NovelToon NovelToon
Sistem: Melenyapkan Pengkhianat

Sistem: Melenyapkan Pengkhianat

Status: sedang berlangsung
Genre:Sistem / Kehidupan Manis Setelah Patah Hati / Percintaan Konglomerat / Mengubah Takdir / Transmigrasi ke Dalam Novel / Bullying dan Balas Dendam
Popularitas:29k
Nilai: 5
Nama Author: KOHAPU

Adik kandungnya, Chantika tiba-tiba saja berubah sifat. Merebut pria yang dicintainya, memonopoli cinta kedua orang tua mereka, setiap usaha yang dipegang adiknya selalu berhasil.

Hingga, pada suatu saat Chantika entah kenapa berusaha membunuh Violetta.

Dalam kematian yang hampir menjemputnya, banyak tanda tanya dalam diri Violetta.

Bagaimana pun dia berusaha tidak akan dapat menyaingi Chantika? Mengapa kekasihnya lebih mencintai Chantika? Mengapa dunia ini begitu tidak adil?

Namun.

Tiba-tiba saja layar berisikan tulisan terlihat di hadapannya. Dilengkapi seorang pemuda dengan pakaian aneh.

"Protagonis telah ditemukan dalam keadaan hidup, siap melayani."

"Ka...kamu siapa?"

"Mulai hari ini anda adalah host yang saya layani. Saya adalah sistem perbaikan dimensi."

Dunia yang ditempati Violetta adalah dunia novel. Dengan Violetta yang merupakan protagonis. Sedangkan Chantika memasuki dunia novel dan merubah cerita seenaknya.

Pertarungan antara penjelajah dan protagonis dimulai

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon KOHAPU, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Opsi

Pengetahuan tentang cerita novel begitu terbatas. Dalam cerita novel yang dibacanya Violetta seharusnya menjadi pengusaha wanita yang terkenal. Sekaligus komposer yang paling dihormati.

Tapi pengangguran? Violetta menjadi pengangguran.

"Violetta!" Bentak Dania, mengangkat tangannya hendak menampar Violetta

"Kenapa? Ibu ingin menamparku lagi? Tampar aku! Karena aku memang tidak berguna. Aku menyerah untuk berusaha. Lebih baik menjadi beban keluarga seumur hidup seperti yang selalu kalian katakan!" Violetta membentak balik, melirik ke arah sang pemuda yang tidak memberikan saran. Tapi di layar transparan sudah jelas tertulis poin yang dikumpulkannya baru 10.

Tidak tahu dan tidak mengerti apa itu sistem dan siapa pemuda ini. Tapi, jika perkataannya benar, dengan ini dapat memperbaiki segalanya.

"Kakak! Jangan seperti ini pada ibu. Dia orang yang melahirkan kita." Ucap Chantika, dengan air mata mengalir. Begitu manis bagaikan boneka, hingga tidak ada orang yang sadar, Chantika amat sangat menyukai ini. Semakin renggang hubungan Violetta maka semakin baik.

"Minggir!" Dengan sengaja Violetta mendorong Chantika.

Pemuda di dekatnya berucap."Menciderai penjelajah dimensi dengan sengaja. Host mendapatkan 4 poin."

Violetta mengangkat sebelah alisnya. Cuma 4 poin? Tapi apalah gunanya poin, dirinya pun tidak tahu.

"Violetta! Ibu menyesal melahirkan anak sepertimu!" Teriak Dania, memeluk putri bungsunya.

Perlahan Violetta tertawa, air matanya mengalir."Dia yang bersikeras ingin aku membuka bisnis restauran. Bisnis butik ku baru gagal. Tidakkah kalian menganggap ini sebagai omong kosong?" tanyanya.

"Nona, rasa iba dapat berasal dari manusia yang menyerah." Ucap sang pemuda dengan raut wajah datar.

Mendengarkan apa yang dikatakan sang pemuda. Mengingat apa yang terjadi semalam. Dirinya dapat kembali ke kamar tanpa harus dihukum tanpa makanan.

Karena itu.

"Lebih baik aku pergi saja dari rumah ini. Aku tidak memiliki tempat lagi. Biar aku mati dijalanan." Violetta hendak melangkah pergi.

"Violetta! Jangan!" Teriakan Dania terdengar, menghentikan putrinya.

"Kamu susah salah! Masih saja ngeyel. Kamu dihukum! Tidak boleh keluar dari kamar!" Bentak sang ayah.

Kata-kata pemuda ini benar. Semua nasehat yang masuk akal. Violetta pada akhirnya berpura-pura menangis, memasuki kamarnya. Berhasil melarikan diri tanpa dihukum. Padahal sudah berhasil menampar, mendorong dan menjambak Chantika.

Ini menyenangkan, setelah 3 tahun semua miliknya direbut. Tangisan lirihnya sebenarnya adalah tawa, tangannya gemetar. Pada akhirnya dapat melampiaskan rasa sakitnya walaupun hanya sedikit.

