Kayla, Alfian, Joy, dan Jenny berusaha memecahkan dalang di balik penculikan dan pembunuhan. Puzzle demi puzzle mereka susun, hingga membentuk sebuah petunjuk, bahwa Seseorang yang sangat dekat dengan mereka adalah pelakunya. Lalu tindakan apa yang akan mereka ambil? Dan apa motifnya?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Dian umar, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 4
Joy dan Alfian udah jago kalo soal memasak. Makanan yang sering mereka makan itu adalah makanan buatan Joy dan Alfian. Mereka berdua membagi jadwal memasak. Sehingga setiap hari merasakan masakan yang berbeda. Mungkin kalo soal bahannya sama tapi cara memasaknya yang berbeda.
Kayla dan Jenny sama sekali tidak tahu memasak. Mereka setiap hari hanya tahu makan. Sehingga salah satu persyaratan ini terasa begitu sulit.
Kayla dan Jenny saling menatap, mereka berdua kemudian menganggukkan kepala secara bersamaan. "Kita pasti bisa!" ucap mereka sambil mengangkat satu tangan.
Joy dan Alfian menawarkan diri untuk mengajari mereka . Tetapi mereka berdua tidak mau dan memilih belajar dari YouTube.
Kayla dan Jenny sepakat akan memakai dapur secara bergantian. Mereka melakukan suit untuk menentukan siapa yang akan memasak duluan.
Alfian yang berdiri di samping Joy berbisik, "Aku rasa dapur kita tidak akan selamat kalau mereka berdua turun tangan untuk eksekusi makanan."
Joy hanya tersenyum, pandangannya lurus ke depan. Ia terlihat sangat serius melihat Kayla dan Jenny yang melakukan suit.
"Yeah aku menang!"
"Aku menang! Aku menang darimu, kak."
"Haha... Lagian cuma menang suit doang. Gimana kalau kita taruhan? Masakan siapa yang paling enak dialah pemenangnya. Dan yang menang boleh meminta apa saja. Gimana? Berani nggak!?" Tantang Kayla.
Kayla berani menantang Jenny karena dia tahu dia lebih unggul dari Jenny. Menurutnya, mengalahkan Jenny adalah hal kecil.
"Ayo! Aku yakin kau akan kalah."
..............
Jenny membuka YouTube, dia mengetik "tutorial memasak ayam kecap" di kolom pencarian. Setelahnya, YouTube menyajikan banyak video tentang cara memasak ayam kecap.
Aku mau bikin ayam kecap versi Jenny!! Pokoknya harus beda sama yang lain. Agar mereka yang memakan makananku, akan merasakan sensasinya sendiri.
Jenny menyediakan bahan-bahan sesuai dengan apa yang dicantumkan di video. Mulai dari ayam, kecap, garam, kaldu jamur, dan bawang putih.
Di video mereka menggunakan ayam yang sudah di potong-potong. Sedangkan Jenny ingin menggunakan ayam utuh yang bagian dalamnya sudah bersih
Pertama-tama Jenny merebus ayam utuh itu di kuali yang besar. Kuali itu berukuran 84 cm. Ia sengaja memilih kuali yang besar, agar lebih mudah memasak ayam versi dirinya.
"Gini kan enak. Ayamnya bisa bebas, dan matang sempurna!"
Jenny memasukan ayam ke kuali yang sudah diisi air. Airnya banyak sehingga ayam utuh itu tidak terlihat.
"Kamu bisa nafas nggak?" tanya Jenny kepada ayam sembari tertawa kecil.
Jenny mulai bosan, karena merebus ayam baginya lumayan lama. Agar tidak bosan ia mengambil video. Dia berencana akan mengirimnya kepada ayahnya.
"Aku lagi masak ayam kecap versi aku!" ucap Jenny sambil mengambil video.
Setelah 15 menit berlalu, Jenny mematikan kompor, lalu memindahkan ayamnya ke baskom plastik.
"Gimana cara buang airnya? Mana panas lagi!" ucap Jenny bingung.
Agar air di dalam kuali cepat dingin, ia menuangkan es sebanyak 1 baskom yang berukuran 20 cm. Jenny juga mengoles pegangannya dengan es agar cepat dingin.
Setelah dirasa sudah tidak panas Jenny mengangkat kuali dan akan membuang airnya.
Namun saat akan membalikkan tubuh, ia terpeleset dan jatuh ke lantai. Air rebusan ayam mengenai tubuhnya.
Tang!
Suara kuali yang jatuh ke lantai menggema di seluruh dapur. Bahkan suaranya sampai ke meja makan.
"E...E... CAPEK! AKU NGGAK MAU MASAK LAGI! Hiks...Hiks..."
