kecelakan tragis itu merenggut nyawa Kiara, setelah mengetahui fakta bahwa dia dikhianati suaminya.
Tetapi Tuhan selalu memberi plot twist yang tidak pernah bisa kita tebak. Kiara mendadak terbangun kembali ke lima tahun lalu tepat di hari pertama pernikahan kontrak mereka dimulai.
Menyadari bahwa dia kembali mengulang waktu, kali ini Kiara bertekad untuk mengumpulkan uang lalu kabur demi menyelamatkan nyawanya. Akan tetapi, Kiara justru dibuat syok oleh perubahan drastis Dante, sang mafia kejam yang tiba-tiba berubah menjadi super bucin, posesif, dan memanjakan Kiara dengan uangnya yang tidak akan pernah habis itu. Kiara tidak pernah tahu bahwa suaminya yang kejam itu ternyata juga ikut bereinkarnasi dari masa depan, membawa rasa bersalah dan sejuta penyesalan yang siap melakukan apa saja agar sang istri tidak pernah pergi lagi dari pelukannya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Laksmi Harsa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 4
Aku bersumpah demi atma dan satya, siap menerjang badai pralaya yang menghancurkan semesta. Asalkan dikau, wahai Pramesti, menetap menjaga asmara kita dan tak lagi pergi membawa kehampaan sunyata.
...----------------...
Sudah satu minggu sejak kejadian Kiara pingsan karena kekurangan gizi dan keracunan makanan basi. Kini Kiara bertekad untuk tidak lagi menjadi wanita lemah yang mudah dipermainkan semua orang. Sudah saatnya dia memperkaya diri dengan uang yang Dante berikan.
...----------------...
Kilau lampu kristal butik mewah di kawasan elit kota itu berbaur sempurna dengan deretan tas kulit buaya bermerek Hermès dan perhiasan berlian di dalam etalase kaca. Kiara duduk anggun di sofa beludru, menyesap sampanye mahal yang disuguhkan pramusaji dengan tangan gemetar. Di depannya, American Black Card milik Dante Belmont tergeletak dengan angkuh.
"Saya ambil semua koleksi edisi terbatas musim ini. Kirim langsung ke alamat ini," ujar Kiara tenang, menyodorkan secarik kertas berisi alamat apartement rahasia yang ia sewa menggunakan nama palsu.
"Baik, Nyonya. Pilihan yang sangat luar biasa," sahut manajer butik, membungkuk sangat dalam dengan mata berbinar.
Di balik senyum manisnya, jantung Kiara berdegup kencang. Ini adalah modalnya untuk kabur. Tas-tas ini, perhiasan-perhiasan ini, semuanya adalah aset yang mudah dicairkan tanpa bisa dilacak oleh suaminya. Kiara sedang menguras harta Dante sampai ke akar-akarnya sebelum dia menghilang selamanya
"Aku sedang menikmati uangmu selagi bisa, Dante. Karena kali ini, aku tidak akan mati sebagai pajangan di sangkar emasmu," Ucap Kiara dingin.
Dante adalah sosok mafia berdarah dingin yang menikahi Kiara hanya untuk di jadikan samsak balas dendam atas rasa bencinya terhadap keluarga Daichi.
...----------------...
Di masalalu, Dante dan Sora adalah sepasang kekasih. Dante memberikan apapun yang Sora inginkan termasuk, menanam saham pada perusahaan Kairo Daichi yang saat itu terancam bangkrut. Dante benar-benar memberikan segalanya untuk wanita yang dia cintai itu, sampai pada suatu hari... Sora menolak saat Dante ingin menikahinya dengan alasan, dia masih ingin fokus dengan kariernya. Pada kenyataannya, bukan karier yang menjadi alasan Sora menolak Dante, melainkan Ayahnya sendiri. Rasa penasaran atas penolakan Sora membuat Dante menyelidiki lebih dalam tentang apa yang Sora sembunyikan darinya selama ini.
