NovelToon NovelToon
Kemuning Si Anak Haram

Kemuning Si Anak Haram

Status: tamat
Genre:Kisah cinta masa kecil / Diam-Diam Cinta / Tamat
Popularitas:15.6k
Nilai: 5
Nama Author: Wahyuni Soehardi

Kemuning seorang gadis kecil murid sekolah dasar di desa yang cukup makmur. Dia diasuh oleh kakek dan neneknya.

sehari-hari dia sering dibully oleh teman-temannya di sekolah karena lahir tanpa ayah dan ibunya adalah bekerja sebagai TKW di Korea Selatan.

Ibunya pulang dalam keadaan hamil tanpa suami. Setelah melahirkan beberapa bulan kemudian ibunya kembali bekerja di Korea dan sejak saat itu Kemuning tumbuh besar dalam pengasuhan kakek dan neneknya.

Bagaimana Kemuning menghadapi bullian dari teman-temannya? Bagaimana nasib Kemuning di masa depan dengan labelnya sebagai anak Haram?

ikuti keseruan kisahnya hanya di Noveltoon.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Wahyuni Soehardi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

bab 5 Kisah keluarga Fajar

Hujan sudah reda Agus mengantarkan lele kiriman ibunya untuk ibunya Fajar.

“Assalamualaikum,” Agus mengucapkan salam.

“Waalaikumsalam,” jawaban dari dalam suara yang sangat dikenalnya.

“Kang Agus mari masuk kang,” janda yang masih muda itu mempersilahkan Agus masuk.

“Terimakasih,” jawab Agus.

“Mau minum apa kang?”

“Kopi boleh.” Jawab Agus.

“Sebentar” jawabnya sambil berjalan ke dapur dan tak lama kemudian keluar sambil membawa secangkir kopi hitam yang mengepulkan asap.

Agus menerimanya dan menuangkan kopinya diatas lepek dan meminumnya. “Hmm rasa kopimu tidak berubah Inah, tetap senikmat dulu.” Kata Agus tanpa bermaksud merayu.

Inah ibunya Fajar hanya menunduk, tanpa berkata-kata. Agus pun agak kikuk tapi dia seolah enggan beranjak dari tempat duduknya. Wanita ini sebenarnya dulu adalah calon istrinya. Tapi dia dijebak oleh adiknya yang diam-diam mencintainya. Sehingga terjadi insiden Inah hanya berduaan dengan seorang pria di gudang pabrik tempat mereka bekerja hingga keesokan harinya digerebek karyawan pabrik dan dinikahkan paksa. Inah pasrah dan sejak saat itulah terpaksa ikatan cinta diantara keduanya harus berakhir. Kebusukan adiknya baru disadari oleh Agus tapi semua sudah terlambat. Dia harus menikah karena persiapan pernikahan sudah dilakukan dan adiknya mantan calon istrinya lah yang menggantikan posisinya.

Inah menjadi istri orang dan melahirkan Fajar dan Gendis. Tapi ayah kedua anak yang telah dia lahirkan mengalami kecelakaan kerja hingga tewas di pabrik.

Saat itu Inah baru beberapa bulan melahirkan Gendis. Sejak saat itu kehidupan mereka sangat kekurangan, Inah berkebun dan menjual hasil kebun, menjual makanan yang dimasaknya, dan dibantu Fajar menitipkan di warung-warung.

Sudah hampir enam bulan suami Inah meninggal dunia. Agus mengunjungi Inah untuk menanyakan sesuatu yang mungkin bisa membantu kehidupannya.

“In aku kemari untuk menanyakan apakah kau sudah dihubungi oleh perusahaan tempat suami mu alm bekerja sehubungan dengan BPJS ketenagakerjaan milik suamimu? Seharusnya bukan hanya santunan kecelakaan kerja dari perusahaan saja saja yang kau terima. Perusahaan besar mestinya karyawan nya memiliki keanggotaan BPJS ketenagakerjaan dan bila meninggal istrinya berhak mendapatkan dana pensiun suami dan fasilitas beasiswa untuk anak-anaknya.”

“Aku tidak tahu menahu soal itu kang.”

“Coba kau tanyakan pada HRD perusahaan In. Seharusnya bukan cuma santunan saja tapi juga dana pensiun dari perusahaan juga selain dana pensiun BPJS ketenagakerjaan. Kalau kau bersedia aku akan mereferensikan seseorang untuk membantumu mengurus hak mu. Bagaimana In apa kau mau menerima bantuanku?”

“Iya kang aku sangat menghargai bantuanmu. Terimakasih kang.” Jawabnya.

Kalau boleh aku ingin menanyakan satu hal lagi, tapi sebelumnya aku minta maaf, uang santunan kecelakaan kerja dari perusahaan seharusnya sangat mencukupi kebutuhan mu dan anak-anakmu In tapi kulihat kehidupan kalian sangat kekurangan.

Inah tidak menjawab dia hanya terisak. Dengan lirih dia menjawab kalau semua uang itu telah diminta oleh ibu mertuanya.

