Surinala Maharani atau biasa dipanggil Nala. Dia seorang gadis yatim piatu, dan hanya tinggal bersama bibinya.Kehidupannya yang berat membuat dia harus bekerja banting tulang.
Pertemuan tidak disengaja Nala dengan pria bernama Akira membuatnya harus menurut pada pria itu karena hal berharga Nala telah diambil secara tidak sengaja pula oleh Akira.
Akira berjanji akan bertanggung jawab dan menikah Nala, tapi Nala tidak tau jika semua itu adalah suatu rencana besar yang sedang Akira jalankan, dan mirisnya, dia membawa Nala dalam rencananya itu.
Nala yang mengetahui rencana Akira memilih menjauhi pria yang sudah membuatnya jatuh cinta. Nala memilih pergi dari kehidupan Akira dan dia pergi dengan membawa buah cintanya dengan Akira yang tidak Akira ketahui.
Akankah Akira menyesal sudah membuat wanita yang mencintainya pergi? Dan bagaimana reaksinya saat tau wanita yang sudah dia nikahi itu pergi dengan membawa calon bayinya?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Rey, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Ciuman Kilat
Nala mengerutkan kedua alisnya melihat ada seseoranf menghabiskan sandwich yang baru dia buat, Nala segera berlari kecil menghampiri orang itu.
"Kenapa dimakan? itu bukan punya kamu!" seru Nala kesal.
Dia malah santai melihat ke arah Nala. "Oh ini?" Rhein menunjukkan sandwich yang tinggal separuh di tangannya. "Kamu mau? ini aku suapain." sisa sandwich itu mengarah pada mulut Nala, Nala segera memundurkan langkah.
Muka masam itu di tujukan pada Rhein. "Dasar tidak sopan, kalau mau mengambil sesuatu, tanyakan dulu itu punya siapa."
"Memangnya ini rumah siapa?"
"Rumah kamu."
"Roti dan bahan sandiwch ini kamu buat dan ambil bahannya di mana?"
"Di sini."
"Jadi--." Manik mata Rhein menatap jahil pada Nala. "sandiwich ini adalah milik aku."
"Bukan! itu untuk adik kamu Orlaf, Nyonya besar Kei yang menyuruhku membuatkan sandwich itu untuk bekal Orlaf, dan kamu malah memakannya." Nala mengerutkan mulut dan mukanya.
"Kamu bisa buatkan lagi, mudah, kan?" ucapnya santai.
"Tidak semudah itu! kalau mudah kenapa kamu tidak buat sendiri saja!" Nala melengos pergi dia mengambil lagi bahan untuk membuat sandwich.
Rhein yang memang jahil, pergi menghampiri Nala. "Sandwich kamu sangat enak, Nama kamu Nala, Kan?" tanyanya, Rhein tepat berada di samping Nala yang sibuk membuat lagi sandwich untuk Orlaf.
"Iya, kamu jangan ganggu aku, aku mau cepat-cepat membuat sandwich ini, Orlaf mau berangkat sekolah.
Cup ...
"Terima kasih untuk sandwichnya, enak sekali gadis cantik!" teriak Rhein dari jauh.
Rhein baru saja menciumnya dan berlari pergi dari sana. Kedua mata Nala mendelik, dia benar-benar kaget dengan apa yang dilakukan oleh Rhein.
"Pria itu!!! apa dia tidak tau aku sudah menikah, kenapa dia main cium seenaknya!" Nala benar-benar kesal.
Di dalam kamarnya, Rhein tertawa puas. "Gadis itu, kenapa aku bisa tertarik untuk menggodanya? dia gadis pertama kali yang tidak terpesona saat aku memperlihatkan tubuhku, apa dia normal?" Dialognya sendiri.
"Aku harus membuktikannya, dia pasti normal, atau memang dia terlalu polos. Yang jelas dia benar-benar membuatku penasaran." Rhein berganti baju dengan baju kemeja lengkapnya.
Di ruang dapur, Nyonya Kei melihat Nala yang masih sibuk membuat sandwichnya. "Belum selesai, Nala? kenapa lama sekali?"
"Maaf, Nyonya Kei. Ini hampir selesai." Nala segera menatanya dan mencari tempat bekal makana Orlaf.
"Mommy, mana bekalku, aku mau berangkat ke sekolah?" tanya pria kecil itu yang ada di sana.
"Bentar ya, Sayang. Nala apa sudah selesai?"
"Maaf, saya tidak menemukan tempat makan yang bisa digunakan." Nala bingung.
"Oh Tuhan!" Kei pergi mengambil tempat makan Orlaf dia lemari yang agak kecil dan memberikan pada Nala. Nala segera memasukkan sandwich itu dan memberikan pada Orlaf.
"Maaf, Ya Orlaf," ucap Nala.
"Jadi Nona Nala yang membuatkan bekalku kali ini? terima kasih." Orlaf membawa bekal yang Nala berikan.
"Sama-sama, Orlaf. Hati-hati ya."
Orlaf berlari pergi dari sana. Tidak lama Rhein datang ke dapur lagi. "Mommy, aku pergi dulu, Ya?"
"Kamu tidak sarapan dulu? nanti jangan pulang terlambat, daddy kamu akan datang, dan kita akan mengadakan pesta sederhana. Jadi jangan lupa, Rhein." Mommy Kei menekankan ucapannya.
"Iya, aku tidak akan lupa, hari ini aku tidak ada jadwal kencan dengan gadis manapun, Mom. Jadi aku akan pulang cepat.
"Kamu memang harus datang, bahkan kakak kamupun akan datang, pokoknya hari ini semua keluarga besar kita akan berkumpul."
"Iya." Mata Rhein sekarang menjurus ke arah Nala yang tidak mau melihat pada Rhein. Nala lebih suka menghindari pria aneh itu.
"Nala, sekali lagi terima kasih sandwichnya itu, benar-benar sangat enak, dan manis seperti kamu."
Nala melirik kesal pada Rhein, mommy yang melihatnya sedikit terkejut. "Jadi sandwich buatan Nala kamu yang memakannya, Rhein?"
"Iya, ok, Mom. Aku berangkat dulu, bye!" Rhein mengecup dahi mommynya dan pergi dari sana.
Nala menghela napas leganya, Akakakk.
lanjuut
lanjuutt