NovelToon NovelToon
My Dear Daddy

My Dear Daddy

Status: tamat
Genre:Romantis / Tamat
Popularitas:1.4M
Nilai: 5
Nama Author: Dewi tan

Kevin Setiawan, 25 tahun, adalah seorang pengusaha muda kaya, yang kabur dari rumah karena menolak di jodohkan oleh orangtuanya.

Untuk menutupi identitasnya, dia tinggal di sebuah rumah kos dan bekerja sebagai pegawai minimarket.

Suatu malam dia menemukan seorang bayi tepat di depan pintu rumah kosnya, pertemuan dengan bayi perempuan itu membuat hidup Kevin berubah, dan kini dia menyandang status ayah.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Dewi tan, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Coklat

Di Minimarket banyak sekali berbagai jenis coklat, Kevin mengambil beberapa coklat yang berukuran besar.

"Mbak Yanti, aku ambil ini ya, tolong kasirin aku bayar nanti!" Kata Kevin.

"Banyak sekali coklatnya Mas, buat siapa sih?" Tanya Yanti. Matanya menatap coklat yang di pegang oleh Kevin, ukurannya lumayan besar, Kevin mengambil beberapa coklat dengan varian rasa yang berbeda.

Setelah coklat-coklat itu di bungkus, Kevin mengeluarkan dua batang coklat, lalu di berikannya pada Yanti dan Joni.

"Mbak Yanti, Joni, selamat hari Valentine ya ... " Ucap Kevin. Yanti dan Joni saling berpandangan melihat coklat besar yang ada di tangan mereka.

"Lho Vin, kita juga kebagian coklat? Seumur-umur aku belum pernah merasakan hati valentine Vin, trimakasih ya, walaupun kau kaya, tapi kau tidak sombong!" Ujar Joni dengan mata yang berkaca-kaca.

"Iya Mas Kevin...aku jadi terharu, belum pernah lho ada yang kasih aku coklat!" Tambah Yanti.

"Sudahlah, kalian teman-temanku yang baik, kalian pantas mendapatkan itu!" Ujar Kevin sambil menepuk bahu keduanya.

"Terus coklat yang tinggal dua itu buat siapa Vin? Meira kan tidak mungkin makan coklat ... ?" Tanya Joni.

"Yang satu untuk sepupuku si Paul, sedangkan yang satu lagi untuk, Tania ... " Jawab Kevin.

Waktu sudah menunjukan jam empat sore, seperti biasa Kevin akan bersiap untuk pulang, sejak hadirnya Meira, jam kerja Kevin jadi lebih pendek.

Biasanya Tania sudah menunggu di depan minimarket, tapi sore ini Tania nampak belum datang. Beberapa kali Kevin menengok melalui pintu kaca minimarketnya.

Sudah hampir setengah jam Kevin menunggu, namun Tania belum muncul juga. Kevin mulai gelisah, pasalnya dia juga menelepon ke ponsel Tania, tapi tidak diangkat-angkat.

"Kau susul saja Tania ke rumahnya Vin, mana tau dia sudah sampai di rumahnya!" Usul Joni.

"Tapi kalau kerumahnya kan melewati jalan ini, masa Tania tidak mampir seperti biasanya..." Sahut Kevin.

"Yah siapa tau dia lagi ingin langsung pulang, sudah Vin, kau susul saja Tania, kasihan Meira jadi lelah menunggu!" Kata Joni.

Setelah berpikir sebentar Kevin memutuskan untuk mengikuti saran Joni, mendatangi Tania ke rumahnya, apalagi sekarang di rumah Tania sudah tidak ada ibunya lagi, karena di rawat di rumah sakit.

Kemudian Kevin segera melajukan mobilnya meninggalkan minimarket menuju ke rumah Tania.

Rumah Tania kelihatan sepi, sepertinya belum ada tanda-tanda orang yang datang. Bahkan pintu gerbangnya masih di gembok dari luar.

