Di sarankan membaca "SANG PENGANTIN BAYARAN" lebih dulu, karena semua tokoh berkaitan erat dalam novel tersebut.
Alexavier Bancroft, menjadi duda di usianya yang masih muda. Istrinya, Melanie Rendra, meninggal satu hari setelah melahirkan bayi perempuan cantik secara prematur yang di beri nama, Sunny Chalondra Bancrof.
Berbagai tekanan dari keluarga mertuanya membuat Alex berusaha move on dari masa lalunya, namun sulit bagi dia untuk kembali membuka hati pada wanita manapun yang ia temui.
Keluarga Rendra, menjodohkan Alex dengan keponakan mereka bernama Felicia, namun hati Alex berkata lain, ia tertarik pada wanita yang menjadi pengasuh putrinya, Nora Arabella.
Akankah Alex bisa bertahan dengan hatinya untuk memilih Nora, atau memilih untuk mundur dan menerima perjodohan itu dengan rela?
---
WARNING 21+
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Vey Vii, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Perjamuan Mr. Kenzo
Keluar dari kediamannya, Alex langsung menuju apartemen tempat Felicia tinggal, ia sudah berjanji akan menjemput wanita itu sebelum pukul 7 malam, namun nyatanya ia sedikit terlambat.
"Sudah hubungi Felicia?" tanya Alex pada Van, sekretarisnya itu bertugas sebagai sopir malam ini.
"Sudah. Saya sudah bilang jika kita akan sedikit terlambat."
"Bagus."
"Apa penampilanku sudah cukup bagus, Van?" tanya Alex.
"Selalu bagus, Tuan. Anda tampak mempesona setiap saat," jawab Van.
"Jangan memujiku berlebihan. Aku nggak akan ngasih bonus meski kamu memujiku seharian," canda Alex sambil terkekeh, Van yang memang tidak terlalu banyak bicara, hanya membalas ucapan Alex dengan senyum ringan.
Perjalanan dari rumah Alex ke apartemen milik Felicia tidaklah jauuh, hanya membutuhkan waktu 15 menit jika kondisi jalan sedang lenggang.
Setelah sampai di depan apartemen, Alex tidak turun untuk menyusul Felicia, sebaliknya, ia meminta sekretarisnya yang bertindak.
Beberapa menit menunggu, Felicia mengetuk kaca mobil dan Alex mempersilahkannya masuk, mereka duduk berdampingan di kursi belakang.
🖤🖤🖤
Perjamuan makan malam yang tidak bersifat formal namun sangat meriah dengan kehadiran para tamu undangan dari kalangan atas hingga para kolega terkenal, membuat Alex dan Felicia di tuntut untuk tampil sempurna.
Keduanya berjalan berdampingan dengan tangan kanan Felicia yang merangkul lengan Alex mesra, membuat media menyorot mereka dan memotret setiap langkah keduanya memasuki gedung acara.
Setiap pasang mata terpesona pada kecantikan Felicia yang tidak di ragukan lagi. Malam ini ia memakai gaun berwarna merah muda yang serasi dengan jas yang Alex kenakan, gaun berbahan tule lembut tanpa lengan itu menampakkan kesan anggun bagi si pemakai, panjang gaun yang menyapu lantai dengan belahan paha tinggi membuat Felicia sangat seksi dan menarik.
Alex berjalan menggandeng Felicia memasuki gedung, matanya menemukan Aaron dan Hayley sudah hadir lebih dulu, mereka berdua terlihat sedang berbincang dengan tuan rumah.
"Hallo, Mr. Kenzo," sapa Alex pada sang tuan rumah, kemudian menyapa sepupunya yang juga berdiri di sisi mereka.
"Ah, Tuan Alex. Idola saya, selamat datang di acara sederhana kami," ujar Mr. Kenzo merendah. Apa yang ia katakan sebagai acara sederhana tidaklah benar. Gedung tiga lantai dengan luas melebihi dua kali lipat lapangan bola ini di beli langsung setelah jadwal perjamuan sudah deal.
Lantai dasar di hiasi dengan berbagai penak-pernik mewah yang hanya orang-orang elite miliki. Berbagai karya seni dari seniman dunia di pamerkan sebagai pencuci mata para tamu.
Lantai kedua di khususkan untuk perjamuan makan malam yang akan di adakan lima menit lagi, dan lantai gedung teratas yang terdapat kolam renang besar di fungsikan sebagai area dansa untuk semua tamu yang membawa pasangan.
Alex memperkenalkan Felicia pada sang tuan rumah, banyak orang berpikir jika Felicia adalah kekasih dari pimpinan PT. Emily Beauty itu.
"Cantik sekali. Saya sangat tau siapa anda, nona Felicia," ucap Mr. Kenzo. "Model terkenal dengan bayaran mahal ternyata luluh dalam pesona Tuan Alexavier Bancrof," lanjutnya.
"Jangan berlebihan, Mr. Kenzo. Saya hanya menjalani pekerjaan saya," ungkap Felicia, mematahkan pemikiran orang tentang hubungan dirinya dengan Alex.
