NovelToon NovelToon
DUDA GILA Vs PERAWAN TUA

DUDA GILA Vs PERAWAN TUA

Status: sedang berlangsung
Genre:Nikah Kontrak / Cinta Lansia / Duda / Cintamanis / Menikah Karena Anak / CEO
Popularitas:26.9k
Nilai: 5
Nama Author: Mama Mia

Amanda, wanita tangguh yang "terjebak" oleh bakti. Di usianya yang sudah sangat matang, ia menutup rapat pintu hatinya. Takut suaminya nanti tidak sanggup menerima paket lengkap kehidupannya yang rumit. Ayahnya yang renta dan adiknya yang istimewa.

Dirga Wijaya, seorang pria kaya merupakan ayah dari mantan muridnya. Berlidah tajam, seringkali melontarkan kritik yang menyinggung perasaan, membuat keduanya kerap terlibat perdebatan.

​Saat kehidupan tenang Amanda terusik oleh kemunculan kembali mantan kekasihnya yang obsesif dan mulai melakukan tindakan kriminal, Dirga Wijaya menawarkan pernikahan kontrak.

Dirga mendapatkan status "menikah" demi putrinya, sementara Amanda mendapatkan perlindungan bagi ayah serta adiknya.

​Di bawah atap yang sama, Akankah pernikahan itu terus berlanjut, atau terputus ketika masa kontrak berakhir?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mama Mia, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

04

.

“Ya Tuhan…?” seru Amanda. Wanita itu langsung memeluk tubuh Putri dengan erat, menarik bahu gadis itu hingga bersandar nyaman di dadanya, seakan ingin membagi beban berat yang dirasakan oleh Putri. Amanda merasakan getaran di bahu Putri, dan tahu betapa rumitnya perasaan yang sedang bergelut di hati muridnya itu.

Putri yang sejak tadi berusaha tegar, akhirnya meleleh juga di dalam pelukan hangat Amanda. Ia membiarkan air matanya mengalir, membasahi baju wanita itu. Selama ini ia tak punya tempat untuk berbagi dan kedatangan Amanda benar-benar bagaikan oase di padang pasir.

Amanda membiarkan Putri menenangkan diri, sebelum akhirnya ia melepaskan pelukannya sedikit dan menatap wajah gadis itu penuh perhatian. Ia menyeka air mata di pipi Putri dengan lembut.

“Lalu… apakah tuan muda Ega tahu tentang masalah ini?” tanya Amanda hati-hati.

Putri mengangguk lemah, menatap lurus ke arah lampu kristal yang bergelantungan di langit-langit kamar. “Kak Ega sudah tahu.”

“Dan apa kata Ega?”

“Kak Ega tidak mau putus,” jawab Putri, suaranya bergetar. “Dia bilang kita bisa mencari jalan lain, bahwa cinta kita bisa melewati segalanya.”

Putri menarik napas panjang, sebelum kemudian mengutarakan isi hatinya. Ia menoleh kembali menatap Amanda, dan di matanya kini terlihat keteguhan yang bercampur dengan kesedihan yang mendalam.

“Putri tidak mungkin melanjutkan hubungan dengan Kak Ega, Bu,” ucap Putri tegas. “Bukan karena Putri tidak mencintainya, tapi karena… Putri lebih menyayangi Ayah.”

Amanda terdiam, mendengarkan dengan saksama. Menunggu Putri menyelesaikan ucapannya.

“Selama ini, Ayah hanya memikirkan Putri,” lanjut Putri, air matanya kembali menetes. “Beliau mengorbankan segalanya dan berjuang dengan keras seorang diri untuk kebahagiaan Putri, sama sekali tak pernah berpikir sesuatu untuk dirinya sendiri. Membesarkan Putri sendirian, memeras keringat dan otak hanya agar Putri bisa hidup bahagia dan berkecukupan.”

Amanda masih terdiam. Namun, dalam otaknya sekelebat bayangan masa lalu saat Putri masih sekolah kembali hadir. Waktu itu, Putri terlibat insiden dengan teman-temannya yang suka membully. Dan Dirga tanpa ragu menghancurkan orang-orang itu tanpa belas kasih. Bukti cinta yang begitu dalam untuk putrinya.

“Sekarang saatnya Putri ingin melihat Ayah bahagia.” Suara Putri melembut, penuh keyakinan. “Bahkan jika itu harus mengorbankan cinta Putri sendiri, Putri akan melakukannya. Cinta Putri pada Ayah lebih besar daripada rasa sakit yang Putri rasakan saat harus melepaskan Kak Ega.”

Amanda menatap Putri dengan pandangan kagum bercampur haru. Ia kembali memeluk gadis itu, kali ini lebih erat, seakan ingin memberikan seluruh kekuatannya.

“Ibu mengerti…” bisik Amanda di telinga Putri. “Pengorbananmu ini sangat besar. Tidak semua anak sanggup melakukan apa yang sedang kamu putuskan. Hati kamu benar-benar mulia. Dan Ibu percaya, suatu saat Putri akan menemukan kebahagiaan Putri. Dan jika tuan muda Ega adalah jodoh Putri, maka dengan cara apapun Tuhan pasti akan mempersatukan kalian.”

