NovelToon NovelToon
Dikejar Om Seksi

Dikejar Om Seksi

Status: tamat
Genre:Romantis / Komedi / Tamat
Popularitas:695.5k
Nilai: 5
Nama Author: Erin FY

Mutia, Gadis Manis itu merasa Tuhan begitu menyayanginya, selain sang mama, kini ia juga di hadapkan dengan seorang Om-om mesum yang tidak lain adalah bosnya sendiri. Kedua orang tersebut bagaikan bayangan diri sendirinya, apapun yang ia lakukan pasti tidak pernah terlepaa dari pantauan mereka.

Namun semua berubah saat ia bertemu dengan Raga, pegawai baru yang tidak diragukan lagi ketampanannya.

Lantas bagaimana kisah Mutia selanjutnya? Akankah si Bos membiarkan ia dekat dengan lelaki lain?

Akan ada banyak kejahilan serta kisah seru lainnya, jangan ketinggalan.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Erin FY, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 4 Macam-macam

Setelah lima belas menit perjalanan, akhirnya Mutia tiba di rumah, setelah memakirkan motornya, ia bergegas masuk ke rumah. Ia heran melihat lampu yang masih menyala, padahal biasanya selesai isya mamanya sudah terlelap dalam tidurnya. Mutia semakin heran saat keadaan rumah belum terkunci, karena ia sendiri memegang kunci cadangan jika sewaktu-waktu ditinggal mamanya pergi.

"Assalamualaikum, aku pulang," ucapnya seraya masuk ke dalam.

Tak ada sahutan dari sang mama, padahal tv masih menyala. Mutia celingukan mencari jejak wanita terkasihnya itu, hingga suara dengkuran mengarahkannya ke bawah sofa. Sang mama terlelap di sana.

Mutia tersenyum memandangi wajah mamanya. Wanita itu memang tak lagi muda, tapi masih terlihat guratan-guratan kecantikan di sana. Berjuangan sendiri demi menghidupi kehidupan mereka berdua membuat sang mama terlihat lebih tua.

Empat tahun sudah sang mama banting tulang, kini saatnya Mutia balas budi. Meskipun ia yakin walaupu bekerja seumur hidup tanpa istirahat pun tak kan mampu membalas secuil pun kebaikan mamanya itu. Namun, paling tidak Mutia ingin di masa tuanya nanti, sang mama hanya duduk menikmati masa tuanya tanpa harus capek-capek mengurus catering lagi.

"Entah apa yang merasukimu ... hingga kau tega meninggalkan aku yang tulus memcintaimu .... " Tiba-tiba saja sang mama memyanyi dan menirukan joget tik-tok dalam tidurnya. Mutia menepok jidatnya.

Tidur aja masih mimpiin tik-tok, dasar ratu tik-tok.

"Mama ... bangun. Pindah ke kamar ,gih. Di sini nanti dingin," ucap Mutia sembari menggoyang-goyangkan bahu mamanya.

"Eh, Sayang. Udah pulang? Lancar kerjaannya?" tanya sang mama sembari mengucek-ngucek matanya.

"Lancar, mama pindah ke kamar aja. Nanti pintu sama jendela biar Mutia yang tutup," ucap Mutia sembari membantu mamany berdiri.

"Ya, sudah, mama tidur dulu, ya, kamu kalau mau makan ada sayur di kompor, kamu panasin dikit aja."

"Iya, gampang."

***

"Mutiaaa ... bangun! Elah anak gadis susah bener dibanguninnya. Kamu gak kerja?" teriak sang mama sembari gedor-gedor pintu kamar anaknya itu.

Mutia yang tersadar langsung melonjak saat jam sudah menunjukan pukul setengah tujuh. Ia bergegas mencari handuk dan melesat keluar melewati sang mama begitu saja.

"Mama, kok, gak bangunin Mutia sih," gerutu Muti seuasi keluar dari kamar mandi.

"Yee ... Mama sudah gedor-gedor dari subuh, kamunya aja yang gak bangun-bangun. Kamu mau sarapan apa? Ini ada nasi goreng, biar mama siapin."

"Buatin roti aja, Ma. Kayak biasa. Gak keburu kalau sarapan dulu," ujar Mutia sembari berlalu menuju kamarnya.

Diperjalanan, sembari fokus menyetir Mutia sekali-kali melahap rotinya. Roti coklat buatan sang mama memang menjadi faforitnya yang sayang sekali untuk dilewatkan. Hingga ia berada di parkiran motor, ia tetap saja melahap roti yang tinggal setengah.

Setengah berlari Mutia menuju ke pintu khusus karyawan, dan betapa kagetnya ia saat si bos sudah berdiri diambang pintu dengan kedua tangan bersendekap di dada. Roti yang tinggal separuh itupun ia telan semua.

