NovelToon NovelToon
Di Balik Cadar Faradiba

Di Balik Cadar Faradiba

Status: tamat
Genre:CEO / Keluarga & Kasih Sayang / Dijodohkan Orang Tua / Paksaan Terbalik / Tamat
Popularitas:432.4k
Nilai: 4.6
Nama Author: Wind Rahma

Menikah atas keinginan orang tua merupakan sesuatu yang tidak di inginkan oleh siapapun termasuk Taka Sanjaya. Terlebih ia tidak tahu seperti apa bentuk perempuan yang di jodohkan dengannya. Ia merasa seperti membeli kucing di dalam karung.

Namun, apa jadinya jika kucing tersebut merupakan kucing anggora? Bagaimanakah kisah di antara keduanya?

Follow ig @wind.rahma

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Wind Rahma, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Pahala Seorang Istri

Diba memakai baju gantinya dan berjalan ke arah ranjang tempat tidur duduk di sebelah sisi kosong suaminya yang tengah menutupi wajah menggunakan bantal.

"Mas .." Sentuhan tangan Diba di bahu Taka membuat pria itu refleks kaget dan membuka bantal yang di gunakan untuk menutupi bagian wajah.

"I-iya," jawab Taka gugup.

"Kamu kenapa, mas? Mana ada kucing?"

Diba mencari keberadaan kucing anggora yang di maksud suaminya tadi. Padahal ia sama sekali tidak miara kucing di rumah.

Taka sedikit gelagapan. Kenapa juga ia harus membahas kucing itu di depan Diba.

"A-aku .." Taka semakin gugup karena Diba menatapnya dengan jarak yang cukup dekat.

Ia masih tidak menyangka jika wanita di balik cadar itu memiliki kadar kecantikan yang sangat sempurna. Hidung mancung, bibir sedikit kemerahan, dan dagu yang sedikit runcing natural.

"Mas .."

Panggilan Diba menarik paksa Taka dari segala pemikirannya.

"I-iya, Fara. Aku-"

"Mas panggil aku Diba saja," pungkas Diba.

Taka mengangguk. Rasanya ia ingin merutuki dirinya karena bisa se gugup ini di depan Diba. Pesona Diba lah yang membuat ia jadi se gugup ini.

"Iya, Diba," jawab Taka menurut.

Diba mengulas senyum begitu mendengar suaminya mengucapkan namanya. Apalagi saat mengingat Taka begitu lantangnya mengucapkan nama waktu akad tadi.

"Jadi mas lihat kucing dimana tadi?"

Lagi-lagi Diba membahas soal kucing. Mau tidak mau Taka terpaksa harus berbohong soal ini.

"Iya, Diba. Jadi, kemarin aku-"

Taka membulatkan matanya begitu telunjuk Diba menempel di bibirnya.

"Mas tidak boleh memanggil diri mas dengan sebutan aku. Harus mas, ya!" pinta wanita itu membuat sekujur tubuh Taka merasa tegang saja.

Diba menarik kembali jari telunjuknya dan Taka pun mengangguk.

"I-iya."

"Sekarang mas lanjutkan cerita kucingnya."

Taka mengangguk lagi. "Iya, Diba. Jadi, kemarin mas .."

Taka menghentikan kalimatnya sejenak melihat Diba tersenyum begitu ia memanggil dirinya dengan sebutan mas sesuai permintaannya.

"Di lanjut, mas."

"Ah, iya. Maaf, maaf."

Taka menghela napas menghirup banyak oksigen. Entah kenapa suhu kamar mendadak panas dingin. Ia pun melanjutkan ceritanya mengenai kucing anggora.

"Jadi, kemarin mas sempat beli kucing di rumah untuk di pelihara."

"Mas suka kucing?"

Taka terpaksa mengangguk karena sebenarnya ia pun ngarang.

"MasyaAllah .. Kucing itu salah satu binatang yang paling di sayangi Rasulullah."

"I-iya, Diba. Jadi ceritanya begini, mama sama papa mas menawarkan mas untuk membeli seekor kucing. Tapi mas belum tahu itu kucing apa dan mas di minta untuk bayar saja kucingnya. Dan sekarang mas sudah tahu kalau kucing itu ternyata kucing anggora. Cantik, mungil."