Jenny duduk di lantai sambil mendorong-dorong air dengan kakinya. Air matanya juga ikut membanjiri dapur.
"Udah capek, sakit badan, basah kuyup, Semoga saja makananku enak." ucap Jenny sambil mengelap air matanya.
Tiba-tiba Kayla datang. Melihat Jenny yang sudah basah kuyup dan terlihat habis menangis itu membuatnya sedikit sedih.
Kayla berjongkok dan langsung memeluk Jenny. Jenny menyembunyikan wajahnya di dada Kayla untuk mencari rasa aman.
Kayla bisa merasakan isak tangisnya. Dia membelai kepala Jenny dengan sangat lembut.
"Nggak apa-apa, untuk sekarang kamu jangan dulu memasak. Istirahatkan tubuhmu."
"Aku akan belajar lagi! Sia-sia dong kalau aku berhenti, mana udah kena apes!"
Alfian menyenggol tubuh Joy dengan lengannya. "Gimana kalau diajari sama Joy? Dia pasti akan mengajarimu dengan sangat baik."
Joy menatap Jenny datar, "Ekhem..."
Jenny menyempitkan matanya,"Kak, aku tidak mau diajari sama Joy. Dia itu jijik sama aku! Nanti bukannya fokus ngajarin malah fokus membersihkan tubuh!" bisiknya pelan.
Pandangan Kayla beralih kepada Alfian, "Gimana kalau sama Alfian? Selain Joy dia juga jago masak."
Jenny terdiam sebentar, kemudian dia menggeleng-gelengkan kepala. "Kalau Kak Alfian... Dia sedikit menyeramkan! Bisa-bisa aku kena penyakit jantung!" ucapnya sambil berbisik.
Kalau bersuara keras nanti Alfian dengar kalau dia lagi digosipin sama Jenny. Tatapannya yang tajam itu sungguh sangat menyeramkan di mata Jenny.
Jenny menatap Kayla dengan senyum yang meremehkan. "Kalau sama Kak Kay... Malah makin parah!"
Plak!
Kayla menjitak kepala Jenny dengan sangat pelan.
"Yaudah belajar sendiri aja!" ucap Kayla sambil melipat kedua tangannya di dada.
Jenny menarik napas pelan. "Aku akan berjuang lagi! Semangat Jenny!" ucapnya sambil mengangkat satu.
Joy dan Alfian saling menatap dengan senyuman yang aneh, seolah-olah mengatakan " Bencana seson dua"
Setelah membantu Jenny membersihkan dapur. Mereka bertiga kembali ke meja makan untuk menunggu masakan spesial dari seorang Jenny.
Jenny menarik napas panjang. "Kali ini pasti bisa! Kegagalan hanya boleh satu kali!"
Jenny kembali membuka YouTube. "Bawang putihnya di iris-iris? Terus setelah itu? Oh... Digoreng! Gampang ini mah!"
Jenny pun mulai mengiris bawang putih. Setelah bawang putih diiris Jenny mengambil wajah yang berukuran 50 cm.
"Oke, semua bahan sudah siap! Ayo kita eksekusi!" ucapnya penuh semangat.
Jenny pun mulai memasukan minyak ke dalam wajan.
"Gimana caranya agar kita tahu minyaknya sudah panas? Apakah harus disentuh? Ribet banget! Kan tinggal masukin aja!"
Jenny memasukkan bawang putih ke dalam wajan, setelahnya dia memasukkan kecap, kaldu jamur, saos tomat, dan saos tiram. Setelah itu Jenny mengaduk-aduk semua bahan agar tercampur rata.
"Tunggu! Aku kan mau bikin ayam kecap spesial! Kuahnya nggak boleh dikit. Jadi mari kita tambahkan air sebanyak mungkin." ucapnya sambil menuangkan air sebanyak 5 liter air.
Jenny menuangkan sedikit kuahnya di tangan. Ia mencoba menilai sendiri apakah bumbunya sudah pas atau belum.
"Bumbunya kurang. Aku harus banyakin bumbu agar masakanku enak.
Jenny kembali memasukkan kecap, saos tiram, dan saos tomat hingga habis.
"Yah udah habis! Apa ini?" tanya Jenny melihat bumbu yang berada di toples kecil.
Dia memasukan jarinya ke dalam toples lalu mencicipinya. "Rasanya enak! Ini bakal bikin masakanku jadi makin spesial!"
Jenny kembali memasukkan kaldu ayam sebanyak 4 sendok makan ke dalam wajan.
Setelah mendidih air dalam wajan menguap. Jenny mengecilkan api agar kuahnya menyusut.
15 menit pun berlalu, Jenny mematikan kompor. Dia bernapas lega saat melihat masakannya sudah jadi.
"Sudah masak!" teriak Jenny sambil meregangkan tangannya.