"Anda telat lima menit, Mbak Mut," ucap Denis tegas membuat Mutia memaksa menelan roti yang tertinggal di mulutnya.

"Saya minta maaf, Pak. Saya janji tidak akan mengulanginya lagi," jawab Mutia sembari bersusah payah menghilangkan sisa-sisa roti ditenggorokan.

"Saya tunggu di ruangan saya setelah briefing." ucap Denis seraya berbalik meninggalkan Mutia. Saat hampir saja Mutia akan bernapas lega, bosnya itu berbalik lagi ke arahnya.

"Satu lagi, jangan keseringan makan coklat, nanti tambah manis," lanjutnya dan meninggalkan Mutia yang lagi-lagi melongo mendengarkan ucapannya.

Mutia segera mengeluarkan cermin dari dalam tasnya. Ia menepok jidatnya sendiri saat melihat bekas coklat tersisa di sudut-sudut bibirnya.

Iish ... malu-maluin aja.

Selesai briefing pagi, Mutia pamit kepada Rani dan Bagas untuk bertemu si bos. Mulutnya komat-kamit berdoa agar tidak mendapat hukuman yang berat, apalagi kalau sampai potong gaji. Yang benar saja, kerja baru dua hari gaji sudah dipotong.

Tok ... tok ... tok ....

"Masuk!" Suara sahutan dari dalam membuat Mutia memutar knop pintu. Orang yang ia cari tengah duduk di kursinya dengan senyum yang mengembang.

Aiish ... pagi-pagi udah disuguhi pemandangam semanis ini, jadi pingin mojokin.

Mutia memukul kepalanya sendiri. Merutuki otaknya yang selalu bekerja tak tepat waktu. Nasibnya kini ada di ujung tanduk.

"Pagi, Pak. Kenapa, ya, saya dipanggil ke sini?" tanya Mutia memberanikan diri.

"Lah, kamu kenapa ke sini?"

"Kan bapak yang panggil."

"Kalau dipanggil berarti kamu ngapain?" Mutia memutar matanya malas.

Makin hari makin aneh saja kelakuan bosnya ini. Mana yang kata orang-orang Denis adalah orang yang cuek. Buktinya, dari hari pertama kerja di sini, ia selalu dibikin spaneng dengan kelakuaa bosnya ini.

"Saya terlambat lima menit, mangkanya bapak panggil saya ke sini," jawabnya tegas.

"Nah, itu tahu. Kenapa tadi nanya?" jawab Denis berbelit-belit. Lelaki itu sengaja memancing amarah wanita di hadapannya itu.

"Jadi, saya ke sini disuruh ngapain? Dihukum atau bagaimana? Kalau gak ngapa-ngapain mending saya balik kerja," ucap Mutia tanpa basa-basi lagi.

"Buru-buru amat, Mbak Mut. Saya gak gigit, loh," ucap Denis sembari terkekeh.

"Saya gak enak sama karyawan lain, Pak. Saya pegawai baru di sini, nanti dikira kita macam-macam," jawab Mutia yang dibalas tawa oleh Denis.

"Memangnya kita ngapain? Lagian emangnya Mbak Mut mau kalau saya ajak macam-macam?" ucap Denis sembari menaik turunkan alisnya.

Bersambung

1
Ana Akhwat
ckckckck ...kocak bingits😂
Ana Akhwat
😂😂😂CEO yang lagi menyamar... sedang jatuh cinta
Mul Iani
Lumayan
Asih Dyas rahman
baru sadar ini novel 2021 kenapa gw baca, akhirnya nyesel bacanya nanggung ga dikelarin sampe sethn🤦
Kirana Ayla
kok cpt amat udh tamat aj...kannikahnya blm
Sus Susyla
huhhhhh
Sus Susyla
halalin dlu denis
Sus Susyla
zakki mana y
Sus Susyla
pinter denis
Sus Susyla
klo aku sih..di lamar org ganteng kaya lg..ah g oke mikir lgsg ok aja ...ha..ha
Nora♡~
Yaa..Ampun thor... mana yang lain..
tolong sambung... best nie..tak sabar nak baca...
Oh Dewi
Mampir ah...
Sekalian rekomen buat yang kesusahan nyari novel yang seru dan bagus, mending coba baca yang judulnya (Siapa) Aku Tanpamu, searchnya pakek tanda kurung biar gak melenceng yaa
ayulia lestary
kocak
ayulia lestary
denis kocak juga
ayulia lestary
kyanya menarikk nih. aku mampir ya
Tara
Aduch jadi pengen dikejar om s3xy Nan mapan🤭😉😱🥰🤗🌹🙏
Ita Nuraini
ws tamat kah
Choirul Anna Soenarso
kok gak dilanjutkan Thor,padahal bagus lho
Ita Nuraini
duda damar itu judulx ap y ??
Ciekgu Lhawo
author kmna ni disambung donk crtanya seru ni
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!