Kevin keluar dari dalam mobilnya dan berdiri di depan gerbang rumah Tania sambil menggendong Meira.

Tiba-tiba ada seseorang yang menepuk punggungnya dari belakang, Kevin terperanjat kemudian menoleh kebelakang.

"Tania?!" Tanya Kevin saat melihat Tania sudah berdiri di hadapannya.

"Hai Vin, kau sudah lama datang? Maaf hari ini aku ada sedikit pekerjaan tambahan, jadi aku pulang telat...!" Ujar Tania sambil tersenyum, kemudian dia menoleh ke arah Meira yang berceloteh dalam gendongan Kevin.

"Tidak apa-apa Tania, tapi mengapa kau tidak mengangkat teleponku?" Tanya Kevin.

"Ponselku habis baterai Vin, Meira sudah Besar ya..." Kata Tania sambil menjawil lembut pipi Meira yang kemerahan.

"Iya, sekarang Tania mau belajar duduk sendiri, aku belajar di internet sebentar lagi Meira akan belajar makan, aku akan belajar membuat makanan bayi, supaya Meira tetap sehat!" Ungkap Kevin sambil mencium pipi Meira.

"Kau memang Daddy yang baik untuk Meira, Meira beruntung bisa menemukanmu...!" Ujar Tania.

"Ya, Meira adalah anugrah buat aku...aku sangat menyayangi dia..." Sahut Kevin.

Tania mulai membuka gembok gerbang rumahnya.

"Yuk masuk dulu Vin, sudah magrib, tidak baik untuk Meira..." Ajak Tania sambil membuka pintu dan berjalan mendahului Kevin yang menyusul di belakangnya.

Kemudian mereka duduk di ruang tamu. Tania menuju ke belakang untuk mengambilkan air minum.

"Kau tak usah repot Tania, aku mau mengajakmu ke rumahku hari ini..." Ujar Kevin.

"Kerumah mu? Dalam rangka apa?" Tanya Tania sambil meletakan gelas minuman di meja.

"Sebenarnya aku mau ngobrol berdua denganmu, nanti Meira akan ku titipkan sebentar dengan Paul sepupuku..." Sahut Kevin.

"Ah, tumben kau mengajakku ngobrol berdua, biasanya kan Meira juga ikut..." Kata Tania.

"Masa aku tidak boleh merasakan berdua saja denganmu...ayolah Tania...tak ada yang perlu kau kuatir kan lagi, ibumu kan sudah di rumah sakit...!" Bujuk Kevin sambil tersenyum manis pada Tania. Akhirnya mau tidak mau Tania pun menganggukkan kepalanya.

Kevin menarik lembut tangan Tania untuk bangun dan kembali keluar. Gerbang rumah Tania pun kembali di gembok dari luar.

Kevin langsung masuk kedalam mobilnya, sementara Meira ada dalam gendongan Tania, setelah menyalakan mesin mobilnya, Kevin segera melaju menuju ke rumahnya.

*****

Paul nampak kesal menunggu Kevin, wajahnya di tekuk, karena terlalu lama dia menunggu di rumah seharian.

Setelah sampai di rumahnya, Kevin langsung melempar coklat ke arah Paul.

"Eh kutu kupret!! Seharian gue di rumah, lu cuma ngasih gue coklat??" Tanya Paul menggerutu.

Tania duduk di teras rumah Kevin sambil memangku Meira.

"Tenang bro, baru aja aku pesankan makanan enak buat you, sebentar lagi di antar ojek online, dan sudah di bayar juga, kau tinggal menikmatinya!" Kata Kevin.

"Nah, gitu dong...eh Vin, bokap lu neror gue terus nih...gimana dong!" Sungut Paul. Dia menunjukan ponselnya yang berisi sepuluh panggilan tak terjawab.

"Sabar Paul, sebentar lagi aku akan pulang ke rumah tanpa harus di cari-cari, tapi ada yang mau aku selesaikan dulu...!" Jelas Kevin.

