NovelToon NovelToon
KAKAK TIRIKU JODOHKU

KAKAK TIRIKU JODOHKU

Status: tamat
Genre:Teen / Action / Romantis / Tamat
Popularitas:718.3k
Nilai: 4.8
Nama Author: Lusica Jung 2

Aster Jung adalah gadis cantik dan satu-satunya putri dalam keluarga Jung. Aster memiliki teman masa kecil bernama Zian Rey. Awalnya semua baik-baik saja tapi persahabatan mereka perlahan merenggang saat keduanya beranjak remaja hingga Rey dan Aster menjadi musuh bebuyutan.

"Zian Rey, aku tidak akan pernah kalah darimu. Akan ku buktikan pada dunia jika aku lebih baik darimu."

Banyak yang menyayangkan renggangnya persahabatan mereka termasuk keluarga besar Rey dan Aster. Mereka ingin mereka bisa bersatu. Hingga sebuah keputusan besar pun diambil, Aster dan Rey menjadi saudara tiri.

Dan seiring berjalannya waktu benih-benih cinta tumbuh di hati mereka berdua. Rey dan Aster saling mencintai namun sama-sama tidak ada yang menyadari perasaan masing-masing. Dan Rey baru menyadari betapa besar arti kehadiran Aster setelah wanita itu pergi dari hidupnya.

Enam tahun kemudian Aster kembali dengan seorang gadis kecil bernama Hanyeon.

"Sebenarnya dia adalah Putri kandungmu. Benih yang malam itu kau tanam di dalam rahimku."

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Lusica Jung 2, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 30 "Kris Panik"

"Huaaaaa...! Apa ini."

Kris melemparkan ponselnya begitu saja setelah membaca pesan dari Rey. Dengan hati-hati ia mengambil kembali ponselnya tergeletak di lantai dan membaca pesan itu sekali lagi. "Cuma pesan saja tapi kenapa rasanya seperti uji nyali? Zian Rey, kau sungguh mengerikan." Buru-buru Kris mematikan ponselnya dan meletakkan diatas meja.

Mungkin mulai malam ini dia tidak akan bisa tidur dengan nyenyak dan makan dengan enak karna memikirkan ancaman Rey. Dalam pesannya, Rey mengatakan akan merebus dan menguliti Kris hidup-hidup saat dirinya pulang. Jangankan mengalaminya, membayangkan saja sudah membuat Kris merinding sendiri.

Jam di dinding menunjuk angka 12 tengah malam, tapi Kris masih belum juga bisa menutup matanya. Ia mencoba untuk tidur tapi kedua matanya begitu sulit untuk dipejamkan, kata-kata Rey dalam pesannya masih terekam jelas dalam ingatan Kris dan dia merinding setiap kali mengingat ancaman itu.

Kris tidak tau mimpi apa semalam sampai-sampai dia mengalami hari yang begitu buruk. Dijodohkan dengan seorang janda beranak tiga, dia memang cantik dan memiliki tubuh yang sempurna, kulit sehalus porselen dan mata yang bulat. Tapi tetep saja wanita itu seorang janda dan Kris yang masih perjaka tentu menginginkan pendamping yang masih ada segelnya.

"Kris kau belum tidur?"

Terlihat Zian Lee menghampiri putra sulungnya itu yang sedang duduk gusar di ruang keluarga. "Pa, kenapa bangan?" Alih-alih menjawab pertanyaan Lee, Kris malah balik bertanya. Kemudian Lee duduk disamping Kris

"Kau terlihat gusar, apa ada sesuatu yang mengganggu fikiranmu?" Tanyanya memastikan, Kris mengangguk. "Tenang apa?" Kris menarik nafas panjang dan menghelanya.

"Bocah kutub itu, Pa! Masa iya dia mau merebusku dan mengulitiku hidup-hidup. Itukan sangat mengerikan." Aduh Kris.

"Rey?" Kris mengangguk "Dia tidak akan melakukannya tanpa alasan kecuali jika kau yang lebih dulu mencari perkara dengannya. Memangnya apa yang sudah kau perbuat sampai-sampai dia begitu merah padamu?" Tanya Lee penasaran.

Kris coba mengingat-ingat dan seingatnya dia tidak melakukan apapun pada Rey apalagi membuat masalah dengannya. "Seingatku sih tidak pernah, aku tidak pernah membuat masalah dengannya, Pa! Atau mungkin karna, Hanyeon? Soalnya aku bilang pada, Hanyeon, supaya dia minta adik pada, Rey, dan, Aster. Atau mungkinkah, Rey, marah karna hal itu? Oh astaga! Pa, aku harus bagaimana sekarang? Bagaimana jika, Rey, benar-benar akan mengulitiku dan merebusku hidup-hidup?" panik Kris cemas.