Putri memejamkan matanya, membiarkan dirinya terlindungi dalam pelukan Amanda. “Terima kasih sudah memberikan dukungan untuk Putri, Bu. Putri merasa sedikit lebih ringan setelah berbagai dengan Ibu.”

“Sekarang tidurlah, Nak,” ucap Amanda lembut sambil mengusap rambut Putri. “Kamu sudah berjuang keras. Biarkan tubuhmu beristirahat.”

Amanda merangkul tubuh Putri lebih erat, tangannya terus menepuk-nepuk punggung gadis itu dengan lembut, sesekali mengusapnya perlahan layaknya seorang ibu menenangkan anaknya, berharap Putri bisa segera menemukan ketenangan.

Perlahan, napas Putri mulai terasa lebih teratur. Mata indahnya perlahan terpejam, menyerah pada rasa lelah yang menyerang. Namun, tepat saat kesunyian mulai menyelimuti kamar itu, tiba-tiba suara dering ponsel memecah keheningan. Bunyinya berasal dari atas nakas di samping tempat tidur.

Putri yang baru saja memejamkan matanya kembali membukanya. Ia mengulurkan tangan, meraih benda pipih itu. Saat layar menyala, nama yang tertera di sana membuatnya terdiam sejenak.

Kak Ega

“Kenapa tidak diangkat, Nak?” tanya Amanda pelan, suaranya lembut penuh perhatian. Ia menatap layar ponsel itu sekilas. “Mungkin ada sesuatu yang penting.”

Putri menatap Amanda, lalu perlahan mengangguk. Ia menggeser tombol hijau di layar, menyambungkan panggilan itu.

“Assalamualaikum, Kak,” sapa Putri.

“Wa'alaikum salam, Putri?” Suara Ega terdengar jelas dari seberang, terdengar sedikit mendesak namun tetap lembut. “Maaf menelepon selarut ini. Kamu tadi sudah tidur, ya?”

“Gak papa, Kak. Ada apa?” tanya Putri pelan.

“Aku ingin mengajakmu pergi besok,” ucap Ega tegas. “Aku ingin kamu menemaniku mengunjungi makam Papa. Apa kamu ada waktu?”

Putri terdiam sejenak mendengar permintaan itu. Ia perlahan menoleh ke arah Amanda, menatap wanita itu seolah mencari persetujuan atau petunjuk.

Amanda, yang bisa menebak isi pembicaraan dari potongan kalimat yang terdengar, hanya mengangguk pelan sambil menyunggingkan senyum hangat dan penuh dukungan. Ia mengusap lengan Putri lembut, memberi isyarat agar gadis itu menyetujuinya.

Melihat respon Amanda, Putri kembali menatap layar ponselnya. “Boleh, Kak. Putri kebetulan free. Kapan kita akan berangkat?”

“Aku akan menjemputmu besok pagi,” jawab Ega, suaranya terdengar sedikit lebih lega. “Makasih, ya. Sampai jumpa besok.”

“Sampai jumpa,” jawab Putri singkat sebelum akhirnya menekan tombol merah dan meletakkan kembali ponselnya di atas nakas.

“Walaupun mungkin kalian tidak ditakdirkan menjadi pasangan, tapi jika ayahnya Putri jadi menikah dengan mamanya tuan muda Ega, kalian akan menjadi saudara,” ucap Amanda.

Putri kembali membaringkan tubuhnya, kali ini dengan perasaan yang sedikit berbeda. Ada rasa sedih yang masih tertinggal, namun ada juga ketenangan.

“Sudah, sekarang tidur ya,” bisik Amanda sambil merapikan selimut yang menutupi tubuh Putri.

Putri mengangguk, memejamkan matanya kembali, dan kali ini ia bisa tidur lebih tenang di samping sosok yang ia anggap sebagai ibu.

*

Di kamarnya, Dirga membalikkan tubuhnya ke kanan, lalu ke kiri. Tidak bisa memejamkan matanya walau sedetik. Matanya menatap lurus ke arah langit-langit kamar, sementara pikirannya menerawang jauh, melayang ke arah kamar di seberang lorong.

“Apakah Putri sudah tidur?” Pertanyaan itu terus berputar di kepalanya.

Rasa gelisah menyergap dadanya. Ada kebiasaan yang selalu ia lakukan setiap malam sebelum tidur, masuk ke kamar Putri, duduk sebentar di tepi ranjang, mengusap rambut putrinya, memberikan ucapan selamat tidur, dan memberikan pelukan hangat. Malam ini, kebiasaan itu terganggu. Di kamar itu, sekarang ada Amanda.

Tak bisa menahan diri, Dirga akhirnya turun dari ranjangnya. Kakinya yang telanjang melangkah pelan di atas lantai dingin. Keluar dari kamarnya, berjalan menyusuri lorong rumah yang hening, menuju pintu kamar Putri.

