Follow ig:@nafsie
Tomy dan jeny adalah sepasang sahabat dari kecil. Meskipun perbedaan usia mereka cukup jauh namun itu tidak menjadi penghalang kelekatan hubungan persahabatan mereka.
Tomy selalu baik dan bertanggung jawab menjaga dan melindungi jeny. Hal itu yang membuat jeny nyaman dan tidak bisa tanpa tomy.
Suatu ketika tiba tiba orang tua mereka mendadak menjodohkan mereka. Baik jeny maupun tomy mereka sama sama tidak bisa menolak. Itu karena kepatuhan mereka pada orang tua nya masing masing juga karna keadaan papah tomy (Pak cakra).
Merekapun akhir nya menikah.
Namun belum genap seminggu pernikahan mereka tiba tiba tomy memutuskan pergi ke belanda untuk waktu yang tidak bisa di tentukan.
5 Tahun jeny melalui hari harinya tanpa tomy di sisinya. Tanpa komunikasi juga kejelasan tentang hubungan mereka hingga akhir nya jeny mendatangi mertuanya dan mengatakan ingin bercerai.
Saat itu tomy muncul dan menolak dengan tegas perceraian yang di inginkan jeny.
“Dengar baik baik jeny. Mulai saat ini aku akan selalu ada di samping kamu. Tidak ada seorangpun yang bisa memutus pernikahan kita, Kecuali aku.” Tegas nya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nafsienaff, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Episode 29
Setelah selesai makan siang, tomy kembali mengantar jeny ke rumah sakit. Meskipun mereka berdua sempat berdebat karna jeny yang menolak untuk di antar dan tomy yang terus saja bersikeras memaksa.
Charlie yang melihat nya hanya bisa menggelengkan kepala. Padahal saat kuliah dulu mereka tidak pernah terpisahkan dan selalu bersama.
Ketika tomy akan pergi ke belanda pun jeny terlihat sangat tidak bisa merelakan.
Tetapi sekarang setelah tomy kembali semuanya terlihat sangat jauh berbeda. Dan semua perubahan itu begitu jelas terlihat pada jeny yang seolah tidak ingin berada di dekat tomy.
“Nanti pulang nya aku jemput.” Kata tomy ketika sampai tepat di depan gedung rumah sakit.
“Terserah.” Balas jeny ketus.
Jeny turun dari mobil mewah tomy setelah itu. Gadis cantik itu melangkah cepat tanpa sekalipun menoleh pada tomy yang terus menatap nya dari dalam mobil.
Tomy menghela nafas. Pria tampan itu benar benar takut dan tidak mau kehilangan jeny. Karna jeny adalah salah satu bagian terpenting dalam hidup nya.
Deringan ponsel membuat tomy mengalihkan perhatian nya. Pria tampan itu tersenyum ketika meraih benda pipih itu dan mendapati nama asisten pribadinya tertera di sana.
“Ya rey..”
“Pak, semuanya sudah siap. Asisten rumah tangga juga sudah ada dan sedang merapikan semua barang barang bapak dan bu jeny.” Kata reyhan dari seberang telpon.
“Bagus.” Senyum puas tomy.
Tomy memutuskan sambungan telpon nya setelah itu. Pria tampan itu kemudian kembali menghidupkan mesin mobil nya dan berlalu berniat menuju rumah orang tua jeny.
Tomy tau jeny pasti akan sangat marah padanya. Karna tomy diam diam mengambil dan memindahkan barang barang jeny ke rumah baru yang dia beli seminggu sebelum kembalinya dia ke indonesia.
Jarak dari rumah sakit tempat jeny bekerja menuju rumah kedua mertuanya memang jauh. Hal itu yang membuat tomy berinisiatif membeli rumah mewah di kawasan elit yang sedikit dekat dengan rumah sakit itu. Tomy melakukan nya demi jeny agar dirinya bisa selalu mengantar jemput istrinya itu.
Hampir 1 jam perjalanan akhir nya mobil mewah tomy sampai di depan gerbang rumah kedua mertuanya. Pria tampan itu segera membunyikan klakson mobil nya membuat pak satpam langsung berlari dan membukakan pintu gerbang.
“Den tomy..” Kejut pak satpam ketika tomy menurunkan kaca mobil nya.
“Hy pak.. Apa kabar?” Sapa tomy dan bertanya dengan ramah pada satpam penjaga gerbang di kediaman kedua mertuanya.
“Kabar saya baik den.. Aden sendiri bagaimana?” Jawab pak satpam kemudian bertanya dengan sopan.
“Seperti yang pak satpam liat. Saya sangat baik.” Jawab tomy tersenyum.
Satpam itu mengangguk dengan senyuman di bibir hitam nya. Tomy memang selalu baik dan ramah padanya. Dari dulu pria tampan itu tidak pernah menganggap nya rendah meskipun dirinya hanya seorang satpam.
“Oya pak. Mamah sama papah ada?” Tanya tomy kemudian.
“Ada den.. Baru aja mereka berdua pulang.” Jawab pak satpam.
