Janet Gabriella Virginia seorang wanita muda yang berusia 27 tahun yang harus mengalamin kehilangan kedua orang tuanya. ia memiliki kekayaan dan kekuasaanya di Keluarga Virginia. Namun saat hidupnya merasa baik-baik saja Janet harus mengalami hal buruk di mana seorang misterius mencoba untuk menghabisi nyawanya tentu saja dirinya merasa tidak aman. Janet mencoba mencari seorang pria berani untuk bisa melindungi dan jaganya agar tetap aman_____
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon as2357zzjdj, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
BAB 4 MISTERIUS??
*****
*****
*****
Di dalam rumah keluarga Virginia saat ini Alicia sedang di dalam kamar yang terbaring di atas ranjang kasur sambil scroll layarnya. ia terus melihat di tik tok beragama busana baju dan helis yang ingin ai beli.
tidak terasa waktu terus berputar sudah jam 9 malam. ia bangkit duduk sebentar lalu berdiri melangkah jalan keluar kamar
Alicia ke heranan suasana rumah begitu sepi dan hening. ia melangkah turun anak tangga sambil mencari pembantu rumah yang tidak terlihat batang hidungnya.
Alicia berjalan ke dapur mencari seseorang namun tidak ada siapapun. ia semakin heran dan aneh. dirinya berbalik kembali ke ruang makan.
"kemana bibi?? ko rumah sepi?? ". Gumam Alicia kebingungan
Bruk
" AAAAAHHHH, TOLONG!!! ". teriak seseorang di luar rumah
Alicia pun kaget mendengar seseorang berteriak minta tolong, ia bergegas ke pintu rumah. membuka pintu dan tarik pintu. Seketika Alicia terkejut melihat orang-orang berjas hitam memukuli para penjaga rumah dan menebak mereka dengan kejam.
Alicia langsung masuk kedalam rumah ketakutan. ia langsung mengunci rumah dengan rapat ia bergegas ruang makan sambil menelepon kakaknya Janet.
Alicia kebingungan kenapa setiap kali menelepon kak Janet selalu tidak aktif ia terus Mondar-mandir dengan ketakutan sambil terus menghubungi kak Janet
"Astaga... kak... kenapa enggak aktif sih... ". Gumam Alicia panik
Bruk...
Suara pintu gedor dengan keras, membuat Alicia panik ketakutan, ia pun berlari ke atas kamar untuk bersembunyi.
Di sisi lain Janet masih di rumah Leon. dirinya sudah pakaian baju kemeja putih punya Leon ukurannya cukup besar di tubuh nya. terlihat seperti baju kebesaran di tubuh nya.
"tidak ada baju yang lain, lebih kecil gitu??? " tanya Janet pada Leon. dia sedang merapikan baju di lemari
"tidak ada". Ucapnya sibuk dengan merapi kan baju.
" bajumu ini terlalu besar di tubuhku ". ujar Janet kesel
" masih untung aku kasih baju. dari pada tidak ". ucapnya melangkah jalan mendekat
Janet menatap mata pria yang ada di hadapan nya. entah kenapa menatap mata pria ini membuat hati Janet bergejolak rasa penasaran dan rasa ingin mengenalnya.
mereka berdua saling menatap mata satu sama lain dengan penuh heran pada diri mereka sendiri
"Kak!!! ". Panggil adik perempuan Leon memanggil dirinya. Leon pun teralihkan berbalik badan bergegas menghampiri adiknya.
Janet tidak mengetahui kalau Leon tidak sendirian di rumah ini, ia sangat penasaran suara perempuan memanggil Leon. ia pun melangkah jalan mengikuti Leon.
"ada apa!!?? ". tanya Leon yang sudah berada di kamar adiknya terlihat adiknya Leon hanya duduk diam di atas ranjang kasur. Leon pun men jongkok menyentuh kedua tangan adiknya agar tetap tenang.
Janet di balik pintu kamar terlihat kasihan dengan keadaan saudara perempuan Leon yang kondisi ketakutan terdiam duduk.
Janet berbalik badan kembali ke dalam kamar nya dengan wajah murung
di dalam kamar Janet merasa sedih melihat keadaan adiknya Leon, ia sejenak berfikir sambil melangkah jalan mendekat ranjang kasur, ia melihat meja kecil samping ranjang ada sebuah foto di atas meja. ia pun mengambil album foto terlihat Leon begitu bahagia bersama adiknya senyum lebar terpanggang jelas di mereka. Janet tersenyum melihat mereka di foto, ia pun meletakkan kembali album foto di atas meja, mengambil ponselnya. ia lupa mengecek ponselnya mungkin saja sudah ada sinyal. ia menyalakan ponselnya
Janet terkejut banyak telepon ke dirinya dari adiknya Alicia, ia pun merasa terjadi sesuatu pada adiknya. ia mencoba menghubungi Alicia.
