Seorang gadis cupu bernama Kiara dibully habis -habisan disekolah,tapi siapa sangka dibalik diamnya dia menyimpan sisi gelap yang mengerikan.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon oell, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
TEROR II
...Tulisan berwarna merah itu sontak membuat para murid histeris dan membuat kelas menjadi ribut. angel dan monica hanya bisa saling pandang sambil terus menerka-nerka apa maksud dari tulisan itu....
..."Apaa tuh, ngeri banget!"...
..."Kerjaan siapa nih?"...
..."Palingan cuma prank itu."...
..."Apa para guru mau buat kejutan ya? Jadi kita di prank dulu?"...
..."Mana ada guru yang mau ngeprank horor begini."...
..."Wah ini fix sih sekolah kita di kerjain."...
..."Tau ah, yuk kita lapor ke guru."...
..."Ayo...ayo..."...
...Semua anak-anak ribut dengan pikirannya masing-masing, mereka berlarian memanggil guru....
...Pak ridwan, dan bu saras berlari ke arah kelas, sementara para guru yang lain melanjutkan pelajaran nya....
...Wajah bu saras dan pak ridwan tampak heran melihat tulisan yang tak kunjung hilang itu, mereka menatap satu persatu murid dengan tatapan menyelidik....
..."Siapa yang melakukan ini, jujur atau saya akan menghukum kalian semua." pak ridwan berdiri dengan tegap, tatapan nya tajam....
...Semua murid tidak ada yang berani buka suara, karena memang mereka tidak tau dari mana tulisan itu berasal....
..."Jadi kalian gak ada yang mau ngaku? Mana ketua kelas?" Teriak pak ridwan sambil menggebrak meja....
..."Saya pak." Roy berdiri sambil mengangkat tangan nya....
..."Roy, apa kamu tau siapa yang melakukan ini?" Tanya pak ridwan sambil menunjuk layar lebar di depan mereka....
..."Saya tidak tau pak, tulisan itu tiba-tiba saja muncul saat kami menunggu guru masuk untuk belajar," jawab Roy sambil menggeleng kan kepala nya....
..."Kalo bukan kalian terus siapa, layar ini hanya bisa di akses di sini." pak ridwan mengacak-acak rambut nya. Mungkin dia pusing karena masalah terus saja terjadi....
..."Ya sudah, masalah ini biar saya yang urus, kalian lanjut kan belajar, dan jangan ada yang membuat ulah, kalian mengerti?" pak ridwan melanjutkan, dia menatap semua murid nya tajam....
..."Iyaa Pak..." Jawab mereka serempak....
...Setelah itu pak ridwan meninggalkan kelas, disusul oleh bu saras yang juga kembali ke ruang guru....
...***...
...Sepulang sekolah, angel langsung mengurung dirinya di kamar, perasaan was-was selalu menghantui nya....
..."Gue yakin ini pasti ulah si cupu itu, gue gak mungkin halu, kepala dan perut gue bener-bener sakit." angel bermonolog sendiri di depan meja rias nya, dia menatap dirinya yang sudah berantakan....
...Tinggg........
...Sebuah notifikasi pesan masuk membuat angel yang sedang termenung itu kaget, dia langsung menyambar ponsel nya sambil tersenyum, dia berharap itu adalah Bima pacar barunya....
...[BERHATI-HATI LAH DALAM LANGKAH MU] pesan itu berasal dari nomor yang tidak di kenal sama seperti sebelumnya....
...Tinggg........
...Nomor itu kembali mengirim pesan berupa video. Tangan angel gemetar, ia ingin mematikan ponsel nya, tapi dia penasaran dengan isi video itu, dengan nafas yang di buat setenang mungkin, dia menekan tombol start pada bagian video itu.....
...Melihat video itu, angel hanya bisa menganga lebar, matanya seakan tak bisa di kedip kan, dia ingin menangis saking gugupnya, bagaimana tidak, di video itu di perlihatkan angel yang sedang mabuk di kelilingi banyak lelaki sambil terus menari mengikuti alunan musik diskotik....
...Penampilan angel saat itu sangat liar, di tambah lampu diskotik yang temaram membuat angel seperti wanita penghibur yang sedang mencari uang, yang paling mencolok adalah pakaian yang di kenakan angel, dia hanya memakai rok mini dan kaos ketat di atas pusat....
..."Brengsek!!! Berani-beraninya Lo mengancam dan mainin gue!!" angel berteriak bagai orang kesetanan, dia menelpon nomor itu, namun selalu di tolak....
