NovelToon NovelToon
Menikah Dengan Dosen Dingin

Menikah Dengan Dosen Dingin

Status: sedang berlangsung
Genre:Dosen / Nikahmuda / CEO / Nikah Kontrak / Kehidupan di Sekolah/Kampus / Dijodohkan Orang Tua
Popularitas:898
Nilai: 5
Nama Author: Hanela cantik

Alya, mahasiswi tingkat akhir yang cerdas dan mandiri, tengah berjuang menyelesaikan skripsinya di tengah tekanan keluarga yang ingin ia segera menikah. Tak disangka, dosen pembimbingnya yang terkenal dingin dan perfeksionis, Dr. Reihan Alfarezi, menawarkan solusi yang mengejutkan: sebuah pernikahan kontrak demi menolong satu sama lain.

Reihan butuh istri untuk menyelamatkan reputasinya dari ancaman perjodohan keluarga, sedangkan Alya butuh waktu agar bisa lulus tanpa terus diburu untuk menikah. Keduanya sepakat menjalani pernikahan semu dengan aturan ketat. Tapi apa jadinya ketika batas-batas profesional mulai terkikis oleh perasaan yang tak terduga?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Hanela cantik, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

4

Pagi itu, matahari sudah menembus tirai kamar Alya ketika alarm ponselnya berbunyi nyaring. Dia meraih ponsel dengan mata setengah terbuka, lalu menghela napas panjang. Hari ini… dia harus menemui Reihan di ruangannya.

Sambil menyikat gigi, pikirannya berputar-putar.

Kenapa sih dia seenaknya aja bilang nikahnya minggu depan?

Mau marah pun percuma, karena yang dihadapi adalah dosen—dan sekaligus calon suami kontrak.

Setelah sarapan buru-buru, Alya berangkat ke kampus. Sesampainya di sana, dia sempat melihat Reihan keluar dari mobilnya, mengenakan kemeja putih dan celana hitam. Rapi seperti biasa. Dan seperti biasa juga, wajahnya tanpa ekspresi.

Alya sengaja memperlambat langkahnya, berharap dia masuk duluan. Tapi ternyata…

“Pagi.”

Suara itu muncul di belakangnya.

Alya menoleh. “Pagi, Pak.”

Reihan melangkah sejajar dengannya. “Ingat janji kemarin?”

“Ingat sih. Tapi saya masih belum setuju soal jadwalnya yang tiba-tiba banget.”

Reihan melirik sekilas. “Kalau terlalu lama, resikonya lebih besar.”

“Resiko apa?”

“Bisa kita bahas di ruangan saya nanti.”

Alya mendengus pelan, tapi memilih diam. Dia tahu kalau Reihan sudah mulai dengan gaya ‘jawaban setengah’ seperti itu, artinya dia tidak akan mendapat penjelasan lebih lanjut sampai waktunya tiba.

---

Di Ruangan Reihan

Jam kuliah Alya baru selesai. Ia mengetuk pintu ruangan dosen itu pelan.

“Masuk.”

Reihan duduk di belakang meja, sibuk memeriksa beberapa berkas. Ia menutup map, lalu menatap Alya.

“Kita langsung bahas saja. Alasan saya mempercepat pernikahan ini adalah untuk memotong kemungkinan intervensi keluarga kamu—dan keluarga saya.”

Alya mengernyit. “Keluarga bapak juga?”

“Ya. Mereka sudah mulai bertanya-tanya kenapa saya belum menikah di umur segini. Kalau mereka tahu saya ada hubungan dengan mahasiswa, apalagi yang sebentar lagi lulus, mereka akan mencoba mengatur semuanya. Dan saya tidak suka diatur.”

Alya terdiam sejenak. “Tapi… satu minggu itu terlalu cepat. Saya bahkan belum mikirin gaun, gedung, undangan—”

“Itu bagian saya.” potong Reihan tenang. “Kamu hanya perlu datang, tanda tangan, dan berperan sesuai kesepakatan.”

Alya memutar bola matanya. “Bapak ngomongnya gampang banget.”

Reihan bersandar di kursi, menatapnya lebih lama dari biasanya. “Kalau kamu keberatan, kita bisa batalkan. Tapi…” Dia mencondongkan badan sedikit. “…itu berarti kamu harus siap dengan resiko perjodohan yang mama kamu rencanakan.”

Alya terdiam. Ancaman halus itu berhasil membuatnya tak bisa membantah.

“Baiklah,” gumam Alya akhirnya. “Tapi setelah satu minggu, saya minta semua detailnya jelas. Termasuk… aturan di rumah nanti.”

Reihan mengangguk. “Sepakat.”

Saat Alya bangkit hendak pergi, Reihan menambahkan pelan, “Oh yaa saya ngga mau ada yang tau tentang kita. "

Alya menoleh cepat. “Maksudnya?”

“saya ngga mau ada mahasiswa atau teman teman kamu yang tau tentang kita, orang orang cukup tau jika saya adalah dosen pembimbingmu"

'lah gua juga ngga mau kali'

"Baik pak, kalo begitu saya pergi dulu"

Reihan hanya tersenyum tipis—senyum yang entah kenapa membuat Alya merinding sekaligus… deg-degan.

Baru saja ia melangkah ke koridor, terdengar suara riuh dari belakang.