***

"Ayah, ibu..." Chantika memeluk erat tubuh ibunya. Air matanya mengalir, tapi sebenarnya menahan rasa bencinya. Penokohan dalam novel seharusnya kepribadian Violetta begitu lembut, penyabar dan pekerja keras. Tapi kenapa menjadi seperti ini? Apa karena dirinya berusaha membunuh Violetta?

"Kamu tenang ya? Anak itu memang keterlaluan. Tidak berguna! Tidak pandai membuka usaha. Ditambah dengan plagiat. Apa yang dapat dibanggakan darinya." Sinis sang ayah.

"Chantika, untuk perusahaan ayah dan ibu akan mengandalkanmu di masa depan. Intuisimu lebih tajam dibandingkan dengan Violetta yang hanya dapat bersenang-senang." Sang ibu mengelus pelan punggung putrinya.

"Kakak tidak bermaksud seperti itu. Bagaimana jika begini saja, ayah mau ya berinvestasi di bisnis restauran milik kakak. Kakak akan memiliki semangat lagi, jika usahanya mengalami kemajuan." Usul Chantika, wajahnya tersenyum. Berfikir dalam hati, asalkan menemukan lokasi dan konsep restauran. Dirinya tinggal menjiplak dan merekrut pekerja dengan iming-iming gaji lebih tinggi.

Uang akan mengalir sama seperti ide butik yang diambil alih olehnya.

"Kamu terlalu polos..." Dania menghela napas kasar.

"Chantika, takutnya usaha kakakmu akan merugi lagi. Seperti usaha butik." Prana terdengar cemas.

Senyuman menyungging di bibir Chantika. Cukup mudah mengadu domba mereka."Sebenarnya...selain Sebastian, Violetta punya pacar lain yang memeras uangnya. Karena itu usaha butik milik kakak selalu merugi. Tapi ibu dan ayah tenang saja, aku sudah menasehati kakak. Kakak berjanji akan putus dan kembali setia pada Sebastian. Jadi berikan kesempatan pada kakak untuk membuka usaha restauran. Kakak pasti akan memiliki kesibukan yang lebih positif."

"Betapa baik anak ibu...ibu tau kamu menyukai Sebastian. Kalian serasi." Dania terlihat tersenyum, mengelus pucuk kepala putrinya.

"Tapi kakak..." Chantika tertunduk memilin jemari tangannya bagaikan ragu.

"Ayah tau kalian sudah berbuat kesalahan bukan? Walaupun itu karena Sebastian mabuk. Tapi tetap saja, dia harus bertanggung jawab. Jangan sungkan pada kakakmu sudah seharusnya Violetta mengalah." Ucap sang ayah pelan, bagaimana pun Chantika adalah putri kebanggaannya.

Berhasil membanggakan orang tua dengan berbagai prestasi 3 tahun ini. Sedangkan Violetta bagaikan aib, entah berapa kali karya Chantika di plagiat olehnya.

"Ayah, jika kakak marah---" Lagi-lagi Chantika menunduk.

"Dia tidak berhak marah. Sudah menjalin hubungan dengan pria lain. Kalian berhak bahagia, lagipula Sebastian sudah memutuskan hubungannya dengan Violetta." Sang ibu mengusap pelan rambut putrinya.

Bagaikan Chantika begitu rapuh. Sebagai seseorang anak berbakti dengan banyak prestasi, begitu dewasa, bahkan lebih dapat bersikap dewasa dari kakaknya. Mereka yakin, perusahaan akan berkembang jika berada di tangan Chantika yang bagaikan memiliki jari emas. Dalam artian segala usaha yang dipegangnya akan membawa keuntungan.

Sedangkan Chantika tersenyum, kekayaan, keluarga, pemeran utama wanita. Semua kebahagiaan akan menjadi miliknya. Tinggal merebut segalanya dari Violetta.

***

Sedangkan di dalam kamar Violetta berbaring wajahnya tersenyum.

"Berapa poin yang aku memiliki?" Tanyanya pada sang pemuda.

"14 poin. Ada opsi penukaran. Apa nona ingin menukar poin anda?" Tanya sang pemuda.

Violetta membuka papan transparan berisikan beberapa tulisan. Ada opsi penukaran, pemuda ini benar.

"Setiap satu poin dapat ditukar dengan uang tunai 10 juta?" Tanyanya membulatkan matanya tidak percaya.

"Benar! Ini keuntungan bagi protagonis untuk melawan pelintas dimensi." Jawaban dari sang pemuda, dengan ekspresi wajah datar.

Senyuman menyungging di wajah Violetta. Tentu saja menukar dengan uang tunai hanya ada pada keadaan darurat. Karena menukar dengan uang tunai, itu artinya informasi kekayaannya tidak akan jelas, dapat menimbulkan tuduhan palsu.

Melihat opsi lain, menghela napas."Penyembuhan tubuh sendiri 15 poin. Gila! Lalu apa ini bantuan sistem?" tanya Violetta, menatap jumlah poin yang harus dikumpulkan cukup besar."25 poin?"

