NovelToon NovelToon
Tawanan Cinta Dosen Killer

Tawanan Cinta Dosen Killer

Status: sedang berlangsung
Genre:Dosen / Mafia / Cinta Seiring Waktu
Popularitas:11.1k
Nilai: 5
Nama Author: Kikan dwi

Alundra Kylie patah hati saat mengetahui Arsenio Ghaisan, cinta pertamanya, ternyata dijodohkan dengan sepupunya, Alora Eleandra.

Untuk melupakan cinta pertamanya itu, Alundra memutuskan untuk kembali ke luar negeri menyusul orang tuanya yang menetap di sana. Namun, saat perjalanan menuju bandara, Alundra tidak sengaja menabrak seseorang hingga mengalami koma.

Masalah kian rumit saat orang yang Alundra tabrak ternyata adalah kekasih Qireia Zhavara, seorang Nona kaya yang terkenal arogan.

"Aku akan mengampunimu, tapi dengan satu syarat, kamu harus menggantikanku menemui calon tunanganku. Kamu harus berpura-pura menjadi aku." Qireia Zhavara.

Apa yang akan terjadi, jika tunangan Qireia tahu Alundra menyamar sebagai Qireia?

Apa yang akan Alundra lakukan saat mengetahui tunangan Qireia ternyata dosen killer baru di kampusnya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Kikan dwi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Chapter 4

Suasana mendadak hening. Tidak ada sepatah kata pun keluar dari mulut keduanya. Baik Alundra maupun Arsenio, keduanya sama-sama diam.

Sebenarnya banyak pertanyaan yang bersarang di kepala Arsenio. Hubungannya dengan Alundra yang tiba-tiba berakhir, bahkan tanpa pertengkaran, menciptakan teka-teki baru dalam benaknya.

Walaupun selama ini Arsenio hanya berpura-pura mencintai Alundra, namun, perpisahan yang terlalu mendadak ini justru membuatnya bingung.

"Kenapa?" Tanya Arsenio.

Pertanyaan itu lolos begitu saja dari mulut Arsenio. Pertanyaan yang wajar sebenarnya, hanya saja, terdengar sangat lucu untuk Arsenio yang selama ini hanya pura-pura mencintai Alundra.

Bukankah harusnya dia senang, kenapa wajahnya sok sedih begitu? Batin Alundra.

Jika Alundra belum tahu sandiwara Arsenio, mungkin ia akan menganggap Arsenio tidak rela kehilangannya. Sayangnya, Alundra sudah tahu semuanya. Mulai saat ini, apa pun yang dilakukan Arsen, ia tidak akan pernah mempercayainya lagi, sekalipun itu kejujuran. Alundra sudah terlanjur kecewa.

"Aku mau kembali ke luar negeri. Kak Arsen tahu kan, aku tidak bisa LDR."

Alundra tidak bisa bilang, jika ia sudah tahu semua kebohongan Arsen. LDR hanyalah alasan supaya Arsen tidak mencurigainya.

"Kamu mau kembali ke luar negeri? Maksudnya, pindah?"

Arsenio sedikit terkejut, pasalnya, Alundra tidak pernah membicarakan ini sebelumnya. Sikapnya hari ini juga sedikit berbeda. Wanita cantik itu tampak lebih dingin dan irit bicara, tidak seperti biasanya yang selalu ceria dan menghidupkan suasana. Ada apa dengan Alundra sebenarnya?

"Hmmm." Alundra hanya bergumam sambil menganggukkan kepalanya.

Arsenio tidak pernah tahu, saat ini Alundra sedang berusaha menahan tangisnya. Walau bagaimanapun juga, selama 4 tahun ini Arsenio selalu ada di saat Alundra membutuhkannya, bahkan tanpa Alundra minta.

Alundra sangat mencintai Arsenio, pria itulah yang menjadi alasan wanita cantik itu memilih tinggal di Indonesia. Tapi kini, Alundra kecewa saat mengetahui fakta pria itu hanya menipunya.

"Terus, kuliah kamu gimana?"

Alundra tersenyum kecut, Arsenio mengkhawatirkan kuliahnya, tapi tidak mengkhawatirkan perasaannya.

Lagi-lagi Alundra lupa jika Arsenio hanya bersandiwara, jadi bagaimana mungkin pria itu perduli pada perasaannya. Padahal Arsenio jelas tahu bagaimana besarnya cinta Alundra padanya.

"Aku akan melanjutkan kuliah di sana. Kamu tidak perlu mengkhawatirkanku," ucap Alundra, dingin tanpa menatap Arsenio.

Arsenio tertegun, ini kali pertamanya Alundra bersikap dingin padanya. Entah kenapa, ada sesuatu yang janggal dalam hatinya yang sebelumnya tidak pernah ia rasakan.

"Tapi, Honey---"

"Jangan memanggilku seperti itu lagi, Kak!"