"Apaan tuh??!"

"Aku mau ungkapin perasaan sama Tania, meminta dia menjadi calon istriku, lalu aku mau mencari tau orang tua Meira, meminta ijin untuk mengadopsinya selamanya, setelah itu aku akan pulang ke rumah dengan membawa Tania dan Meira, aku akan kenalin Tania dan Meira sama Papa dan Mama .... !" Ungkap Kevin.

"Lu yakin orang tua lu akan setuju lu sama Tania? Apa lagi ada Meira, secara kan lu turunan darah biru sedangkan Tania dan Meira tidak jelas!" Bantah Paul.

"Cinta akan mengubah segalanya Paul!"

"Lalu bagaimana dengan Angela?"

"Angela ... aku tidak pernah punya perasaan apapun sama Angela!"

"Tapi kan kalian di jodohkan!"

"Tidak perduli! Aku hanya mau Tania dan Meira, bukan yang lain! Titip Meira sebentar Paul, aku mau ajak Tania jalan sebentar!" Kata Kevin.

"Eh...gue gak bisa ngurus bayi Broo!"

"Sebentar aja, kapan lu mau jadi bapak kalo pegang bayi aja tidak pernah!" Cetus Kevin.

Dengan cepat Kevin mengambil Meira dari pangkuan Tania, lalu menyerahkan Meira pada Paul yang nampak bingung.

"Mei...Daddy mau jalan sebentar ya sama Mami Tania ... Meira sama Om Paul dulu ya...!" Ujar Kevin sambil mengecup Meira. Kemudian bergegas meninggalkan rumahnya dengan menggandeng tangan Tania kembali masuk kedalam mobilnya.

"Woy kutu kupret!! Jangan lama-lama lu! Gue bukan baby sitter!!" Teriak Paul dengan wajah kesal.

*******

1
Yani Anwar11
😭😭😭😭
🅰️đ₳ɽ₳
dah mampir thor 😁💪
Ubun Uman
menarik
uus widiani
apa tania ibunya maira
Hertin Liberti
aku terharu thoooor baca episode .. bagaimana tulus dan ikhlas nya seorang anak untuk membantu ayahnya......dari usia dini Emira sudah diajarkan untuk berbagi.....indahnya berbagi itu thoooor....hhhaaaa .......
Hertin Liberti
seneng baca cerita nya thoooor....alurnya ceritanya natural.....
Tryn_123
sumpahin deh si dave ini g punya anak selamanya....jahatnya minta ampun
Tryn_123
banyak kisah pria tidak tahu diri macam dave itu....banyak kisah pria berhati malaikat yg begitu tulus seprti Kevin,,,semoga Tuhan melindungi orang2 baik itu
Tryn_123
Dave tidak tau diri ya.....tapi Kevin bijaksana sekali.....
Tryn_123
gitu ya kalo pria disuruh belanja....suamiku juga.nurut banget sama penjualnya.....
Tryn_123
pelajaran berharga,,jangan pernah membanding2kan anak...apalagi anak orang lain dg anak kita sendiri....kecemburuan bisa menjadikan orang gila
Tryn_123
kalo ortu kevin yg nyiksa sedikit lumrah,lah si ijah....babu juga
Tryn_123
jangan lupa ikut BKB,ya Vin
Herta Siahaan
buat dave dan santi sadar donk. bukan malah egois
Herta Siahaan
krmbaliin meira thor. itu g adil. dah ambil cara curang
Herta Siahaan
g boleh gitu donk thor. cara curang
Herta Siahaan
apa g punya body guard ya .. kayak bos bos besar gitu
Herta Siahaan
biar dave sadar... kebajatannya.
Davina Rahmania
ngakak 😂😂 inspirasi pelaut dari nenek moyang
Davina Rahmania
untuk panggilan you" kayak alay banget untuk seorang pengusaha kurang untuk mendalami cerita jadinya 😅
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!