kepalanya, miris! Akan sikap Verrel yang meninggalkannya seenak jidat.

"Wa'alaikumsalam," jawabnya mereka bebarengan.

Deon tersenyum sumringah, lalu menolehkan wajah ke arah Daniel yang masih enteng memakan beberapa potong kue coklat yang tersisa.

"Apa?" ketus Daniel merasa diintimidasi oleh tatapan Deon.

"Lo pulang juga dong!"

"Oke!" Daniel langsung bangkit dengan kesal. Kemudian menyentak jaket yang teronggok di lantai.

"Semudah itu?" Deon hampir tidak percaya jika Daniel akan pulang seperti yang dilakukan Verrel beberapa menit yang lalu.

Daniel merogoh saku jaketnya dan membuka keamanan ponsel." Papa udah hubungin gue lima kali dan gue nggak angkat." Daniel berujar parau. Lalu berlari ke luar rumah. "GUE KENA MASALAH, YON. ASSALAMUALAIKUM ..." teriaknya dari luar.

Deon cengo. Tingkah Daniel masih sama seperti dulu, kekanakan dan apa adanya. Walau Daniel memutuskan berhenti kuliah dan mulai belajar menjalankan perusahaan dari Restu--- papa Daniel. Tapi Deon yakin, keputusan itu bukan keinginan Daniel, tapi Restu yang memaksa Daniel mengambil keputusan seperti itu.

Kalau Deon sendiri sudah yakin akan langkah yang dia ambil.

🌻

🌻

🌻

JANGAN CABUT! SINGGAH KOMENT DULU. CEGAH VERREL BUAT NGGAK ANEH-ANEH 😂

1
Alliyah Ramadani
kok nggak ada?
mahira
udh baca sampai
3x tetap engk bosen
Riswanto Riswanto
bagus alur ceritanya emosinya dapet banget pokoknya ikut ngebayangin gimana sedihnya tokoh pokoknya ngena banget lah
Nadia
aku bilang lebay jg, masih hitungan jam gak pulang udah dicariin, udah cengeng gampang nangisan
Nadia
lebay ah, kalo gak ketemu ya pulang dulu,
Nadia
penuh dgn masalah, ini blm selesai udah muncul masalah baru
katarinablue
varel
.. ahahhaha
Nur
𝘶𝘥𝘢𝘩 𝘣𝘢𝘤𝘢 𝘣𝘦𝘳𝘢𝘱𝘢 𝘬𝘢𝘭𝘪 𝘵𝘢𝘱𝘪 𝘨𝘬 𝘱𝘦𝘳𝘯𝘢𝘩 𝘣𝘰𝘴𝘢𝘯,𝘮𝘢𝘶𝘯𝘺𝘢
𝘣𝘤 𝘵𝘳𝘴, 𝘴𝘶𝘬𝘢 bgt👍
Rika Rostika
sedih banget banget banget
Rika Rostika
sedih lagi,...
Rika Rostika
mewek gue....
milktea_
bumi untuk ayla ko ga ada thor
Rifa Endro
Aku penasaran sama panggilan sayang Verrel ke Zahara. "Pen" ? Pendek kali ya...
Aniya Sari
bumi untuk Ayla sdh di hapus kh. @Syugerr
arfan
up
LyLa_LyLa
sumpah ini udah yang ke 4 kalinya aku ngulang baca cerita ini, Karena saking sukanya 😭❤️
AdeOpie
itu namanya belom jodoh Jes verell sama Keysa di saat verell mungkin mau buka hati buat Keysa tapi Zahra datang itu bukan salah Zahra juga.

ngga kebayang jadi Kesya suruh siapa dia yang keras kepala kerendahan harga diri demi dapetin hati cowo yang dia suka padahal udah di tolak mentah", bukan salah untuk cerita cinta verell dan Zahara yang rumit sampai membawa nama Kesya dan Daniel toh ngga ada yang nyuruh juga dari pihak verell dan Zahara ko mereka hadir dengan sendirinya.

hati Kesya ngga sesakit hati Zahra dengan gampangnya Jessica ngomong kaya gitu ke Zahra. di sini Zahra lah yang paling menderita Jes.

huuuu ..... jadi coment lagi kan padahal tahun udah jadi 2022 untuk coment di cerita thn 2020 🤦
AdeOpie
coment lgi ah karena baca ulang.

ngga kebayang jadi Reihan dan Zahra terutama Reihan dari umur 5 thn membesarkan adiknya dari umur 3 thn sampai dewasa manusia manah yang kuat anak kecil udah kenal yang namanya bekerja.

kasian juga untuk bunda Aisyah dan ayah Juna belasan tahun di kurung di tempat yang tak layak pakai akibat ulah seseorang yang gila harta dia menyakiti seseorang yang memiliki banyak harta hanya karna merasa iri sampai sebegitu'nya kalau aku jadi Zahra juga ogah sih sama Verrel yang notabenenya anak seorang penjaht yang jelas udah misahin kluarga nyampe belasan tahun.

tapi yah gitu namanya persaan susah untuk di lupakan buat pelajaran mencintai seseorang jangan terlalu dalam 🤣
Nacita
novel terkeren sih kak gue ngikutin dr laa tahzan kisah cinta mereka ini, ya ampun 😍 d tunggu season 3 nya
Nacita
bingung dan ga ngerti...
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!