Di rumah Alicia kini dirinya bersembunyi di bawah ranjang kasur dengan posisi terkurep, terlihat wajah nya ketakutan.
Berdering....
seketika Alicia kaget mendengar suara nada ponsel yang menelepon dirinya.
di ruang tamu orang-orang misterius mendengar suara nada dering langsung bergegas ke atas kamar.
Alicia langsung mengangkat telepon dari kakaknya.
"hallo kak, tolong aku kak!! ". Minta Alicia dengan nada pelan agar tidak ketahuan.
" hallo Alicia, apa yang terjadi?? ". ucap Janet khawatir
" kak cepat pulang aku takut, orang-orang jahat itu, sudah membantai semua isi rumah ini, aku takut kak!! ". minta Alicia ketakutan sambil menangis
Bruk...
" Ah!! kak cepetan pulang aku takut!! ". Ucap Alicia ketakutan dan panik kini orang-orang misterius berusaha mendobrak pintu dengan keras. Alicia mulai panik
" Alicia... kamu tetap tenang. jangan bersuara, jangan tutup teleponnya kakak akan pulang sekarang ! ". ucap Janet
Janet pun menutup telepon bergegas berjalan keluar rumah Leon.
" Kamu mau kemana?? ". tanya Leon dengan nada berat
" aku harus kembali pulang, adik aku dalam bahaya ". Ujar Janet merasa khawatir dengan adiknya itu.
" terus pulang naik apa?? ". tanya lagi Leon
Janet kebingungan ia juga tidak tahu pergi Harus naik apa. Janet berfikir sejenak, ia ingat tentang mobilnya ada di berkebunan sana
" aku ada mobil, tapi ada di berkebunan sana, tapi aku masih takut, takutnya orang-orang yang kemarin yang mengejar saya lagi menunggu di sana, saya bingung!! ". ujar Janet
Leon merasa kasihan terhadap Janet, ia menghampiri Janet
" biarkan saya bantu kamu, kita berdua yang akan kesana, mengmbil mobil ". Ucapnya
sebenarnya Janet masih ragu dengan bantuan Leon, ia masih waspada takutnya Leon bersekongkolan dengan mereka itu, tapi tidak ada pilihan lain, ia harus kembali pulang, takut terjadi sesuatu pada Alicia.
" ok". jawab Janet singkat
mereka berdua pun bergegas jalan pergi meninggalkan rumah.
Di jalan mereka berdua berjalan kaki dengan cepat menyusuri kebun teh tidak lama mereka berdua memasuki berkebunan menyusuri pepohonan, Janet pun melihat mobil dari ke jauhan yang masih di tengah-tengah jalan terparkir, ia melihat sekeliling kebun, takutnya mereka lagi bersembunyi atau siap menyegarp.
"itu mobil saya". ucap Janet sambil tunjuk mobilnya
Janet merasa aman tidak ada sesuatu yang aneh. mereka berdua bergegas mendekat mobil.
sesampainya di mobil Janet merasa lega tidak ada orang-orang misterius yang mengejarnya.
bruk...
Tiba-tiba Leon di pukul dari belakang, Janet pun berbalik melihat Leon, ia terkejut orang-orang yang mengejar nya kini datang membawa balok, Leon kesakitan menyentuh punggung terjatuh kebawa jalan aspal.
"hem, kini mau pergi kemana?? ". ucap salah satu dari mereka
" AAAAAHHHH!! ". teriak Janet kaget tiba-tiba saja salah satu dari mereka ada di belakang nya, menahan Janet dengan kedua tangan terkunci kebelakang.
Leon berusaha untuk bangkit berlahan berdiri, kini dirinya ada di hadapan orang itu membawa balok yang sudah memukul dirinya. Leon cukup kesel sambil menata tajam pada orang di depan nya ini, ia mengepal tangan bersiap untuk pukul dia
Bruk...
Leon langsung pukul perut pria itu dengan keras, penjahat itu pun langsung kesakitan lemas
Bruk...
pria penjahat itu pun langsung ambruk jatuh lemah kebawah aspal dan langsung terlentang pingsan.