Hati Alundra sangat sakit setiap kali Arsen memanggilnya honey. Panggilan yang dulu terasa begitu manis, tak jarang Alundra menghubungi Arsenio malam-malam hanya untuk mendengar pria itu memanggilnya honey. Kini, mendengar panggilan itu membuat Alundra sangat muak.

"Maaf," lirih Arsen.

Tanpa pria itu sadari, bersama dengan Alundra sudah menjadi kebiasaannya. Bahkan untuk panggilan saja, Arsenio sulit untuk menggantinya.

"Kalau begitu, aku pamit, Kak. Terima kasih sudah menjadi bagian dari hidupku. 4 tahun ini, aku sangat bahagia." Alundra berdiri dan mengulurkan tangannya.

Walaupun selama 4 tahun ini Arsenio hanya berpura-pura, tapi Alundra tidak menyesal sudah mencintai pria itu. Walaupun hati Alundra teramat sakit, ia tetap bersyukur sudah menjadi bagian dari hidup Arsenio.

Deg

Arsenio tertegun. Ada rasa nyeri yang perlahan menyelinap melalui celah-celah hatinya. Ia menatap Alundra yang tengah mengulurkan tangannya, lalu membalas uluran tangan itu. Rasanya masih sama, hangat dan menenangkan.

Namun, tidak dengan tatapan Alundra. Wanita itu menatapnya datar, terasa sangat asing.

"Lundra---"

"Selamat tinggal, Kak."

Alundra berbalik dan berjalan cepat meninggalkan Arsenio. Bahkan sebelum pria itu menyelesaikan ucapannya. Alundra tidak sanggup terlalu lama berhadapan dengan pria itu. Alundra takut perasaannya semakin sulit dikendalikan.

4 tahun bukan waktu yang sebentar, dan selama itu Alundra memberikan sepenuh hatinya untuk Arsen. Sekarang, hubungannya sudah berakhir. Bagaimana caranya Alundra melanjutkan hidup tanpa Arsenio?

"Kenapa aku merasa ada sesuatu yang hilang? Alundra, kenapa tiba-tiba kamu mengakhiri hubungan kita?"

Arsenio terus bergumam, sementara matanya terus menatap punggung Alundra yang semakin menjauh.

"Harusnya aku bahagia, karena tidak ada lagi yang menghalangiku bersatu dengan Alora. Tapi, kenapa rasanya sangat sakit?"

...----------------...

Alora sangat terkejut saat Arsenio memberinya kabar jika hubungannya dengan Alundra sudah berakhir. Bukan hanya itu saja, alasan yang menjadi penyebab perpisahan mereka menurut Alora sangat tidak masuk akal.

Setahunya, Alundra bukanlah orang yang mempermasalahkan LDR. Apalagi di jaman modern seperti sekarang, jarak bukan lagi menjadi penghalang.

"Pasti ada yang Alundra sembunyikan."

Beberapa hari ini, Alora merasa sikap sepupunya itu sedikit berubah. Alundra menjadi lebih suka menyendiri, dan setiap pulang dari kampus, wanita cantik itu selalu mengurung dirinya di dalam kamar.

Alundra memang tinggal bersama keluarga Alora, walaupun ia sendiri sebenarnya memiliki rumah di Indonesia. Hanya saja, orang tua Alundra tidak mengijinkan putri kesayangannya itu tinggal sendiri tanpa pengawasan. Karena itu, Rigel dan Kalea mempercayakan putri mereka berada dalam pengawasan Roland, orang tua Alora.

"Lun, kamu---"

Alora kembali terkejut saat melihat Alundra yang tengah memasukkan pakaiannya ke dalam koper. Padahal beberapa saat lalu Arsenio baru memberitahunya jika Alundra akan kembali ke luar negeri.

Alora bukan tidak mempercayai ucapan Arsenio, hanya saja kepergian Alundra terlalu mendadak membuat wanita itu menganggap jika ucapan Arsenio hanyalah bercanda. Ditambah lagi Alundra juga tidak pernah membicarakan ini sebelumnya.

Tapi ternyata, saat Alora masuk ke dalam kamar sepupunya itu, ia melihat sendiri Alundra tengah bersiap-siap.

Alundra hanya menatap sekilas pada Alora, ia tahu pasti Arsenio sudah mengatakan semuanya pada Alora.

"Kata Kak Arsen---"

"Hmmm, aku dan Kak Arsen sudah selesai. Dan hari ini juga, aku akan kembali ke Paris."

Alundra berusaha terlihat biasa saja, walaupun sebenarnya, ia ingin sekali menangis. Kenapa harus Alora? Pertanyaan itu terus berputar di kepalanya. Alora adalah sahabat sekaligus sepupunya yang paling Alundra sayangi. Tapi ternyata, justru Alora lah yang paling menyakitinya.