“Alyaaa! Tungguin!”

Itu Nia, sahabatnya, bersama seorang mahasiswa baru yang Alya kenal sekilas—Lala, anak jurusan komunikasi yang terkenal cerewet.

“Eh, ngapain lo di lantai dosen?” tanya Nia sambil nyengir penuh curiga.

Alya gugup sejenak. “Ehm… nyerahin revisi skripsi.”

Lala ikut nimbrung. “Revisi atau janji makan siang sama Pak Reihan? Katanya kalian deket, lho.”

Alya hampir tersedak udara

"Ya iyalah kan pak Reihan dosen pembimbing gua"

"Masa sih"

"Apaan sih, mending kita ke cafe depan yok, gua udah laper nih "

Alya sengaja mengalihkan obrolan mereka malas sekali jika membahas dosen pembimbingnya itu .

"Mau pesan apa" tanya Nia

"Aku seperti biasa aja deh"

"Oke, kamu la?"

"Emmm samain aja deh sama punya Lo"

"Lo udah tau ngga kalo pak Reihan mau nikah" tanya Lala

" Hah, ohh ngga tau emang kenapa "

" Ngga ada sih tapi lagi rame loh di grup angkatan katanya ada yg lihat pak Reihan nyariin vendor buat nikah"

"Yaa bagus dong lagian umur pak reihan udah ngga muda lagi" ucap Alya

"Ehh btw kalian tau ngga siapa ceweknya" tanya Nia yg baru datang dengan membawa pesanan mereka diikuti dengan seorang waiters.

Deg

Tiba-tiba Alya merasa panas dingin jangan sampe mereka tau kalo dia yang mau menikah dengan pak Reihan

"Katanya belum ada yang tau sih"

Huff syukurlah kalo gitu.

Setelah dari cafe Alya izin ke perpustakaan mencari referensi untuk skripsinya. Biar cepat selesai dan tidak berurusan dengan dosen pembimbingnya itu siapa lagi kalo bukan pak Reihan. Tapi jika dipikir ulang mereka akan menikah dan tinggal satu atap.

Hujan turun tiba-tiba. Alya yang awalnya berniat pulang terpaksa menunggu reda di perpustakaan. Ia duduk di meja dekat jendela, membaca sambil sesekali mengecek jam di ponselnya.

Tak lama kemudian terdengar langkah mendekat, Farel—teman lamanya—datang menghampiri.

“Alya? Wah, nggak nyangka ketemu di sini,” sapanya ramah.

“Mas Farel? Kok bisa di kampus ini?” Alya yang melihat farel ikut terkejut melihatnya

“Ngisi seminar. Tadi lihat kamu pas lewat tadi, jadi nyamperin.” Farel duduk di depannya, tatapannya hangat. “Kamu makin sibuk, ya? Kayaknya terakhir ketemu… dua tahun lalu.”

"Heheh iya nih lagi sibuk buat skripsi "

"Wah berarti dekat lagi wisuda dong "

"Maunya sih gitu tapi kalo ngga revisi lagi"

Mereka mengobrol ringan. Farel sempat bercerita kalau ia sekarang bekerja di perusahaan event organizer, sering keliling kota. Alya pun menceritakan sedikit tentang skripsinya,

Saat hujan mulai reda, Farel menawarkan tumpangan. Alya menolak halus—ia tidak mau memancing gosip. Farel hanya mengangguk, lalu berpamitan

"Hujannya udah reda nih, ngga mau pulang bareng" tawar farel

"Makasih mas tapi aku bawa motor kok"

"Beneran nanti kamu kehujanan loh masih ada sedikit gerimis nih" ucap farel sambil melihat ke arah jendela yang sedikit berembun

"Ngga papa kok mas"

"Ya udah kalo gitu aku duluan ya"

"Iya mas"

Alya dan farel dulunya adalah teman satu sekolah saat bangku SMA. Saat lulus Alya dan melanjutkan studinya di universitas di kota yang sama berbeda dengan farel dia berkuliah di universitas di luar kota katanya dia ingin belajar bisnis juga.

1
Nurhikma Arzam
semangat thor next nya. 😁
Nurhikma Arzam
saran aja ini, please thor aku agak bingung povnya yg awalnya sudut pandang orang ketiga jadi sudut pandang orang pertama. kalau bisa kasih peringatan untuk peralihan pov ha
Erwinda: ihh makasih banget kak sarannya 🥰
total 1 replies
Nurhikma Arzam
awas jatuh cinta Al
Nurhikma Arzam
bagus semangat thor semoga kamu bisa menyelesaikan tulisan ini dan jadi penulis yang keren kelak. jangan menyerah
Nurhikma Arzam
Farel calon calon sad boy haha
Nurhikma Arzam
roman-romannya Reihan ini naksir duluan keknya sama Alya hmm
Nurhikma Arzam
semangat, saran aja ya kak ujung percakapannya jangan lupa pakai tanda titik biar lebih enak di baca☺
Nurhikma Arzam
Halo thor semangat upnya ya. jangan lupa mampir di cerita aku juga 😁
Pandaherooes
Ceritanya seru banget, semangat terus thor!
Gấu bông
Gila seru abis!
Arisu75
Alur ceritanya keren banget!
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!