"Itu masalahmu dan Papa tidak ikut-ikutan. Jadi selesaikan sendiri dan selamat bermimpi buruk." Yesung bangkit dari duduknya dan pergi begitu saja meninggalkan Kris sendiri di ruang keluarga.

Tak ingin mengalami ketakutan dan kecemasan secara berlarut-larut, segera Kris kembali kekamarnya dan pergi tidur meskipun dia yakin belum tentu bisa. Dan Kris berharap setelah bangun nanti semua akan baik-baik saja.

🌹🌹🌹

Melihat bintang adalah hal wajib yang harus Aster lakukan ketika malam tiba. Baik dulu maupun sekarang kebiasaannya itu tidak pernah hilang, sampai sekarang pun dia masih tetap suka melihat bintang.

Bintang tidak hanya indah ketika dipandang tapi juga memberikan kedamaian hati siapa pun yang melihatnya.

Greepp..!!

Aster terlonjak kaget saat merasakan ada sepasang tangan kekar memeluknya dari belakang disusul seseorang yang tengah menyandarkan dagunya dilengkungan leher jenjangnya. Iris kanan itu terpejam, dalam-dalam ia menghirup aroma bunga sakura yang menguar dari tubuh Aster. Aroma yang membuatnya merasa candu untuk selalu bisa menikmatinya

"Kau belum tidur?" tanya Aster sambil menyandarkan kepalanya pada dada bidang Rey.

"Hn." Rey berdehem pelan.

Pandangan Aster lurus kelangit malam. Bintang-bintang berhamburan memenuhi angkasa dengan berbagai rasi dan pola. Dan keindahan itulah yang selalu mereka nikmati setiap malamnya

"Rey," Panggil Aster setelah mereka cukup lama saling terdiam.

"Hm." Rey menyahut pelan

"Apa kau sungguh-sungguh mencintaiku?" sebuah pertanyaan meluncur begitu saja dari bibir Aster.

Kemudian Aster melepaskan pelukkan Rey lalu berbalik dan posisi mereka saling berhadapan. Sepasang iris hazelnya mengunci iris mata kanan Rey yang menatapnya sedikit datar. Rey mengangkat alisnya. "Kenapa? Kau meragukan perasaanku?" Aster menggeleng "Lantas?"

Aster mengalungkan kedua tangannya pada leher Rey, iris hazelnya terkunci pada iris coklat pria didepannya. "Aku tidak pernah meragukan perasaanmu padaku, Rey sungguh. Aku hanya ingin memastikannya saja, Aku merasa takut dan aku tidak ingin tersakiti lagi untuk yang kedua kalinya. Kau mengerti maksudku bukan?"

Rey menarik tengkuk Aster dan membawa wanita itu ke dalam pelukkannya. Dagu Rey bersandar pada kepala coklatnya. "Aku tidak menyalahkanmu karna sudah meragukanku. Aku paham betul dengan apa yang kau rasakan saat itu dan bagaimana sakitnya hatimu, untuk itu aku ingin mengobatinya dengan menjadi satu-satunya pria dalam hidupmu, yang selalu mencintaimu, menyayangimu, melindungimu dan yang selalu bisa kau andalkan. Karna membahagiakan kalian berdua, adalah tujuan hidupku." Tutur Rey dan semakin mengeratkan pelukkannya.

Aster terharu sampai tidak bisa berkata-kata, dan lelehan kristal bening yang turun dari sudut matanya-lah yang mewakili perasaannya saat ini.

Rey melepaskan pelukkannya pada tubuh Aster kemudian menyematkan sebuah cincin berlian pada jari manisnya. Cincin berbeda dari cincin yang Rey berikan sebelumnya.

"Dan ini adalah bukti keseriusanku padamu. Untuk itu aku memintamu untuk menjadi istriku. Aku menikahimu detik ini juga. Mungkin terdengar gila dan tidak masuk akal. Tapi aku serius dan bersungguh-sungguh. Setelah, mereka kembali kita baru merayakannya." Aster tidak menjawab apa-apa, dan sebagai gantinya wanita itu menganggukkan kepala. Dan detik berikutnya bibir Aster sudah berada dalam pagutan bibir Rey.

Ciuman yang mewakili perasaan masing-masing dan Rey baru melepaskan tautan bibirnya setelah dia merasakan pukulan pada dadanya.

