NovelToon NovelToon
Cinta Agresif Tuan Muda

Cinta Agresif Tuan Muda

Status: tamat
Genre:Contest / Komedi / Tamat
Popularitas:661.3k
Nilai: 5
Nama Author: Lizaa Zarina

Pinkan Cleotra dibunuh oleh tunangan dan ibu tiri nya. Namun dia malah terlahir kembali ke 5 tahun yang lalu

Setelah dia terlahir kembali, secara tidak sengaja dia malah bertemu dengan tuan muda tampan yang dingin dan kejam, juga tidak pernah merasakan jatuh cinta

Kehadiran Pinkan dapat mencairkan gunung es tuan muda Rifqan Athala Faruq
Tetapi Pinkan sudah bertekad pada dirinya untuk tidak pernah percaya lagi pada yang nama nya cinta.

Di kehidupan nya yang sekarang, Pinkan hanya ingin melindungi ayah nya dan membalaskan dendam nya!

Saat Pinkan mulai melancarkan aksi balas dendam nya, semakin banyak misteri yang mulai terungkap

Bisakah tuan muda Rifqan meluluhkan tekad Pinkan?

Ayo baca terus novel nya sampai tamat...

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Lizaa Zarina, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bertemu Camer II

KEESOKAN HARINYA...

Pinkan sedang bersiap-siap di dalam kamar nya untuk pergi mengunjungi mami nya Rifqan. Seketika ponsel Pinkan pun berdering, dia melihat ponsel nya dan meletakkan ponsel nya di daun telinga nya

"Halo kia, ada apa?" tanya Pinkan memulai pembicaraan

"Pinkan, kita pergi kesana naik apa? Aku jemput kamu saja?" tanya Kiara

"Tidak perlu, nanti kita akan di jemput oleh supir mami Anya. Nanti aku yang akan menjemput mu." ucap Pinkan sambil mengoleskan eyeliner nya

"Hem baiklah, sampai bertemu nanti Pinkan." ucap Kiara dan langsung mematikan ponsel nya

Saat Pinkan mau turun, dia melewati kamar Amrita. Dia mendengar percakapan Amrita dengan seseorang, Pinkan berhenti di depan pintu kamar dan sengaja menguping pembicaraan itu

"Iya sayang, bagaimana pun cara nya kamu harus bisa mendapat kan hati nya." ucap Amrita dengan lembut

"............." ucap orang dibalik telpon tapi tak terdengar oleh Pinkan

"Anak kurang ajar itu sudah semakin berani sekarang padaku. Aku sudah tidak tahan lagi untuk menghabisi nya bersama dengan ayah nya yang bodoh itu." ucap Amrita geram

"................" ucap kembali orang di balik telpon

"Baiklah, aku harus bersabar kan? Aku mengerti. Untung dia juga belum mengetahui fakta tentang ibunya. Yasudah aku tutup ya telpon nya sayang, bye." ucap Amrita dan mengakhiri panggilan nya

Pinkan tersentak saat Amrita menyebutkan ibu nya tadi, siapa yang ada dibalik telpon itu? Apakah Dharma? Atau ada orang lain yang berkonspirasi dengan Amrita? Pinkan memikirkan itu dengan mengerutkan dahi nya

Saat Pinkan tersadar, ada suara langkah kaki yang mendekat. Pinkan langsung melangkahkan kakinya kembali berjalan turun ke bawah

Amrita yang baru saja membuka pintu terkejut melihat bayangan Pinkan di anak tangga, dia takut Pinkan akan mendengar semua pembicaraan nya dengan orang dibalik telpon tadi

Sejak kapan Pinkan melintasi kamar ku? Apakah Pinkan mendengar semua pembicaraan ku dan dia? batin Amrita

Amrita langsung mengejar Pinkan, dia menepuk bahu Pinkan dan memanggil nya. Pinkan yang merasakan ada yang menyentuh nya langsung berbalik

"Pinkan." ucap Amrita dengan lembut

"Kenapa bu?" tanya Pinkan seperti biasa nya

"Kamu mau kemana?" tanya Amrita yang menilai penampilan Pinkan dari atas ke bawah

"Aku mau pergi main sama Kiara. Kenapa?" tanya balik Pinkan

Aku harus bersikap biasa saja agar dia tidak curiga aku mendengar percakapan nya tadi, aku juga tidak bisa bilang aku akan pergi ke rumah mami Anya. Takut nya dia akan waspada dan aku akan kecolongan nanti nya, batin Pinkan

"Ah tidak, aku hanya bertanya saja. Yasudah aku mau masuk ke kamar."

