NovelToon NovelToon
OBSESI CINTA PERTAMA

OBSESI CINTA PERTAMA

Status: sedang berlangsung
Genre:Cintapertama / Kisah cinta masa kecil / Diam-Diam Cinta / Bad Boy / Kriminal dan Bidadari / Idola sekolah
Popularitas:1.2k
Nilai: 5
Nama Author: Andara prina Larasati

"I think I'm addicted to your body"-Jeffranz Altair-


Sherra menyesali keputusannya malam itu. Malam dimana ia menyerahkan tubuhnya pada cinta pertamanya---Jeffranz Altair si Perisai PASBARA yang terkenal dingin dan kasar.

Sherra menyesal. Karena setelah hari itu sikap Jeff berubah. Yang awalnya benci menjadi terobsesi.

Jeff menghancurkan masa depan Sherra dengan mengurung gadis itu dalam hubungan rahasia.

Sherra terpaksa menjadi selingkuhan.
Diperlakukan layaknya binatang.
Hingga dianggap wanita murahan.

Hidupnya hancur berantakan. Namun Jeff sama sekali tak peduli.

Karena bagi Jeff apa yang ia lakukan pada Sherra, adalah hukuman karena gadis itu berani mengusiknya.







-----

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Andara prina Larasati, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

4. He's my Bestfriend

..."Tetap menjadi sahabat hanyalah topeng agar selalu tetap dekat"...

____

"Sherra udah pulang tante?" Pintu utama terbuka dan Mama Dinda menatap Sosok lelaki bule tinggi itu keheranan.

"Loh? Sherra gak pulang bareng kamu"Tanya Mama Dinda heran melihat Kai datang sendirian. Padahal ini sudah jam pulang anaknya.

"Emangnya Sherra gak kasih tau tante kalo Kai hari ini ada Ekskul?" Mama Dinda menggeleng.

"Enggak. Astaga terus anak itu sama siapa sekarang? Dia juga gak ngabarin tante bakal pulang telat!" Paniknya.

"Biar Kai coba Telpon" Kai langsung membuka ponselnya dan terus berusaha menelpon Sherra. Namun setelah beberapa menit kemudian hasilnya tetepa sama.

Dirrect.

Whatsapp nya gak On dan ponselnya juga tidak di nyalakan. Membuat Kai juga ikut terkena serangan panik.

"Gimana? Bisa?" Kai menggeleng.

"Hape nya gak aktif Tan" Mama Dinda menggigit telunjuknya sambil menghembuskan nafasnya kuat.

"Astaga. Sherra... Kemana sih kamu... "

Katanya khawatir sambil melirik jam di tangannya. Kai jadi merasa bersalah akan hal ini hanya bisa terus menatap ponselnya. memperhatikan detik demi detik yang berubah.

"Tante telpon guru Sherra dulu ya? Siapa tau Sherra masih disana"Kai mengangguk,

"Kalo gitu Kai coba ke sekolah Sherra sekarang"

"Iya Nak!"

Kai pun bergegas memakai helmnya lalu menyalakan motornya pergi kearah Smanjaya. Berharap Sherra masih berada di sana.

"Tunggu gue Sher... "

..._____...

"Wah Makasi Pa!"

Gadis utu mencium bau Toppoki di tangannya antusias. Jeff tersenyum tipis, tadi di perjalanan gadis di sampingnya ini memaksanya untuk turun di sebuah Street food yang baru buka.

Awalnya Jeff menolak namun saat mendengar perutnya juga bersuara gadis itu malah tertawa lalu membawanya turun. Hingga berakhirlah keduanya disini.

"Kenyang gak Jeff? "Tanyanya setelah keduanya berkeliling menikmati berbagai makanan yang dijual di sana. Diantaranya ada Gelato, Waffle, Croffle, Boba Tea sampai Korean food seperti Odeng, Toppoki sampai Kimbab sudah mereka coba.

Hingga tak sadar keduanya menghabiskan waktu kurang lebih satu jam setengah hanya untuk makan saja.

"Kenyang banget. Rasanya perut aku mau meledak"Sherra terkekeh, rasa bahagia menyergapnya. Tak menyangka bisa jalan berdua dengan Jeff sore ini.

"Mau istirahat dulu gak? Atau mau langsung pulang?"Jeff menoleh menatap Es Krim Matcha di tangan Sherra yang belum habis.

"Hm, habisin dulu Es lo. Baru kita pulang!"

"Oke!"

Keduanya pun mendudukan dirinya di salah satu kursi taman putih yang langsung mengarah ke pemandangan jalan yang indah.

"Es krimnya enak!"Kata Sherra gemas, lalu menyodorkan es krim itu pada Jeff. "Mau coba?"

Jeff menggeleng kuat.