"Bantuan sistem, itu artinya host dapat memanggil saya dengan wujud manusia selama satu hari penuh. Manusia lain dapat melihat saya, dan saya juga dapat menyentuh manusia lain untuk melindungi host." Ucap sang pemuda, masih terdengar kaku.

Violetta menipiskan bibir menahan tawanya. Mengumpulkan 25 poin tidak buruk juga. Jika dapat menggandeng pria kaku ini seharian di depan orang banyak.

"Aku akan menjadi pengangguran!" Teriak Violetta berbaring.

"Nona, anda harus mengumpulkan poin dan melawan pelintas dimensi yang merebut apa yang harus anda miliki." Saran darinya.

Tapi di luar dugaan, Violetta menarik pemuda itu untuk berbaring bersamanya.

"Kamu belum mengerti juga. Strategi yang aku buat. Kamu mengatakan dia pelintas dimensi bukan? Dan ini seperti dunia novel yang dibaca olehnya. Sebuah novel pasti memiliki bagian ending. Itu artinya idenya akan habis saat itu. Jika melawan dan membuat lagu, atau membuka usaha saat ini. Aku hanya akan menerima tuduhan sebagai plagiat. Usahaku juga akan bangkrut." Jelasnya melirik ke arah pemuda yang menghilang dari tempatnya berbaring. Kembali berdiri kaku, bagaikan butler profesional.

Begitu rupawan dengan pakaian resmi dan rambut putih panjangnya yang terikat tidak rapi."Bagaimana nona akan mengalahkan pelintas dimensi?"

"Lagu dalam novel pasti tidak banyak hingga cerita mencapai ending. Usaha yang dibuka juga sudah pasti terbatas. Karena bagian ending juga, saat dia kehabisan ide karena cerita novel sudah berakhir. Saat itu juga, kita bisa menginjak lehernya. Dia cuma punya pengetahuan tentang novel. Tapi tidak memiliki bakat dan ketekunan." Jelas Violetta.

"Jadi yang nona maksud membiarkannya mengeluarkan semua ide dan semua lagu yang tercatat dalam novel. Setelah semuanya baru menunjukkan kemampuan asli untuk mengalahkan pelintas dimensi? Anda sungguh sabar, saya sangat bangga." Ucap sang pemuda.

"Benar! Untuk memakan kawanan bison, kawanan singa dapat mengikutinya dan mengintai berminggu-minggu. Sepadan untuk mengunyah daging mangsa yang besar." Perlahan Violetta tertawa jahat, bagaikan psikopat.

Sedangkan sang pemuda mengangkat sebelah alisnya. Hostnya kali ini memang benar-benar unik. Tapi kenapa poin tidak ditukarkan dengan uang tunai saja? Untuk apa menyimpan poin?

"Sebagai hostmu, aku perintahkan untuk tidur sambil memelukku!" Ucap Violetta arogan.

1
Aisyah Ranni
lanjut Galan buat gegar otak,patah tulang ,hilang ingatan sekalian, dan satu lg katakan klo Prana hanya ayah bayangan utk Violetta 😂
imel
sejauh apa kira kira si Prana melesat?
melewati lembah?
atau melewati bukit?
Tatiek Faruq
ayoo Galan, tunjukkan pesona dan kuasamu/Drool/
yesi yuniar
apapun akan dilakukan galan demi vio 👍👍
Indar
bagus Galan 👍👍 lanjutkan jgn dikasih ampun org kaya tuan Prana
Eka Awa
galan mulai punya emosi😆
imau
murahan sekali mereka berdua
imau
kayak barang aja bisa disimpan 😄
Senjaa💞
dasar prana,sdh numpang tdk tau diri...ayo galan basmi manusia2 menjijikan itu...
Ummah Intan
poin kek akan bertambah
Rlyn
mau liat cantika sama keluarga 4su ny sengsara thorrr/Scream/
Ufi Yani
galan:tuan prana... apa perlu aq umumkn siapa kau sbenarnya dhadapan umum??/Grin//Grin//Grin//Grin//Grin//Grin//Curse/
Ummah Intan
jd buat Sebastian cemburu padamu utk mendapatkan poin
iin marlina
mantap
bongkar rahasia kalau sebenarnya Violetta pewaris sah harta itu
biar prana dan Diana jadi gembel juga gpp
ketawa jahat boleh ga sih
Indar
cumi2 kering Sebastian dan kuntilanak Chantika bakal kebakaran jenggot nih kl tahu ada pria tampan ganteng ga ketulungan di butiknya Violetta
Ufi Yani
untung byk tu influencr dtg kstu.....
Nada She Embun
koh... hadirkan visual Galan.. Galan aku padamuu 🤣🤣
ᵉᶠ ↷✦; 𝓔 𝓵 𝓵 𝓮 ❞
mampus gak tuh, udah ditinggalkan baru tau penyesalan
Nur Wahyuni
keren ilmu marketingnya si vio.. jaman sekarang apalah arti tipi dibanding sosial media..
ᵉᶠ ↷✦; 𝓔 𝓵 𝓵 𝓮 ❞
calon ibu mertua idaman masa depan nih
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!