"Silahkan..." ucap Pinkan seraya tersenyum ramah namun di paksakan

Amrita hanya berdehem gugup dan langsung membalikkan badan nya, dia mempercepat langkah nya untuk segera menjauh dari Pinkan

Aku tidak tahan lama-lama berdekatan dengan nya, tapi sepertinya dia tidak mendengar percakapan ku dengan orang itu tadi, batin Amrita sambil melangkah pergi

Pinkan masih berdiri mematung di tempatnya, seketika dia dikejutkan oleh satpam rumah nya yang menghampiri nya untuk menyampaikan amanah

"Nona Pinkan, diluar ada utusan nyonya Anya," ucap satpam itu

"Baiklah pak, aku akan segera keluar." ucap Pinkan dan dia langsung berlalu keluar

Pinkan langsung masuk ke dalam mobil, dia mengarahkan supir tersebut ke arah rumah Kiara untuk segera menjemput Kiara

Di sepanjang perjalanan Pinkan hanya termenung karena memikirkan percakapan Amrita tadi, dia memijit pelipisnya berulang kali karena merasa pusing dengan apa yang dia pikirkan

"Apa lagi yang dilakukan oleh Amrita yang tidak aku ketahui. Seperti nya terlalu banyak rahasia yang disimpan amrita." ucap Pinkan pelan

"Nona, kita sudah sampai." ucap supir itu membuyarkan lamunan Pinkan

"Ah iya, tunggu sebentar pak saya akan masuk kedalam." ucap Pinkan dan langsung turun

"Kiara..." panggil Pinkan dan mengetuk pintu

Kiara langsung membuka pintu rumah nya, dan terlihat lah Pinkan yang sedang berdiri sambil tersenyum kuda

"Ayo, kita sudah ditunggu." ucap Pinkan sambil mengulurkan tangan nya

"Tunggu dulu, aku takut Pinkan!" ucap Kiara sambil menahan tangan Pinkan

"Tidak papa, sudahlah jangan kelamaan disini. Kasihan supir yang menunggu kita."

"Yasudah ayo." ucap Kiara pelan

Sementara itu, di mansion orang tua Rifqan. Nyonya Anya baru saja masuk ke dalam kamar milik Rifqan, dia membangun kan anak semata wayang nya itu untuk pergi bekerja

"Rifqan... Bangun sayang... Lihatlah matahari sudah sangat terang." ucap Anya sambil menggoyang kan tubuh anak nya

Bukan nya bangun, Rifqan menanggapi ibu nya hanya dengan berdehem saja, nyonya Anya sangat kesal dengan tingkah anak nya itu

"Nanti rezeki mu di patuk ayam sayang." ucap Anya

"Mami ini! Seperti orang susah saja." ucap Rifqan dan menutup tubuh nya dengan selimut

"Baiklah, terserah kamu saja! Sesekali kamu pulang ke mansion. Bukan nya menemani mami mu ini, kamu malah tidur!" ucap Anya dan berlalu pergi dari kamar anak nya dengan kesal

"Lihat saja nanti, kamu tidak mau bangun jika mami yang membangunkan mu kan, jika Pinkan yang membangunkan mu, kamu pasti akan sangat sangat senang kan?" gerutu Anya

"Nyonya, nona Pinkan dan teman nya sudah sampai." ucap seorang pria paruh baya

"Langsung persilahkan mereka masuk saja." ucap nyonya Anya

"Baik nyonya." jawab pria paruh baya itu dan membungkukkan badan nya

Pria paruh baya itu langsung keluar dan menemui kedua nona muda itu, dia mempersilahkan mereka masuk sesuai dengan perintah sang nyonya rumah

"Pinkan! Mami sangat merindukan kamu." ucap Anya dan langsung memeluk Pinkan

Kiara yang melihat itu pun tersenyum senang, karena dia tahu selama ini tidak ada yang menyayangi Pinkan seperti seorang ibu

"Oh iya mam, ini adalah…" ucapan Pinkan terpotong karena suara dari seseorang yang baru saja datang

"Kiara!" ucap seorang pria dengan tersenyum senang

"Tuan Patra?" ucap Kiara yang sedikit terkejut karena melihat kehadiran Patra

"Ada apa Patra? Kenapa kemari?" tanya Anya

"Patra mau menjemput Rifqan Tante."

"Rifqan ya? Hampir saja lupa, kebetulan sekali kamu disini Pinkan. Ayo bangunkan Rifqan sana." ucap Anya

"Tapi mam..." belum sempat Pinkan menyelesaikan kalimatnya, dia sudah di dorong oleh Anya ke arah lift

"Kamar Rifqan ada di lantai 3 ya sayang!" teriak Anya sebelum pintu lift tertutup. Anya pun tersenyum jahil

TING !!