Dan fakta yang Dante dapatkan dari hasil penyelidikan sang asisten sangat mengejutkan;
Sora Daichi dan Kairo Daichi yang tak lain adalah ayah kandungnya terlibat hubungan Incest (hubungan se*ual sedarah)
Alasan inilah yang membuat Dante murka, dia harus menikahi Sora dan membuat wanita itu menyesal telah mempermainkannya. Dante menemui Kairo secara pribadi untuk menikahi Sora sesegera mungkin dan memberi peringatan kepada Daichi jika dia sudah mengetahui hubungan terlarang antara ayah dan anak itu. Sora yang mendengar kabar tersebut langsung kabur keluar negeri. Itulah kenapa, saat Kiara berada dirumah keluarga Daichi tidak pernah bertemu Sora.
Sebenarnya mudah saja jika Dante ingin mencari Sora. Akan tetapi... dia memiliki rencana lain saat mengetahui Kairo memiliki anak dari perempuan lain. Dante menggunakan segala trik agar Kairo Daichi menyerahkan Kiara sebagai pengganti Sora. Membuat seolah-olah, kairo lah yang menyerahkan Kiara pada Dante. Padahal... Dante sendiri yang ada dibalik semua ini. Hingga akhirnya Dante bisa menikahi Kiara.
Kebencian Dante atas penghianatan Sora dan Kairo Daichi membuatnya gelap mata, dia meresa terhina. hingga ada satu berkas laporan dari Leo atas latar belakang dan kehidupan Kiara selama ini yang tidak pernah dia baca. Saat itu, Dante merasa itu tidak penting. Siapapun Kiara Asal berdarah Daichi maka dia harus hancur ditangannya.
Sampai pada hari dimana Kiara meninggal akibat mengalami kecelakaan mobil saat pulang dari toko kue tempat dia bekerja, Dante merasa kehilangan. Saat itu, dia berpikir mungkin ini hanya rasa kehilangan seseorang terhadap mainan yang selama ini cukup membuatnya puas sebagai alat pelampiasan. Pada hari ke tujuh Kiara meninggal Dante menemukan salah satu berkas tentang kehidupan Kiara yang selama ini tidak pernah dia baca,
Lembar demi lembar Dante baca dengan teliti, dan saat itu lah dia menemukan fakta yang amat menyakitkan, Dante terlambat. Penyesalan yang teramat sangat membuat Dante menggila, hingga akhirnya dia mengakhiri hidupnya sendiri di makam Kiara.
Dante terbangun di masa lalu dengan satu sumpah: dia akan memberikan apa pun yang Kiara inginkan, asal wanita itu tetap hidup dan berada dalam jangkauannya.
...----------------...
Sore itu, Kiara sengaja pulang ke mansion dengan membawa puluhan kotak perhiasan baru, sengaja ingin memancing reaksi Dante. Begitu melangkah ke ruang tengah, dia mendapati Dante sudah duduk di sana, menyesap wiski dengan aura gelap yang mengintimidasi.
Kiara sengaja menjatuhkan dua kotak perhiasan ke atas meja tepat di depan Dante, menimbulkan suara dentingan yang cukup keras.
"Aku menghabiskan belasan miliar hari ini," cetus Kiara, melipat tangan di dada dan menatap Dante menantang.
"Kau tidak ingin memarahiku, Dante?"
Dante menurunkan gelas wiskinya perlahan. Tatapan matanya yang sehitam jelaga menatap Kiara, namun alih-alih menyiksa seperti biasa yang Kiara terima di kehidupan lalu, tatapan mata Dante kini justru melembut, dipenuhi rasa bersalah yang teramat dalam.
"Kenapa aku harus marah?" tanya Dante,
"Aku menguras uangmu! Aku membeli emas batangan, jam tangan mewah, bahkan tiga potong berlian langka yang sebenarnya tidak kubutuhkan," cecar Kiara, memajukan tubuhnya, mencoba mencari celah kemarahan dari pria yang dulu selalu menyiksanya.
"Kekayaanmu bisa habis kalau aku terus seperti ini."