Jantungnya berdebar, bukan karena takut, tapi karena rasa ragu yang bercampur dengan rasa ingin tahu dan rindu. Tangannya terulur, perlahan menggenggam gagang pintu. Dengan hati-hati, ia memutarnya dan mendorong pintu itu sedikit demi sedikit, membiarkan celah kecil bagi cahaya lampu lorong untuk masuk.

Matanya menyipit, menatap ke dalam. Tampak olehnya di bawah cahaya lampu tidur yang remang, Putri sedang tertidur pulas. Namun, pemandangan asing membuat alis Dirga seketika berkerut tajam. Putri tidur dengan posisi memeluk Amanda, dan Amanda pun memeluknya balik, seolah mereka adalah ibu dan anak.

Dirga mendengus kesal dalam diam. Ia merasa Amanda telah merebut Putri darinya. Wanita itu hadir begitu saja, dan mengambil alih tempat yang biasanya hanya ia yang bisa mengisinya.

Dirga mengeraskan rahangnya, tanpa ia sadari tangannya terkepal, menahan rasa dongkol yang mulai memuncak. “Makhluk dari mana sebenarnya dia?” batinnya menggerutu. Matanya menatap tajam ke arah sosok Amanda yang sedang tertidur. “Berani-beraninya dia datang dan mengambil alih kekuasaan atas putriku? Putri juga, kenapa bisa begitu nyaman dengannya, tidur saja sampai berpelukan kayak gitu?”

Rasa cemburu dan posesif merayap di hatinya. Ingin sekali masuk, menarik tubuh Amanda dan melemparnya keluar gerbang. Tapi melihat putrinya yang terlihat begitu tenang dan lelap, ia urungkan niatnya.

Dengan perasaan campur aduk antara kesal dan juga lega karena Putri tampak baik-baik saja, Dirga perlahan menutup kembali pintu itu, meninggalkan lorong dengan langkah yang berat dan hati yang masih mendongkol.

1
Ummee
kartini... kartini... namamu spt nama pahlawan wanita Indonesia, tapi sifatmu sangat jauh dari kata pahlawan
Aditya hp/ bunda Lia
Kartini bin Kartono pede kamu tingkat khatulistiwa yah .... gak mungkinlah tuan Dirga mau Sama kamu
Dwi Anto
sebenarnya..othor sk gantung2 cerita
✍️⃞⃟𝑹𝑨 Mama Mia: memang saran dari editor seperti itu kak. haru ada cliffhanger🤭🤭
total 1 replies
dewi rofiqoh
Apa ya jawaban bu manda?
Ummee
sebenarnya... kak author mau istirahat dulu, jadi sabar dulu ya Ayah 😅
✍️⃞⃟𝑹𝑨 Mama Mia: aseek aseek.. ..
yuk nyakain kipasnya Umi, 🤗🤗
total 1 replies
Soraya
lanjut thor
Aditya hp/ bunda Lia
sebenarnya .... nanti ajah yah pak dikasih tau pas mama up lagi 🤭
✍️⃞⃟𝑹𝑨 Mama Mia: wk wk wk🤣🤣🤣
total 1 replies
Ummee
dasar stres, kamu memang cinta atau mah memanfaatkan?
tapi kalo cinta kok memaksa
Ummee
baru bisa mampir kak🙏
✍️⃞⃟𝑹𝑨 Mama Mia: gpp, Umi. semoga betah ya
total 1 replies
Ummee
🤦‍♀️🤦‍♀️🤦‍♀️
tanpa filter sekali pak
vania larasati
lanjut
Nar Sih
bnr bangett apa kata mu kevin ,pasti nanti kwalat
〈⎳ FT. Zira
lagi kesambet/Facepalm/
〈⎳ 𝕄𝕠𝕞𝕤 𝕋ℤ ✍️⃞⃟𝑹𝑨
co cwiiiittt
〈⎳ 𝕄𝕠𝕞𝕤 𝕋ℤ ✍️⃞⃟𝑹𝑨
harusnya td pasang kamera tersembunyi
〈⎳ 𝕄𝕠𝕞𝕤 𝕋ℤ ✍️⃞⃟𝑹𝑨
karena*
〈⎳ 𝕄𝕠𝕞𝕤 𝕋ℤ ✍️⃞⃟𝑹𝑨
memilih*
〈⎳ 𝕄𝕠𝕞𝕤 𝕋ℤ ✍️⃞⃟𝑹𝑨
mungkin
〈⎳ 𝕄𝕠𝕞𝕤 𝕋ℤ ✍️⃞⃟𝑹𝑨
untuk* dibuang aja, nyempil. 😂
〈⎳ 𝕄𝕠𝕞𝕤 𝕋ℤ ✍️⃞⃟𝑹𝑨: 🤣🤣🤣🤣🤣
total 2 replies
〈⎳ 𝕄𝕠𝕞𝕤 𝕋ℤ ✍️⃞⃟𝑹𝑨
Dahi Amanda sedikit berkerut, lalu ia segera menggeser tombol hijau untuk mengangkatnya,

menurutku lebih pas.
〈⎳ 𝕄𝕠𝕞𝕤 𝕋ℤ ✍️⃞⃟𝑹𝑨: sama lah
total 2 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!