Suara pintu lift terbuka, Pinkan melangkahkan kakinya ragu untuk mulai mencari kamar milik Rifqan. Sampai di depan sebuah pintu kamar dia melihat ke arah pintu dan tertawa

"Wajah nya saja yang kejam, tapi perilaku nya masih seperti balita." ucap nya sambil tertawa geli. Pasal nya, di pintu kamar Rifqan terdapat wall plate holder yang bertuliskan 'kamar Rifqan'.

Pinkan langsung melangkahkan kakinya masuk ke dalam kamar. Pinkan kagum melihat kamar Rifqan yang berwarna black and grey itu

Pinkan berjalan ke arah Rifqan dan menarik selimut Rifqan. "Bangun Rifqan..." ucap Pinkan sedikit berteriak

Rifqan yang mendengar itu langsung membuka mata nya dan terkejut melihat wujud di depan nya itu

"Kenapa kamu ada disini?" tanya Rifqan sambil menunjuk Pinkan

"Untuk membangunkan mu!" ucap Pinkan santai sambil duduk di sofa yang berada dalam kamar itu

"Kenapa kamu tidak ketuk pintu dulu?" tanya Rifqan lagi

"Aku kan ingin membangunkan mu! Memang nya kalau aku mengetuk pintu terlebih dahulu, kamu akan mendengar nya?" tanya pinkan mengejek

Benar juga yang dia katakan, apa sih yang aku katakan dari tadi. Sudahlah jangan salahkan aku, aku kan baru bangun jadi mana nyambung jika berbicara, batin Rifqan membela diri

"Kamu jika bangun tidur tetap tampan ya." ucap Pinkan pelan dengan malu-malu. Namun perkataan itu masih dapat di dengar oleh Rifqan

"Makanya, menikahlah dengan ku. Jadi kamu bisa melihat wajah bantal ku setiap hari." ucap Rifqan percaya diri

"Apa yang kamu katakan tuan muda? Cepatlah pergi mandi." ucap Pinkan dan berdiri

"Kamu mau kemana?" tanya Rifqan

"Aku akan menunggumu dibawah! Memang nya kamu berharap aku yang akan memandikan mu?" tanya Pinkan sengit

"Boleh juga saran mu, ayo!" ucap Rifqan

"Dasar mesum!" ucap Pinkan dan melempar bantal sofa ke wajah Rifqan. Dia segera beranjak keluar dengan wajah yang bersemu merah

Rifqan yang melihat itu pun tertawa keras. "Kamu sangat menggemaskan Pinkan, aku tidak sabar untuk memiliki mu."

"Hahahaha!" tawa Rifqan keras sampai terdengar keluar

"Dasar sinting!" ucap Pinkan dan berlalu pergi

1
Qaisaa Nazarudin
Kok bapaknya diam aja Pinkan di kasari gitu ama Verel?
Qaisaa Nazarudin
Lha emangnya kapan dia terlahir kembali??🤔
Qaisaa Nazarudin
Kasihan banget Pinkan,Aku kalo baca novel info perannya harus lengkap dengan umurnya sekalian,Baru aku bisa berhalu ria...😂
Edah J
Hadirr kak author ☝️☝️
Mara
Sedih udah kelar....😢
Pengen extra part...beberapa aja😁
si Kia Patra plus Varrel gitu🥰
okeh deh kak.... lanjut ke novel selanjutnya 😘
Mara
Sebaiknya kamu ngumpet di dasar bumi Dharma .karena bagai membalik telapak tangan untuk rifqan menangkap mu😈😈😈
Mara
Tuan muda idaman🥰
Mara
Gempur terus🤭
Mara
Pasangan sehidup semati 😈😈😈
Mara
Full kejutan untuk 1 hari
Mara
Pergilah ke neraka kau nenek lampir
Mara
Berkah dibalik musibah ....
Mara
Maaf dan penyesalan memang selalu di belakang kok ayah
Mara
Mantapz Rita..... flashdisk tertinggal 😂😂😂
Mara
Jessy oh jessy
Mara
Ternyata sedikit banyaknya kau juga tahu sesuatu ya ayah
Mara
Bareng sama ayang mbeb kah
Mara
Happy buat calon manten🥰
Bengek bener emang si tuan muda😂😂😂
Mara
Nikmatilah kau Vini ulet pohon
Mara
Lanjutkan permainanmu Pinkan 👍
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!