Dante menyunggingkan senyum tipis, sesuatu yang membuat bulu kuduk Kiara agak merinding karena tidak biasa. Dante berdiri, melangkah mendekati Kiara hingga jarak mereka mengikis.
"Habiskan saja," ucap Dante lirih.
"Gunakan sesukamu, Kiara. Jika satu kartu itu menurutmu kurang, katakan padaku. Aku akan meminta bank memindahkan seluruh aset likuidku ke rekening pribadimu besok pagi."
Dante tidak tahu bahwa Kiara juga mengulang waktu dan mengingat semua kekejamannya. Dia mengira saat ini Kiara hanya sedang bertingkah manja, untuk mencari perhatiannya.
Kiara tertegun, matanya mengerjap tidak percaya. 'ada apa dengan iblis ini? Di kehidupan lalu, bahkan satu senpun dia tidak sudi memberikannya kepadaku, dia melemparkan surat perjanjian pernikahan kontrak mencaciku dengan sebutan wanita hina yang tidak tahu diri. Kenapa sekarang dia malah menawarkan seluruh asetnya?'
"Kau sedang merencanakan sesuatu, kan?" tuduh Kiara, melangkah mundur untuk menjaga jarak. "Kau ingin menjebakku?"
Dante menghela napas pendek, dadanya berdenyut nyeri mendengar tuduhan itu. Dia tahu, di kehidupan lalu dia memang seberengsek itu. Dia pantas dicurigai.
"Tidak ada jebakan, Kiara," kata Dante, menatap begitu dalam ke manik mata istrinya. "Aku hanya berpikir... selama ini aku terlalu mengabaikanmu. Kau adalah istriku. Sudah seharusnya kau menikmati semua yang kumiliki. Jika berbelanja bisa membuatmu tersenyum, maka lakukanlah setiap hari."
Kiara mendengus sinis, menyembunyikan rasa herannya di balik topeng keangkuhan. "Oh, benarkah? Jangan menyesal jika suatu hari nanti kau bangun dan menyadari tidak ada lagi yang tersisa di brankasmu, Dante."
"Aku tidak akan pernah menyesal,"
'bahkan jika kau meminta nyawaku di kehidupan ini, akan aku berikan, Kiara. Asalkan kau tidak pergi.' lanjut Dante dalam hati
Kiara membalikkan badan dengan cepat, tidak ingin berlama-lama di dekat Dante yang mendadak terasa asing dan aneh. "Terserah kau saja. Aku mau ke kamar."
Dante menatap punggung Kiara yang menjauh hingga bayangannya menghilang di balik tangga. Pria itu mengembuskan napas berat, lalu memanggil Leo, yang sejak tadi menunggu diruangan terpisah.
"Leo," panggil Dante.
"Ya, Tuan?" Leo langsung membungkuk hormat.
"Pastikan semua vendor barang mewah yang dihubungi istriku memberikan pelayanan terbaik. Jika Kiara ingin membeli sesuatu yang bahkan belum masuk ke negara ini, cari cara untuk mendatangkannya dalam waktu dua puluh empat jam. Jangan sampai dia merasa dipersulit,"
perintah Dante tegas.
"Baik, Tuan. Segera saya laksanakan," jawab Leo patuh, meski dalam hati dia begitu heran atas perubahan sikap bosnya.
Sesampainya di dalam kamar. Kiara langsung mengeluarkan ponsel rahasianya. Dia memeriksa daftar inventaris eksklusif barang mewah yang baru saja dibelinya hari ini. Senyum puas terukir di bibirnya.
"Bagus, Dante. Tetaplah menjadi bodoh dan royal seperti itu," bisik Kiara pada kegelapan kamar. "Teruskan saja sikap sok asihmu itu. Begitu semua aset ini berhasil aku pindahkan, kau hanya akan menemukan tempat tidurku yang kosong."
Tanpa Kiara sadari, jika segala rencananya sudah terbaca oleh suaminya.
Ingat Kiara, dia Dante Belmont, sang monster bisnis dan penguasa bawah tanah.