Taka menatap Diba dengan tatapan kagum dan penuh syukur karena ia tidak hanya menikahi seorang wanita yang cantik luar dalam. Ia harus berterima kasih kepada mama dan papanya.

"Lalu sekarang kucing anggoranya dimana?"

"Ada di sini," jawab Taka tanpa sadar.

Diba menoleh ke kiri dan kanan, ke belakang bahkan ke kolong ranjang tempat tidur.

"Mana, mas?"

Pertanyaan Diba membuat Taka sadar jika Diba tidak tahu jika kucing anggora yang di maksud itu bukan kucing beneran, melainkan dirinya.

"Maksud mas, kucingnya ada di rumah. Mas lupa jika mas sekarang di rumah Diba."

Diba mengulas senyum. "Lain kali mas bawa kucing anggoranya ke sini, ya."

"Iya, nanti mas bawa buat Diba."

"Terima kasih, mas."

"Sama-sama."

Keduanya saling melempar senyum. Hingga Diba mengingat pahala yang di janjikan oleh Allah untuk seorang istri yang minta jatah duluan. Sebab malam ini merupakan malam pertama pernikahan mereka.

Diba menggeser posisi duduknya lebih dekat dengan suaminya. Tidak hanya dekat, bahkan rapat. Sampai Taka sadar jika ini merupakan malam pertama bagi keduanya.

"Kenapa harus mepet-mepet?" tanya pria itu seraya menahan suhu tubuhnya yang terasa mulai panas dingin lagi.

Diba membisikkan sesuatu yang terasa menggelitik di telinganya.

"Seutuhnya Diba ini milik mas. Apa mas mau tubuh Diba malam ini?"

Iris mata Taka seketika melebar. Jakun nya terlihat naik turun mendapat penawaran tersebut.

_Bersambung_

1
Boby
kesannya Diba murah banget
Tri Novita Kusumawati
cerita mu agak aneh ini thor dari awal jugak, meskipun bercadar klo mau nikah calon suami di izinkan melihat wajah calon istri Lo bukan seperti ini.. yaa meskipun cerita fiktif yaa tapi paling gak masih masuk di logika gitu
Mamah F4
kok kesannya jadi s Diba yg agresip ya..
Mamah F4
kok gak ada malu2nya ya.ku aja yg gak islami banget malulah ma suami d malam pertama.
Defi
Ma keren, pokoknya hajar aja Vina sampai gak berani mengganggu Diba dan Taka lagi
Defi
pokoknya usaha dulu ya Ma 😂
Defi
mau sampai kapan Taka, belajarlah mencintai Diba..
Defi
setuju Ma, karena Taka lemah dengan Vina jadi Mama harus gerak cepat biar Vina gak semena-mena
Defi
Tahan Taka apalagi gengsimu begitu besar 😄
Defi
udah mulai masuk konflik inih, tapi gak apa-apa mungkin dengan adanya konflik ini Taka dan Diba bisa memperbaiki dirinya
Defi
sudah saatnya kamu terbuka Taka bukan hanya komunikasi tapi juga hatimu.. akan lebih indah bila kamu mencintai wanita halalmu
Defi
Setuju dengan Mama Hartati, tapi memang lebih bagus Taka sendiri yang berjuang untuk mendapatkan kepercayaan Diba karena jika diam-diam seperti itu bisa timbul asumsi lain dari diri Diba terhadap Taka suaminya
Defi
Jujur aja Taka sama Diba biar tidak ada salah paham
Defi
Vina ini udah salah masi juga gak sadar diri 😵‍💫, belum lagi Taka yang lambat lihat cadar istrinya ditarik diam saja
Emma W
Luar biasa
Suhaimi Haimi
Buruk
Vitha Vivi
Luar biasa
Efvi Ulyaniek
sesama cewek kan gpp harusnya dibuka cadarnya..apa LG sama mama mertua...iya ga sih...
Efvi Ulyaniek
ya jelas datang lg lah kan belum putus gimana sih ni laki
Efvi Ulyaniek
ini aneh bgt sih sama suaminya didlm kamar jg msh pake cadar...
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!