“Astaghfirullah alaziim, tapi ya sudahlah semua sudah terlanjur. Untuk urusan dana pensiun suamimu alm. Sebaiknya kau jangan menceritakannya kepada siapapun In. Tidak ada seorang pun yang berhak merampasnya. Itu hak mu dan anak-anakmu. Apa masih punya buku rekening?”

“Aku tidak tahu masih aktif atau tidak”.

“Baiklah nanti akan ku kabari. Ini uang pakailah untuk mengaktifkan rekeningmu atau kau buka rekening baru. Aku mohon terimalah In anak-anak mu adalah keponakanku.

“Baiklah kang terimakasih.”

“Apa no ponselmu masih sama seperti dulu?”

“Aku sudah tidak memiliki ponsel kang, ponselku rusak dan belum kebeli.”

“Ya sudah tidak apa-apa. Nanti aku kesini saja. Baiklah aku pulang dulu. Terima Kasih kopinya. Assalamualaikum.”

“Waalaikumsalam. Terimakasih atas kunjungannya kang.”

Agus kembali ke rumah ibunya dan bermain dengan keponakannya. Menjelang Maghrib barulah Agus pulang ke rumahnya sendiri.

Saat itu dirumah Fajar dia makan malam dengan lahap lele goreng kiriman nenek Kemuning. Ibunya sedang menyusui adiknya.

Inah sangat bersyukur masih ada setitik harapan untuk merubah nasibnya demi masa depan anak-anak. Rumah yang mereka tempati termasuk nyaman walaupun ekonomi mereka sangat sulit.

“Untunglah mas Darto sempat merenovasi rumahnya yang gentengnya banyak yang bocor, lantainya sudah dikeramik dan dapur tempatku memasak pun sudah direnovasi dengan meminjam uang koperasi perusahaan. Begitu dia meninggal hutangnya dianggap lunas. Terlebih ibunya tidak tahu kalau rumah ini diam-diam sudah dibeli oleh mas Darto. Selama ini ibunya mengira kalau kami masih mengontrak.” Batin Inah.

Inah suami Darto adalah pria yang umurnya terpaut jauh dengannya dan mereka menikah saat Darto sudah menduda. Istri pertamanya meminta cerai sebelum mereka dikaruniai anak dan mereka mengontrak di rumah yang sekarang ditempat i Inah dan anak-anak nya.

"Mas Darto kau seolah sudah tahu bakal meninggalkan kami untuk selamanya, kau diam-diam memiliki tabungan yang tidak diketahui oleh siapapun dan membeli rumah ini atas namaku. Kehabisan uang pun kau nekat meminjam koperasi perusahaan untuk merenovasi rumah ini agar aku dan anak-anak hidup lebih nyaman, kau membeli beberapa bibit tanaman buah yang bisa dijual dan cepat panen.

Keesokan harinya Inah mengunjungi makam suaminya dia berdoa dengan khusyuk. Setelah selesai menabur bunga Inah pergi ke bank untuk mengecek apakah buku rekening nya masih bisa digunakan atau tidak.

Uang yang dari Agus sebagian di tabung dan sebagian lagi dipakai untuk berbelanja kebutuhan dapur dan bahan-bahan untuk barang dagangannya.

Hari itu Fajar pulang sekolah dan melihat ibunya memasak makanan yang istimewa yaitu kare ayam. Biasanya Fajar hanya makan dengan daun-daunan yang dia petik dari hutan dengan lauk tahu atau tempe saja.

1
falea sezi
g suka dengan sifat ibunya kemuning dr awal emank gatel murahan keluar dr agama demi laki ya harus nya laki nya yg ikut qm oon😓
falea sezi
🤣🤣 yaelah demi laki di belain murtad pantes anak mu kecewa 😓
falea sezi
🤣🤣 emaknya gatel sibuk honeymoon anak g betah diem aj pantes hamil di luar nikah😒
falea sezi
beom agama nya apa
falea sezi
manggil santi kok g sopan g pake mbk😒 si agus
falea sezi
gimana nasib pernikahan agus😓 bangke bgt adek nya inah😓
Wanita Aries
wahh cari masalah ma kemuning
Wanita Aries
kerennn thorr
Wanita Aries
kapok tuh
Wanita Aries
lanjut
Wanita Aries
kasian jg kemuning di gebleng bgtu
Wanita Aries
wahh kemuning byk temannya
Wanita Aries
bahagia selalu kemuning
Wanita Aries
lanjut thor
Wanita Aries
kok gtu kluarga ayah kemuning
Wanita Aries
gk sabar nunggu nikahan santi sama beom pst seru
Wanita Aries
haredang euyy ttngga julid
Wanita Aries
wah senangnya kemuning ketemu ayahnya
Wanita Aries
wahh bntr lg kemuning SMP
Wanita Aries
haduh gk brenti2nya bully2an
Sri Wahyuni: begitulah jmn now. ga didesa ga dikota sama.
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!