Nafas Astermemburu, wanita menghirup udara sebanyak-banyaknya untuk mengisi pasukan oksogen di dalam paru-parunya yang mulai menipis. "Kau tetap saja payah, Sayang." cibir Rey sambil mengusap sisa liur di bibir Aster dengan ibu jarinya. Wanita itu merenggut kesal. "Sudah hampir tengah malam, sebaiknya kita masuk dan segera tidur." tidak ada penolakkan dan Aster mengangguk patuh. Sama seperti Rey, Aster juga mulai mengantuk dan kedua matanya tak bisa lagi diajak kompromi lagi.

.

"Shit,"

Rey bangun di tengah malam saat merasakan mata kirinya tiba-tiba berdenyut nyeri. Sebelah tangannya memegangi mata itu seraya bangkit dari posisi berbaringnya. Aroma anyir darah langsung masuk dan berkaur di dalam indera penciumannya. Tak ingin membangunkan Aster yang sudah tertidur pulas, kemudian Rey beranjak dari posisinya dan berjalan ke kamar mandi.

Rey menarik turun benda bertali itu dari mata kirinya dan mendesah berat. Mungkin karna hampir dua bulan ini dirinya tidak pernah pergi ke rumah sakit lagi untuk cekup, harusnya Rey melakukan pemeriksaan secara rutin setiap satu bulan sekali. Meskipun enam tahun telah berlalu. Namun pendarahan bisa kembali terjadi sewaktu-waktu dan malam ini contohnya.

"Rey, kau ada di dalam."

Ketukan dan suara familiar itu mengalihkan perhatian Rey. Sepertinya Aster terbangun saat menyadari Rey tidak berbaring lagi di samping Hanyeon. "Ya," jawabnya singkat.

"Kau baik-baik saja bukan?" tanya wanita itu memastikan.

"Sedikit burik." Jawabnya datar.

"Buka pintunya dan biarkan aku masuk." Pinta Aster.

"Hn, sebentar."

Selang beberapa saat pintu kamar mandi terbuka dan sosok Rey keluar dari sana sambil memegangi mata kirinya. Cairan merah segar terlihat keluar dari sela-sela jari-jari Rey yang kemudian melumuri tangannya. Kedua mata Aster terbelalak saking kagetnya. "Rey, kau berdarah apa yang terjadi?" pekiknya dengan suara meninggi.

"Ck, pelankan suaramu, Aster Jung. Bagaimana kalau putrimu sampai bangun karna teriakkanmu itu?" omel Rey dan membuat Aster berdecak lidak.

"Ck, jangan mulai, Rey. Aku sudah tidak berminat lagi untuk berdebat denganmu."

Rey memutar matanya dengan jengah. "Memangnya siapa yang mengajakmu berdebat, Nyonya Zian! Aku hanya memintamu untuk tidak berteriak."

"Baiklah dan sebaiknya sekarang kau duduk dan kita obati natamu." Rey tidak memberilan tanggapan apa-apa. Sebagai gantinya pria itu mengangguk dan segera duduk di sofa. Kali ini ada orang yang bisa merawatnya dan Rey tidak perlu lagi melakukannya sendiri.

.

.

BERSAMBUNG.

1
Rohimatul Amanah
Luar biasa
EndRu
ada Luhan dan Jessika di sini .. hemmm
EndRu
Aster kok bermarga Xi
Dan typo lain . ada Jian juga. haduh
EndRu
Tiba tiba ada Jia. Jesica
typo Thor 🙏
EndRu
visual Rry pakai eyepact seperti apa ya
EndRu
Drakor nya keren banget
EndRu
sering banget typo Jessika.. terus siapa lagi.itu
EndRu
Rey kayak Ketua mafia ya
EndRu
dijadikan berkedel mereka nanti. beraninya mengusik Rey
EndRu
misal pakai pengawal mungkin lebih aman Rey
EndRu
mbayangin cantik dan nggemesinjya Hanyeon
EndRu
perjuangan Aster luar biasa.
Rey akan selalu merasa bersalah mengingat beratnya perjuangan Aster. berbahagialah sekarang
EndRu
haru begini...
rengekan sang putri akhirnya membuat Naluri seorang Ibu luluh..
keputusan yang tepat Aster.
putrimu berhak tahu siapa ayahnya
EndRu
Nyesek yak
EndRu
mewek aku Kak 😭😭😭
EndRu
baru NGEH..
Choa ternyata laki laki
Ellnara: Choa itu cewek kakak
total 1 replies
EndRu
ini kayaknya nih sengaja deh. ditinggal berdua di rumah biar akur gitu..
EndRu
aria6 mana tahu klo kamu sebenarnya memendam rasa kepada adik tiri mu sendiri Rey
EndRu
Rey ga ambil fotonya Aster nih. kan cakep tuh
EndRu
ini di negeri mana ya?
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!