"Lo aja"

"Yah bodoh banget sih! Padahal es krimnya enak tau!"Sudut bibir Jeff terangkat melihat respon Sherra yang menggemaskan. Lalu kembali menatap jalanan, menunggu gadis itu selesai.

Sambil memikirkan kenapa ia bisa berakhir di tempat ini dengan gafis yang ia benci?

"Jeff Menurut kamu makan banyak es krim malem malem baik gak buat kesehatan?"tanyanya basa basi.

"Gatau, gue bukan dokter"

"Yah kirain tau. Soalnya aku mau beli lagi buat dirumah! Enak banget!"Ucapnya sambil bangkit dari duduknya.

Lelaki itu juga ikut bangkit berdiri. Sherra menolehkan kepalanya seraya tersenyum kearah Jeff yang memandangnya datar.

"Jeff.. "Netra Jeff masih bergulir pada sisa es krim di sudut bibir Sherra. Kemudian mengusapnya dengan sapu tangan yang selalu ia bawa di dalam saku.

"Jorok"Sherra tersipu dan langsung memalingkan wajahnya kearah lain. Jeff melipat kembali sapu tangannya kemudian memasukkannya ke tempat semula.

"Makasih"katanya malu malu

"Mau kemana lagu?"Tanya Jeff saat menyadari wajah gadis itu yang masih ceria.

"Ah pulang aja kayaknya. Takut Mama nyari, udah sore baget ini"Jeff mengangguk kemudian menggandeng tangan gadis itu.

"Biar lo gak ilang"Tukasnya mengeratkan genggamannya. Sherra semakin salah tingkah. Untuk pertama kalinya setelah satu tahun mengejar Jeff, ia diperlakukan seperti ini.

Rasanya seperti mimpi. Yang membuat Sherra enggan bangun kembali.

...______...

"Loh non Sherra udah pulang Mas tadi sama Temennya. Naik motor"

"Oh gitu ya pak?"

"Iya Mas"

"Bapa tau siapa orang yang bawa pacar saya? " Pa Satpam itu terdiam sebentar, berusaha mengingat ingat.

"Kalo gasalah dianter pulang sama Den Jeff. Saya gatau nama lengkapnya cuman sering di panggil Jeff. Emang neng Sherra suka pulang bareng Den Jeff. Justru saya kira Den Jeff pacarnya. Rupanya kamu pacarnya"

Kedua tangan Kai mengepal. Jeff, ia tau orang ini. Perisai Pasbara yang selalu Sherra ceritakan setiap kali mereka bersama.

Rupanya Jeff yang membawa Sherra pergi.

"Kalo gitu makasih pa. Ini buat bapa"katanya menyerangkan selembar uang biru yang terlipat rapih. Satpam sekolah itu pun tersenyum sumringah.

"Makasih Mas. Semoga neng Sherra nya cepat ketemu"

"Iya Pa terimakasih"katanya Sopan lemudian kembali menjalankan motornya, menjaihi gerbang Smabara.

Ia tadi datang kesini sendiri dan tak menemukan satu pun siswa yang masih stay di sana bahkan ia juga sempat mengelilingi Lapangan sampai koridor demi mencari keberadaan Sherra.

Walau hasilnya nihil.

Kai menghela nafasnya gusar. Kalo sudah seperti ini, ia harus mencari kemana lagi?

Drrt

Drrt

Drrttt

Ia memberhentikan motornya saat merasakan ponselnya berdering di sakunya.

"Tante Dinda? "Ia pun segera menggeser ikon telpon kemudian menempelkannya di telinga.

"Hallo Tante? Gimana-"

"Kai Sherra udah pulang! Alhamdulillah tadi Sherra idah pulang dianter temennya"

Kai mengusap wajahnya lega sambil menyurai rambutnya kebelakang.

"Kalo gitu Kai kesana tante"

"Iya Nak Hati hati bawa motornya jangan ngebut"

"Siap tante"

Kai segera mematikan ponselnya sambil menatap langit uang menggelap. Wajahnya menunjukkan kelegaan disana mengetahii Sherra akhirnya pulang dengan selamat.

"Sher-sher lo selalu aja bikin gue khawatir..."ucapnya sambil menggeleng keheranan.

...____...

"Makasi ya udah anter Sherra pulang"

"Iya tante sama Sama"

"Mau mampir dulu? " Jeff menatap wanita paruh baya cantik di depannya kemudian menggeleng sopan.

"Gausah Tan, saya mau langsung pulang aja, mama saya udah nunggu"Terlihat raut wajah kecewa dari sana. Namun setelahnya Mama Dinda tersenyum.

"Yaudah kalo gitu kalo ada waktu mampir ya?"