Kecewa dengan tebakannya yang salah, sang tuan rumah pamit untuk memberi sambutan pada para tamu undangan lainnya sebelum menggiring mereka menikmati makan malam yang spesial.
"Kalian ada di sini? bagaimana dengan keponakanku?" tanya Alex pada Aaron dan Hayley.
"Aku menitipkannya pada mama. Lagipula cuma semalam," jawab Hayley.
"Oh, apa mereka baik-baik saja?"
"Mereka baik, Alex. Bagaimana dengan Sunny? kenapa nggak kasih nomor ponsel Nora padaku, aku juga ingin menelpon keponakanku," keluh Hayley.
"Ya, nanti aku kirimkan."
"Oh, hai Felicia. Apa kabar?" sapa Hayley pada wanita di samping Alex.
"Baik, Nona Hayley."
Tanpa canggung, mereka berbincang hangat sambil mendengarkan sambutan dari sang tuan rumah, setelah itu, semua orang bergantian ke lantai dua untuk makan malam bersama.
Dalam balutan gaun seksi dengan belahan paha tinggi, menampilkan kaki jenjang yang putih, membuat semua mata lelaki menatap lekat setiap lekuk tubuh Felicia. Pandangan mata yang terlihat tidak sopan, membuat Alex sedikit terganggu, terutama kamera yang tidak berhenti menyorot Felicia dari ujung rambut sampai ujung kaki.
"Felicia," ucap Alex sedikit berbisik.
"Ya?"
"Bisakah lain kali pakai gaun yang lebih panjang?" tanya Alex. "Lihat, mulut para laki-laki hidung belang itu bahkan sampai meneteskan air liur karena melihatmu," lanjutnya.
Felicia melihat sekeliling. Bahkan baginya ini terasa biasa saja, Felicia menggeluti dunia model bertahun-tahun lamanya, mengenakan pakaian jenis apapun bahkan bukan masalah baginya. Justru menampilkan bentuk tubuh yang sempurna, akan membuat semua orang tertarik, itulah tugasnya.
Sebagai model, Felicia di tuntut untuk berpenampilan sempurna, sesuai dengan profesinya. Pakaian seminim apapun, ia terbiasa, karena memang inilah pekerjaannya. Dan Felicia merasa nyaman dengan apa yang ia lakukan.
🖤🖤🖤
Setelah perjamuan makan malam, tuan rumah membawa semua tamu menuju lantai teratas, Hayley dan Aaron berdansa dengan begitu mesra. Sudah sejak lama, mereka bahkan tidak bisa keluar rumah meski sekedar makan malam berdua, ketiga anak-anaknya sama sekali tidak bisa di tinggal meski hanya beberapa menit.
Namun karena hari ini nenek mereka bersedia membawa Nick dan dua adik kembarnya menginap, maka Hayley dan Aaron memanfaatkan satu kesempatan langka ini.
"Mereka sangat serasi," puji Felicia, ia menatap Hayley yang bergelayut manja di leher Aaron, mereka bergerak seirama dengan alunan musik.
"Benar. Tapi kalau kamu tau bagaimana awalnya mereka bisa bersama, mungkin kamu nggak akan bisa percaya," ucap Alex.
"Memangnya kenapa?" tanya Felicia.
"Rahasia," goda Alex.
"Ih, dasar." Felicia menepuk bahu Alex gemas.
Mereka bercanda sambil menggenggam minuman di tangan, keduanya saling mengobrol membahas tentang pekerjaan dan hal-hal yang sedang di minati dalam kalangan pebisnis muda seperti saat ini.
Hingga sang tuan rumah menawarkan makanan ringan dan meminta mereka berdansa.
"Kenapa tidak mengajaknya berdansa, Tuan Alex?" tanya Mr. Kenzo.
"Ah, maaf. Saya sedang tidak ingin," tolak Alex halus.
"Ini adalah suasana romantis. Lihat, Mr. Aaron bahkan sangat mesra bersama istrinya," lanjut Mr. Kenzo.
"Mereka kan memang pasangan serasi. Sedangkan kami, kami hanya bersama karena sebuah pekerjaan," jawab Alex tenang.
"Benar, Mr. Kenzo," sela Felicia membenarkan.
"Ah, begitu rupanya."
Jawaban telak dari Alex membuat sang tuan rumah bungkam. Bukan karena ingin membuat Alex dan Felicia dekat, namun Mr. Kenzo hanya suka karena selama acara ini Alex dan Felicia lah yang menjadi pusat perhatian awak media. Mereka bagai magnet yang menarik setiap perhatian orang-orang di sekelilingnya.
Selama acara berlangsung, Felicia dan Alex hanya berbincang dan bertukar pikiran. Alex tidak menunjukkan hal-hal romantis sedikitpun saat bersama Felicia, begitupun wanita itu, tampak biasa saja dan profesional dalam menjalankan perannya sebagai pendamping Alex, bagi Felicia, ini termasuk dalam pekerjaannya.
🖤🖤🖤
Hallo readers, apa kalian sudah menebak alur cerita ini?
Hehehe, siapa yang akan jatuh cinta dan siapa yang akan bersama?
Penasaran?