..."KURANG AJARRR!!! AAHHKKKHHH...." angel mengacak-acak rambutnya frustasi, dia terduduk lemas di lantai sambil menangis....
...Dia sangat takut jika video itu sampai di sekolah, maka nama baiknya yang selama ini dia jaga akan hancur dalam sekejap, apalagi jika sampai ayah nya tau, maka tidak ada ampun baginya, bisa-bisa dia akan di usir dan di biarkan pontang panting di jalanan, dia tak mau itu terjadi....
...angel mengambil ponsel nya, dengan tangan bergetar di balas nya pesan dari nomor tak di kenal itu....
...[Lo siapa..? Mau Lo apa? Kalo Lo butuh uang gue bisa kasih berapa pun yang Lo mau, jadi Lo gak perlu ngancam ngancam gue begini, gue gak takut sama Lo] pesan terkirim, tak butuh waktu lama, pesan angel langsung di baca, angel menatap ponsel nya dengan lekat, menunggu balasan dari nomor itu. Namun setelah lama menunggu, nomor itu tak kunjung membalas, itu membuat angel semakin frustasi....
..."Sialan, dia selalu membuatku gila, siapa dia sebenarnya, bagaimana bisa dia mendapatkan video itu, apakah ada seseorang yang berkhianat di sekitar ku?" angel mengingat-ingat semua teman-teman nya yang di rasa bisa berkhianat, namun dia tak menemukan seorang pun....
...Tok tok...
...Pintu kamar angel terbuka, ternyata itu adalah Ibu Dewanti mamanya angel....
..."Sayang kamu kok belum bersiap juga, Papa udah nungguin lo." Ibu Dewanti menghampiri angel yang masih terduduk di lantai, Ibu Dewanti terlihat heran dengan keadaan putri nya....
..."Sayang kamu kenapa? Kok penampilan kamu lusuh begini sih, terus itu kenapa mata kamu berair? Kamu habis nangis?" ucap Ibu Dewanti sambil memperhatikan wajah anaknya dari atas sampai bawah....
..."Gak papa ma, tadi angel abis main lari-larian sama temen-temen angel, makanya agak kusut, terus tadi angel abis nonton Drakor, cerita nya sedih, jadinya ikutan nangis deh. Udah mama duluan aja deh, sebentar lagi angel nyusul ya ma."...
...angel mendorong tangan mama nya pelan ke arah luar....
..."Kamu yakin gak papa?" Ibu Dewanti tetap memperhatikan gerak-gerik angel....
..."Iyaa ma... Udah sana, angel malu ganti baju depan Mama." angel mendorong pelan mama nya keluar, lalu dia menutup pintu dengan rapat, lalu menguncinya....
..."Buruan... Ntar Papa marah lagi loh!"...
...Terdengar teriakan Ibu Dewanti yang sangat lantang itu memenuhi seisi ruangan....
..."Iyaa Ma, lima belas menit!" teriak angel yang langsung buru-buru ke kamar mandi dan bersiap-siap. Dia tau seberapa seram nya jika papa nya sudah marah, dia tak ingin papa nya memarahi nya dan semakin tak suka padanya....
...Aneh memang jika ayah tak suka dengan putri nya, tapi begitu lah keadaan nya, Pak Dermawan, papa nya angel tak begitu suka dengan sikap dan sifat angel yang menurut nya tidak baik, dia ingin mendidik angel dengan keras, tapi istrinya selalu saja membela angel dan menyuruh nya membiarkan sifat angel yang menurut Ibu Dewanti akan berubah pada masanya. Namun begitu Pak Dermawan sangat menyayangi angel...
...Setelah berpakaian rapi dan memoles wajah nya dengan makeup tipis, angel berlari menghampiri papa dan mama nya yang sudah menunggunya di dalam mobil, saat ini mereka ingin pergi makan bersama klien yang sangat penting bagi Pak Dermawan....
..."Kenapa kamu lama sekali? Kita sudah hampir telat!" Pak Dermawan menatap angel tajam....
..."Maaf Pa." angel tak berani menatap mata papa nya, dia hanya menunduk sambil meremas tangan nya sendiri....
..."Sudahlah Pa, ayo kita berangkat nanti klien Papa nungguin loh." Ibu Dewanti mencoba mengalihkan kedinginan antara ayah dan anak ini, Pak Dermawan tak menghiraukan ucapan istrinya, dia menancapkan gas mobilnya yang membawa mereka melaju dengan sangat cepat....
...Bersambung.......