"Siap tante"

Brumm

Brummm

Netra ketiganya langsung terjatuh pada motor KLX yang berhenti tepat di pekarangan Rumah Sherra. Lelaki itu membuka helmnya bersamaan dengan teriakan nyaring gadis itu yang menarik namanya.

"Kai!!"

Sherra berlari mendekat kearah lelaki itu sambik tersenyum riang. Melihat hal itu Jef dibuat terpaku.

"Kamu dari mana tadi?!"Tanya Kai dingin. Sherra terkekeh.

"Aku tadi abis makan dulu di Street food sama temen aku"Jawabnya,"Eh katanya kamu mau liat Crush aku kan? Kebetulan banget dia ada di sini" bisiknya.

Kai mengikuti arah pandang Sherra. Dan menangkap sosok yang tak asing di matanya.

"Dia Jeff, orang yang sering aku ceritain ke kamu" Ucapnya pelan"Ah iya Jeff kenain ini Kai. Sahabat aku dari kecil"

Sherra memegang Tangan Kai agar lelaki itu mengulurkan tangannya untuk berkenalan yang langsung di terima Jeff.

"Helmi Kairav"

"Jeffranz Altair"

Keduanya saling melemparkan tatapan sengit seolah pernah bertemu sebelumnya bahkan Kai dengan cepat melepas jabat tangan mereka. Lalu kembali fokus pada gadis di sampingnya.

"Semoga kalian bisa temenan juga ya!" Keduanya terdiam. Merasa keadaan memnjadi canggung Mama Dinda tiba tiba membuka suaranya.

"Ah iya kalo Gitu. Kalian mau makan malem dulu? Mumpung tante lagi Masak banyak loh" Jeff meneh lalu tersenyum sopan.

"Gausah tante saya Mau pulang dulu. Selamat malam"Mama Dinda Mengangguk. Sedangkan Sherra menatap pinggung Jeff yang berjalan kearah motornya sambil mengerucutkan bibirnya

"Jeff"panggilnya melepaskan pegangan tangan Kai. Lalu berjalan menghampirnya.

"Makasih ya buat hari ini. Aku bener bener seneng banget!!"

"Hm sama sama"

"Good Night! Besok jemput aku y-"

"Gausah! Kamu pergi sama aku, Sher"Sherra menatap Kai tak suka.

"Kai..."suaranya tedengar manja. Membuat Jeff memutar bola matanya malas.

"Gue gak bisa. Jadi mending lo berangkat sama sahabat lo"

Sherra mendengus namun wajahnya malah terlihat semakin lucu.

"Yaudah deh. See you besok di sekolah!"

Jeff mengangguk acuh sambil memasang helmnya kemudian setelahnya motornya melaju meninggalkan pekarangan rumah Sherra dengan lambaian gadis itu yang terlihat masih menikmati suasana.

"Kai"Panggil Sherra saat Kai berbalik dan siap memasuki rumahnya.

"Kok kamu gak ngebiarin aku buat pergi sekolah bareng Jeff sih?"

Langkah Kai terhenti mendengar cerocosan Sherra di belakangnya.

"Padahal ini tuh kesempatan emas biar aku bisa semakin deket sama dia-"

"Terus semakin jauh sama aku? Gitu?"

Sherra menatap Kai yang tiba tiba berbalik dengan raut wajah kesal itu heran.

"Kamu kenapa sih?"Tanya Sherra aneh saat Kai mendadak terlihat marah.

"Kamu yang kenapa Sher! Anter jemput kamu itu tugas gue dan gak boleh ada yang ngambil posisi itu"Kedua dahi Sherra mengerut bersama dengan netranya yang menatap Kai tajam.

"Tapi sesekali boleh kan? Aku juga pingin dianter jemput sama orang yang aku suka!"

Kai tertawa remeh.

"Tapi gue gak suka"

Netra madu keduanya bertubrukan.

"Aku gak suka kamu lebih milih dia dibanding aku. Aku sahabat kamu Sher"ucapnya tajam lalu setelahnya menaiki motornya bersiap pergi.

"Kai jangan marah" bujuk Sherra menarik narik jaket Kai yang sedang memakai helmnya.

"Pleasee" Kai mengabaikkan Sherra dan langsung menacap Gas pergi dati pekarangan rumah penuh bunga gadis itu.

Sherra hanya bisa menatap punggung Kai yang menjauh itu dengan perasaan tak enak di hatinya.

"Kalian berantem?"Tanya Mama Dinda menepuk pundak putrinya. Sherra menggeleng.

"Gak tau Ma"ucapnya murung kemudian berjalan masuk ke dalam rumah.

Mama Dinda menggelengkan kepalanya. Kisah cinta remaja memang terlalu rumit untuk pemikirannya yang sudah tua. Pikirnya sambil menutup pintu rumah.

..._____...

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!