Walaupun niat Alora baik, tapi harusnya dia tahu Alundra paling tidak suka dibohongi. Dan selama 4 tahun ini, Alora menjadikannya badut.

Sakit, kecewa, marah, namun Alundra berusaha tetap menahannya. Ia tidak ingin hubungannya dengan Alora berubah canggung. Biarlah rahasia ini selamanya tetap menjadi rahasia. Alundra akan menyimpan semuanya sendiri.

Tidak adil? Tentu saja. Alundra merasa ini tidak adil. Tapi mau bagaimana lagi, ini semua terjadi karena kebodohannya. Ia yang tidak peka dan menganggap Arsenio benar-benar mencintainya. Ia yang terlalu percaya diri, dan menganggap Arsenio miliknya.

"Kenapa tiba-tiba putus, Lun? Bukankah kamu sangat mencintai Kak Arsen?"

Alundra tidak menjawab pertanyaan Alora. Lebih baik kamu tidak tahu, Kak, gumam Alundra dalam hati.

Melihat Alundra diam, Alora paham, mungkin Alundra belum ingin bercerita. Alora tidak akan memaksa, ia akan menunggu sampai Alundra siap menceritakan semuanya.

"Apa kamu tidak bisa membatalkan kepergianmu?" Tanya Alora lagi.

Alora menggenggam tangan Alundra, berharap sepupunya itu mau mengurungkan niatnya. Alora tidak ingin berpisah dengan Alundra.

Alundra menggelengkan kepalanya. Keputusannya sudah bulat. Ia harus pergi demi melanjutkan hidupnya. Bagaimana caranya Alundra melanjutkan hidup jika setiap hari harus bertemu dengan Alora dan Arsenio.

Sudah cukup selama 4 tahun ini Alundra menjadi badut.

"Aku harus pergi, Kak."

Alundra tampak memaksakan senyumnya, jangan sampai Alora mencurigainya. Alundra berusaha menatap sepupunya itu walaupun dadanya terasa semakin sesak.

"Berapa lama?" Tanya Alora.

Alundra kembali menggelengkan kepalanya. Alundra sendiri tidak tahu apakah ia akan kembali ke Indonesia. Yang pasti, untuk saat ini Alundra hanya ingin menjauh dari orang-orang yang menyakitinya.

"Tidak tahu, mungkin tidak akan kembali."

To be continued

1
MamDeyh
Up lg kak
Ita rahmawati
pasti hancurlah hati alundra tp ya sudahlah hadapi aja dn hadirilah pertunangan mereka,, buktikan kalo kamu masih baik baik saja meskipun hatimu hancur alundra tp jgn tunjukkan 😏
Manis
terima tawaran biru dan pamerin pas tunangan😄
kirei ardilla
pasti sedih dan sakit tapi pling penting terasa seperti badut dan orang bodoh dihadapan mereka bagi alundra... semoga acaranya ga berjalan dg lancar dan opa buat mereka menyesal
MamDeyh
Up lagi don kak
vj'z tri
/Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm/wes toh neng nyerah ajj nyerah biru mana mau kalah pada mu untuk saat ini
vj'z tri
/Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm/ mau lapor ke camer okelah okelah
Ita rahmawati
apakah alora dn arsenio akn bahagia,, aku harap jgn buat mereka bahagia Thor,, terlanjur kesel nih SM alora,, egois bgt 😏
sementara alundra sedang berada diambang menuju ke move on an dari arsenio karena dia GK bakal sempet mikirin masa lalu kalo udh mulai dipepet SM pk dosen 🤣
Ita rahmawati
jgn lama lama up nya Thor,, sehari satu bab aja aku udh seneng kok 😂
ayo pk dosen jerat pak jerat biar alundra cepet move on dari si kadal buntung itu 🤣
vj'z tri
/Shy//Shy//Shy//Shy//CoolGuy//CoolGuy//CoolGuy//CoolGuy/
vj'z tri
udah di pastikan pilihan nya /Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm/ cuma formalitas ini mah tahu akoh
partini
Arsen siap" aja rasa cemburu membakar hatimu di kala melihat lundra bahagia bersama laki laki lain
MamDeyh
Lanjuuut Kak
vj'z tri
/Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm/ kalau jodoh gak kemana say
Ita rahmawati
dih pak dosen kepedean,, orang kaget plus kesel dibilang menggoda 😂😂
MamDeyh
Lanjut kak yg banyak 😄
Ita rahmawati
dih jd kesel SM alora 😏
ayo land bilang ke anakmu itu sebabnya krna alundra udh tau kebohongan mereka gtu 🙄
Farinka Qia
lanjut Thor yg baik hati 🙏🙏
Nasyya
cieeee om 🤭
Nasyya
emang egois km, kasih tau aja jujur biar alora makin bersalah arsen juga harus tau alasannya
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!