“Oke.. Kalau begitu saya masuk ya pak..” Kata tomy kemudian melajukan pelan mobil nya melewati gerbang dan pak satpam yang berdiri di samping gerbang.
Tomy menghentikan mobil nya kemudian keluar dengan gaya cool nya. Pria tampan itu tersenyum menatap rumah mewah mertuanya. Tidak ada yang berubah dari rumah itu selama 5 tahun tomy tidak menginjakan kaki di tempat itu.
“Apa?! Bagaimana mungkin?”
Tomy mengeryit ketika mendengar suara pekikan mamah mertuanya dari dalam rumah. Penasaran, Tomy pun segera melangkah cepat dan masuk ke dalam kediaman mewah kedua orang tua dari istrinya.
“Ya nyonya. Katanya namanya reyhan. Dia bilang dia asisten pribadi den tomy.” Tunduk seorang asisten rumah tangga menjawab pertanyaan mamah jeny.
“Ya tuhan.. Mbak, kamu sadar tidak? Bisa aja dia hanya penipu. Kenapa kamu tidak menelpon saya dulu?” Hela nafas mamah jeny frustasi.
“Mah sabar..” Kata papah jeny pelan.
Pria baya itu mengusap usap kedua pundak istrinya berusaha untuk menenangkan nya.
“Bagaimana mamah bisa sabar pah.. Barang barang jeny semuanya hilang dan di ambil orang yang tidak jelas asal usul nya.”
Tomy yang masih berdiri di ambang pintu tersenyum. Seharus nya pagi tadi dirinya datang dan meminta dengan baik baik untuk membawa jeny ke rumah baru mereka. Namun karna emosi mendengar kata cerai yang keluar dari mulut jeny membuat tomy lupa dengan rencana yang di susun nya.
“Mah, pah...”
Suara tomy berhasil membuat kedua orang tua dan asisten rumah tangga yang menunduk langsung menatap nya.
“Tomy..” Lirih papah jeny tidak percaya.
Sedangkan mamah jeny hanya diam saja menatap pria yang sudah membuat putrinya tersiksa dengan perasaan nya selama 5 tahun ini.
Tomy tersenyum. Pria tampan itu menghampiri kedua orang tua dari istrinya dan menyalimi nya bergantian.
“Apa kabar mah pah..?” Tanya tomy berbasa basi.
“Kabar kami bak nak.” Senyum papah jeny menoleh sekilas pada mamah jeny yang masih saja diam.
“Kamu kapan balik nak?” Tanya papah jeny menepuk pelan bahu tegap menantunya.
“Semalam pah.” Jawab tomy.
Papah jeny mengangguk.
Pria baya itu kemudian mengajak tomy untuk duduk di ruang tamu. Sedangkan mamah jeny, wanita itu masih diam dan berdiri di tempat nya dengan wajah datar.
“Mbak. Buatkan minuman.” Suruh nya pada asiaten rumah tangga nya.
“Baik nyonya.” Angguk asisten rumah tangga yang mungkin masih seumuran dengan jeny.
Mamah jeny menghela nafas.
Wanita itu belum sempat menanyakan pada jeny tentang keniatan nya tadi pagi.
“Maaf sebelum nya pah.. Yang tadi mengambil dan membawa semua barang barang jeny memang asisten tomy. Namanya reyhan.” Kata tomy meluruskan masalah yang membuat mamah mertuanya marah tadi.
“Tapi untuk apa nak?” Tanya papah jeny bingung.
Tomy tersenyum.
Semuanya adalah kejutan untuk jeny. Meskipun tomy tau gadis itu pasti tidak akan senang karna dirinya sangat memaksakan kehendak nya.
“Sebenar nya ini kejutan untuk jeny pah.. Tomy sudah menyiapkan semuanya dari seminggu yang lalu semenjak tomy masih di belanda.” Jawab tomy.
Papah jeny mengangguk dengan senyuman di bibir nya. Pria itu berpikir mungkin putrinya akan sangat senang dengan kejutan yang di berikan tomy.
“Tomy juga sengaja membeli rumah yang lumayan dekat dengan rumah sakit tempat jeny bekerja pah. Biar tomy bisa anter jemput jeny.” Lanjut tomy.
Sekali lagi papah jeny mengangguk.
“Apa jeny tau tentang kepulangan kamu?” Tanya papah jeny dengan senyuman yang terus terukir di bibir nya.
“Jeny sudah tau pah. Bahkan tadi pagi tomy yang mengantar jeny ke rumah sakit.” Jawab tomy tersenyum.
Dari balik tembok mamah jeny menelan ludah nya. Wanita itu yakin jeny pasti sudah mengatakan keniatan nya untuk bercerai dengan tomy.
jika ada bibit pelakor pasti kata2 kasar mereka keluar, pelakor murahan, laknat, menjijikan, mudah mudahan dibinasakan
tapi beda
jika ada pebinor, mereka hanya diam kayak tidak ada apa2
reader2.......